
“Tidak perduli seperti apa kita menyerang para petarung ganda BOG itu, mereka tidak menujukkan seperti ada tanda kekalahan atau kerusakan sama seperti Boss event yang para guild itu serang di sana lalu....”
Senja pun menjeda sejenak sebelum kembali melanjutkan kalimatnya “Walau sekilas, pada saat kita menyerang secara bersamaan tadi Aruna, program mereka tiba-tiba saja berhenti sekaran-”
KZEKK... KZZZZTTT...
Perlahan para petarung ganda itu mulai bergerak kembali, dan menunjukkan keadaan mereka seperti semula. Aruna pun melirik ke arah monster naga dan sepertinya Boss event itu kembali menjadi tebal dan imun terhadap serangan. Tentu saja, jika keadaannya seperti itu tidak perduli mereka menyerang terus-menerus para Player itu cepat atau lambat akan kehilangan stamina mereka dan mulai kelelahan karena mencapai batasan mereka, sementara mereka tidak sadar bahwa Boss event ini memiliki imun terhadap serangan.
“Sia-sia huh.” gumam Aruna dengan suara yang kecil.
“Senja, [switch] ke class Fighter.” perintah Aruna.
“Um.” Senja mengangguk dan mengubah karakternya ke class Fighter sama seperti Aruna.
“Sekarang kita serang bersamaan.” ucap Aruna lagi.
“Iya.”
Aruna dan Senja pun menyerang mereka dengan gaya serangan masing – masing namun tetap dikombinasikan bersama, karena mereka masih dalam kondisi terikat bersama oleh borgol itu.
Mau tidak mau mereka berdua harus menyelaraskan dan saling menyeimbangkan untuk menyerang kedua petarung ganda itu. Walaupun serangan hasil kombinasi dari bela diri antara Aruna dan Senja sangat pas, tetap saja para petarung ganda itu tidak mengalami kondisi freeze seperti sebelumnya.
Karena pertarungan yang terus – terusan ini, Aruna dan Senja nampaknya juga mulai memperlihatkan wajah kelelahan.
“Huh... huftt.” desah Senja.
Kenapa mereka tidak berhenti seperti sebelumnya? Apa yang salah? Apa bug ini tidak bisa di hilangkan, tidak. Pasti, pasti ada pada setiap program tidak perduli serumit apapun kode yang mereka gunakan pasti ada celah. Dimana, dimana celah itu?.
Sambil terus berkonflik batinnya, ia mencoba untuk mengingat kondisi pada saat itu. Momen di mana ketika Aruna dan Senja pertama kali berhasil menyerang mereka bersama, Senja lalu berusaha mengingat lagi lebih keras posisi pada waktu itu dan Senja akhirnya menyadari sesuatu yang kurang itu.
“Itu dia!” seru Senja, akibatnya Aruna pun sedikit melirik ke arahnya namun masih dalam mode menyerangnya. Mereka pun mengatur jarak sedemikian dari para petarung itu agar dapat bertukar pikiran.
“Aruna, ingat pada saat kita berhasil menyerang mereka kali pertama. Pada saat itu gerakan kita bukan, gerakan kita sedikit berbeda namun kita menyerang tepat pada satu titik yang sama.”
Aruna pun mengeryitkan dahinya dan mulai mengerti maksud perkataan Senja. Dia lalu membuat senyum miring kemenangan di wajahnya.
“Artinya kita harus menyerang mereka berdua pada saat dan tempat yang bersamaan ya, hah pengamatan yang bagus seperti biasanya Senja.”
Aruna dan Senja lalu memposisikan gerakan tubuh mereka saling menghadap satu sama lain, dengan posisi miring namun masih menghadap lurus kedepan, kearah para petarung ganda itu.
“Akan ku ikuti gerakanmu, jadi bergeraklah sesukamu, Senja.”
