
Senja menatap kearah Aruna dengan ekspresi wajah yang tidak percaya, kelopak matanya terbuka lebar dengan mulutnya sedikit terbuka. Sementara Aruna hanya terlihat sedikit keringat yang mengucur di keningnya, menandakan ada sedikit keraguan pada dirinya. Senja kini bangkit dari posisi setengah duduknya, ia kemudian berdiri tegak disamping Aruna.
“Aruna, jangan berpikir untuk melindungiku.”
Aruna langsung menatap kewajah Senja yang berucap dengan nada datar, dia melihat wajah Senja yang sekarang menjadi santai dan tenang meski dalam posisi yang siap bertarung.
“Kalau begitu jangan berpikir untuk cepat menyerah, ketika kau menyerah di saat itulah aku turun.”
Dengan sedikit menarik tipis senyum di bibirnya, Senja memunculkan sebuah pistol modifikasi pada kedua tangannya seraya menjawab.
“Akan aku ingat.”
Aruna kini ikut membentuk sebuah lingkaran sihir berwarna biru yang dia munculkan dari balik telapak tangan kanannya, dia seakan menarik suatu benda keluar dari sana.
Benda itu sangat panjang dan berbentuk seperti tombak yang runcing pada ujungnya, namun setelah ujungnya dia berikan energi mananya maka tongkat tersebut akan mengeluarkan sebuah cahaya biru terang dari puncaknya. Kristal yang berbentuk jarum padat yang berada pada ujung tongkatnya mengeluarkan sebuah aura yang membuat sekeliling tongkat itu di selimuti cahaya kebiruan mana-nya.
Senja dan Aruna kini bergerak bersama menyerang mereka dari kejauhan, Senja mengeluarkan tembakan api beruntunnya dari tempatnya berdiri. Ia mengarahkan serangannya itu pada musuh yang terlihat seperti player wanita.
Sebaliknya Aruna mengeluarkan sihirnya, dia membentuk sebuah lingkaran sihir diatas musuh yang terlihat seperti player pria, mengeluarkan sebuah petir yang terus – menerus menyerang pria itu dari kejauhan, pria itu pun mencoba untuk menghindari setiap serangan petir Aruna yang menyerangnya sampai tujuh kali hantaman itu. Meski ada beberapa yang terkena, tetap saja tidak ada dampak besar yang di perlihatkan pada kondisi pria itu.
“Serang saja, jangan tahan seranganmu.”
“Aruna, apa mereka sungguh bukan Player?” ucap Senja ragu.
“Bukan, dan jika tebakanku benar mereka bot yang dihasilkan dari bug....”
Pada saat mereka berdua mengobrol, sepasang musuh itu menyerang mereka dengan bersamaan, musuh itu mengarahkan tinju berapi mereka kearah Aruna dan Senja, karena Aruna dan Senja masih terikat satu sama lain, mereka jadi sedikit terbatas pergerakannya, apalagi jika diserang dalam jarak dekat, mereka akan kalah cepat.
Meski demikian, Senja dan Aruna masih bisa menahan lancaran serangan mereka. Senja yang menahan tinju wanita itu dengan menyilangkan pistol yang ada ditangannya, sementara Aruna dengan tangan kirinya merentangkan tongkat sihirnya untuk menahan tinju serangan pria disebelahnya.
Mereka bergerak dengan sangat cepat jika dari jarak dekat, karena pergerakan mereka yang cepat itu membuat Aruna dan Senja semakin terdesak di sini, belum lagi posisi terbatas tempat mereka bertarung ini, berada diatap rumah yang luasnya hanya beberapa meter dengan permukaannya miring serta bergelombang.
Mereka harus pandai mencari posisi terbaik agar tidak jatuh dari posisinya sekarang, sambil melompati atap rumah - rumah yang bertingkat empat sampai lima lantai tersebut, Aruna dan Senja terus menjaga jarak.
Mereka sekarang dalam mode serangan jarak jauh karena itu akan menyusahkan jika diserang dalam jarak dekat, apalagi musuh mereka tipe fighter yakni petarung jarak dekat yang defance-nya sangat tinggi membuat mereka harus menyerang dengan skill terkuat agar terasa demage-nya.
Tidak bisa, akan percuma jika terus menyerang seperti ini... bagaimana mereka bisa sampai kesini?.
Batin Aruna terus memikirkan cara bagaimana mereka mengatasi musuh yang tiba-tiba saja muncul dan menyerang mereka setelah adanya Boss event.
Petarung ganda itu terus mencoba untuk menyerang mereka dengan gerakan yang sama bertubi – tubi, pukulan cepat dan sama persis itu membuat Aruan dan Senja kelelahan untuk menghindarinya karena pergerakan mereka sendiri tidak beraturan.
