The Playboy's Baby

The Playboy's Baby
33



Jam tangan yang dipakai Brandon sudah menunjukan pukul tujuh malam. Brandon akhirnya mengakhiri sesi latihan mereka hari ini. Sebelum teman-temannya itu pulang ke tempat tinggal mereka masing-masing, Brandon mengajak mereka makan malam bersama di tempat biasa mereka makan.



Hal yang ingin dikatakan Brandon akan membuat Angga, Ferrel dan Daniel tercengang. Brandon sudah tidak sabar ingin melihat ekspresi ketiga sahabatnya itu. Memikirkan reaksi mereka saja sudah bisa membuat Brandon tersenyum sendiri.



"Lo kenapa senyam-senyum sendiri? Ke bentur dimana kepala elo tadi?" ucap Daniel yang tempat duduknya berhadapan dengan Brandon. Angga duduk di samping Brandon dan Ferrel duduk di samping Daniel. Mereka berempat sekarang sedang menunggu makanan pesanan mereka.



"He, gue baru sadar, Dan. Muka elo kalo dilihat dari arah dekat ternyata ganteng juga" Canda Brandon. Ferrel dan Angga langsung tertawa begitu mendengar apa yang di katakan Brandon.



"Waduh, elo rabun jauh ya? udah dari dulu kali muka gue ganteng begini. Muka Adam Levine mah kalah sama muka gue" balas Daniel lebih membuat Brandon cs tertawa, "Sialan, gak percaya mereka. Diem nggak elo semua. Kalo lo pada nggak diem, gue bongkar kejelekan lo semua disini. Diem elo, Ga. Muka aja kalah tampan sama muka gue, pake ikut ngetawain segala" Brandon dan Ferrel tertawa semakin keras.



"A*jing lo, Dan. Jangan samain muka gue sama muka elo dong" balas Angga bercanda, "Yang di bawah elo itu mah, Ferrel bukan gue"



"Gak baik bohong, Ga. Muka gue ini paling tampan dari antara kita berempat" ucap Ferrel menepis perkataan Angga.



"Terus yang kedua siapa?" tanya Daniel mengikuti pembicaraan Daniel.



Daniel memberikan senyum manisnya sambil mengerjapkan kedua matanya. Sedangkan Angga tersenyum imut, menunjuk kedua pipinya. Dan Brandon hanya menatap mereka bertiga tanpa ekspresi.



"Yang kedua?" Ferrel pura-pura serius memperhatikan wajah mereka bertiga, "Yang kedua, Brandon"



"Tch" Brandon berdecak tidak percaya tapi setengah tersenyum.



"Gue gak terima"



"Kok Brandon?"




"Lah, inikan menurut gue. Gak terima? ya sudah" balas Ferrel malas tersenyum mengejek.



"Terus yang ketiga siapa?" ucap Brandon pura-pura penasaran.



"Ketiga, Sorry, Ga. Daniel" Angga mengumpat sedangkan Daniel bersorak kegirangan.



Brandon menggelengkan kepala, merasa lucu. Dia tahu Ferrel hanya bercanda. Dan dia tahu juga Angga dan Daniel, tahu.



Mereka berempat itu memiliki karakteristik wajah yang berbeda-beda. Tapi semua sadar bahwa mereka memiliki wajah yang tampan.



Dari mereka berempat Angga adalah The brain, otak mereka. Kalau mereka sedang mengalami masalah, Angga-lah yang pertama selalu dicari mereka.



Sementara posisi Daniel adalah The Joker. Daniel suka sekali melucu tapi terkadang ceritanya itu tidak selucu apa yang di pikirnya.



Sedangkan Ferrel, dia merupakan leader dari mereka semua. Walaupun umur mereka sama tetapi cara berpikir, bersikap dan tingkah laku Ferrel tidaklah seperti mereka bertiga. Ferrel lebih dewasa daripada mereka.



Terakhir Brandon, dia adalah The face, The Visual dari The Storm.



Walaupun sadar mereka berempat tampan, tapi bukanya dia sombong, tapi wajah Brandon itu, sedikit, hanya sedikit, lebih tampan dari ketiga temannya itu. Mungkin karena wajahnya yang sedikit blasteran.



Padahal dalam keluarganya dia tidak memiliki orang yang mempunyai darah dari luar Indonesia. Brandon sendiri tidak mengerti kenapa dia sampai terlihat blasteran.



Mungkin gue anak pungut kali yaa. Ucap Brandon bercanda dalam hati.