The Phantom Of: The Crownless Gamer

The Phantom Of: The Crownless Gamer
Pemain 10: Teman baru



"Huh hah huh, ayo Mey! lebih semangat lagi larinya!"


Teriak Senja yang masih semangat berlari pagi, ia masih saja berlari dengan wajah semangatnya itu padahal ini sudah memasuki putaran ke-3 mereka. Di belakangnya terlihat seorang gadis dengan memakai ikat kepala untuk mencegah poninya menutupi wajahnya. Dia mengenakan baju training putih beserta celana nya yang pendek dengan warna pink di bagian pergelangannya. Yah Meyla sedang berlari sekuat tenang berusaha menyusul sahabatnya yang berada dua langkah didepannya.


Senja sadar bahwa sahabatnya ini sudah mulai kehabisan tenaganya, ia pun mulai melambatkan langkahnya dan kemudian menyesuaikan dengan langkah sahabatnya ini.


"Mau berhenti dulu Mey?"


Bisik Senja ke telinga Meyla dari samping kanannya sambil memperhatikan wajah sahabatnya. Meyla terlihat begitu pucat itu seakan – akan membawa seluruh dunia di pundaknya.


"No! im stronger... ughh... eventh... im goi-eng... to.. di-e.. fro-m.. exhaus... ti-on, URGGH!" jawab Meyla dengan nada suara yang terengah–engah sambil berlari dengan sisa tenaganya.


"Mey... kita ini mau main games loh... bukan menyelamatkan dunia?. Kamu tidak boleh bicara seperti itu ya!" bantah Senja lagi sambil berlari santai di sebelahnya dan dengan ekspresi yang masih khawatir.


"I am. Im going to save your world, my bestfriend world, so...." Balas Meyla yang menanggapi ucapan sahabatnya itu dengan wajah yang serius.


Dia tiba–tiba saja berhenti dan sambil menunduk, kemudian dia mengangkat kepalanya lagi. Senja yang melihat hal itu hanya bisa terkejut dengan mata yang terbuka lebar. Ia tahu betapa sangat berharganya memiliki seorang sahabat yang rela berkorban untukmu. Meski begitu Senja tidak ingin sahabatnya ini terlalu memaksakan diri. Ia sangat paham betul batasan staminanya.


Meyla hanya bisa melakukan beberapa olahraga ringan karna dia memang tidak terlalu pandai olahraga dan terkadang dia lebih memilih di dalam kelas dari pada olahraga yang membuatnya kelelahan.


Karna khawatir Senja akhirnya menarik paksa tangan Meyla keluar dari jalan trotoar danau dan duduk di sebuah kursi yang terbuat dari balok kayu. Ia kemudian memberikan air minum kepada sahabatnya dan pada saat ia melihat air minum itu langsung habis satu botol, dan kali ini Meyla meminta untuk membelikan nya empat botol air mineral lagi. Senja yang hanya bisa kagum dan heran sambil menggeleng kepala dan merasa lega melihat wajah sahabatnya menjadi sehat kembali.


***


Pada saat kembali ke dalam rumah Meyla, mereka berdua di kejutkan dengan salah satu saudara Meyla, dia langsung datang dan ingin memeluk Meyla namun. Meyla yang melihatnya langsung tentu saja merasa jijik dan memukul keras saudaranya dengan pemukul baseball yang entah dia dapatkan dari mana.


Pria itu pun mulai kesakitan dan berguling – guling dilantai. Dia adalah Berto saudara laki – laki Meyla yang ke 3, dia juga termasuk kedalam salah satu ilmuwan pengembang alat VR terbaru serta beberapa komputer yang ada di ruangannya. Dia memiliki tubuh yang tinggi dengan memakai kacamata bulat serta gaya blazer putih panjangnya yang lusuh itu membuatnya terlihat seperti dia tak pernah berganti baju.


Karna inilah Meyla sangat membenci mereka. Meyla merasa mereka tidak memandangya sebagai saudara perempuan yang layak, dia merasa seperti tidak dihormati sebagai adik dan mereka memandang Meyla seperti ratu.


