
Prolog
Hei, apa kamu sudah pernah mendengar rumornya? jika belum maka akan kuceritakan sedikit kepada mu...
Dulu ada seorang gamer jenius yang selalu mendapat peringkat teratas pada list server di setiap games yang dia mainkan, tak peduli tipe apa games yang dia mainkan, dia akan selalu mendapatkan peringkat teratas dan namanya akan selalu menjadi perbincangan setiap gamer. Banyak Player yang penasaran menantang berduel ataupun mencoba merekrut si jenius gamer ini namun semuanya kalah dan di tolak.
Suatu hari ada seorang yang berusaha mencoba mencari tahu identitas asli si jenius ini... namun... itu hanya usaha yang sia–sia. Tak ada apapun, tak ada jejak, tak nyata.
Tak peduli apapun yang kamu lakukan, seberapa gigih kamu mencari, kamu tak akan pernah menemukannya... karena memang dia tidak ada. Setiap alamat yang kamu cari akan menuju ke sebuah rumah ataupun tempat aneh yang hanya ada sebuah komputer atau laptop tanpa ada seorang pun yang menjalankannya.
Setelah kamu mencoba mencari tahu, nama si jenius gamer yang ada di dalam games akan menghilang seperti tak pernah ada, dan itu terus terjadi pada setiap orang yang mencoba mencari tahu keberadaannya dia akan menghilang tanpa jejak.
Banyak orang bertanya-tanya apa tujuan dari si jenius gamer ini, bukankah setiap orang ingin menjadi yang terkuat dan berada di puncak dunia?
Mendapatkan sebuah penghargaan atas harga diri sebagai orang terkuat dalam games?
Mengapa dia yang namanya sangat terkenal tak pernah dia gunakan dan bersikeras menyembunyikan identitasnya itu?
Layaknya sosok seorang raja yang tidak memakai mahkotanya....
Seiring berjalannya waktu orang–orang pun mulai berhenti memanggilnya si jenius dan karena tidak ada yang pernah melihat sosoknya, bahkan ada yang mengatakan kalau itu adalah arwah seorang gamer yang mati karena tidak pernah puas bermain games.
Karena itu, meski kamu dapat menemukan namanya pada setiap games, kamu takkan pernah melihat nya di dunia nyata.
Sampai akhirnya ini menjadi rumor perbincangan setiap gamer dan mereka pun mulai memanggilnya the phantom of the crownless gamer.
End of Prolog
***
Pemain 1: Pernyataan Perang
Terlihat sebuah ruang kamar tidur sedang dengan ukuran 5 kali 6 meter beserta susunan interiornya, terdapat sebuah tempat tidur yang di sebelahnya ada meja belajar kayu beserta kursi dan lemari pakaian yang tertata rapi serta warna pada dinding ruangan itu yang cerah kekuningan membuat kamar itu terlihat terang meskipun keadaan saat itu pada malam hari.
Di ruangan tersebut terdapat sebuah komputer dengan layar tipis yang berukuran sedang lengkap dengan keyboard layar sentuh berwarna hitam di hiasi dengan garis neon yang memancar dalam gelap di sekitar nya tak lupa sebuah mouse kecil tanpa kabel berbentuk karakter bola pokemon dan depannya ada kursi hitam dengan senderan yang besar di tambah sedikit garis biru di pinggirannya, dan di atas kursi itu duduklah seorang gadis berambut pendek coklat muda dengan warna mata jingganya yang indah namun sedikit tertutup oleh kacamata yang dikenakannya, yah kacamata itu hanya ia gunakan apabila berada di depan komputer selama berjam - jam. Gadis itu kelihatannya sedang berbicara dengan seseorang melalui handsfree.
"Hmm... jadi, ada apa dengan si phantom ini, Mey?" ungkap Senja. Seorang gadis yang sedang asik mengetik dan menggerakkan jarinya di keyboard itu. Ia saat ini tengah berada dalam percakapan dengan sahabat baiknya.
"Bukankah sudah jelas? kau itu paling akut main games, aku ini hanya sekedar memperingkatkanmu loh, karena kau itu yang paling penasaran dengan hal apapun yang berhubungan dengan games," kata Meyla.
Meyla adalah gadis yang memiliki nasib ospek yang sama dengan Senja yah apalagi kalauhukuman itu ialah hasil karena telat datang selama tiga hari berturut - turut. Hanya Senja dan Meyla saja yang selalu langganan datang telat di waktu serta saat yang bersamaan. Hal ini pun menciptakan suatu atmosfer baru diantara keduanya, di dalam kebetulan ini kami menemukan takdir.
