
Meyla yang kemudian keluar dari restoran nya melalui pintu belakang mulai berpikir, bagaimana harus menyajikan menu yang tamu VIP itu minta.
Karna Meyla bukan orang yang mau ambil pusing, jadi dia tiba-tiba saja menemukan sebuah ide berkat sebuah gerobak yang melewati lorong belakang tempat restoranya. Sontak saja Meyla langsung mencegat dan membawa masuk orang yang akan menjadi penyelamatnya itu bersamanya. Sesaat tiba di dalam dapur para koki Meyla, langsung memintanya untuk mengajari bagaimana cara memasak makanan dagangan nya.
Meyla kemudian mencoba untuk pergi keluar lagi dan melihat apakah masih ada para pedagang gerobak makanan lain yang akan menjadi penyelamat dirinya, namun tidak ada lagi. Yah dia hanya dapat bertaruh pada hasil idenya ini, daripada tidak sama sekali, ya kan. Itulah yang di pikirkan Meyla sekarang.
Setelah beberapa menit Meyla pun keluar dengan membawa troli makanan untuk menyajikan pesanan menu khusus untuk tamu VIP tersebut. Dia perlahan berjalan mendekati mejanya dan untuk sekilas Meyla melihat wajahnya, namun Meyla langsung menundukkan kembali wajahnya ketika Mister U.K membalas balik menatapnya.
Secara perlahan dia meletakkan piring mangkok itu keatas mejanya, tak lupa minuman yang tadi di pesannya. Setelah selesai Meyla pun menundukkan kepala tanda dia memberi hormat dan mempersilakan tamu itu untuk makan.
Ketika Meyla hendak pergi dari sana tamu itu menghentikan langkahnya dengan memanggilnya.
“Haruskah kau pergi?”
Meyla pun berhenti dan menatap kembali kearahnya dengan bingung. Meyla lalu berjalan mendekat kembali kemejanya.
“Jadi, apakah nama menu yang kau sajikan ini?”
“Seblak.” Jawab Meyla santai.
“Kelihatannya lezat, hmm... coba kau yang cicipi.”
“Hmp?!. Saya?”
Meyla terlihat sangat kaget karna baru pertama kali ini seorang tamu meminta untuk mencicipi makanan di restorannya. Bukankah sudah di jelaskan bahwa dia menjamin setiap kualitas makanan yang di sajikan oleh restorannya, ah sudahlah, Meyla hanya bisa menuruti apa permintaan tamu tersebut. Karna tamu adalah raja. Dia lalu mengambil sebuah sendok makan berukuran sedang yang berwarna perak dan mencoba untuk mencicipi sedikit makanannya itu.
“Bagaimana rasanya?”
“Enak.” Jawab Meyla spontan.
“Great! Miss Meyla. Sekarang akan aku pesan semua menu rekomendasi mu tadi.”
Hah?! Apa sih maksud orang ini... tadi dia bilang hanya akan memesan makanan pinggir jalan, arghh! Seandainya dia bukan artis atau orang penting sudah lama ku tendang keluar. ho ho~ berani sekali dia mempermainkan aku.
Meyla mulai mengeryitkan sedikit alisnya sambil menarik sedikit senyum miring di bibirnya, dia lalu menyuruh pelayannya yang lain untuk menyajikan semua menu yang dia rekomendasikan tadi.
Sementara Meyla tetap di sana mendampingi mister U.K yang masih saja tetap tersenyum kepada Meyla. Tindakannya ini pun membuat Meyla semakin jengkel.
Sekitar 20 menit kemudian beberapa pelayan keluar menggunakan troli yang penuh dengan sajian makanan dan minuman, satu-persatu mereka mulai meletakkan piring makanan dan minuman ke atas meja. Seketika atas meja itupun penuh dengan berbagai jenis makanan dan minuman yang beragam dan terlihat sangat lezat dan mengugah selera.
“Wow ow... ternyata makanannya ada banyak, hah hah.”
“Baik, jika begini... Miss Meyla, maukah kamu duduk di sini menemani ku makan.” Pinta mister U.K pada Meyla.
Matanya pun mulai terbuka lebar karena mendengar ucapannya, Meyla kini di buat tambah terkejut dan kesal. Sebenarnya apa tujuan dari tamu VIP ini, kalau ingin makan ya makan saja... kenapa dia harus ikut menemani dirinya.
Meyla semakin jengkel dan pada akhirnya dia mulai kehilangan kesabarannya dan yah, Meyla tanpa ragu duduk di kursi yang berhadapan dengannya. Tanpa basa-basi Meyla mulai menunjukkan kekesalannya.