Meyla merasa bahwa dia bukanlah anak kecil lagi yang harus terus mereka manjakan. Pada saat yang sama, saudaranya yang sadar melihat temannya Meyla dan dia langsung mengeluarkan sebuah bingkisan parsel buah-buahan yang sangat besar, yah 1,6 meter tingginya.


"Silahkan hm... Senja, ya kan!. Mari diterima souvenir pertemanannya." Sapa Berto sembari menunjukkan parsel dan menjabat tangan Senja dengan ekpresi senang.


"Huh?" ungkap Senja dengan ekspresi bingung dan tanda tanya besar dikepalanya.


"Aku membawanya dari 8 negara berbeda, dan semuanya adalah buah-buahan yang baru kupetik sendiri, lalu aku berangkat dengan jet pribadi secepatnya kesini demi ad-"


Kak Berto tidak melanjutkan kalimat terakhirnya lagi karena di potong oleh sorot aura adiknya yang sangat marah di belakangnya yang seakan – akan ingin langsung membunuhnya.


"Makasih tapi, perutku tidak akan muat dengan semua itu, er... kak Berto, jadi...."


Senja lalu melihat isi dari parsel buah – buahan kemudian ia mengambil setangkai buah – buahan kecil. Tindakan Senja itu membuat Meyla dan juga saudaranya sangat terkejut.


"Itu kurma kan?. Kau tidak mungkin kan belum pernah makan kurma?" Tanya Meyla dengan kebingungan. Sementara saudaranya Berto, tidak mengatakan apapun.


"Sudah pernah kok, heh he tapi itu... sudah lama sekali... aku tidak makan buah kurma yang langsung di petik pribadi dari pohonnya semenjak orangtuaku pulang dari negara... Arab. Aku merindukan rasa buah yang sangat khas dari sana." Jelas Senja lagi dengan nada yang haru.


"Karna kakakmu sudah bersusah payah membawakan nya maka akan kumakan dengan sepenuh hati." Ungkap Senja lagi kali ini dengan senyuman manis di wajahnya. Ia merasa sangat bersyukur dan berterima kasih banyak kepada kakaknya Meyla itu. Meyla yang melihatnya seperti itu langsung menyikut perut kakaknya dengan sengaja.


"Jurus aneh dan sok hebat kalian tidak akan berguna pada sahabatku, jadi jangan pernah menganggu kami lagi!" protes Meyla dengan berjalan mengajak Senja menjauh dari sana dan meninggalkan kakaknya yang berdiri heran disana.


Kakaknya hanya bisa melihat betapa senang nya wajah adiknya itu dari kejauhan.


"... Sepertinya kau sudah tidak memerlukan kami lagi, ya Meyla." Gumam Berto dengan menghela napas lega dan sambil menyenderkan badannya sedikit ke arah dinding.


***


"Senja, aku minta maaf untuk sikap saudaraku tadi." Pinta Meyla yang duduk dengan wajah memohon.


"Kak Berto bersikap baik. Hanya saja itu, terlalu banyak."


***


Mereka berdua kini berada lagi di dalam games [Araum of Inverted Sky Earth], dan kali ini mereka berencana untuk mengunjungi sebuah tokoh aksesories. Setelah mereka beranjak pergi dari sana tiba – tiba saja seorang pria menabrak Senja, dan saat akan terjatuh pria itu menangkap tubuh Senja dan menariknya kearahnya mencegah Senja terjatuh ke tanah.


"A-maaf dan makasih banyak." Ungkap Senja sambil melepaskan diri dan berterima kasih.


Ia adalah seorang petualang class illusionist atau bisa kita sebut tukang sulap. Dia berbeda dengan class Clown meski sama – sama ahli dalam sihir ilusi tapi Clown pengguna senjata berupa kado hadiah dan tidak terlalu kuat sebagai penyerang kebalikan dari kelas ini.


"Sebagai permintaan maaf aku akan mentraktir kali-"


Kata – kata pria itu tak terselesaikan karena dia melihat tindakan Meyla yang langsung menarik tangan sahabatnya menjauh dari hadapan pria itu.


