
Seperti biasa Senja melakukan latihan ringannya sambil menaikkan level juga kemampuannya dalam games, yaitu hunting. Mereka memutuskan untuk masuk kedalam dungeon sambil mencari item langka. Namun kali ini sedikit berbeda karena party mereka ditambah Utara yang juga sekalian hunting bersama.
Seperti dungeon lainnya, tempat ini terlihat seperti sebuah terowongan tambang namun, dungeon yang mereka pilih ini letaknya berada didalam gunung api. Meski mereka beruntung karna tidak ada Player lain yang menghalangi mereka untuk masuk kedalam dungeon, yah ketika kau berhasil masuk kedalam dungeon kau akan aman dari PK. Karena ketika berada didalam dungeon lawanmu hanya monster yang ada di dalam sangat berbeda dengan ketika kau quest Menara Langit [Sky Tower], ketika kau masuk kedalammnya jika bukan satu tim maka player lain dapat ikut membunuhmu selain monster.
Senja yang mengerti perasaan sakit ketika kau tidak bisa melawan balik dengan seseorang yang level dan barangnya lebih bagus darimu, dan karena ini juga ia tidak menginginkan teman – temannya merasakan pahit yang sama.
"Senja apa item ini bisa kita ambil?" ungkap Meyla dengan melihat semua permata yang berkilauan berada di dinding lantai atapun disamping mereka.
"Hmp, bisa Mey... hanya saja, itu item commond (biasa) jadi tidak terlalu berharga." tanggap Senja lagi sambil menunjuk item yang tadinya akan diambil Meyla.
"Oh apa masih ada yang lebih bagus didalam?" Tanya Utara.
"Tentu saja, tapi kita harus mengalahkan Boss nya dulu, karena Item langka hanya berada di wilayah boss, dan bahan – bahan itu sangat berguna untuk membuat equip langka."
"Bersiaplah ada yang datang!" lanjut Senja seraya memberi perintah kepada party-nya sambil bersiap dalam mode menyerang, namun bukannya maju melawan kedepan ia justru melangkah mundur menjauh dari sisi Meyla dan Utara. Perilakunya ini lagi – lagi membuat Meyla dan Utara bertanya.
"Senja?. kok kamu mundur?."
"Aish... kau ingin kami berdua menghadapi monster di depan huh." tanggap Utara yang menyadari tingkah laku Senja.
Monster yang muncul adalah tikus tanah [Gophero lvl 35-45]. Monster ini muncul pada dungeon lantai awal permukaan sampai lantai sedang. Karena ini dungeon yang berupa terowongan tambang yang ada di bumi jadi arahnya turun kebawah. Semakin dalam maka monster yang ada akan semakin tinggi levelnya termasuk item dan barang dropan lain.
Senja memilih terowongan ini agar bisa mencari item yang ia butuhkan untuk dibuat equip. Meski ia tahu bahwa teman-temannya masih berada pada level kecil yakni [Utara lvl 21] dan [Meylakk lvl 34], ia tetap optimis mereka berdua bisa melawannya. Jika memang tidak bisa melawan maka Senja akan turun tangan.
"Yup, ini latihan kalian juga! aku akan ikut bertarung ketika melawan Boss saja." sahut Senja dari belakang sambil memberi semangat pada mereka berdua. Namun ia tetap bersiaga jika kedua temannya ini tidak sanggup maka ia akan ikut melawan. Begitulah yang dipikirkan Senja sekarang, meski begitu ia tetap yakin mereka berdua bisa melewatinya dengan baik dan pada akhirnya terbukti mereka lambat laun mulai mengerti dan sedikit menguasai skill mereka sendiri, namun Utara jauh lebih cepat perkembangannya. Dia sekarang sudah mulai terlihat seperti bukan seorang pemain pemula lagi.
Hingga pada ujung lorong mereka mulai menyadari monster semakin kuat dan item yang berada disekitar mereka menjadi lebih berkilau dari sebelumnnya dan itu membuat Meyla terpanah untuk menambang semuanya. Benda itu sangat berkilau dengan warna – warni yang indah, semakin mereka masuk lebih dalam maka warna bebatuan disana semakin cerah dan terang, namun sesuatu terjadi saat Meyla melihat sebuah bebatuan berwarna Ruby yang indah. Meyla yang terpesona dengan kilauan batu itu pun mulai mendekatinya namun langkahnya terhentikan oleh Senja yang menghadang.
"Ah!. Aku mau yang itu... loh, Senja?"
"Last Boss huh?" Sahut Utara sambil melihat keadaan sekitar.
"Mari bersiap, mereka datang!" ungkap Senja sambil bersiap melawan.