“Senja, keluarkan skill [Slinger Cannon] mu ketika aku beri tanda.”
Senja pun mengangguk sembari memberi kode bahwa ia mengerti apa yang akan dilakukan oleh Aruna. Aruna lalu menghentakkan tongkatnya ke tanah membuat sebuah lingkaran sihir besar dengan dua lapisan yang dia munculkan tepat dibawah kedua petarung ganda tersebut.
Namun ketika petarung ganda itu mengetahui mereka akan diserang dari bawah, mereka langsung melesat, melompat tinggi keatas udara dan menukik 90 derajat kearah Aruna dan Senja di bawah sana.
Mereka menerjangkan kedua kaki yang dilapisi dengan tenaga dalam yang kuat dan mengakibatkan kedua kaki mereka menjadi terbakar, semakin cepat jatuh menerjang ke arah mereka.
Aruna hanya berdiam saja disana dan pada saat serangan mereka sudah masuk dalam jarak yang sangat dekat, Aruna bergumam.
“[Manipulation Ground]”
Aruna mengeluarkan sihir tanah dengan membentuk sebuah tangan golem tebal yang muncul dari dalam tanah tepat dihadapan mereka. Karena tanah itu berasal dari sihir yang dimanipulasi, Aruna membentuk tanah itu agar dapat menahan sekaligus mencengkram kedua kaki mereka di dalam ruang lingkup sihirnya.
Setelah para petarung ganda itu terperangkap kedalam sihir tanah Aruna, Aruna kemudian membalikkan badannya dan bergantian dengan Senja yang tadi membelakangi punggungnya, Senja langsung menyerang mereka berdua dengan skill andalannya.
“[Slinger Cannon]”
Tembakan pamungkas yang seperti laser berlapis serta dalam ukuran yang sangat besar dan dari jarak dekat seperti itu membuat kedua petarung ganda itu tak bisa menghindari serangan kombinasi dari Senja dan Aruna.
Para petarung ganda itu berhasil terkena serangan yang sangat hebat itu, belum lagi Aruna sudah memasang sihir berlapis 4 di sana pada posisi bagian kanan, kiri, atas dan bawah mereka, dia mengeluarkan sihir yang dibentuk seperti pedang panjang dan besar pada empat posisi secara bersamaan, Aruna memantrai sihir api dari lingkaran sihir atas, dari bawah sihir es, kiri sihir besi, dan kanan sihir kayu. Sihir Aruna saling berhantaman dan membuat ledakan yang sangat dahsyat disekitarnya.
Saat itu juga Aruna sudah siap dengan mantrai sihir tanah dan membentuk sebuah dinding bulat yang melindungi mereka dari dalam.
Senja hanya bisa terkagum melihat betapa hebatnya sihir Aruna. Ia tidak menyangka Aruna hampir bisa mengeluarkan semua tipe element sihir, apalagi semua sihir itu adalah sihir dengan pelapalan yang super panjang dan setidaknya kau harus hapal diluar kepala jika ingin bisa memakainya tanpa salah dalam pengucapan.
Untuk para mage yang kesulitan dalam pelapalan mereka dapat membawa serta membaca sebuah buku khusus ditangannya agar tidak salah.
Bagi Senja ada sebuah alasan di mana ia tidak memilih tipe Mage, karena di Araum online tipe mage bukanlah segampang yang terlihat, ataupun semudah yang orang pikirkan. Untuk tipe Mage sendiri tidak ada batasan kau dapat menggunakan tipe element sihirmu seperti apa.
Tipe Mage ini pada dasarnya terdiri dari delapan element sihir berbeda; air, api, angin, tanah, es, logam, kayu dan besi yang bisa kau pilih dan gunakan semua sesuka hatimu, namun sesuai dengan unsur yang membentuknya, yakni INT atau intelectual mereka yang bekerja dengan menggunakan kecerdasannya dalam artian di sini untuk setiap penggunaan sihir apapun dari tingkat terendah sampai tertinggi kau harus melapalkan sebuah mantra.
Untuk matranya sendiri apabila tingkatan sihirnya rendah, maka pelapalannya pun tidak panjang mungkin hanya dua atau tiga kata saja sedangkan untuk sihir tingkat atas dan seterusnya mungkin itu bisa menjadi sebuah kalimat yang terdiri dari 12 kata lebih yups, belum lagi kalimatnya itu yang bukan seperti kalimat ucapan biasa atau menggunakan bahasa latin kuno yang bunyi penyebutannya pun berbeda dengan katanya.
