The Phantom Of: The Crownless Gamer

The Phantom Of: The Crownless Gamer
Pemain 7: Adanya Pengganti



Keheningan terjadi cukup lama di ruangan ini, yah ini adalah ruang kamar milik Senja dengan satu tempat tidur diatas dan satu nya lagi dibentangkan dibawah. Satu orang tidur diatas ranjang yang lainnya di bawah. Karena kejadian satu minggu yang lalu, Senja meminta sahabatnya Meyla untuk menginap dirumahnya. Semenjak saat itu ia benar – benar tidak bisa tidur dengan tenang. Pikirannya kali ini mungkin sedang berada di tempat lain, karena rasa gelisah inilah membuatnya meminta sahabatnya untuk menemaninya sampai ia merasa baikan.


"Bagaimana Senja, sudah bisa tidur?" Tanya Meyla khawatir.


"Belum."


"Jangan terlalu dipikirkan... itu mungkin ulah orang iseng." sahut Meyla dengan menyemangati.


"Jika yang iseng itu beneran orang, mungkin aku tidak akan segelisah ini... uh...." sanggah Senja.


Kemudian Meyla melemparkan beberapa bantal ke arah Senja, namun Senja tidak merespon apapun. Ia hanya terbaring kesamping lemas dengan memeluk bantal guling panjangnya. Meyla mulai kehabisan cara, dia sangat prihatin dengan kondisi sahabatnya ini. Dia lebih suka jika melihat Senja tergila – gila dengan gamesnya, keadaan itu memperlihatkan betapa sehat dirinya.


Namun kini, jangankan memainkan games nya, memegang smartphonenya pun tidak. Untuk Meyla ini adalah keadaan teraneh yang dilihatnya dari sahabatnya itu. Sudah hampir seminggu ini Senja tidak menyentuh smartphonenyanya tersebut.


Bagi Meyla tidak ada hari dimana Senja tidak bermain games, sesibuk apapun, walauhanya beberapa menit, Senja pasti akan memainkan gamesnya meskipun hanya sekedar login harian untuk mengambil hadiah. Tapi sekarang lihatlah, benar – benar menyedihkan ini seperti seseorang yang kehilangan setengah tujuan hidupnya.


Melihat hal ini membuat Meyla berpikir keras, bagaimana caranya agar dapat membuat sahabatnya ini menjadi semangat lagi. Setidaknya... kembali ke keadaan normal-nya begitulah pikirnya.


"Maaf Senja... aku ini bodoh jika berhubungan dengan teknologi, mesin atau apapun yang sejenis itu jadi, aku tidak tahu harus bagaimana."


"Iya Mey... kamu ada di sini saja itu sudah menghapus sebagian kegelisahanku mp makasih." ujar Senja menanggapi permintaan maaf Meyla dengan tulus. Meski begitu Senja tetap tidak bersemangat seperti biasanya.


"Sepertinya aku... akan berhenti bermain games sekarang."


"Hah? Kau tidak serius kan, Senja?"


"Iya yang ini aku serius."


"Hiks... huwahh Senja!"


Meyla pun memeluk sahabatnya dari belakang. Senja yang merasakan perasaan itu kemudian berdiri dan mengelus kepala sahabatnya itu membuatnya tenang.


"Hikss... hikss... aku memang tidak suka jika kau bermain games berjam-jam dan kadang mengabaikanku... namun... hiks... hiks... aku lebih tidak suka melihatmu seperti ini"


Meyla pun menangis yang tersedu-sedu. Ini kali pertama Senja melihat sahabatnya menangis seperti ini.


"Mey, aku kan bilang hanya berhenti bermain games sekarang... aku kan tidak bilang selamanya, ya kan?"


"Tapi kau... sekarang seperti orang lain... hiks.... " sahut Meyla sambil melepas sahabatnya itu dan duduk di bawah sambil memeluk boneka panda kesayangan nya.


"Senja yang kukenal... Senja sahabatku... itu... meski apapun yang terjadi... games... adalah hal pertama yang di pedulikannya melebihi telepon sahabatnya!"


Meyla pun mengulang masa lalu. Hal ini di karenakan sewaktu Senja sedang main games pertempuran, ia akan menolak semua panggilan dan chat dari siapapun yang mengganggunya bermain, karena jika ia menanggapi itu maka ia khawatir akan DC ataupun LAG. Tentu saja itu bisa sangat merugikan, baginya beberapa detik sangatlah berarti di dalam games pertempuran.


