
Brandon tersenyum membaca balasan whatsapp dari temannya itu.
Angga:
Lu tenang aja. Serahin semuanya sama Angga Ricardo ;)
Brandon:
Gue serahin semua hidup dan mati gue ditangan lu, Ga.
Jika Brandon, Ferrel dan Daniel mengalami hal seperti ini, Anggalah yang selalu bisa di andalkan untuk menolong mereka. Temannya itu selalu saja punya segudang cara untuk mengelabui para wartawan.
Pernah dulu waktu Ferrel ketahuan jalan dengan pacar barunya, para wartawan langsung siap siaga seperti ini. Mereka berdiri di depan agensi dan rumah Ferrel. Ingin mengetahui siapa perempuan itu.
Hal itu membuat Ferrel geram. Dia minta tolong kepada Angga untuk membantunya. Tidak di sangka Angga punya ide cemerlang untuk mengusir para wartawan dari rumah Ferrel.
Angga mempunyai seekor anjing pitbull. Dan di membawa anjingnya itu ke rumah Ferrel. Blackie nama anjing Angga, tidak suka dengan orang yang tidak di kenal. Jadi ketika melihat banyak wartawan di depan rumah Ferrel, Angga dengan sengaja melepaskan Blackie. Blackie langsung berubah seperti anjing militer. Dengan wajahnya yang galak, dia terus menggonggongi mereka serta memperlihatkan gigi-giginya yang tajam.
Alhasil karena merasa takut di gigit Blackie, atau takut terkena rabies, para wartawan pun berlari meninggalkan rumah Ferrel, dan tidak berani kembali.
Mengingat kejadian itu membuat Brandon mengakui bakat Angga dalam hal kreativitas atau kelicikan-nya. Dia tidak bisa berhenti tertawa ketika Ferrel menceritakan perbuatan Angga itu.
Setengah jam kemudian, para wartawan yang ada di basement mulai berlari keluar. Brandon pun menyadari bahwa Angga-lah penyebabnya. Temannya itu berhasil melakukannya.
Finally.
Angga:
Gue udah berhasil nyingkirin tu para wartawan. Jasa gue yang segede bumi ini jangan sampe lupa lu bayar ;)
Brandon:
Thx, Bro 😂👍
Selesai membalas whatssapp Angga, Brandon melihat ke kiri dan kanannya, memastikan sekali lagi bahwa para wartawan sudah benar-benar pergi.
Okay, they're gone
Brandon pun keluar menuju pintu darurat yang ada di basement. Ketika sampai di lobby kantor, para wartawan sudah tidak bisa di temukan. Mereka sudah pergi.
Brandon akhirnya bisa sedikit lega. Dia pun kemudian melihat Angga sedang berjalan ke arahnya. Dari wajah Angga, Brandon bisa melihat senyum jahil temannya itu.
"Kerja bagus. Gue nggak nyangka elo berhasil, Ga. Elo apain lagi tu para wartawan?" tanya Brandon penasaran dengan apa yang bisa membuat para wartawan tersebut pergi meninggalkannya.
"Gue nggak buat apa-apa. Gue cuma bilang kalo gua denger kabar tentang, siapa tuh si artis yang selalu cetar membahana itu? gua lupa namanya. Pokoknya gua cuma bilang tu perempuan ketangkep basah dengan seorang pejabat tinggi di hotel sedang melakukan hal yang tidak senonoh. Eeh tu wartawan langsung percaya aja sama cerita gue" jelas Angga bangga, "Mungkin juga berita elo itu nggak terlalu menarik atau waahh buat mereka sampe mereka langsung cabut ninggalin elo" tambah Angga menyindir Brandon lalu mulai tertawa tertawa keras. Brandon ikut tertawa mendengar apa yang dilakukan temannya itu, dia sama sekali tidak perduli dengan sindiran temannya itu.
Angga kembali ke studio setelah selesai menolongnya. Brandon pun mulai berjalan ke arah lift. Dia menekan tombol lantai empat di lift tersebut. Kantor agensinya tidak terlalu besar. Kantornya hanya memiliki empat tingkat tetapi cukup memiliki banyak ruangan.
Dia kemudian berjalan menuju ruangan direktur agensinya itu. Brandon bertanya-tanya dalam hati, mengapa dia sampai bisa di panggil oleh direktur agensinya?