Senja bisa saja untuk menghapal sihir itu karena ingatannya memang bagus tetapi, untuk penyebutannya sendiri ia tidak terlalu lancar dan terkadang salah dalam pengucapan nya sehingga sihir itu bisa gagal bahkan tidak muncul, dan Aruna dapat merapalkan mantra sihir itu tanpa membaca buku pedomannya.
Yup, sepertinya rumor itu memang nyata. Bisa melapalkan serta menggunakan sihir yang berbeda di saat bersamaan tanpa salah dalam pengucapannya Aruna, kamu memang Player jenius.
Sembari matanya yang sedikit berbinar itu, menatap kearah Aruna penuh kagum. Untuk sesaat keheningan itu hilang ketika dinding sihir tanah yang Aruna buat mulai runtuh karena diserang dengan sebuah pukulan keras dari luar dan langsung mengarah tepat kewajah mereka berdua, rupanya para petarung ganda itu masih belum kalah, mereka terlihat tidak mengalami luka fatal pada fisiknya, hanya baju mereka saja yang compang – camping dan rusak.
Serangan kejutan ini membuat Aruna dan Senja sangat kaget, mereka tidak menduga bahwa para petarung ganda itu masih bisa bertahan, untunglah Aruna dan Senja tidak menurunkan refleks kewaspadaannya, mereka berdua juga balik balas menyerang dengan pukulan tangan jarak dekat dan tanpa sadar membuat sebuah serangan yang menyerang pada posisi dan saat bersamaan.
Senja memukul mundur pundak kiri wanita yang ada di depannya, lalu Aruna juga ikut memukul mundur pundak pria di sebelahnya, karena menyerang dengan sangat pas, serangan Aruna dan Senja menyebabkan sesuatu yang aneh pada kedua penyerang itu.
Setelah punggung mereka dipukul, karakter mereka seperti sebuah program yang terhenti dengan sedikit efek layar yang berubah hologram. Kini gerakan mereka terhenti sesaat.
Aruna dan Senja ikut terheran melihat hal ini.
Walau hanya sesaat, Senja mendengar lagi bunyi lonceng krincingan dan akibat bunyi itu ia menoleh kearah naga di ujung sana, ia melihat naga itu juga ikut berhenti dengan kondisi yang menunjukkan serangan yang para guild – guild itu lancarkan bereaksi. Kelihatannya sekarang naga itu akhirnya menunjukkan efek serangan.
“... Naga nya berhenti? tapi bagaimana?” gumam Senja.
Senja lalu melihat kembali kearah para petarung ganda yang mereka kalahkan, namun masih dalam posisi membeku di tempat [freeze] akibat serangan kombinasi mereka. Hal ini membuat Senja menyadari sesuatu.
“Aruna, kamu bilang mereka itu seperti bot yang diciptakan dari bug, apa itu benar nyata?”
“Ya. Dalam beberapa tahun ini, ada beberapa Player curang yang ntah dari mana mereka berasal masuk dan bermain games online secara ilegal. Mereka merusak jalan serta program permainan yang ada di dalam games yang bersangkutan dengan BOG yang mereka ciptakan. Tidak peduli sehebat atau sesempurna apapun games itu, pasti tetap ada kecacatan sekecil apapun....” jelas Aruna.
“Aruna, apa mungkin mereka menciptakan dua petarung ini dari Bug boss event ini.” Sahut Senja dengan sedikit pucat di wajahnya.
Karena kalimatnya ini, Aruna pun menoleh kearahnya dan juga melihat tubuh Boss event yang ikut berwarna merah seakan serangan yang di lancarkan oleh para player diujung sana berhasil, padahal sebelumnya tidak peduli seberapa hebat skill yang mereka keluarkan tadi, Boss event terlihat tidak mengalami kerusakan sedikitpun namun sekarang berbeda dan nampaknya itu berhasil.
Aruna lalu menghirup dan menghembuskan napas yang cukup panjang lalu memegang tangan Senja, sontak saja ia ikut menoleh kearahnya.
“Beritahu aku semua yang kau amati.”
Senja kini mengedipkan kelopak matanya beberapa kali dan segera menjelaskan beberapa hal yang sekarang ia perkirakan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kamus Gamer Singkat :
Bug; yakni kecacatan atau suatu kesalahan yang ditemukan dalam sofware maupun hardware / dapat juga berupa tempat atau objek dalam map permainan.
Bot; ialah program yang bekerja secara otomatis, biasanya diprogram untuk berperilaku seolah - olah dioperasikan oleh seseorang (sistem yang memiliki tingkat kecerdasan buatan).
BOG; Bot yang diciptakan dari Bug (kecacatan) program yang mana seseorang menemukan dan memprogram ulang kesalahan itu dengan memberikan kecerdasan buatan di dalamnya, sehingga Bug (kecacatan) itu dapat berperilaku layaknya hidup (Player).