"Iya iya maaf ya...." ungkap Senja dengan memohon tulus.


"Tak adakah cara agar kau tetap bisa main games?"


"Untuk sekarang tidak, tapi aku sedang memikirkannya...."


"Jika aku online... dia akan kembali menantangku lagi... tidak ada cara selain melawannya... karna aku sudah menerima ajakannya. Sebelum aku kehilangan semua games favoritku... dan masa depan games yang akan aku mainkan." ungkap Senja lagi dengan kurang bersemangat.


Mendengar perkataan Senja yang semakin tidak semangat, Meyla mulai memikirkan sesuatu secara acak dan tanpa berpikir panjang Meyla langsung saja mengungkapkan nya.


"Bagaimana... jika aku yang online?" ungkap Meyla sembari menunjuk ke dirinya sendiri.


Senja langsung membuka matanya dengan lebar, kemudian ia meminta sahabatnya untuk menunjukkan kedua telapak tangannya lalu menepuk kedua tangan Meyla.


PLAAKK...


"Boleh-kah!?" sahut Senja dengan kegirangan.


"Iya. kenapa tidak, kau boleh memakai akun ku. Lagi pula aku ingin kau bisa bermain games walau hanya sebagai pengganti. Daripada aku harus melihatmu down seperti ini."


"Tapi bagaimana jika dia juga ikut mengincarmu Mey? Bagaimana?" sanggah Senja lagi.


"Mudah... aku punya saudara-saudara yang bisa diandalkan. Walaupun mungkin cara mereka akan lebih ekstrim." ucap Meyla dengan nada kecewa.


Ini karena Meyla adalah anak bungsu dari 7 bersaudara dan saudaranya yang lain adalah laki – laki semua, karena itu juga semuanya benar – benar menyayangi Meyla sampai keakar-akarnya, mereka bahkan mengatakan padanya untuk tak perlu kuliah atau pun menikah, dia tetap bisa hidup berkecukupan sampai tua dari hasil kerja keras kakak-kakaknya. Sungguh perkataan yang sangat membuat Meyla kesal, dia merasa terhina.


"Uhh... Meyla... aku sayang padamu, kamu sahabat terbaikku hehe." peluk Senja dengan senyum yang sangat bahagia di wajahnya.


"Y're welcome, honey... me to." ungkap Meyla membalas senyuman juga.


Dengan begini berakhirlah malam yang membuatnya gelisah, walau tak semua rasa gelisah itu hilang. Senja hanya harus memastikan dulu bahwa ketika ia login menggunakan akun Meyla, jangan sampai bertemu dengan si-player Aruna ini.


Malam itu adalah malam yang cukup tenang dan ketenangan ini dapat membuat kedua sahabat ini melupakan masalah mereka walaupun hanya sementara.


***


HYAAAKKK... SIYAAATT...


Terdengar suara karakter yang sedang melawan momon. Sejauh ini ia bermain games dengan tenang dan seperti biasa dengan bahagiannya. Ia benar – benar senang bisa bermain games onlinenya lagi walaupun dengan akun orang lain.


Ia sangat merindukan suasana games favorit list-nya yang pertama [Araum of Inverted SkyEarth]. Sudah tiga mingguan ini ia memainkan gamesnya tanpa ada teror berkelanjutan lagi. Ia kini mulai menemukan kembali setengah tujuan hidupnya yang sempat hilang belakangan ini. Walau karakter ini bukanlah miliknya, ia tetap saja merasa senang meski yang digunakannya sekarang adalah karakter Meyla [ID Player Meylakk] meski class nya Dancer yang sangat berbeda dari miliknya Senja yaitu Gunslinger.


"Ternyata bermain class Dancer juga menyenangkan... menyerang sambil menari-nari begitu... sangat indah." gumam Senja memuji karakter Meyla dalam games-nya.


"Seandainya ada class Musician bisa buat pertunjukkan nih atau tidak... ajak ngamen bareng aja dulu, ya kan! uh... maaf Meyla. Aku ingin menambah penghasilanmu demi memperbaiki equip mu yang tidak sesuai ini."


Pikir Senja dengan wajah kecewa melihat semua equip yang di gunakan [Meylakk]. Item yang seharusnya untuk mage di pakainya sebagai topi, sementara item sepatu beserta gelang tangan untuk archer, item baju dan senjatanya selendang yang di lihat dari layar komputernya, yup sepertinya hanya dua equip ini yang sesuai. Ia sungguh berniat untuk merubah semua equip yang tidak cocok ini.


