
Kini keempat arena sudah memiliki masing-masing pemenang dan untuk pemenang pertama utama Colloseum arena adalah Aruna, dia berhasil lolos ke babak final. Hal ini membuat Senja semakin bertambah semangat untuk secepatnya memenangkan pertarungan ini. Meski begitu musuh yang akan di lawan Senja untuk memasuki final sangat mengejutkan karena orang itu ialah yang pernah menjadi PK pada saat mereka berjalan – jalan mengelilingi kota bersama Aruna.
"Keh... he heh, ku akui kau cukup hebat bisa sampai sejauh ini nona!"
"Namun kau harus berhenti disini karena kau sudah berhadapan denganku yang hebat ini!" Ungkap player dengan [ID Player Erdian] tersebut sambil bersiap memulai pertarungan nya dengan Senja.
Dalam keadaan seperti ini dia nampak seperti player biasa tanpa semua perlengkapan mewahnya, meski begitu Erdian dulunya adalah mantan ketua guild yang terkenal karena skill pertahanannya yang kuat dan susah untuk ditembus.
"Kita tidak akan tahu sebelum mencobanya, ya kan?" balas Senja yang juga mulai mempersiapkan dirinya dan mengeluarkan senjata apinya yakni dua buah pistol tangan modifikasi.
Ia kemudian melihat keadaan sekitar arena dan mulai memperkirakan hal apa saja yang memungkinkan untuk ia lakukan. Setelah selesai, Senja mulai memejamkan matanya dengan perasaan yang kuat ia mencoba menenangkan pikirannya dan meyakinkan dirinya bahwa ia bisa melewati semua ini, dengan sedikit menghela napas Senja membuka matanya kembali dan mulai menyerang lawannya, meski sudah menyerangnya berkali – kali tetap saja Erdian tidak mendapatkan dampak besar.
Walaupun Senja sangat cepat dan lincah dalam serangannya ia masih harus memikirkan apa yang akan ia lakukan setelah bisa melewati pertahananya karena Senja tidak memiliki pertahanan yang kuat, jika ia terkena serangan langsung dari jarak dekat tentu saja dapat membuat Senja terkena dampak yang besar.
"Honey! Semangat. Jangan kalah." Teriak semangat Meyla dari bangku penonton.
Utara yang melihat juga ikut menyemangati Senja, meski hanya teriakan biasa tidak seheboh Meyla. Di tempat lain, tepatnya dari balik pintu gerbang pada sebuah lorong di mana peserta memasuki lorong arena Colloseum yang pintunya tertutup dengan jeruji besi tebal, tampak Aruna yang juga sedang menyaksikan pertandingan Senja. Matanya tidak teralihkan sedikitpun semenjak dia melihat Senja memasuki arena semifinal.
"Tunjukkan padaku Senja, kemampuanmu yang sebenarnya." Sambil menyenderkan bahu kirinya ke dinding, serta menyilangkan kedua tangannya dia terus memantau pertarungan Senja dari kejauhan.
Pertarungan semakin sulit karena tampaknya Senja sudah mulai kehilangan hampir setengah darahnya, sementara Erdian yang darahnya hanya berkurang sedikit. Namun Senja tidak merasa tertekan dan mulai menyerang lagi, karena gunslinger tidak memiliki mana, maka mereka tidak akan kehabisan skill tembakannya, mereka adalah tipe yang menggunakan combo pada setiap serangan akhirnya yang artinya ia harus sering menyerang agar kekuatan serangannya bisa bertambah.
"Percuma saja nona, aku akan menghentikan seranganmu sebelum kau mendapatkan combo."
Erdian yang kemudian berbalik menyerang Senja dengan pedangnya dari depan, Senja terus berusaha untuk melawan sambil terus mencoba menghindar. Pada saat Senja mencoba menyerangnya dari jarak dekat secara langsung, player itu kemudian mengeluarkan skill menyerang sambil bertahannya dan membuat sebuah hentakan keras pada tanah yang berdampak retak dan untunglah Senja berhasil sedikit menghindari serangan nya.
"Terima saja nona, jika hanya menghindar kau hanya akan menghabiskan waktu. Menyerah sajalah." saran Erdian sambil terkekeh dan menunjuk Senja untuk segera menyerah.
Tentu saja ucapannya itu membuat Senja sedikit tertekan, namun ia tidak menghiraukan nya dan tetap melakukan serangan terakhirnya, ia kemudian mendekati Erdian dengan seluruh kemampuannya.
"Dengan ini berakhir sudah!"
Erdian mengeluarkan skill tebasan kilatnya untuk memotong Senja, meski skill itu sangat kuat tetapi Senja lebih unggul dalam kecepatan dan Senja pun melihat sebuah titik dimana ia dapat mengakali skillnya. Senja pun berhasil menghindari skill player itu, meski sudah bertarung dengan jarak yang sedekat ini, tetap saja ia tidak diuntungkan. Senja yang merasa tidak bisa melakukan serangan tembakan pada jarak jauh, mencoba untuk merubah arah geraknya.
