The Phantom Of: The Crownless Gamer

The Phantom Of: The Crownless Gamer
Pemain 20: Hal Yang Selama Ini Ingin Aku Pertanyakan



Araum, Kota Bumi Pusat.


Pukul 20.26


Sebuah tangan mencoba untuk meraih sesuatu dari hadapannya semakin ia berusaha untuk menangkap bayangan itu semakin jauh dan lenyap bayangan yang ingin di tangkapnya, namun sekilas terdengar bunyi sebuah lonceng krincingan.


KRIINGG~


Senja akhirnya menyadari bahwa keadaan di sekitarnya sudah berubah, kemudian ia perlahan menghentikan langkah kakinya dan memperhatikan sekeliling. Sekarang ia sudah berada di tengah kota Bumi dan kembali ke keadaannya semula.


Di sana sangat ramai, banyak orang berlalu-lalang berjalan perlahan sambil melewatinya, ia tidak memperhatikan orang – orang yang lewat di sekitaran karena seketika saja ia merasa sesuatu yang buruk seakan mulai mendekat. Senja mulai memejamkan matanya, mencoba untuk mempertajam panca indranya, ia mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang gelap dan menusuk sedang memperhatikannya. Tidak terlalu jauh namun tidak juga terlalu dekat. Seakan hanya mencoba untuk memberi tahu mu bahwa dia berada di sini.


Semakin ia mencoba merasakannya, sesuatu itu pun mulai terasa mendekat ke arahnya. Karna perasaan yang tidak nyaman, Senja langsung berbalik dengan menyodorkan pistol modifikasinya kearah perasaan itu. Namun betapa terkejutnya ternyata sesuatu yang ada di belakangnya itu adalah Aruna.


“Aruna.”


Aruna langsung mengangkat sedikit alis di wajahnya, dia terlihat tidak berkedip sedikitpun di depan Senja yang menyodorkan pistol kearahnya. Dia hanya terdiam sebentar sebelum mulai berbicara.


“Apa kau ingin berduel lagi denganku?”


“Ah. M-maaf. Aku pikir tadi orang lain.”


Kemudian Senja kembali sadar maksud perkataan Aruna barusan. “Tidak, sudah cukup dengan ini. Aku akan mengalahkanmu di games yang lain tunggulah!” Balas Senja dengan semangat.


“Oh.”


Kode Aruna yang kemudian berjalan pergi melewati depannya secara perlahan. Senja kemudian menarik tangannya dan tindakannya ini membuat Aruna terkejut menahan napasnya.


“Senja?”


Aruna pun menatap Senja dengan sebuah perasaan yang sedikit berbunga, namun seketika perasaan yang akan mencapai rasa bahagia itu lenyap oleh tindakan Senja yang melakukan sesuatu kepada tangannya.


CEKLIK~


Ternyata Senja mengaitkan sebuah item berbentuk borgol pada tangan kanan Aruna yang terkunci bersama dengan tangan kirinya Senja. Senja kini memancarkan sebuah senyum puas di wajahnya, sebaliknya Aruna memancarkan aura gelap dan kecewa di wajahnya.


“Kau pikir aku akan lari?”


“Yup, he he.”


Aruna lalu menghela napas sedikit sambil menanyakan apakah mereka harus berbicara di sini, Senja lalu ingat kembali bahwa mereka masih berada di tengah kota Bumi, yah tepatnya di pusatnya. Karena terlalu ramai jadi Aruna mengajaknya untuk pergi kesebuah tempat yang mengarah ke gerbang Selatan kota.


Sekarang adalah malam yang terang dan penuh dengan jajaran bintang yang gemerlapan, keadaan kota Bumi pusat sangat ramai. Banyak hiburan malam yang di adakan oleh para petualang yang mengunjungi kota, ada yang berkumpul sambil mengobrol mengelilingi api unggun, atau sekedar membentuk kelompok dan saling menggunakan alat musik untuk menghibur sesama.


Mereka membuat sebuah grup yang terdiri dari beberapa orang player yang memiliki class penyanyi dan penghibur. Ada yang menggunakan gitar, biola, harmonika juga seruling untuk membuat dan menjalankan sebuah lagu dan musik.


Sementara untuk kelas penghibur mereka menunjukkan bakat skill sampingan mereka, jika tidak di pasang efek area maka skill mereka akan menjadi sebuah panggung pertunjukkan biasa di mana kau dapat menonton sebuah pertunjukan sulap, mengeluarkan merpati dari dalam topi, memberikan bunga, mengeluarkan kain panjang yang tak terputus – putus sampai masuk dan menghilang kedalam topimu sendiri lalu muncul di tempat yang berbeda di antara kerumunan para penonton, hal ini dapat mereka lakukan dengan cara yang berbeda – beda sesuai ilusi dan khayalan yang mereka inginkan.