“...Tak takutkah kau jika ada seorang paparazi yang memotret kita berdua?. Ah~ untuk aktor terkenal sepertimu reputasimu... mungkin bisa rusak~” Ungkap Meyla yang mulai menyatakan perang.
“....”
Mister U.K hanya terdiam tanpa kata saat melihat Meyla yang kemudian merubah sikap sopannya. Namun dia hanya membalas dengan senyuman sambil membalas.
“Sebab itu aku memilih restoran ini Miss, kalian tidak memasang kamera pengawas di dalam ruangan dan kalian tidak memperbolehkan media untuk masuk kedalam meliput di sini kan... lalu kaca jendela kalian sangat khusus sengaja kalian ganti agar tamu yang berkepentingan seperti ku tidak bisa di lihat dari luar, restoran yang mengutamakan privasi tamunya. Apa aku benar, Miss Meyla?”
Di sini Meyla merasakan adanya sedikit kekalahan dalam percakapan ini. Meski begitu Meyla pun kembali balas bertanya.
“Hoh... bukankah kau bilang tidak akan memakan makanan selain yang di pesan?, lalu apa kau bisa memakan semua makanan ini?. Aktor sepertimu pasti menjalani diet dan pola makan teratur....”
“Tepat sekali Miss Meyla, aku tidak bisa memakan semua makanan ini. Karena itu aku akan makan seblak ini saja hah... hah.” Tawanya sambil mulai memakan seblaknya.
“T-tunggu sebentar... bagaimana dengan semua makanan ini... apa kau akan membuangnya?!”
“Karena itulah aku memintamu di sini Miss Meyla, kau harus membantuku menghabiskan semuanya hah... hah.” tawa mister U.K lagi.
Hoh~ kau berani menantangku hah!. Baik kita lihat apa kau masih bisa tertawa setelah melihat ini.
Kini Meyla mulai melancarkan serangannya. Karna Meyla sekarang berada pada tingkat kejengkelan yang tinggi, dia tanpa ragu mulai mengambil dan memakan satu persatu menu tadi, meski dia makan dengan pelan dan terlihat beretika, tetapi Meyla terus saja makan tanpa merasa bahwa dia akan kekenyangan.
Mister U.K yang melihat lalu mulai membuka matanya lebar dan sedikit terkejut melihat Meyla makan dengan lahap dan sangat banyak, dia tidak menyangka seorang gadis berani memakan makanan berat dan banyak seperti itu tanpa memperdulikan berat badannya akan bertambah. Namun bukan itu saja yang dia pikirkan, apakah isi di dalam perut itu sangat besar. Kenapa kelihatannya dia tidak merasa penuh.
"Ow wow... what a wonderful view~, ternyata anda gadis yang tangguh! hah... hah." Tawa mister U.K kembali.
Namun Meyla tidak memperdulikan nya lagi dan diam melihatnya dengan wajah yang puas menang karena menerima pujian dari mister U.K. Meski sekarang sudah merasa puas, Meyla tetap merasa kesal padanya, dan hal ini membuatnya teringat pada seseorang. Mereka yang suka berbicara kebalikan dari ucapannya. Yups mereka memang sama-sama mahkluk yang menjengkelkan. Pikir Meyla.
Mister U.K pun tidak berkata banyak setelah melihat Meyla makan dengan lahapnya dan seakan-akan dia masih bisa di tawari makanan lagi. Sementara itu seorang penjaganya mendekat dari sisi kirinya sambil membisikkan sesuatu ketelinga nya. Dia mengatakan sesuatu yang membuat mister U.K menghilangkan senyum di wajahnya.
"Terima kasih atas sajiannya hm... Miss Meyla." Ucapnya yang setelah itu mulai mengelap tangannya menggunakan tisu dan mulai berdiri dari tempat duduknya. Meyla pun langsung berdiri menghadapnya dan membungkukkan badannya seraya memberi hormat.
Sementara itu Meyla yang memberi salam hormat, tiba-tiba Mister U.K lalu mendekati Meyla dan memberikan sesuatu padanya, rupanya itu adalah foto dirinya sendiri beserta tanda tangan dirinya. Meyla yang melihat pun merasa tidak tertarik dengan foto itu, namun akan lebih menyusahkan lagi jika dia menolaknya. Terlihat tidak sopan.
Setelah Menerima foto itu Mister U.K lalu melambaikan tangan sambil berjalan pergi meninggalkan restoran itu, namun dia berhenti lagi tepat sebelum keluar dari pintu sambil berucap.
"Aku menantikan menu pesanan khususku yang lainnya... Miss Mey... la."