Karena umurnya berserta menanggung nasib yang sama inilah membuat Senja dan Meyla seakan sangat dekat, dan karena itu mereka pun mulai menjadi sahabat. Meskipun mereka berdua adalah mahasiswi tahun pertama yang berbeda fakultas. Senja yang seorang mahasiswi IT sedangkan Meyla seorang mahasiswi Ekonomi.
Hal itu tak membuat keduanya berhenti berhubungan dan tetap saling menjaga komunikasi. Seiring berjalannya waktu, Senja dan Meyla pun mulai memahami kekurangan serta kelebihan pribadi masing-masing.
Karena itulah Meyla tahu betul kebiasaan buruk sahabatnya yang paling lebih yakni senang sekali bermain games apapun offline maupun online. Meskipun hanya sekedar bermain namun games yang di mainkannya sudah terlalu banyak apalagi yang online bagaimana tidak, satu hari saja Senja bisa memainkan 10 sampai 20 lebih games yang berbeda jenis. Hal ini tentu saja membuat Meyla khawatir bahwa ini bisa menghambat kuliahnya.
Meski begitu Meyla tidak benci dengan kebiasaan sahabatnya ini dan terkadang suka kelepasan marah karna Senja pernah bermain games sampai berhari-hari.
Walaupun tidak ada jadwal kuliah sekalipun tetap saja, kecanduannya sudah mulai parah. Sebelum terlalu melewati kata parah maka Meyla suka menelpon sambil memarahinya dan mengingatkan batasan waktu games-nya. Jika hal ini tidak di hiraukan sahabatnya, maka Meyla akan datang menemui Senja dan memadamkan sumber internet dirumahnya.
"...Aku hanya khawatir. Semoga suatu hari nanti hobi berlebihanmu itu bisa segera berkurang atau bahkan hilang!"
"Ehh... kalau berkurang sih ada kemungkinan tapi, kalau hilang tak mungkin ok kau kan tahu alasannya."
"Huuh baiklah kuharap kau dipertemukan dengan player itu agar kau bisa terus kalah dalam games dan cepat menyerah!" ungkap Meyla dengan sedikit nada kesal.
Senja tidak menghiraukan perkataan sahabatnya tadi dan terus saja fokus melihat kelayar komputernya dan beberapa saat raut wajahnya memancarkan senyuman. Ia tidak terlalu memikirkan apa yang sedang di katakan oleh sahabatnya tadi.
Saat ini yang ada di pikirannya hanyalah perasaan senang karena di dalam games yang ia mainkan baru saja mendapatkan sebuah item langka, terjadi keheningan sesaat padanya.
"Hello, Senja?. Kau masih di sana kan?!" panggil Meyla penasaran.
"Huahh! sudah dulu Mey, aku harus bersiap untuk mengambil item langka ini, dah."
"Heii wait-a...."
Terdengar suara dari telepon yang bahkan dia belum sempat menyelesaikan perkataannya akibat terpotong karena telepon yang langsung di tutup. Meyla yakin kali ini Senja lagi - lagi tidak mendengarkan perkataannya.
Hmm~ mm~ ini barang yang bagus, jika ku tambang aku bisa membuat equip yang lebih baik hore!
Permainan pertama yang ia mainkan ini adalah sebuah game berbasis MMORPG yang hanya bisa di mainkan melalui perangkat PC. Ini adalah sebuah games online yang sedang menjadi tranding topik dunia karena pembuatnya adalah negara Indonesia benar - benar karya anak bangsa, yah dalam 10 tahun terakhir yang panjang tepatnya pada tahun 20XX.
Indonesia berhasil mengeluarkan bermacam-macam tipe games yang mampu bersaing pada tingkat internasional salah satunya [Araum of inverted SkyEarth] dengan desain grafik sangat indah dan mendetail, kontrol permainannya yang mantap juga nyaman serta jaringan yang stabil, di sertai alur cerita petualangannya yang menarik dan unik.
Ini di karenakan desain dan suasana dalam games seperti sebuah benua baru yang indah dengan pemandangan alam luas juga mengambil beberapa budaya lokal Indonesia memperkenalkan budaya tarian, baju serta musik adat khas, hal inilah yang membuat games ini banyak digandrungi para pecinta games RPG dunia yang ingin mengenal negara Indonesia dari sudut pandang fantasi.
