
Terdengar sebuah suara musik note dengan nada yang terus berulang-ulang musiknya sangat menyenangkan serta cepat dan menantang layaknya irama musik yang sudah di arasemen dengan nada panjang.
Pada sebuah kursi sofa berwarna hitam yang terlihat sangat empuk itu duduk seorang gadis yang memainkan smartphonenya, ia memposisikan layar landscape dengan posisi keempat jarinya pada layar, di mana ibu jari pada bagian bawah layar sementara jari telunjuknya pada atas layar.
Matanya bergerak mengikuti sebuah note yang terus bergerak-gerak pada layar smartphone nya sementara itu, jari tangannya dengan lentik serta cepat merespon lepas dan kemudian menekan note-note yang bergerak itu, sambil di iringi alunan musik yang menantang. Itu adalah sebuah games yang memungkinkan mu untuk mendengarkan musik sambil merespon tangga nadanya.
Entah sudah berapa lama ia memainkan games itu, ia tidak perduli meski ada seseorang yang mencoba berbicara padanya, tetap diam dan terus memainkan. Meski itu sahabatnya sendiri. Inilah Senja seorang gadis yang sangat menyukai gamesnya, setiap kali ia selesai memainkan game akan terpancar rasa puas dan bangga pada dirinya.
“Yeah... skor baru lagi!”
“Hm~ sekarang sudah berapa jam yah... eh?! baru 2 jam?. Auh....”
Desah Senja yang mulai bosan karena rasanya waktu berjalan dengan lambat, tak seperti biasanya saat ia fokus memainkan games biasanya pagi akan bertemu sore atau siang bertemu malam, tapi kali ini hanya beberapa jam dan itu membuatnya mendesah lebih panjang.
“Hah~ ahh, aku merindukan suasana games online ku....”
Matanya pun mulai melirik kesana kemari, sambil memastikan bahwa daerah sekitarnya tidak ada orang. Kemudian dengan sigap ia mulai mencoba mengonlinekan salah satu games di smartphonenya, namun diganggu oleh sebuah suara yang keluar melalui speaker dari dalam ruangan.
“Try it. And i will, disconnected it.”
“Eeeh? Mey, kamu lihat?” sahut Senja yang terkejut.
“Of course, kau ada diwilayah ku Senja. Kau tak akan lepas dari pengawasan para penjaga dirumahku.”
Senja pun langsung meng-exitkan games nya tadi, sebelum Meyla sungguhan mencoba untuk mematikan sumber internetnya. Masih lumayan hanya internetnya, bagaimana jika sampai Meyla menyita smartphonenya itu, yah Senja nanti bisa merenung lama dipojokkan sambil kebingungan. Ia sungguh tidak ingin hal itu sampai terjadi, karena itu ia langsung menurut ketika ditegur sahabatnya.
“Bertahanlah selama 3 hari ini, honey. Toh lusa kau sudah bisa login di Araum, kan.” saran Meyla kembali, ia melihat wajah sahabatnya dari layar monitor tersebut masih tampak tidak puas hanya bermain games rumahan yang hanya satu pemain.
“Sana main yang ada orangnya itu, bangun rumah, bisa kerja, ada keluarganya dan bisa hidup sampai tua....”
“The SIMS? entah lah Mey, terlalu banyak pesta dan orang-orang yang harus di ajak berhubungan terus di sana.. aku ingin tantangan.” sanggah Senja.
“Oh! bagaimana dengan yang bisa bertahan dari monster, menyusun bangunan begitu dan ada misteri tersembunyinya juga, yang gambarnya seperti balok pixel itu....” saran Meyla lagi yang mendapatkan referensi dari go-ggle.
“Maincraft? Ya menyenangkan... tapi, akan lebih seru jika bisa membangun bersama pemain lain....”
“Kau memang ingin online kan, ho ho~ mainkan saja itu atau jam tidurmu aku tambah.”
Perintah Meyla yang mulai terdengar seperti suara yang kesal, bagaimana tidak Senja terus mencoba untuk membuatnya berubah pikiran. Meski sudah sering namun kali ini Meyla tidak akan lengah. Mengingat kondisinya kemarin yang seperti itu, kali ini dia harus tegas padanya.
“Yes Mam!”
Senja menjawab dengan sigap, seperti sebuah perintah langsung yang ia dapatkan dari seseorang yang pangkatnya lebih tinggi darinya. Ia tidak bisa menolak, dan dengan begitu Senja mulai memainkan games yang disarankan oleh Meyla tadi.
***
Western NS Restaurant, Kota Pusat.
