The Phantom Of: The Crownless Gamer

The Phantom Of: The Crownless Gamer
Pemain 15: Cukuplah Dengan Semua Ini



Sudah 15 menit berlalu, namun kedua belah pihak masih terus berusaha saling menyerang dan bertahan. Senja mulai terlihat lelah karena pertarungan sebelumnya, namun anehnya Senja masih bisa tersenyum di dalam pertarungannya ini. Begitu juga Aruna, dia tampak menikmati pertarungannya dengan Senja. Keadaan ini pun terlihat aneh di mata sahabatnya, membuatnya bertanya-tanya sebahagia itukah ia bisa menghadapi Aruna.


"What's wrong with my Senja?. Aku tahu ia menantikan hal ini tapi...."


Meyla pun mulai sedikit memiringkan kepalanya dengan mengeluarkan ekspresi bingung sambil mengerutkan sedikit keningnya. Sementara Utara yang berada disebelahnya mengangkat tangan kanannya kebawah dagunya tanda bahwa dia sedang melihat seperti ada sesuatu yang salah. Meski sikapnya seperti itu, namun jauh berbeda dengan apa yang diucapkannya.


"Menurutku Senja terlihat baik-baik saja, lihat ia tetap manis walaupun sedang bertarung, berbeda dengan seseor-"


Namun Utara tidak bisa melanjutkan kalimatnya lagi karena Meyla melotot kearahnya seakan dia akan memakan Utara hidup-hidup. Meski dia tahu bahwa Meyla akan marah Utara tetap saja tersenyum dengan ragu.


"Kau! bisakah berhenti mengeluarkan kalimat menjijikan itu... ya ampun. Tak bisakah kau berbicara sesuai hatimu." Tegur Meyla yang mulai merasa kesal, kenapa Utara selalu membuatnya merasa jengkel dengan kalimatnya.


"Karena hanya kau yang marah...." Gumam Utara dengan nada suara yang datar dan rendah.


Karena suara dari kursi penonton sangat ribut membuat kalimat terakhir yang dikatakannya tidak disadari Meyla. Mereka berdua pun tetap menyaksikan pertarungan Senja sampai akhir.


Sudah 16 menit berlalu, Senja masih belum bisa menyerang sedikitpun kearah Aruna. Senja pun mulai memikirkan berbagai hal namun ia tetap tidak bisa menggapai Aruna. Bukan hanya itu bagi Senja Aruna kali ini sudah merubah gaya bertarungnya dengan lebih baik. Karena tak ada banyak waktu lagi ia harus memikirkan cara lain untuk bisa mendekati Aruna.


"Kau semakin membaik Senja, tapi kau hanya akan kehabisan waktu jika tidak segera menyerang." Ucap Aruna yang kemudian mengeluarkan skillnya lagi menyerang Senja dari arah kejauhan. Untuk Senja tipe mage sangat menyusahkan untuk dilawan karena demage yang mereka hasilkan benar-benar luar biasa, belum lagi serangan sihir mereka yang langsung mengunci lawan dan membuat serangannya susah untuk miss.


Aruna sungguh mengerti bagian dimana saat ketika dia kehabisan mananya dia akan menggantinya dengan tombaknya membuatnya dapat menyerang dengan dekat sambil mengisi mana-nya dan ketika mana-nya kembali dia pun menyerang Senja lagi dengan sihirnya sungguh menyusahkan, itulah yang di pikirkan Senja sekarang.


Namun bukan berarti Mage tidak memiliki kelemahan, Senja sudah memikirkan beberapa rencana sebelum turnamen ini dimulai. ia hanya harus menunggu saat yang tepat agar dapat menyerang balik meski kemungkinan berhasilnya belum bisa dipastikan, Senja hanya bisa terus mencoba dan yakin dalam gamesnya, karena hanya games ini satu-satunya yang ia tidak ingin kehilangan lebih dari gamesnya yang lain. Ia berharap digames ini, Senja dapat menemukan apa yang ia cari selama ini, alasan ia bermain games selama lebih dari sepuluh tahun.


"Aku tidak boleh kalah!. Ughh...." Gumam Senja seraya berdiri lagi dengan keadaan tubuhnya yang sudah terlihat lusuh.


Senja sudah mengerahkan segala yang di bisa namun Aruna tetap bisa menebak apa yang akan Senja lakukan. Pada akhirnya Senja hanya bisa bertaruh pada keberuntungannya, karena Senja tidak ingin kehilangan (games) lagi, maka Senja harus melakukannya yah, serangan dadakan ini berhasil membuat Aruna terkejut dan efeknya Senja kini dapat menembus pertahannya.


"...?!"