"Trik mu itu sudah basi, kalau mau kenalan harusnya jangan pakai cara nge-drama!" cela Meyla dengan wajah menghina dan menyombongkan dirinya. Hal itu membuat pria tadi terkejut dan dia langsung merubah sikapnya.


"Ow thats hurt... so, aku memang ingin berteman dengan kalian apa tidak boleh?" ungkap pria itu dan sekarang dia kelihatan merubah raut wajahnya menjadi sedikit serius walau sedang tersenyum.


"Tak apa Mey, dia juga seorang Player sama seperti kita." Sanggah Senja dengan positifnya menjawab.


Senja terlalu tidak peka jika berhubungan dengan hal seperti ini. Hanya Meyla yang sadar bahwa Player yang ada didepannya ini adalah seorang ciri seorang penggombal.


"Aku hanya ingin menambah daftar pertemananku, sekalian membuka title quest." Ujar Pria itu dengan sopan sambil tersenyum dan memperkenalkan dirinya lagi.


Nama [ID Playernya Utara]. Dia baru saja membuat akun ini kemarin dan masih seorang newbie dan karna dia tidak terlalu mengerti tentang dunia games ini, makanya dia mencari seseorang yang cukup mahir yang mau menjelaskan padanya. Senja lalu menawarkan dirinya untuk memberitahukan semua yang ia ketahui tentang games ini dan mereka berdua, Meyla dan Utara mendengarkan dengan seksama tutorial singkat dan beberapa penjelasan dari Senja.


Di dalam mmorpg [Araum of Inverted SkyEarth] ada sebuah benua yang disebut dengan Araum En. Sebuah benua yang dipenuhi dengan sihir dan mahkluk - mahkluk unik yang berbeda ras. Benua ini sangat damai karena ikatan yang di jaga oleh ketiga klan besar penjaga benua, karena ke tiga klan adalah manusia ras pertama, mereka pun dianggap seperti dewa oleh ras lain. Namun semua berubah ketika ada sebuah pertempuran besar yang menyebabkan terpecahnya 3 klan besar. Karena sebuah kesalahpahaman itu, mereka menganggap salah satu dari 3 klan besar ada yang berniat memonopoli artefak suci kuno dari semua klan. Para petinggi klan datang dan berdiskusi satu sama lain namun hanya klan Samudra yang tidak menghadiri acara tersebut meski tidak tahu alasannya dan mereka yang datang menghadiri acara tiba – tiba saja diserang oleh bawahan klan Samudra.


Karena banyak berjatuhan korban, maka pada akhirnya para petinggi klan Langit dan Bumi memutuskan untuk membuat sebuah kesepakatan dan saling berkerja sama hingga mereka menggunakan artefak suci kuno untuk memisahkan diri dari klan Samudra.


Hal ini mengakibatkan perubahan yang besar pada dunia dan memutarbalikkan benua sehingga Langit menjadi di bawah dan Bumi melayang di atasnya, seperti yang kita lihat sekarang ini. Semenjak kejadian itu klan Samudra tidak pernah terlihat ataupun terdengar lagi kisahnya dan akhirnya hanya menjadi sebuah legenda yang diceritakan oleh para keturunan dari petinggi klan.


Mereka yang merupakan para keturunannya pun mulai mencari para petualang, pelancong atau pun pengelana untuk membuat kota-kota menjadi lebih hidup kembali, para keturunan merekapun berharap kisah itu dapat menarik lebih banyak orang berkunjung dan pada akhirnya banyak para petualang yang tertarik dan berkunjung ke benua itu. Inilah yang menyebabkan banyaknya muncul class yang berbeda.


>>Ada class Hunter yaitu seorang pemburu harta karun, mereka menggunakan Pickaxe (sejenis kapak berujung runcing) juga trap (perangkap) untuk menyerang<<


>>Lalu class Fighter yaitu ahli dalam bela diri karena defence (pertahanan) nya yang tinggi, mereka bertarung dengan tangan kosong namun ada juga yang pakai sarung tangan<<


>>Berikutnya class Gunslinger ialah pengguna senjata api yang sangat ahli, mereka pandai menggunakan pistol atau sejenisnya dan bergerak sangat cepat dalam menyerang dengan combo<<