Selain itu dalam beberapa bulan kedepan games ini sudah berencana untuk mengeluarkan sebuah perangkat baru pendukung yang akan membuat para pemainnya merasakan di mana ia menjadi karakter itu sendiri yang ia buat didalam games itulah yang kita sebut sekarang Virtual Reality.
***
Di dalam games.
Sekarang Senja sudah mengeluarkan sebuah alat yang di gunakannya untuk menambang item di dalam games dan ketika hendak menambang tiba-tiba ada seseorang yang lebih dulu mengambilnya sebelum [ID Player Senja.isme] Senja menambangnya.
Karena terkejut dan tanpa ragu Senja langsung menekan sebuah tombol [WHISPER] dan mulai mengetik beberapa kata di dalam kotak pesan tersebut secepatnya.
|whisper|Hey thats mine, gived it back please!|
|backwhisper|SIAPA CEPAT DIA DAPAT OM|
Oho ternyata player Indonesia, kalau begitu begini saja, pikir Senja dalam hatinya sambil mengetik ulang kembali kalimatnya dengan menggunakan Bahasa Indonesia.
Dan ini apa juga, Om?. Uhh... ya tak apalah untuk sekarang aku sudah sedikit terbiasa kalau di kira hode, pikir Senja dalam hatinya lagi.
|whisper| Iya, tolong kembalikan saja!|
Ketika Senja sibuk membalas chat dari player tadi, player tersebut kemudian bergerak pergi menjauhi Senja tanpa menghiraukan permintaannya tadi. Dia pergi dengan sangat cepat karena menaiki sebuah mount.
|backwhisper| Come and take it back!! HUAH-HAHAHA|
"Hah?! mana mungkin, aku tidak bisa mengejarnya," gumam Senja dengan nada kesal dan menghela napas panjang.
Pada akhirnya ia harus merelakan item temuannya itu di ambil player lain, sebenarnya Senja sempat berpikir untuk mengejar namun ia tidak memiliki mount yang membuat kecepatan berlarinya naik yang artinya meskipun ia mencoba mengejar tetap tidak akan tersusul.
Di lain pihak Senja melihat bahwa untuk memiliki sebuah mount, ia harus membeli kartu VIP bulanan sehingga mendapatkan akses untuk mount khusus dan untuk harganya pun berkisaran USD 99.9 sampai USD 399.9 bahkan bisa lebih.
Baginya yang hanya seorang FreetoPlay bisa membeli sebuah item mount ajaib tersebut sama seperti sebuah impian yang belum kesampaian. Meski Senja memiliki uang untuk membeli item itu, tetapi ia lebih memutuskan untuk menggunakan uangnya kepada hal yang lebih di butuhkan dalam keseharian rumahnya karena selain Senja tidak ada anggota keluarganya yang lain bekerja.
Ia harus berusaha untuk menghemat sebanyak mungkin pengeluarannya untuk kebutuhan dirinya dan neneknya. Karena Senja sekarang ia hanya memiliki neneknya sebagai satu - satunya anggota keluarga yang masih hidup.
"Bagaimana ini?. Sekarang aku sudah kehilangan bahan utama untuk membuat equipku mm... sudahlah lagi pula mustahil item yang sudah diambil player lain di kembalikan lagi. Aku hanya harus mencarinya lagi saja!" gumam Senja lagi sambil menyemangati dirinya agar jangan menyerah dulu.
Senja lalu menggerakkan karakter nya dan berjalan menyusuri semak-semak agar bisa masuk ke hutan lebih dalam lagi. Berjam – jam waktu berlalu dan belum ada satupun item langka yang sama seperti yang ia butuhkan tadi, semakin jauh Senja mengelilingi daerah itu semakin lebat dan tinggi pohon-pohon yang ia temui sampai pada suatu keadaan dimana ia harus menghindari momon ganas level tinggi agar bisa ke tempat yang lebih bagus.