Yups sangat menyenangkan untuk di lihat apalagi class Clown mereka mulai membagikan berbagai hadiah, tipuan serta jebakan yang mereka munculkan dari dalam kotak hadiah seperti kepala seseorang yang terpotong, menyajikan sebuah kue bolu dengan segala rasa yang menjebak, permen yang membuatmu lengket layaknya lem super yuhu, juga memberimu sebuah balon yang dapat berubah menjadi bom, namun itu semua hanyalah ilusi yang tidak akan menimbulkan efek yang akan membahayakan HP-mu.


Wah, kado itu benar – benar menakjubkan. Pandang Senja dengan terkagum – kagum melihat suasana di sepanjang jalan kota.


Senja kemudian memikirkan sesuatu setelah urusannya selesai dengan Aruna, ia akan langsung mampir ke kota Bumi Pusat lagi, untuk menonton dan menikmati semua hiburan yang di lakukan oleh para player di sana. Pasti akan sangat menyenangkan, pikirnya.


Sementara Senja mulai berkhayal dengan semua imajinasinya yang nanti akan menonton pertunjukkan, tanpa sadar mereka berdua sudah sampai ke tempat tujuan. Tempat ini terlihat seperti sebuah taman tersembunyi, yah jika di lihat dari lokasinya untuk sampai ke sini, mereka harus memasuki gang-gang sempit, sebuah lorong kecil di antara rumah - rumah yang keadaannya sangat sepi dan sunyi, dengan kondisi yang agak gelap serta tak terlihat adanya orang yang berjalan melewati jalan setapak kecil ini.


Jika sudah sampai pada ujung jalan, kau akan melihat sebuah gapura setinggi 5 meter yang terdiri dari bebatuan besar yang di tumpuk dari ukuran besar menjadi kecil dengan ujungnya yang melengkung namun tidak menyambung kebagian sisi lainnya, hanya setengah bagian layaknya bulan sabit.


Setibanya kau akan disambut dengan jalanan yang terbuat dari batu marmer mengkilap serta memantulkan balik cahaya bulan pada malam hari, karena keadaan bulan yang jelas tanpa tertutup awan lantai ini terlihat seperti sebuah kaca dengan gemerlap bintang yang berkilauan.


Sepanjang jalan kau bisa melihat susunan kebun bunga mawar berwarna biru secerah lautan, yah seluruh tempat ini tergambar seperti sebuah lautan yang terdiri dari kumpulan mawar biru yang menghiasi diantara patung besar yang berada di tengah tamannya, jika diperhatikan dari dekat tepat di bagian bawah kakinya kau bisa melihat sebuah kalimat yang bertuliskan.



__________________________


[ MEERA ]


Happiness, Believe and Find


__________________________   ( ! )


Mereka bedua akhirnya menghentikan langkah ketika sampai tepat di hadapan patung wanita muda tersebut. Senja yang penasaran lalu menekan sebuah icon bertanda seru di bawah kanan tulisannya.


_____________________________________________


Dia lah yang memberitahukan kabar kepada para petinggi klan Bumi dan Langit bahwa akan ada serangan dari klan mereka.


Berkatnya, korban dapat dicegah sebanyak mungkin dan sebagai penghormatan atas pengorbanannya itu kami mengabadikan dirinya ke dalam patung Dewi MEERA.


_____________________________________________


Setelah selesai membaca Senja pun menoleh ke arah kirinya, menatap wajah Aruna secara langsung, sambil sedikit menghela napas ia berkata.


"Sudah saatnya kau menjawabnya, Aruna."


Aruna juga balik membalas dengan mengerakkan badannya kearah Senja dengan ekspresinya serius. Dia tidak mengeluarkan sepatah katapun sebelumnya, namun setelahnya dia mulai berbicara lagi.


"...."


"Kau bisa bertanya apapun padaku kecuali tentang siapa diriku."


"Sudah kuduga kau pasti tidak mau memberitahuku tentang dirimu... yah, aku sudah tahu."


Sambil bergerak menutup dan membuka kembali kelopak matanya ia mulai bertanya.


"Jadi Aruna... jika ada player lain yang sama atau sangat mirip denganku... apa kamu akan menantangnya berduel sama sepertiku?"


Aruna tidak mengeluarkan ekspresi apapun diwajahnya sambil sedikit menghirup udara dia kemudian menjawab.


"Jika bukan kau maka, Tidak."