Setelah itu Erdian tidak menyadari serangan dadakan Senja yang tiba-tiba saja ia langsung mengubah gerakan tubuh dan arah serangan nya yang menyerang kesisi kiri tangan player itu membuat perisai yang di kenakannya terlepas seketika. Erdian di buat sangat terkejut oleh serangan itu kemudian dia berusaha untuk menebaskan pedangnya pada Senja lagi.
Walaupun dia hebat dalam pertahanan nya, Senja lagi-lagi selangkah di depannya dalam hal kecepatan. Ia kini sudah menyodorkan kedua pistolnya kearah Erdian dan tindakannya ini bisa di baca oleh Erdian dan membuat keduanya saling beradu skill, namun Senja tidak berhenti sampai di situ ia kemudian mencoba menyerang lagi dari jarak dekat player itu, dengan lenturnya ia mencoba menghindari serangan tebasan bertubi-tubi dari Erdian, di saat ada sebuah peluang kecil Senja menyerangnya dari bawah dengan tembakan yang ia tambahkan bersama dengan kecepatan gerak pukulan kakinya. Karena lengah sedikit, tubuh Erdian yang besar itu pun terhempas keatas langit.
"Bwahahahah. Apa kali ini kau akan menyerangku dengan serangan bertubi-tubi dari bawah, itu tidak akan mempan." Tantang Erdian yang semakin tertarik dengan gaya pertarungan Senja, meski dia sudah mengetahui apa yang akan Senja lakukan berikutnya.
Dan tebakan nya benar sekali, dari bawah Senja terus menembaki player itu, karena player itu tidak memiliki pertahanan lagi maka darah nya cukup banyak terkuras dan sama hal nya dengan Senja, ia juga harus menahan serangan demi serangan agar combonya bisa di capai. Walaupun tidak menerima secara langsung ia tetap terkena dampak serangan dan juga ikut kehilangan darah.
"Wah.. ayo nona kau pasti bisa!" Teriak suara salah satu penonton menyemangati.
"Tak kusangka Erdian bisa terdesak seperti itu, player wanita itu bagus juga." Sahut penonton lainnya yang juga ikut terkagum.
Kini seluruh penonton di arena mulai merasa ikut bersemangat menyaksikan pertarungan sengit itu, karena pada saat inilah puncaknya apakah Senja akan kehabisan darahnya duluan sebelum Erdian dapat ia kalahkan. Senja di sini mulai merasa harus mengeluarkan skill andalan nya, meski tidak mendapatkan combo yang besar Senja tetap bertaruh pada serangan andalannya ini, ya Slinger Cannonnya.
"Begitulah bhuwahahaha... serang aku dengan seluruh kemampuan mu."
Ajak Erdian yang juga ikut mengeluarkan skill andalannya ini siap menantang skill andalan Senja, namun yang di keluarkan Senja bukanlah skill andalannya melainkan sebuah skill yang berbeda, ini adalah skill tambahan untuk seorang penembak ke dalam serangan nya. Ini bukanlah sebuah serangan melainkan tambahan efek agar serangan mereka tidak meleset.
Senja lalu menembakkan suar bersamaan dengan sebuah leser yang ukurannya sudah ia perbesar kearahnya, membuatnya menjadi silau dan untuk sesaat Erdian pun membalas dengan mengaktifkan serangan nya tebasan kilat pemotongnya dan menebas serangan yang di buat Senja tadi. Erdian merasa bahwa dia sudah menghentikan skill andalan Senja. Namun itu hanyalah pengecoh yang di lancarkan Senja.
"Hahahah... kau tidak akan bisa menyerang lagi setelah ini, hmp?!" mata player itu pun melotot karena baru sadar bahwa serangan ini bukanlah skill utamanya, ini hanyalah sebuah leser biasa dalam ukuran yang lebih besar yang di tembakkan Senja.
Karena keterlambatan nya itu, pada akhirnya Erdian pun menyadari Senja tidak berada di depannya melainkan sekarang berada di belakangnya dan mengeluarkan skill andalan nya yang asli dan dari jarak sedekat itu tentu saja mustahil untuk menghindar itulah dipikirkan oleh Erdian, dia pun akhirnya kalah karena menerima serangan mutlak dari Senja. Dengan begini berakhirlah games Senja. Ia berhasil mengalahkan Erdian dengan kemampuan nya.
"... Mm, aku hanya menambah nya dengan ledakan combo dari dorongan senjataku."
"Khahaha GGWP. Kau pantas untuk menjadi pemenang nona, seorang player yang bukan hanya sekadar memainkan skill-nya namun paham batasan dan kelebihannya memanfaatkan semua itu menjadi sebuah kombinasi serangan." Erdian memuji cara bermain Senja dengan sangat baik.
"Ya, terima kasih. Bertarung denganmu juga sangat menyenangkan itu membuatku terus berpikir wah... player ini sangat hebat apa aku bisa mengalahkannya...." Ujar senja yang juga ikut memujinya.