***
Di lain tempat terlihat seorang pria sedang duduk makan di sebuah restoran mewah dan wajahnya menghadap pada sebuah jendela kaca. Di sana terlihat jelas pemandangan indahnya kota pada malam hari, kedipan lampu gedung – gedung pencakar langit, dan remang – remangnya warna lampu kendaraan yang lewat memperlihatkan betapa gemerlapnya keadaan kota yang sibuk meski pada malam hari. Di sana cuacanya cukup dingin, ah. musim salju, salju turun dengan sangat lambat pada malam hari ini.
Pria itu memperhatikan setiap tetes salju yang turun pada malam hari itu, mungkin pikirannya sedang berada di tempat lain sekarang, dia merasa sangat ingin pergi kesuatu tempat. Yah tempat seseorang yang sangat dirindukannya berada. Meski pria itu memang memiliki jalan dan jika dia ingin, dia dapat saja pergi kesana... bertemu dengan orang itu, tetapi dia tidak bisa kakinya tidak membiarkan tubuhnya bergerak meski hatinya sangat ingin pergi, tetap saja langkah kaki dan pikirannya itu mencegahnya untuk bergerak dari tempat itu.
Sebuah ikatan kuat membuatnya tak bisa berjalan, dan ikatan itu adalah janji yang dia buat bersama seseorang yang telah memberikan banyak pengalaman dan perubahan baru didalam dirinya dan merubah total kehidupanya menjadi seperti sekarang. Dia harus terus memegang janji itu, sampai – sampai dia berdoa dengan sangat keras didalam hatinya agar takdir dapat segera mempertemukan mereka berdua.
***
Akhirnya pertarungan selesai, mereka pun memenangkan pertarungan itu Kini ini mereka mendapatkan item yang sangat bagus dan mereka memutuskan untuk memberikan dulu kepada Senja karena ia yang sangat membutuhkan item – item langka ini. Selain itu mereka juga mendapatkan drop equip langka dan ini sangat membantu sekali karena item ini sangat cocok dan memang yang sedang di cari – cari Senja.
Setelah selesai dengan dungeon ini mereka pun mulai menelusuri dungeon lain untuk leveling serta mencari item – item langka yang lain dengan menyesuaikan tipe dropan boss juga equip mereka. Meski dalam perjalanan Meyla dan Utara sama – sama mengutarakan pendapat bahwa mereka ingin melakukan perjalanan saja ke kota seberang, Senja menolak dan menyarankan untuk menggunakan jasa NPC [MODA].
Moda adalah nama dari sebuah NPC laki-laki bersaudara yang hanya diprogram untuk menawarkan jasa pada para petualang untuk transportasi dan teleportasi (berpindah tempat dengan cepat) kekota jauh yang belum pernah mereka datangi atau pun pernah, sesuai dengan tugasnya mereka akan meminta uang perjalanan sesuai jarak kota yang akan dituju semakin jauh lokasinya maka akan semakin mahal bayaran yang mereka keluarkan namun MODA akan memberikan promosi gratis untuk kota pertama yang belum pernah para petualang itu datangi. Beberapa dari mereka pun ada yang menawarkan jasa kendaraan namun dengan harga yang lebih mahal.
"Ah~ ini sih bukan Adventure namannya!" protes Meyla yang berjalan dengan lesu dibelakang mereka.
"Sudahlah Meylak, meski berjalan kaki memang menyenangkan dan terlihat seperti petualang sesungguhan... seperti kata Senja, sekali ketemu PK kita semua akan tamat." sahut Utara yang ikut setuju.
"Kau benar Utara, kita tidak bisa menyia – nyiakan waktu kembali ke kota Reborn dan berjalan lagi kesini."
"Hoh~ Sejak kapan kau sependapat dengan Senja, Utara?" Tanya Meyla dengan nada keraguan dan merasa ada yang aneh.
"Fiuhh~ sudahlah Meymei jangan cemburu. Kamu kan tahu Senja itu lebih man-s... aish... bercanda." Utara pun kembali tidak menyudahkan kalimat akhirnya yang takut dan kelihatan pucat karena Meyla mengaitkan selendangnya dan siap untuk mencekik leher Utara jika dia berani merayu Senja lagi.
"Aha... hah hah... kalian berdua sangat akrab!" puji Senja yang melihat kecocokan mereka.
"KAMI TIDAK AKRAB!" Meyla.
"TERLIHAT DARI MANA MMP?!" Utara.
Secara bersamaan tanpa sadar mereka membuat nada suara yang hampir sama. Melihat hal ini Senja pun hanya bisa tersenyum sambil tertawa lucu.
***
Hari demi hari pun berlalu melewati waktu dan ini sudah masuk H-1, mereka pun mulai mendaftarkan diri untuk masuk mengikuti festival. Ternyata bukan hanya mereka banyak sekali para player yang tertarik mengikuti turnamen ini, yah turnamen ini benar – benar turnamen yang menunjukkan kemampuan dari para playernya bukan hanya hebat dan mewahnya avatar mereka.