Aruna yang pada saat ini sadar dengan serangan Senja yang tiba-tiba berubah menjadi jarak dekat, namun bukan itu yang membuat Aruna terkejut melainkan sekarang Senja telah mengubah pistolnya menjadi tipe sarung yah, ini artinya Senja melakukan [switch class] ke tipe Fighter dengan kemampuan serangan bela diri dan pertahanan jarak dekat yang luar biasa. Ini bukanlah suatu hal yang bisa di perkirakan Aruna, dia tidak menyangka bahwa Senja akan mengubah class-nya meski harus berbayar.


"Woaahh... ia melakukan switch class!"


"Yo nona, kalahkan dia... ayo semangat!"


Teriakan dari penonton lain yang juga semakin terkejut dengan perkembangan duel mereka.


"He~ bisa menggunakan class fighter dengan baik, wihh~ khan maen." Puji seorang penonton lainnya.


Sementara Meyla yang semangat di bangku penonton mulai berdiri sambil memukul lengan kiri Utara yang tiba-tiba saja menjadi samsak sementaranya.


"Yeaah... go go Senja. Buat si-Aruna itu babak belur!" teriak Meyla dengan kerasnya, yang akhirnya Senja mengeluarkan kartu as nya.


"Aw... aw... Meymei sebelum Aruna babak belur sepertinya aku duluan yang masuk ruang perawatan... ughh." Keluh Utara yang mulai merasa pucat karena Meyla memukulnya dengan semangat, Utara berpikir dalam hatinya mungkin Meyla menganggap nya sebagai sebuah drum yang akan baik-baik saja meski dipukul berkali-kali. Yah mau bagaimana lagi Utara hanya bisa pasrah dengan keadaannya.


Kembali ke suasana arena sekarang keadaan sudah terbalik, kini Senja sudah membuat Aruna kehilangan setengah darahnya sama seperti dirinya, karena keadaan yang sudah berubah, Senja sekarang harus terus menyerang dan fokus agar Aruna tidak memiliki kesempatan untuk menggunakan mantra sihirnya.


Karena kelemahan mage adalah di pelapalan sihirnya, tidak perduli meski Aruna dapat merapalkan sihirnya secepat satu detik, jika Senja terus menyerangnya dari jarak dekat dan menghentikan sebelum Aruna merapal maka sihirnya akan terus gagal. Saat ini Aruna hanya bisa bertahan dengan menggunakan tombaknya. Meski pergerakan Senja sedikit melambat, namun pertahannya lebih unggul bahkan lebih dari pada class knight.


Meski class Fighter adalah class yang paling susah untuk digunakan, sebab tidak memiliki skill apapun dan hanya menggunakan bela diri murni, yang artinya karakter itu harus digerakkan dengan kemampuan bela diri orang yang bersangkutan sesuai dengan kehidupan nyata seseorang itu jika orang itu tidak memiliki kemampuan bela diri di kehidupan nyatanya, dia akan susah untuk menjalankan karakter itu, karna itulah sangat jarang melihat seseorang menggunakan class fighter.


Hmp, aku bersyukur bisa membeli class ini... benar-benar kuat. Sambil menggerakkan tangannya, Senja mulai merasakan sebuah kekuatan pda gerakan karakternya


Waktu hanya tinggal 5 menit lagi tersisa, Senja sekarang sudah membuat Aruna terdesak, namun Aruna masih belum mau kalah, dia berhasil mengeluarkan sihirnya dan menyerang Senja dengan sangat kuat, namun bukannya menghindar Senja malah langsung melancarkan tinju serangannya kearah Aruna dan membuat ledakan besar di sana, kumpulan asap pun membuat arena menjadi tidak terlihat, namun kumpulan asap mulai hilang dan sekarang terlihatlah Senja yang sedang menahan tongkat Aruna di pundak dengan tangan kanannya.


"Aruna, terima kasih untuk pertarungannya!"


"Sudah lama aku tidak bertarung seperti ini...."


Aruna kini mulai menurunkan perasaan waspadanya dan juga mulai melembutkan ekspresi di wajahnya.


Para penonton hanya bisa melihat dengan kaget, karena mereka sudah sangat dekat namun Aruna tidak lagi menyerangnya dan hal ini membuat para penonton melongo.


"Kau berhasil mengalahkan aku, Senja."


"Hemp, sesuai janji."


Sementara itu, tongkat Aruna yang di pegang oleh Senja ratak dan terbelah menjadi dua bagian. Ini adalah salah satu efek dari pertarungan dengan class fighter [Broken Equip] yakni equip senjata Aruna menjadi patah dan tidak bisa digunakan kembali sampai dia memperbaikinya. Aruna baru menyadarinya setelah Senja mulai menyerangnya dengan lambat dan jarak yang terbuka sehingga Senja dapat mengalihkan pandangan Aruna karena ia mengincar tongkatnya.