Apa?. kau masih ingin datang lagi kesini... yang benar saja woii. Pikir Meyla lagi yang masih jengkel.
Setelah mengucapkan kalimat perpisahannya, dia berbalik kearah pintu dan keluar pergi meninggalkan restoran itu, di iringi dengan semua pengikutnya yang berbaju setelan jas hitam lengkap beserta fans nya yang semakin banyak. Dia lalu di giring masuk kedalam mobil tersebut dan segera di bawa pergi dari sana.
Meyla akhirnya bisa bernapas lega dengan semua yang sudah dia lalui sekarang. Lalu dia mulai berpikir apakah dia ini sebenarnya di kutuk, karena dalam beberapa hari ini dia terus bertemu dengan orang-orang yang menyebalkan belum lagi sikap mereka yang seperti narsis itu, ergh... hal ini juga berlaku pada saudaranya. Meyla merasa tidak adakah orang normal yang bisa di ajaknya berbicara tanpa harus membuatnya kesal di dekatnya. Keluh Meyla pada hidupnya.
***
Ruang Baca, Perpustakaan Rumah Meyla
Pukul 20.34
Malamnya sesampai di rumah Meyla melihat Senja yang masih berada di ruang baca sambil memainkan gamesnya. Meyla lalu duduk pada sebuah kursi sofa empuk yang berada tepat di sampingnya dan tidak menegur Senja sampai ia sendiri yang menegurnya. Karena Senja tidak terlalu fokus, ia menyadari keberadaan Meyla di sana.
"Eh?, Mey kamu sudah pulang. Bagaimana tadi direstoran? apa semuanya lancar?" Tanya Senja.
"Hump... sepertinya...."
"Apa ada masalah? kamu terlihat sangat lelah Mey." Tanya Senja yang menyadari sesuatu karena wajah Meyla yang terlihat kusut.
"Restoranku tidak bermasalah, hanya tamu nya yang membawa masalah!" Keluh Meyla yang kemudian menceritakan semua yang terjadi. Senja kemudian penasaran seperti apa orang itu sampai-sampai bisa membuat Meyla menjadi kesal seperti ini.
"Mana potonya Mey? bisa aku lihat?" Tanya Senja lagi.
"Hah?. Potonya sudah aku lelang pada para pegawai wanita yang ada di restornku!, ah... aku tak menyangka mereka ternyata fansnya pada saat mau kulempar poto itu, yah lumayan worth 4 jt...." Jawab Meyla lagi sambil menyenderkan tubuhnya yang lelah kebelakang punggung sofa.
"Jadi begitu... hah ha!" Tawa Senja.
"Kau tidak perlu melihatnya, dia orang yang berbahaya...." Bisik Meyla yang kemudian mendekatkan wajahnya kearah kiri telinga Senja.
"Yah, baiklah Mey he he." Balas Senja yang menurut.
Meyla kemudian mengalihkan pembicaraan dengan bertanya sudah sejauh mana dia memainkan gamesnya. Disini Senja mengatakan bahwa ia sudah membangun benteng dan berbagai bangunan sejarah di indonesia seperti Jam Gadang, Gedung Sate, Monas, Ampera, bahkan tiruan desain candi Borobudur meski dalam taraf pembangunan dan masih belum selesai sepenuhnya.
Meyla yang melihat semua desain gambar dalam games-nya tersebut hanya bisa terkagum karena itu semua hampir mirip aslinya. Benar-benar bagus puji Meyla pada Senja. Yah jika ini Senja maka sudah biasa dan dia tidak terlalu heran lagi.
"Hm... seandainya bisa di bantu oleh pemain lain mungkin bangunannya akan cepat selesai...." Gumam Senja.
"Tidur." Perintah Meyla.
"Ehhh!. Sedikit lagi ya Mey... auh tambahan waktu." Mohon Senja karna sudah semakin asyik dengan gamesnya.
"Hari ini bertambah besok berkurang... bagaimana DEAL." Ujar Meyla yang membuat kesepakatan.
"No, Mam."
Respon Senja cepat karena ia tidak ingin waktu gamesnya di ubah Meyla dan waktu tidurnya jadi bertambah.
Senja kemudian men-save gamesnya dan setelah itu meletakkan smartphonenya masuk ke dalam kamar bemain dan kemudian keluar secepatnya menghadap Meyla kembali.
"Jadi... bisa kita ke ruang makan sekarang?"
Ajak Meyla yang tersenyum menang sambil menggandeng Senja yang terlihat muram pindah keruang dapur untuk makan malam bersama sebelum tidur.