Setelah segala perbaikan yang cukup memakan waktu yang lama, Senja tetap saja bermain seperti biasanya penuh semangat, dengan sesekali Meyla menelpon menanyakan kondisinya namun ia tetap mengatakan bahwa keadaan aman dan terkendali.


***


Terdengar suara seperti seseorang yang sedang terengah – engah napasnya karena habis berlari.


Pagi hari itu, udara masih sangat bersih sampai – sampai ia bisa menghirup udara sedalam – dalamnya tanpa takut polusi membuatmu sesak.  Suasana yang indah dan rindang semua pepohonan yang ditanam tertata rapi sepanjang jalanan trotoar lebar ini tak lupa bentuk bonsai dari bunga kembang sepatu dan aster menambah cantiknya tepian trotoar yang mengelilingi danau ini.


Pagi hari ini sangat ramai, ini mungkin karena hari minggu jadi suasana lebih ramai dari biasanya. Kita dapat melihat banyak orang yang berlari ataupun berjalan santai di sepanjang jalan tersebut. Kegiatan ini adalah salah satu rutinitas wajib yang dilakukan Senja ketika ia akan memainkan gamesnya dalamwaktu yang lama, yah lebih lama dari biasanya mungkin seharian.


Biasanya ia akan melakukan jogging tiga sampai empat hari dalam seminggu sebelum ia duduk lama memainkan games. Meski sedang bermain games, kita juga diwajibkan untuk menjaga kesehatan itulah yang dipikirkan Senja.


"Huh... hah... hah... huft." sambil menyeka keringatnya. "Ok satu putaran lagi dan aku akan istirahat." ungkap Senja sembari menarik napas dan mulai berlari perlahan lagi.


Ia pun mengitari danau sekali lagi ditepian trotoarnya, sampai pada akhir start pertama ia mulai, Senja berhenti disebuah bangku taman yang cantik sambil menarik napas lega, dan meminum botol air minumnya.


"Huah... legaa sekali!" ungkap Senja dengan nada melepas letih.


"Walaupun lelah... setelah olahraga ini... aku dapat bermain games lebih lama... hmp!" semangat Senja.


Kemudian Senja memandang kearah langit, memperhatikan indahnya panorama langit yang mulai cerah berwarna biru. Ia tidak menyangka bahwa hari sudah mulai terang padahal ia tadi berangkat pagi – pagi sekali sebelum matahari terbit dengan warna kemerah-merahan.


Sambil menatap langit ia mulai mengingat berbagai hal.


"Hm... sudah mulai terang ya? pagi... padahal tadi aku berangkat fajar...."


Lalu kemudian ia menyenderkan bahunya ke kursi sambil memejamkan matanya. Seketika terjadi keheningan di dalam pikirannya. Ia mulai membayangkan suatu kejadian di masa lalu. Masa di mana semuanya berawal dan mengubah seluruh kehidupannya.


"Waktu... fajar." gumam Senja lagi.


Entah kenapa mengingat hal itu membuatnya sangat sedih, tak peduli bagaimanapun.... kejadian itu sudah terjadi dan ia hanya bisa mengingatnya sebagai kenangan pahit yang akan dikenang seumur hidupnya. Itu adalah kecelakaan besar yang memakan korban jiwa serta menghanguskan sebuah rumah.


Pada saat itu tiba – tiba saja terjadi sebuah ledakan besar di rumah Senja dan api nya yang sangat besar dan tidak terkendali itu merambat ke rumah lainnya yaitu rumah yang berada di belakangnya, meski halaman belakang rumah meraka di batasi oleh kolam renang yang saling menyambung tersebut dapat menghalangi perambatan api, namun aliran kabel listrik tetap menyalurkan api kerumah lainnya dan membuat rumah tetangganya itu juga ikut terbakar.


Senja yang pada saat itu masih berusia 9 tahun, seketika saja sudah tersadar dan berada di luar rumahnya sambil melihat seluruh rumahnya hangus terbakar. Senja yang saat itu masih sangat muda hanya bisa menangis sambil memanggil kedua orang tuanya yang masih terjebak di dalam rumah.


Ini adalah ingatan yang sangat ingin di lupakannya meski inginnya begitu, pada kenyataanya Senja memiliki ingatan yang sangat baik.


Tragedi itu menewaskan dua keluarga, keluarga Senja, dan keluarga tetangganya. Tetangganya adalah orang sangat ramah dan baik pada mereka, bahkan kedua keluarga ini saling berbagi kebahagiaan bersama, mereka saling berbagi makanan maupun minuman kesesama, juga saling membantu saat ada salah satu keluarga yang kesusahan dan didalam keluarga itu ada salah satu teman yang sangat Senja sayangi. Sayangnya mereka semua tewas tanpa ada satupun yang selamat.