“Tidak. Aku yang akan mengikuti gerakanmu Aruna, gaya bertarungku itu gerakannya selalu sama dan ada polanya, bisa saja mereka sudah hapal gerakanku sebelumnya." Senja mengela nafas singkat lalu meneruskan kalimatnya, "Tetapi. Jika itu kamu Aruna, gerakanmu bukan gaya bertarungmu selalu berbeda–beda setiap aku menghadapimu.” Bantah Senja.
Aruna sedikit terkejut dengan perkataan Senja barusan, namun dia tetap kagum dan terpesona dengan sikap keras kepala dan manisnya itu. Dengan sedikit senyum yang terukir dibibirnya Aruna balik membalas.
“Pastikan kau tidak mengalihkan pandanganmu pada Player pria yang lain.”
“Memangnya disini terlihat ada Player pria selain kamu, Aruna?” tanya Senja polos.
“... Hanya kiasan.”
Demikianlah, Aruna dan Senja kini menyerang mereka dengan gerakan yang sama persis layaknya kembaran, Senja sungguh berusaha untuk mengikuti setiap gerakan dan gaya bertarung Aruna, sedikit demi sedikit, mereka berhasil mengenai tubuh petarung ganda itu, kepala, kaki, dan pundak mereka, sampai menepis pukulan tangan mereka pun sama persis.
Meski mereka masih bisa bergerak tidak freeze seperti sebelumnya, BOG itu terlihat mulai mengalami kerusakan, sementara boss event di sana juga mulai mengeluarkan suara gemuruh yang sangat keras dan pertanda bahwa boss event mulai mengalami kekalahan.
***
Kota Bumi Pusat | Air Mancur Tengah Kota
Pukul 22.48
“Wahai teman seperjuanganku, kerahkan skill terbaik kalian!. Kita akan mengalahkan Boss event ini bersama!” seru seorang player class Duelist lengkap dengan armor berjubah peraknya sambil menjunjung tinggi salah satu pedang titaniumnya. Suara baritone yang keras dan penuh semangat itu memancing semangat puluhan Player yang ada di belakangnya ikut berseru.
“Kami akan membantu kalian menahannya jadi, kerahkan semua yang kalian miliki, kita akan mendapatkan boss ini bersama - sama!” seru gemuruh seorang player class Knight dengan menjunjungkan armor tamengnya mencoba menahan serangan api biru yang di lancarkan oleh sang naga hitam.
Sementara para guild besar di situ sibuk menyerang, ada beberapa Player lain yang tidak ikut menyerang meski berada bersama di area Boss event. Sambil berbisik-bisik mereka mengungkapkan rencananya dari balik sela - sela antara rumah penduduk.
“Bos, kau yakin mau curi barang Boss MVP yang para guild besar itu lawan?, sekali ketahuan mati kita.” Bisik seorang Player class Hunter dengan pakaian seperti seorang arkeolog serta senjata pickaxe-nya yang besar dia perban dan sembunyikan di balik punggungnya.
“Diam bodoh! kau tidak lihat Boss ini spesial, jika kita berhasil menukar item langka di sana sebelum para guild besar itu sadar, mereka tidak akan tahu bahwa barang dropan Boss yang asli sudah kita ambil.” ungkap seorang player class Mage dengan jubah hitam yang hanya sebagian badannya saja yang tertutup, bagian bawahnya ia mengenakan sebuah celana pendek hitam.
“Barang langka itu bisa kita gadai atau lelang online nanti, bayangkan berapa banyak Player yang rela membayar hanya untuk item berharga itu bodoh, kita bisa kaya ha-ha.” Tawa seringai mereka berdua bersama sebelum mereka masuk dan menghilang di antara para kerumunan player yang dari tadi masih ikut menyerang bersama boss event ini.
***
Araum | Kota Bumi Pusat Arah Tenggara.
Pukul 23.05
KZZZZTT... ZZZT...
Suara yang terasa semakin jelas itu terdengar dari para petarung ganda yang sekarang perlahan kehilangan gerakan program mereka dan kini Aruna memberi isyarat pada Senja melalui tatapannya untuk segera mengakhiri mereka.