Pukul 09.15
Meyla saat ini sedang berada pada sebuah restoran berbintang milik keluarganya. Dia sekarang sedang bekerja sementara karena restoran itu akan di sewa oleh seorang artis top, mereka lalu mempersiapkan segalanya yang diperlukan, memperbaiki dekorasi, mengatur meja dan mengganti karpet baru. Semua dilakukan hanya untuk menyambut tamu VIP ini.
Meyla yang saat ini mulai kerepotan dan mengeluh karena menghitung biaya pengeluaran serta dekorasi yang terlalu banyak ini hanya dilakukan untuk satu orang. Hal ini pun membuatnya penasaran seperti apa tamu spesial yang akan datang ini.
“Jika yang aku sambut ini kepala negara aku pasti sangat senang, ah! mungkin dia....”
Dia lalu mengecek biodata tamu VIP yang akan datang, namun ternyata dia hanyalah seorang aktor muda yang sangat terkenal bukan hanya di Indonesia namun juga sampai keluar negeri.
~VIP GUEST~
Name : Mister U.K.
Age : 22 years old.
Job : Actor and Singer.
Like : All about street food (Indonesian only). Pretty girl~
Setelah melihat tulisan yang ada di dalam catatan itu, Meyla pun mengerutkan keningnya dan bergumam.
A-apa maksudnya ini?!. Apa dia tidak sadar ini restoran ala barat?? Arh!
Kini Meyla jadi bertambah kesal meski emosinya tidak di tunjukkan melalui sikapnya, dengan semua hal yang merepotkannya ini, belum lagi permintaannya itu. Dia tidak masalah jika mereka harus mempersiapkan segala pembaruan ini untuknya, tapi Meyla lebih kesal dengan menu pesanannya. Bukankah restoran ini menulis dengan besar ala barat, apa yang kau harapkan dari sebuah restoran dengan sajian utamanya seperti itu, tentu saja kami tidak menyediakan menu selain itu.
Sementara Meyla terus memikirkan bagaimana cara agar tamu VIP ini dapat merubah permintaannya. Meyla pun berniat untuk melayani sendiri tamu VIP tersebut dan berharap bahwa dia dapat merubah pemikirannya.
Beberapa jam kemudian tamu VIP itu tiba didepan restoran, mereka semua menyambutnya dengan meriah. Sementara itu banyak wartawan dan media yang sudah ramai berkumpul didepan restoran nya tersebut untuk meliput berita besar itu. Tak lupa para fans setianya yang juga ikut datang dan melihat idola mereka beramai-ramai.
Dari dalam mobil mercedes berwarna hitam mengkilap itu keluarlah seorang pria tinggi yang menggunakan kacamata hitam di wajahnya dengan penamilan trendinya, perlahan berjalan dengan tersenyum sambil melambaikan tangannya pada orang-orang yang menyambutnya itu. Dia pun masuk kedalam restoran di iringi oleh penjaganya.
Di dalam restoran itu sangat sejuk, dan sungguh berkelas di tambah sebuah air mancur ruangan yang berada tepat di depan pintu masuk menambah kesan mewahnya dan perlahan di sambut oleh seorang gadis cantik yang mengenakan seragam formal hitamnya yang rapi dan juga ikat rambut kuncir satunya dengan sedikit gelombang pada ujung rambutnya. Yah gadis ini adalah Meyla.
“Silahkan masuk mister U.K. Kami sudah mempersiapkan semuanya.” sambutnya.
“I’m a lucky guy” ucap mister UK.
“... Sorry?” Meyla tidak mengerti apa maksud ucapan pria yang ada di depannya.
"Lets go, shall we?”
Meyla pun mengangguk menyetujui sambil berjalan duluan, memandu tamu VIP itu menuju meja yang sudah di pesannya. Meja ini adalah meja khusus yang di pesiapkan pada posisi terbaik ruangan ini. Dari sampingnya kau bisa melihat sebuah jendela besar transparan yang mengarah ke pantai, meski jarak pantai masih cukup jauh tapi dari sana kau masih dapat melihatnya dengan jelas. Dari belakang meja itu ada sebuah balkon dengan beberapa tanaman bonsai hias pelengkap tertata rapi pada setiap sudutnya.
Tamu itupun duduk dan mulai menanyakan mana menu yang dia pesan. Karena penasaran dan masih ragu Meyla menanyakan kembali catatan pesanannya namun dia tidak langsung bertanya, dia terlebih dahulu memperkenalkan sajian menu yang di sediakan oleh restoran ini.
"Di sini kami menyediakan berbagai menu western, dari beef sampai seafood yang di kreasikan langsung oleh koki terbaik kami yang telah berpengalaman lebih dari 5 tahun di bidangnya. Kami juga menjamin kualitas dan rasa yang akan anda dapatkan...."