Equip mereka pun hanya bisa menggunakan equip dengan batasan tertinggi SR (super rare) dan tidak termasuk item berbayar lalu item ini dapat ditemukan dengan mudah jika kalian memasuki dungeon atau menara langit atau bisa juga membuatnya sendiri. Dalam festival ini para petualang akan dibagi kedalam 4 tempat yang berbeda dan di 4 tempat itu akan terbagi masing – masing menjadi 100 player yang dibiarkan saling bertarung dan bertahan dari player lain.
"Kalian tidak perlu memaksakan diri untuk membeli item berbayar... hanya karna aku. Maaf karna aku menyusahkan kalian berdua." Senja mulai merasa tidak enak karena mereka mengeluarkan uang agar dapat berpatisipasi dengannya.
"Kenapa kau berkata seperti itu Senja, lagi pula ini sih belum apa-apa dan ini tidak akan membebani keuangan kami, tidak sama sekali, ya kan Utara!" ekspresi Meyla berubah dengan nada mengancamnya kearah Utara, karena dia jugalah yang mengajaknya membeli item itu dengan suatu trik yang membuatnya tidak bisa menolak.
"Yoi Senja, keuangan kami sangat stabil dan meski kukeluarkan lagi lebih banyak, tidak akan berdampak pada keuanganku besok ataupun nanti." Sahut Utara meyakinkan Senja dan hal itu membuatnya merasa lebih baik. Dengan lugunya ia percaya pada sahabat dan teman barunya ini.
***
Sebelumnya sewaktu mereka mendaftar, mereka terkejut dengan aturan bahwa hanya player yang berlevel 110 atau lebih bisa mengikuti turnamen. Karna hanya Senja yang levelnya sudah lewat 110 maka Senja pun sedikit merasa kecewa, karena ia merasa bahwa Meyla dan Utara tentu tidak bisa mengikuti turnamen bersamanya ia menjadi sedikit kecewa, Meyla yang sadar lalu merasa tidak enak dan berinisiatif mengajak Utara bersama untuk membeli item berbayar itu dengan sebuah trik, ya dan trik 'Nona Pemilih' itu berhasil membuat Utara mengikutinya.
"Utara kita juga harus ikut ke turnamen."
"Entah lah... aku memang berniat ikut, namun levelku berada jauh di bawah." Danggah Utara dengan sedikit nada keraguan.
"Hoh... Utara... apa kamu ini~ sebenarnya om–om pengombal yang pengangguran?. Hah~ jika seperti itu keadaanmu kau tidak selevel dengan kami~" hina Meyla dengan nada yang benar – benar mengejek dan ekspresi yang merendahkan.
"WHAT TH-, Meymei ehem- kau salah mengeja data pribadiku, aku yang masih muda, tampan, berbakat... dan bertalenta ini, sangat di harapkan para gadis - gadis." bantah Utara dengan jengkel menjawab perkataan Meyla yang menyinggungnya itu.
"Ho hoh hoh~ kalau begitu buktikan!" tantang Meyla lagi kali ini dengan nada yang semakin menjengkelkan.
"Baik mari kita mulai menggesek kartu kreditnya Nona." Balas Utara menanggapi kalimat Meyla barusan dengan mengeluarkan sebuah kartu pass hitam dan bersiap menggesek pada layar dan sekarang dia benar – benar sudah terlibat masuk ke dalam trik Meyla.
***
Dengan begitu mereka bertiga berhasil mendaftar bersama ke dalam turnamen, namun sebelum turnamen besok di mulai Senja mulai menjelaskan beberapa aturan dan cara bertanding di games besok serta beberapa rencana kecilnya.
Setelah selesai dengan urusan mereka di kota Bumi, mereka pun sepakat untuk berkeliling ke kota Langit sebentar untuk melihat–lihat sambil menghibur diri mereka sebelum ke turnamen penentuan besok.
Untuk lokasi festival akan di adakan dikota Langit, sementara turnamen akan di adakan dikota Bumi. Kota Bumi adalah sebuah benua luas yang melayang di atas langit sementara kota Langit adalah benua yang terdiri dari beberapa kota kecil yang saling terhubung di atas awan, yang lokasinya lebih tinggi dari kota Bumi.
Mereka lalu berangkat menuju ke sebuah jembatan yang menghubungkan kota Langit bagian atas dengan kota Bumi tempat mereka sekarang, yah meskipun kota yang mereka pijak juga melayang dan langit berawannya berada di bawah mereka, untuk naik ke kota SkyHigh yang ada di atas hanya ada satu jalan dan itu dengan memanjat pohon kacang ajaib.