Mereka berdua pun berjabat tangan sambil tersenyum satu sama lain. Kali ini Senja merasa sangat senang karena bisa bertarung dengan seluruh kemampuan nya meski ada beberapa kekhawatiran di dalamnya. Namun ia dapat bernapas lega karena bisa memasuki final dan melawan Aruna. Terdengar sorak sorai penonton yang meneriaki kedua player karena pertarungan hebat mereka.
"Katakan padaku nona, apa yang membuatmu mengikuti turnamen ini?, apa karena hadiahnya?" Tanya Erdian yang penasaran karena semangat Senja yang membara sangat ingin menang di turnamen.
"Karena janji, dan untuk sebuah jawaban." Jawab Senja dengan keseriusan di dalam matanya.
Ucapan nya ini membuat Erdian menjadi terkejut kagum dan menyarankan beberapa hal kepada Senja sebelum dia pergi meninggalkan arena pertandingan.
"HEH, aku cemburu dengan orang itu...." ujar Erdian dengan nada candaan di dalam kalimatnya namun dia mulai merubah raut wajahnya menjadi datar. Dia pun mengangkat pedangnya keatas bahunya sambil melanjutkan pembicaraanya.
"Dengar nona sebaiknya kau menghindari player itu... si-[crownlessAruna]"
Senja yang mendengar hal itu tidak bisa diam dan mulai berpikir apa maksud dari perkataan Erdian ini.
"Rumor mengatakan bahwa dia adalah si-hantu itu...."
"... The phantom of the crownless gamer?" tanggap Senja lagi namun ia tidak lagi memusingkan tentang nama itu karena ia mulai yakin bahwa orang yang di lawannya itu hanyalah seorang gamer biasa.
"Dia hanya muncul pada setiap pertarungan besar dan menghentikan setiap player yang mencoba mencapai puncak. Aku kasihan pada player lain yang serius berjuang... beberapa dari mereka menyesal setelah berhadapan dengan nya, jika tidak berniat untuk sampai ke puncak seharusnya dia tidak usah ikut bertanding atau memainkan games ini. Hanya memalukan nama gamer." Sindir Erdian yang tidak terima dengan keberadaan Aruna.
"Kau sebaiknya berhati-hati nona, orang-orang yang pernah bertarung dengan nya mengatakan bahwa dia adalah player yang kejam, menghabisi lawannya satu-persatu tanpa ampun, dan tidak memiliki alasan yang jelas dalam bertarung, hanya bersenang-senang untuk dirinya sendiri...." tambah Erdian lagi yang terus mengungkapkan sisi gelap Aruna.
"Jika begitu maka dia sama seperti ku... aku juga bermain games karena bisa bersenang-senang." sanggah Senja.
"Meski kau bersenang-senang nona, bagi player yang pernah melawan Aruna semua nya merasakan hal yang sama, sebuah penyesalan dan putus asa, bukankah hal itu berbeda dengan melawanmu?" balas Erdian lagi.
"Ya aku tahu, karena itu aku akan berusaha untuk mengalahkan nya dan mencari tahu jawaban nya!" semangat Senja dengan ekspresi serius di wajahnya. Ia meyakinkan player itu untuk tidak mengkhawatirkan dirinya.
"Sepertinya aku terlalu meremehkan mu... jika itu kau nona aku yakin kau bisa mengalahkan nya. Haha... semoga berhasil."
Sebuah ucapan perpisahan dari Erdian, sambil berbalik dia melambaikan tangan nya dari kejauhan pergi meninggalkan arena dan dari arah jalan yang sama sambil berpapasan, lewatlah seorang player yang selama ini di tunggu Senja.
"Senjaa, good luck!"
Teriak Meyla yang tidak henti-hentinya memberikan semangat kepada Senja dari bangku penonton juga Utara yang ikut melambaikan tangan padanya. Senja yang mendengar teriakan Meyla itu kemudian melambaikan tangannya ke arah mereka berdua dari arena. Kemudian dari arah kejauhan Senja pun melihat sosok Aruna yang kian lama semakin mendekat dan kini berada tepat di hadapan nya.
"Siap by1 denganku?, peraturannya masih sama gunakan semua kemampuanmu dan jika kalah kau harus berhenti selamanya." Tantang Aruna yang sekarang mulai terlihat serius dengan aura berbeda di sekitarnya.
"Untuk itulah aku berada di sini, aku siap!" Balas Senja dengan yakin di dalam kalimatnya.
Dan dengan menghitung mundur sampai 5 detik pertarungan final turnamen Finesta SkyEarth pun di mulai dengan meriahnya.
Kamus gamer singkat:
GGWP, Good Game Well Played!
Combo, disini adalah sebuah bentuk serangan mutlak penghabisan tembakan yang di dapatkan dengan menyerang terus-menerus tanpa putus dan pada urutan tertentu akan menghasilkan serangan yang lebih besar di akhir serangan.