"... Kami memiliki berbagai sajian menu untuk hidangan pembuka, utama dan penutup.. serta kami juga menyediakan sajian bagi mereka yang vegetarian, yang mana sajiannya terlihat seperti daging namun itu bukan berasal dari daging sungguhan melainkan sayuran yang telah kami olah sedemikian rupa sehingga mereka dapat merasa seperti sedang memakan daging...." lanjut Meyla yang menjelaskan secara mendetail.
Sementara itu, tamu VIP tersebut hanya melihat wajah Meyla yang sangat santai dan terlihat senang menjelaskan semua yang dia ketahui. Sampai pada saat di mana Meyla melihat kearahnya dan memikirkan sesuatu dalam hatinya.
Ini tamu dengar tidak sih?.Tidak tahu itu menghapalnya susah banget hah!.
Tamu itupun sadar bahwa Meyla mulai terdiam dan melihat kearahnya, dia pun balik membalas tatapan Meyla dengan berkata.
"Lanjutkan saja lagi, hm.. miss..." melirik kearah name tag Meyla. "Mey.. la."
Rupanya tamu itu senang mendengar detail penjelasan yang di katakan oleh Meyla dan berniat untuk mendengar darinya lebih banyak. Tindakan nya ini membuat Meyla berpikir kembali di dalam hatinya.
Hoho, kau ini ternyata senang mendengarkan ya, baik akan aku jelaskan lebih cepat lagi dan lihat apa kau bisa mendengarkannya dengan baik!.
"... Jika anda menyukai olahan daging maka saya menyarankan untuk hidangan utamanya Buffalo Cream'at Mozerella, Beef Tenderloin Sladish, Angus Beef Srank Steak, Baby Lamb Rack, Soused Wagyu Beef Brocretee, Borguignoin Beef, and Sirloin Termynator with Gnocchi lalu...." Meyla teringat kembali di pesanannya bahwa dia tidak menyukai alkohol.
"Dan untuk minumannya sendiri saya rekomendasikan Cranberry Juice or Delima, Squash Lime, Honey-Lemon tea, Strawberry Lemonade, and Strawberries Fizz, ehem... minuman yang terakhir sangat terkenal karena kesegaran buah strawberry dari kebun kami sendiri berpadu dengan daun mint, air dingin, dan es batu, ditambahkan soda agar ada sensasi menggigit yang enak, di hias dengan baik dan dalam kondisi yang terjaga...."
Hahh?!. Apa yang aku bicarakan ini erghh.. ah terserahlah, lagi pula dia tidak mungkin mendengar dengan jelas jika aku berbicara secepat ini hmp!. batin Meyla lagi.
Meyla sangat percaya diri dengan semua hal yang sudah ia jelaskan meski, yang terakhir itu hanya pemikirannya saja yang dia karang.
Namun ternyata Mister U.K mendengarkan dan dia meminta untuk mencoba rasa minuman yang dia rekomendasikan terakhir itu, dan tentu saja sedikit heran bercampur kejutan Meyla menjawab dan mengiyakannya.
Setelah itu Meyla kembali bertanya menu utama apa yang ingin dia pesan dari beberapa yang sudah dia rekomendasikan tadi namun, lagi-lagi Meyla di buat terkejut dengan pernyataannya bahwa dia hanya akan makan dari menu yang sudah dia pesan.
"I'm Sorry, Mister U.K kami tidak menyediakan menu Indonesian street food di sini, jadi bisakah anda meminta menu yang lain karna kami akan menambahkan menu spesial sebagai tambahan." Meyla disini mulai terlihat kesal namun dia tidak menunjukkannya pada sikapnya. Yup hanya menahan.
"Hmm, bukankah ini restoran berbintang? sangat aneh jika kalian bisa menyajikan menu Barat tapi tidak olahan lokal... benar kan, Miss Meyla?"
Karena kalimat terakhirnya ini, Mau tidak mau Meyla harus bisa menanggapi permintaan nya, meskipun kesal dan gagal Meyla tetap mencoba untuk mengamankan situasi. Meyla lalu pergi kedapur dan mulai berpikir bagaimana caranya dia menyajikan menu pinggir jalan ala indonesia itu.
Para pelayannya yang lain juga ikut bingung tak luput koki yang sedang bersamanya di dapur juga ikut cemas haruskah mereka menyajikan menu itu pada tamu VIP.
Meyla bertanya pada kepala koki apakah dia bisa membuat masakan pinggir jalan dan para koki menjawab meskipun mereka bisa membuat menu itu namun, apakah itu akan sesuai dan pas di lidah Mister. U.K begitulah jawaban mereka.
Meyla kemudian keluar dari pintu belakang dapur untuk menghirup udara segar sambil menenangkan pikirannya.