Aruna dan Senja pun melesat cepat kebelakang mereka sambil memukul punggung belakang mereka dengan menggunakan tinju tangan, sekarang mereka melakukan lompat salto ke belakang sambil melapisi sarung tangannya dengan aura tenaga dalam berwarna merah Aruna dan Senja menyerang secara bersamaan titik vital, bagian dada mereka dan akhirnya mereka menjadi freeze kembali, kini mereka menekan titik vital itu lagi namun mereka berdua serentak melakukan [switch] kembali ke class awal, Senja langsung menekan dan menyerang dengan skill [Slinger Cannon] yang tadi di simpannya kearah titik vital BOG wanita itu.
Begitu juga Aruna, dia menempelkan lingkaran sihirnya ke titik vital BOG pria dengan mengeluarkan sihir [Manipulation Zapperz] dan KSZZZZTT... terdengar suara sihir Aruna yang seperti kejutan listrik lurus menembus kulit mereka, kini perut mereka bolong karena serangan mutlak dari Senja dan Aruna.
CRETEK... CRAACK...
BOG itu pun menjadi hancur layaknya sebuah kaca yang pecah berkeping – keping di hadapan Aruna dan Senja. Akhirnya mereka berhasil mengalahkan BOG tersebut. Dengan sedikit mengambil napas dan menghembuskannya, Senja meregangkan tangan dan melemaskan gerakan tubuhnya.
Dari balik atap yang tak cukup jauh dari posisi Aruna dan Senja, nampak seorang dengan rambut merah panjangnya sedang tertawa terkekeh – kekeh, menyaksikan mereka dari kejauhan.
“Selamat tersiksa Senja... khik kii kii nerakamu baru saja dimulai....” ujarnya dengan suara terkekeh sebelum melompat kebelakang di atas udara dan menghilang layaknya debu yang tertiup angin.
***
Araum | Kota Bumi Pusat Arah Tenggara
23.29
“Huaah... akhirnya mereka kalah juga.” desah panjang Senja sambil meluruskan kakinya dan masih saja duduk di atas atap rumah.
Aruna juga duduk di sebelahnya sambil memeluk satu lututnya dan meletakkan tangan yang memangku dagu di atas lututnya itu. Dia hanya memperhatikan dari jauh akhirnya Boss event di sana juga sudah berhasil di kalahkan.
Karena sekarang terlihat para Player yang mulai bertikai ingin mengambil barang apa saja yang di jatuhkan oleh Boss event tersebut. Aruna yang mulai bosan dan sedikit memperlihatkan kesayuan pada matanya mulai bangkit seraya berdiri dari posisi duduknya, sementara Senja yang tadinya duduk juga ikut tertarik untuk berdiri.
“Ada hal yang harus aku lakukan, Senja.”
“...?”
“Aku pergi.”
“Tunggu Aruna tanganm-” kalimat Senja tidak terselesaikan sebab ia sekarang melotot kaget melihat Aruna menghancurkan borgol yang mengikat mereka berdua dengan memukulkan sebuah palu kecil pada rantainya.
Sambil berjalan pergi ke ujung tepian atap Aruna berbalik dan mengeluarkan senyum tipisnya seperti ingin mengejek ke arah Senja yang masih saja melotot matanya. Dia lalu mengangkat tangan kanannya ke arah Senja seperti hormat dengan dua jari telunjuk dan tengahnya saja yang menyentuh keningnya. Dengan mengucapkan kata terakhirnya sebelum melompat dari atas atap dan menghilang dari pandangan.
“Adios.”
Senja kini merasakan sebuah kekesalan singkat pada Aruna, karena selama ini ternyata dia bisa saja melepaskan borgol itu sendiri jika dia mau tanpa harus mencari NPC segala keluh Senja dan akibatnya sekarang Senja logout dengan membawa perasaan kesalnya karena berhasil di tipu oleh Aruna.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=----
Makasih karena telah meluangkan waktu berharga kalian untuk membaca tulisan sederhana ini dan aku do'akan semoga kita semua dapat terhindar dari Pandemi Corona ini.
Bersama MangaToon dan NovelToon #dirumahaja