"Pantas saja kau tidak menyerang tubuhku... broken huh." Komen Aruna yang pada akhirnya lagi-lagi dibuat terkejut oleh Senja.


"Ah! maaf kan aku." Senja kini merasa bersalah karena membuat equip Aruna sudah rusak.


"Kenapa kau meminta maaf, equip itu bisa aku beli kembali." Sahut Aruna dengan santainya sambil menyilangkan tangannya.


***


"Mey, bisa aku meminjam uangmu untuk membeli sebuah class tambahan di [Araum of InvertedSkyEarth] ?" Pinta Senja dengan sujud, memohon sangat tulus sambil merapatkan kedua tangannya kehadapan Meyla.


"Hm?, entah lah Senja aku tidak yakin. Bukankah itu class yang susah untuk dimainkan, dan lagi class itu tidak memiliki skill bagaimana kau akan menggunakannya?" Bantah Meyla dengan nada khawatir dan tidak yakin.


"Aku akan berusaha untuk belajar bela diri, lagipula aku dulu pernah belajar latihan bela diri bersama ayahku." Pinta Senja lagi sambil terus meyakinkan Meyla, kini di matanya terpancar sebuah keseriusan yang membuat sahabatnya mulai mencoba untuk percaya padanya.


"Baik dan sekarang, kau akan belajar bela diri dengan siapa?" Sanggah Meyla lagi namun, pelayan pribadi Meyla yang ikut mendengarkan menawarkan dirinya untuk mengajari Senja cara bela diri yang di kuasainya. Karena Senja memiliki tubuh yang atletis juga cepat paham maka ia dapat dengan mudah mempelajarinya. Meski dengan beberapa latihan keras yang di persingkat Senja tetap bisa menunjukkan kemajuannya dari hari ke hari. Kini mereka hanya tinggal menaikkan level serta kemampuan skill mereka di dalam dungeon.


"Berjuanglah untuk kebebasanmu sendiri Senja." Harap Meyla di dalam hatinya sambil sedikit tersenyum melihat semangat sahabatnya, dan terus mendoakannya agar semuanya dapat berjalan dengan lancar.


***


Kembali ke dalam games


Terdengar suara gemuruh dan sorak sorai para penonton dari seluruh Colloseum, mereka memberikan selamat kepada Senja karena berhasil menjadi pemenang utama pada turnamen Finesta SkyEarth menjadi pemain terbaik tahun ini dari seluruh server.


Namun beberapa saat kemudian tubuh Senja pun di selimuti oleh kilau cahaya putih yang menariknya masuk dan kini ia pun berada di suatu tempat yang berbeda, tempat itu bukanlah arena Colloseum tadi, tempat ini seperti sebuah taman rahasia yang melayang pada dimensi yang berbeda. Langitnya pun tidak menunjukkan adanya matahari. Hitam kelam namun, kelamnya langit malam tak terasa karena dilangit terbentang ribuan debu bintang dan sebuah jalur galaksi. Yup, dengan gemerlapan bintang Milky way yang sangat indah untuk dipandang mata, dan seketika itu pula Senja menjatuhkan pandangannya pada tengah taman itu yang seperti terdapat sesuatu yang bercahaya.


Senja pun perlahan-lahan mulai mendekati arah benda yang bercahaya itu dan ketika ia hendak menyentuhnya, keluarlah sesosok raksasa tua dengan jenggot putihnya yang sangat panjang sampai kebawah kakinya lengkap dengan sebuah blangkon atau topi bermotif batik di atas kepalanya serta tongkat yang terbuat dari kayu panjang, tak lupa pakaiannya yang memakai kain batik sebagai celananya serta jubah putih panjang dengan beberapa kain yang di ikat pada pinggangnya. Sambil tersenyum pria tua itu bertanya pada Senja.


"Ho ho ho... siapa namamu nona?"


"Senja, anu maaf anda siapa? aku berada di mana?"


Senja yang penasaran langsung bertanya karena tiba-tiba saja pindah kesuatu tempat tanpa ia ketahui.


"Baiklah Senja selamat karena telah memenangkan turnamen, inilah hadiah utamanya...." Sang kakek yang memberikan sebuah papan bertuliskan uang USD 3000 serta tiba-tiba memperlihatkan artefak suci klan Langit kepada Senja, sontak saja hal ini membuat Senja terkejut dan mencegahnya sebentar.


"Ah! apa kakek ini GM?"


"Benar sekali, sekarang nona Senja, terimalah hadiah ini dan bagaimana pertandingannya. Apa menyenangkan?"