Sampai pada akhirnya Senja bertemu lagi dengan item langka tersebut pada sebuah daerah dekat dengan kaki pegunungan Vulcano dan kali ini ia benar-benar memastikan di sekitarnya tak ada player lain dan siap menambang. Namun tak di sangka ternyata ada seorang player lain yang berdiri di balik sisi bebatuan tambang yang juga ingin mengambil item langka itu, untunglah ia menyadarinya dengan cepat Senja langsung mengirim sebuah invite battle.
|whisper| Waiiit!, lets decided with PVP|
|backwhisper| Fine by me|
Senja pun menantang Player berjubah itu memasuki arena PVP. Meski Senja berada 20 level diatas player itu, tetap saja player itu bermain dengan sangat baik dan luar biasa. Senja sampai terdesak dan tidak bisa berbuat apa-apa. Player itu sungguh memahami skill nya dengan sempurna, serangan demi serangan terus di terima Senja yang kini hanya bisa bertahan sampai darahnya terkuras habis. Meskipun kalah telak ia tidak merasa kecewa, hanya saja syok ya sedikit syok.
"Pertarungan yang hebat! walau aku yang lebih tinggi level nya ini bisa dengan mudah kau kalahkan. Seakan aku bermain dengan pemain pro saja!" ungkap Senja dengan bangga memuji kemampuannya.
"Level besar bukanlah masalah dalam game, yang kau butuhkan hanya skill, equip, status yang pas serta kemampuan mengendalikan player dengan baik."
Player berjubah itu pun berjalan perlahan mendekati Senja sambil mengulurkan tangannya, membantunya untuk berdiri. Senja pun mengerti dan mengulurkan tangannya sambil mengucapkan terima kasih pada Player berjubah hitam itu. Sesaat setelah Player berjubah hitam itu memegang tangan Senja dari layarnya muncul nama ID Player nya. Hal itu membuat Player berjubah hitam tersebut terdiam sebentar. Di lain pihak pada sebuah tempat lain terlihat seorang sedang bergumam. Di dalam game player itu tidak bergerak sama sekali, terdiam sambil memegang tangan Senja.
"Halo kamu AFK ya?" tanya Senja penasaran.
Senja kebingungan sambil sedikit memperhatikannya. Taklama selang waktu beberapa menit kemudian Player berjubah hitam itupun bergerak lagi. Tapi kali ini dia malah tidak melepaskan tangan Senja dan menggenggamnya lebih kuat.
"Ayo berduel lagi!" tantang Player berjubah itu.
"Hmph? ah... tentu saja tidak." jawab Senja singkat dengan langsung menolak tanpa pikir panjang.
Player berjubah hitam itu menunjukkan ekspresi terkejut tanpa kata. Meski begitu Player ini kembali menunjukkan keseriusan dalam ucapannya. Dengan sedikit menghela napas dia berkata.
"... Akanku berikan item langka tadi padamu."
"A-serius?!, wah kalau begitu makas—"
"Akan kuberikan semua item apapun di game manapun padamu jika kau mau bertarung PVP denganku...." ucap pria itu sambil membuka jubah yang menutup kepalanya memperlihatkan rambut hitamnya yang gelap dan menatap langsung dengan serius kearah mata Senja.
"Dengan syarat jika kau kalah maka kau harus berhenti bermain games itu selamanya." Lanjut pria dengan nama [ID Player Aruna].
Mendengar kata–kata dari seorang Player yang memiliki kemampuan seperti seorang profesional gamer itu, di tambah lagi Senja yang baru merasakan rasa kekalahan telak membuatnya menjadi berpikir ulang untuk menerima tantangan duel tersebut.
Bukankah sudah jelas dia baru saja mengalahkannya belum lagi kondisi di mana jelas-jelas Senja tidak di untungkan sebab dia memintanya untuk berhenti bermain games itu selamanya.
Tentu saja tidak bisa bagi Senja bermain games sudah seperti setengah dari kehidupan lainnya sebagian kebahagiaan ia dapatkan dari bermain games belum lagi, bagi Senja pribadi games bukan hanya tentang sebuah permainan. Pernyataan dari Player itu sangat membuat Senja terkejut kosong.
Kamus gamer singkat:
Hode; sebutan bagi pemain laki-laki yang memakai gender perempuan dalam games dan berpura-pura sebagai perempuan.
AFK; away from keyboard; pemain yang meninggalkan meja bermain/pemain sedang online namun melakukan hal lain.
Mount; sebutan kendaraan/tunggangan dalam game.
Whisper; ialah bisikan itu seperti PM, personal message yang dikirim kepada seorang pemain kepada pemain lain dalam sebuah game.
FreeToPlay(F2P); sebutan untuk seorang gamer yang hanya bermain game tanpa mengeluarkan uang untuk membeli apapun yang menyangkut game itu namun ada juga yang membayar dengan harga rendah.
Equip; adalah perlengkapan atau barang yang dipakai pada karakter di dalam game.