>>Lalu Dancer ialah support dalam tim yang memberikan efek buff penyembuhan dan juga membuat serangan tim menjadi naik. Dia dapat merubah efek dari menyembuhkan menjadi menyerang lawan dengan senjata utama selendang, kain, kipas, hula hoop<<


>>Kemudian Musician dan Poet mereka juga tipe support namun Poet (Puisi/Sajak/alat; Parchment) lebih memberikan banyak efek menyerang dibanding Musician (Musisi/lagu,musik/Alat; Harmonika/Biola/Gitar) yang efek debuff<<


>>Knight dan Duelist yaitu kelas umum pengguna pedang bedanya hanya pada knight memakai pedang dan tameng sementara Duelist pengguna dua pedang pendek (dagger) maupun panjang<<


>>Clown (badut) dan Illusionist (Pesulap) yaitu kelas yang sama tipe penyerang sambil menghibur bedanya hanya pada cara mereka menyerang tipe Clown memakai boneka dan hadiah – hadiah aneh sebagai perangkap, sementara Illust mereka memakai topi dan juga tongkat kecil sebagai alat serang beserta tipuan dan mereka berdua ini ahli sihir ilusi/khayalan<<


>>Terakhir Archer dan Mage, ialah tipe penyerang umum range demage bedanya hanya pada alatnya archer menggunakan panah sementara mage ya pasti sihir<<


Begitulah penjelasan yang ternyata tidak cukup singkat di jelaskan oleh Senja namun Meyla dan Utara benar – benar kagum dan terpanah melihat betapa jelas dan mendetailanya Senja berbicara tentang games ini. Ini membuktikan betapa sukanya ia bermain games, karena setiap kali menjelaskan matanya seperti berbinar – binar dan itu membuat keduanya semakin yakin untuk lebih mendengarkan.


"Owo wo wo... kamu keren sekali Senja... dan kamu, semakin lama kulihat semakin manis." ungkap Utara dengan senyum rayunya.


"Berhenti! satu kata menjijikan itu lagi dan kau akan ku blacklist selamanya." Protes Meyla dengan mengancam sambil menunjukkan ujung jarinya.


"Ha ha hah."


Senja yang hanya bisa tertawa melihat kedua orang ini yang saling mengumpat. Ia sangat senang mendapatkan teman baru yang mau mendengarkannya bercerita panjang lebar seperti Meyla. Ini adalah momen yang sangat indah dan akan selalu ia ingat didalam ingatannya, itulah yang dipikirkan Senja. Ia berharap agar waktu – waktu menyenangkan seperti bisa ini berlangsung lama.


"Jangan cemburu em-" sambil melihat ID Meylakkk, dan sedikit panjang karena huruf k- itu, dia lalu menyingkatnya menjadi. "Mey-mei, kau juga jika kuperhatikan... ternyata... cerewet dan pemarah ya! aha ah ah." Utara membalas perkataan pedas Meyla yang barusan. Pada saat mereka mulai akrab, Utara lalu mendapatkan sebuah notif dilayarnya. Dia pun menyadari sesuatu.


"Wah wah sudah waktunya aku pergi." Utara pun mulai berdiri dan berpamitan pada mereka berdua.


"Sampai jumpa, Utara, jika kau bingung lagi atau kau mau quest, kita bisa melakukannya bersama." Ajak Senja dengan senyum sambil melambaikan tangannya ke arah Utara yang akan pergi logout.


"Wow asik, sip. Sampai berjumpa kembali, Senja dan Meymei." Jawab Utara sambil melambai dan tersenyum membalas.


Kini ia benar – benar telah menghilang dari pandangan mereka berdua, meski sudah menghilang kata – kata terakhirnya membuat Meyla sangat kesal, dia benar – benar mengejeknya dan sepertinya Meyla menganggapnya sebagai orang yang menyebalkan.


Melihat wajah Meyla yang mood-nya berubah jelek, ia lalu berinisiatif menawarkan untuk melanjukan berkeliling kota, namun sebelum mereka sempat pergi, tangan kanan Senja tiba–tiba dipegang oleh seseorang dari arah belakang, hal ini membuat ia kaget dan sekaligus menghadap ke arahnya.