"Iya! menyenangkan... eh?! sebentar, aku tidak bisa menerima semua ini... alasanku bermain game adalah untuk mengalahkan Aruna dan semuanya sudah terwujud dan aku sangat lega. Lagipula aku tidak tahu kalau pertandingan ini ada hadiah seperti itu...." Sanggah Senja.


"...? Bwahahahaha... haha... aku terkejut kau bisa memiliki semangat bertanding meski tidak tau apa yang akan kau dapat, kau player yang aneh nona." Tawa kakek GM itu sambil terus tertawa oleh sikap anehnya Senja. Meski begitu pada kenyataanya Senja tetap tidak bisa menerima semua hadiahnya jadi ia pun memikirkan suatu hal.


"Anda tidak serius kan nona Senja? ini milikmu apa salahnya jika kau mengambil semuanya." Tanya kakek GM itu lagi karena masih heran kenapa Senja menolak barang yang jelas-jelas adalah miliknya, menurutnya siapapun pasti akan mengambil hadiah itu untuk dirinya sendiri.


"Tidak aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan, aku... kalau begitu begini saja... uangnya akan aku ambil 40% dan sisanya aku ingin kakek GM membagikannya kepada semua Player yang tidak memiliki riwayat transaksi dalam games, lalu...."


Senja kemudian berjalan mendekati Artefak klan Langit yang sangat berkilauan dan indah itu bentuknya tidak terlalu jelas namun samar - sama nampak seperti sebuah sepasang sayap. Senja dengan perlahan menggapai artefak itu, namun ia tak merasakan sesuatu apapun ketika menyentuh nya. Padahal ia sempat berpikir mungkin itu akan terasa halus dan nyaman seperti selimut berbulu.


"Yups... impianku sudah terwujud... aku sudah melihat dan menyentuhnya, sekarang aku sudah puas."


"... Apa nona juga tidak akan mengambil artefak ini?"


"Tidak, lagi pula bukankah di dalam ceritanya artefak suci di gunakan para petinggi dahulu untuk mengubah dunia ini... err apa yang akan terjadi jika aku mengambilnya." Ujar Senja dengan pemikiran anehnya. Namun kakek GM itu hanya diam lalu tersenyum lagi sambil berkomen.


"Aku tidak percaya masih ada beberapa orang baik di luar sana."


"Hm... aku bukan baik, aku hanya bersikap baik."


Mendengar perkataan Senja barusan sang kakek GM pun mengelus-elus jenggotnya sambil berucap.


"Kau benar nona tidak semua orang baik, tapi semua orang bisa berbuat baik... yah yah... dan apa yang membuatmu bersikap seperti itu?"


"Setiap orang memiliki alasan yang berbeda-beda dalam bermain games, begitu juga denganku." Dengan berakhirnya jawaban dari Senja itu membuat kakek GM itupun tersenyum lebih lebar sambil memberikan ucapan selamat lagi kepada nya, dia pun merentangkan tangannya lebar-lebar.


"Dengan selesainya Quest khusus ini kau berhak mendapatkan spesial title yang hanya muncul pada saat tertentu... aku tidak menyangka ada orang lain selain dirinya yang melakukan hal seperti ini." Ujar kakek Gm itu. Namun pada kalimat kedua, suaranya ini begitu kecil sehingga Senja tidak bisa mendengarnya.


"Dengan adanya title itu kekuatanmu akan bertambah 300% dari aslinya, bahkan efeknya akan tetap ada meski kau memakai equip yang berbeda, dan tidak akan hilang meski kau mendapatkan efek tambahan buff lainnya." Tambah kakek GM itu lagi.


Hal ini membuat Senja sangat tertarik dengan title barunya, karena ia tidak tahu seperti apa judul nya nanti, hanya hal inilah yang membuat senja benar-benar penasaran. Demikianlah kesepakatannya pun berakhir dan Senja pun perlahan mulai di selimuti cahaya putih kembali ke keadaan semulanya sambil melambaikan tangannya mengucapkan rasa terima kasihnya dan kalimat perpisahan pada kakek GM itu, secara perlahan Senja pun menghilang dari taman langit itu.


Kamus gamer singkat:


Switch class; maksudnya pergantian class dalam game, meski berganti dapat kembali ke class sebelumnya seperti, knight menjadi mage, dengan batasan 3 karakter.


Milky way; atau yang dalam bahasa indonesianya disebut Bima sakti adalah nama sebuah galaksi yang di dalamnya ada sistem tata surya kita.


Game Master; adalah Karyawan salah satu Provider Game yang mempunyai wewenang khusus untuk menangani permasalahan yang ada didalam games.