Senja kini mulai terlihat sedikit menarik lekukan pada bibirnya sambil melemaskan gerakan tubuhnya ia lanjut bertanya.


"Apa aku bisa percaya padamu?"


"Ya. Kau bisa percaya padaku." Jawab Aruna langsung.


Kini Senja semakin melebarkan senyumnya, sambil sedikit mendekat ke depan menoleh ke arah wajahnya, ia lalu menunjuk kedirinya sendiri dengan mengeluarkan pertanyaan terakhir.


"... Menurutmu, apa aku bisa menemukan mu?"


Pertanyaan terakhir Senja membuat Aruna sedikit mengangkat alisnya, dia yakin bahwa sekarang Senja sudah mengetahui sesuatu. Namun itu tidak membuatnya khawatir sama sekali, malah terpancar sebuah lekukan indah diwajahnya.


"Jika itu kau, Ya."


Senja kini mulai merasakan adanya kelegaan di dalam dirinya dan sepertinya ia mulai mengerti sedikit misteri yang ada pada diri Aruna.


"Kukira kau akan bertanya 'apa dirimu mengenalku' begitu huh." Ungkap Aruna yang kini terlihat ada sedikit kekecewaan pada wajahnya.


"Hm?!, bukankah kau juga sudah menjawabnya... aku ini bukan tipe orang yang akrab sampai bisa membicarakan tentang kelebihanku pada orang lain, bahkan sampai sekarang hanya ada satu orang yang mengetahui kemampuanku (hacks) itu dan aku hanya mengenalnya dalam 1 tahun lebih ini dan dia adalah sahabatku... yang artinya... kau mungkin sudah lebih lama mengenalku."


Aruna kini membukakan kedua matanya dengan lebih lebar, dia sangat terkejut dengan pernyataan balik yang dikeluarkan oleh Senja. Sambil terus melihat ke arah Senja, dia terus mendengarkan.


"Orang biasa tidak mungkin bisa menemukamu Aruna, rumor berkata kau akan menghapus jejakmu ketika ada orang yang berusaha mencarimu... jika kau tidak tahu bahwa aku memiliki sebuah skill seperti itu kau tidak mungkin berkata 'Ya'. Tetapi dalam kondisiku, kau malah mendekat dan seakan ingin meninggalkan jejak...."


Aruna mulai mendengus dan sedikit menarik lekukan dibibirnya sambil berucap.


"Apa kau tidak takut aku akan melukaimu seperti player lain?"


"Mmp?! jika kau memang ingin melukaiku mungkin sudah lama aku berhenti bermain games ini... tapi kau seakan menarikku dan kau bahkan meyakinkan aku untuk percaya padamu...."


"Neh Aruna, yang lebih anehnya lagi... (sambil menoleh keatas, Senja menatap wajah patung dewi itu) aku tidak merasa asing padamu he heh...." lanjut Senja.


Tawa Senja sedikit sambil masih terus menatap kearah patung dewi. Sementara itu Aruna juga terus menatap ke arahnya. Tangan Aruna berusaha untuk menyentuh wajahnya namun Senja langsung berbalik dan malah ikut memegang tangan itu.


"Baiklah Aruna, sekarang rasa penasaranku hampir selesai. Sekarang ikut aku kekota dan kita hancurkan borgol ini!" Ucap Senja yang semangat karena sudah merasa sedikit lega.


Ia berencana untuk mengajak Aruna kembali ke kota Bumi untuk melepaskan borgol yang ada ditangan mereka. Karena Senja tidak memiliki skill tambahan penempah, maka ia tidak bisa melepaskan sendiri borgol itu. Hanya dengan memilikinya saja tidak bisa membuatmu menghancurkannya, setidaknya kau harus mengasah skill itu sampai level 10.


Mereka pun berjalan kembali ke kota pergi meninggalkan taman tersembunyi yang berada di ujung Selatan kota Bumi tersebut. Karena masih saling terikat, mereka pun berjalan beriringan bersama menuju kota Bumi Pusat.


Dari arah kejauhan, terlihat seseorang yang mengenakan jubah penutup pada seluruh tubuhnya. Mengeluarkan senyum menyeringainya yang menyeramkan dengan taringnya yang panjang itu keluar dari balik bibir ungunya, menatap dan terus saja memperhatikan kedua orang itu dari balik gelapnya sudut bayangan yang tersembunyi dibalik cerobong asap rumah.


"Khi khi khiii... aku menemukanmu... SENJA!"


 


Note: gambar bukan milik aku pribadi, karena kesamaan karakter jadi aku menggunakannya untuk sekedar menvisualisasikannya saja.