
Melihat teman-temannya semua sudah selesai makan, Brandon pun memutuskan untuk mengatakannya sekarang.
Baru saja Brandon akan mengatakan berita besar itu, ponsel yang ada di kantung celananya berbunyi. Begitu melihat Sarah mengirimkan-nya pesan, senyum kecil langsung menghiasi wajah tampannya.
Brandon setengah kaget karena Sarah mengirimkannya sebuah pesan. Sungguh tidak biasa. Brandon lalu membuka isi pesan tersebut. Dia menyipitkan matanya begitu membaca pesan dari Sarah. Sarah mengatakan bahwa orangtua Sarah ingin bertemu dengannya.
Orangtua Sarah pengen ketemu gue? Apa gue siap? Apa gue sudah bener-benar siap untuk menikah?
Brandon bertanya dalam hatinya. Nyalinya sempat ciut ketika membaca pesan Sarah. Brandon kembali memikirkan semuanya yang terjadi.
Senyum mulai terbentuk lagi di sudut bibir Brandon.
Yep. Gue siap. Gue siap kalau yang jadi istri gue adalah Sarah. Gue siap jadi Ayah yang baik buat anak gue dan Sarah.
Dia kemudian membalas pesan Sarah dengan mengatakan bahwa dia akan bertemu dengan orang tua Sarah. Dia juga menanyakan kapan dan dimana mereka akan bertemu dengan orangtua Sarah. Sarah membalasnya dengan cepat tentang tempat dan waktu mereka akan bertemu dengan orangtua Sarah. Brandon lalu memasukan ponselnya kembali ketika selesai membalas pesan Sarah.
What a day !
Ternyata pandangan Angga, Daniel dan Ferrel dari tadi tertuju pada Brandon. Ketika dia mengangkat kepalanya, mata ketiga temannya itu sedang memperhatikannya dengan serius dan penasaran.
Brandon menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan, "Gue mau married" Tiga kata itu membuat teman-temannya menatapnya dengan mata terbuka lebar. Daniel bahkan sampai tersedak minumannya, karena terkejut
"What?"
"Serius?" Ucap Angga dan Ferrel bersamaan.
"Elo nggak sakit-kan, Brand?" Tanya Angga terlihat tidak percaya akan perkataan Brandon.
"Gue nggak sakit dan gue serius" Jelas Brandon dengan wajah yang super serius. Angga dan Daniel menatapnya dengan tidak percaya.
"Sama siapa?" Hanya Ferrel-lah yang sepertinya percaya dengan ucapan Brandon. Dia tahu cuma Ferrel yang akan percaya kepadanya. Percaya akan ucapannya itu.
"Sarah" Brandon mengatakan nama Sarah dengan tegas.
"Sarah siapa?" Tanya Angga dan Daniel secara beraamaan. Mereka berdua kemudian saling menatap "Elo ngikutin gue" Tambah mereka bersamaan lagi. Angga dan Daniel kemudian mulai menertawakan perbuatan mereka sendiri. Ferrel tersenyum melihat sikap dari Angga dan Daniel.
Brandon sempat melihat bahwa mata mereka bertiga kembali terbuka lebar ketika Brandon mengatakan tentang kejadian kemarin. Akhirnya mereka bertiga hanya mengangguk mengerti.
Brandon tidak menjelaskan kondisi keadaan Sarah saat ini pada mereka. Mereka juga tidak bertanya kenapa Brandon akan menikah. Mereka menghargai privasi Brandon. Kalau Brandon ingin mengatakannya, dia akan mengatakannya, kalau dia tidak mau, mereka juga mengerti.
Teman-temannya itu pun memberikan ucapan selamat kepada Brandon. Mereka juga ingin bertemu dengan Sarah, orang yang akan di nikahi Brandon. Mereka ingin mengenal Sarah sebelum Brandon menikah dengan Sarah. Dan sudah pasti mereka sangat penasaran dengan sosok Sarah.
Brandon berharap bahwa mereka akan menerima Sarah dan memperlakukan Sarah dan anak yang ada didalam kandungan Sarah dengan baik.
*****
Sudah hampir dua jam Brandon berada di rumah orang tuanya di kawasan Sentul city. Dan mulut mami dari tadi tidak berhenti bergerak mengintrogasi-nya. Layaknya ditektif atau polisi yang baru saja berhasil menangkap seorang tersangka.
Brandon baru saja mengatakan tentang Sarah kepada kedua orangtua-nya. Bahwa Sarah adalah pacar dan wanita yang sebentar lagi akan di nikahinya.
Mami-nya menggelengkan kepala ketika mendengar ucapan Brandon itu. Mami-nya tidak percaya kalau anak laki-lakinya yang selalu menolak di jodohkan dengan anak perempuan temannya akan segera menikah.
Brandon juga tidak pernah berpikir bahwa dirinya akan ada di posisinya sekarang ini.
Menikah? Gila, memikirkan-nya saja tidak pernah. Tidak heran orangtuanya tidak percaya.
Kalau bukan karena ekspresi Brandon yang mengatakan bahwa 'Hey, aku serius. Ini gak main-main' orangtua Brandon tidak akan pernah serius menanggapi ucapannya itu.
Sebenarnya orang tua Brandon sudah dari dulu ingin dia cepat-cepat menikah. Mereka kecewa melihat Brandon yang selalu bermain-main dengan wanita. Jadi, ketika medengar bahwa Brandon mau orangtuanya bertemu dengan ortangtua Sarah hari ini, orangtua Brandon terkejut. Marah karena mendadak tapi senang karena Brandon keinginan mereka akan terpenuhi.
****
Semoga kalian suka
Vote, komen, kritik dan sarannya ditunggu.