Mereka terlebih dahulu harus menyelesaikan quest sampingan ini [JACK AND BEANS] agar bisa mendapatkan biji kacang ajaib jack dan menggunakan pohon rambat itu untuk naik ke kota SkyHigh. Untuk menjalankan quest ini mereka harus memiliki sebuah benda yang senilai dengan emas tetapi bukan emas untuk ditukar dengan biji kacang ajaib Jack.
Di sini Senja memberikan sebuah barang tambang berupa batu berlian langka yang sudah ia asah pada seorang NPC pengrajin. Namun Utara yang penasaran langsung bertanya lagi padanya.
"Fiuhh~ Seperti itukah item yang sudah ditempa, hasilnya?"
"Yup... walau harus mengeluarkan biaya lebih untuk menempanya, jika sudah menjadi berbentuk seperti ini harga jualnya akan lebih mahal."
"Senja, bukankah kau memerlukannya untuk membuat equipmu?"
"Tidak Mey, bahan ini tidak termasuk ke dalam bahan yang aku perlukan untuk membuat equipku... semua sudah aku dapatkan dan bisa di bilang ini adalah lebihnya."
Senja pun menjalankan Quest [JACK AND BEANS] dan mendapatkan sebuah item biji kacang ajaib dari pertukarannya itu, dan sekarang mereka menuju ke lokasi dimana biji kacang ajaib itu bisa digunakan. Mereka pun mendatangi sebuah tempat yang cukup lapang dengan tanah yang terbuka. Senja pun mulai menanam biji kacang ajaib itu ditanah dan perlahan namun semakin cepat biji kacang ajaib itu pun tumbuh menjadi pohon kacang ajaib yang besar dan merambat terus sampai ke atas langit, dan akhirnya mencapai kota yang berada di atas.
Karena sangat tinggi dan ujungnya tidak kelihatan tertutup awan, Senja merasa sedikit ketakutan. Meski tidak parah, ini adalah hasil trauma yang ia dapatkan karena ayahnya menjahilinya dengan melakukan bungee jumping pada dirinya melalui jendela kamar nya ketika ia masih kecil dan semenjak saat itu juga setiap kali ia berada di tempat tinggi, Senja akan merasa pusing bahkan seperti perasaan akan terjatuh.
Meski sedikit membantah dan ia menyarankan agar menggunakan teleport, kali ini Meyla menolak dan tidak sependapat dengan Senja, dia tidak mau menggunakan jasa NPC [MODA] agar mempersingkat waktu dan menghilangkan suasana perjalanannya.
Meyla tetap bersikeras memaksanya ikut berjalan dengan mengikat Senja pada sebuah tali dan juga pada tubuh mereka.
Pada akhirnya Senja hanya bisa pasrah karena ia tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk bisa memanjat lebih tinggi, jadi Senja hanya terdiam lemas dibawah, sambil ditarik oleh mereka berdua Meyla dan Utara sampai menuju kota SkyHigh. Sementara itu Senja menutup mata dan memegang kuat tali yang terikat pada tubuhnya. Yah akhirnya Meyla mendapatkan hal yang selama ini dia inginkan, dapat melakukan sebuah petualangan tanpa harus menggunakan teleport.
Setelah beberapa menit perjalanan mereka memanjat, mereka bertiga pun akhirnya sampai pada kota SkyHigh. Kota itu benar – benar ramai dan dipenuhi dengan beragam festival yang menyenangkan, lomba makan, pawai, aneka jajanan makanan, stan equip, para pedagang serta sebuah tarian adat yang mengelilingi gerobak buah besar didalam pawai, mereka semua bergerak mengelilingi sebuah Candi. Benar – benar seperti sebuah festival besar yang indah dan menyenangkan, disinipun kembang api yang meluncur merupakan sihir yang dilemparkan oleh para NPC.
Sambil terlihat beberapa momon jinak yang berkeliaran diantara ratusan Player membuat tempat ini terlihat seperti kita benar-benar berada di sebuah dunia dengan suasana penuh keajaiban.
Kamus gamer singkat:
Party, ialah bermain bersama dengan teman-teman in-game dalam satu grup, bertualang bersama-sama.
Drop, ialah barang / item yang didapatkan setelah membunuh monster, hasilnya pun berbeda-beda yang didapatkan sesuai dengan tingkat kesulitan monster yang dilawan.
EXP Potion, ialah ramuan yang berisi penambah point experince sehingga pemain dapat naik level dengan mudah dan cepat tanpa harus leveling.
Bungee jumping, terjun lenting; sebuah aktivitas seseorang terjun dari sebuah tempat tinggi (biasanya beberapa ratus meter).
Hunting, istilah untuk menyebutkan kegiatan berburu dan mengalahkan monster dalam map.
Leveling, istilah untuk bermain dan bertujuan menaikkan level karakter hingga batas level tertentu.