Hal ini menimbulkan luka dalam yang tak bisa untuk di sembuhkan. Begitulah akhirnya Senja tinggal bersama neneknya yang sekarang. Satu – satunya keluarga Senja yang tersisa.


"Fajar." gumam Senja yang perlahan meneteskan air mata dan lengan tangan kirinya bergerak menutup kedua matanya, menghalangi jatuhnya airmata itu. Pada saat ini pikiran nya sedang berada ditempat lain dan tanpa sadar seseorang datang dan berkata sesuatu pada Senja.


"Hapuslah air mata mu... dan segeralah temui dia... kau akan tahu semuanya jika kau menemukannya."


Sahut seseorang yang tiba – tiba duduk di kursi yang membelakangi bangkunya Senja. Senja yang kaget spontan saja langsung duduk tegap.


"Apa maksudmu semuanya... siapa dia... siapa yang harus aku temui?" respon Senja kali ini dengan wajah khawatir namun menunjukkan keseriusan di wajahnya.


Ia menyadari bahwa suara itu berasal dari seorang laki – laki yang duduk di membelakangi nya. Meski ia tahu, Senja terlalu takut untuk membalikkan badannya.


"...."


Tak ada respon apapun ketika Senja menanyakannya. Setelah beberapa saat keheningan sunyi, masih tak ada respon akhirnya Senja memberanikan diri untuk melihat kebelakang.


Namun tak ada siapapun di sana. Tetapi Senja merasa yakin tadi memang benar – benar ada seseorang di sana, ia lalu berputar melihat bangku belakang dan melihat ada  sepucuk surat kecil yang terlipat di atas tempat duduk tersebut.


Berhentilah menggunakan milik orang lain, kembalilah menjadi dirimu... Senja.


[Senja.isme].


Isi dari kalimat itu sungguh membuat Senja kaget bukan main. Untuk siapapun yang tadi berada dibelakang Senja, dapat di pastilah orang itu juga mengetahui ID Playernya, namun siapakah itu.


"Apa maksud orang yang tadi berbicara di belakangku, siapa yang harus aku temui?!"


Senja kali ini benar – benar khawatir dan sedikit pucat. Ia mulai berpikir kembali setelah melihat surat tadi dan ia perlahan mulai menyadarinya.


"Kalimat ini... hanya ada satu orang yang bisa tahu aku menggunakan akun orang lain, dia yang menunggu untuk aku kalahkan... seseorang yang tidak akan berhenti... sampai tujuan nya tercapai... kesepakatan yang telah kubuat." gumam Senja dengan memejamkan mata dan setalah itu ia membuka nya lagi dan kali ini ia menggenggam erat sepucuk surat itu.


Jika aku bisa menemukannya, aku akan tahu semuanya... Aruna... kamu tahu... kamu sudah memilih lawan yang salah.


"... Siapapun kamu... di manapun kamu berada... aku akan mengalahkanmu!. Kemudian akan kutemukan sosok aslimu!" Sebuah determinasi yang penuh dengan tekad yang kuat didalam kata – katanya.


Setelah mengeluarkan tekadnya yang sangat kuat itu, tiba – tiba saja Senja terdorong kebelakang oleh sekelompok fans gadis – gadis yang sedang melihat idola mereka. Yah mau di manapun sekali artis itu ketahuan di publik beberapa orang akan mengejarnya untuk meminta poto, tanda tangan atau sekedar mengagumi nya dari kejauhan.


"Uwah... wah... aduh... untung saja aku tidak terinjak oleh mereka. Huh... fans idola memang mengerikan." gumam Senja yang terjatuh lalu mulai berdiri sambil membersihkan debu dan noda yang menempel di pakaiannnya.


Pada Saat itulah Senja merasa seperti habis terjatuh tertimpa tangga lagi. Bagi Senja keberuntungan indahnya paling banyak muncul di games, bukan di dunia nyatanya.


Kamus gamer singkat:


DC; disconnect ialah terputusnya dari permainan/hilang sinyal tiba-tiba.


LAG; ialah permasalahan koneksi yang mempengaruhi jalannya games/gangguan.


Momon; sebutan monster dalam games.


Class; istilah untuk mengkategorikan karakter dalam beberapa jenis.


Equip; ialah peralatan dalam games.