The Phantom Of: The Crownless Gamer

The Phantom Of: The Crownless Gamer
Pemain 13: Festival Finesta SkyEarth



Hari besar yang di nanti sudah tiba. Festival di mana setiap player dari seluruh server dapat bertarung dengan seluruh kemampuan mereka, mencapai puncak kemenangan di mana kekuatanmu diakui oleh semua orang sebagai player terbaik tahun ini.


Inilah turnamen Finesta SkyEarth, selain kau mendapatkan hadiah uang tunai serta membuka spesial [Title] sebagai mahkotamu kau juga berkesempatan mendapatkan Artefak Suci dari klan Langit, sebuah Unknown Item yang tidak ada satupun orang yang pernah melihat ataupun mendapatkan nya.


Konon katanya, jika kau dapat menggunakan item ini status poin mu akan naik hingga 300 persen dan hal inilah yang membuat semua player dari seluruh server bersemangat untuk bertanding. Yah setiap orang memiliki alasan untuk mengikuti turnamen ini, namun berbeda dengan beberapa orang dan orang itu adalah mereka.


"Wah di sini... sangat ramai~" Ucap Meyla yang terkagum – kagum melihat sekitarnya, betapa ramai orang – orang yang ingin menonton pertandingan, tempat ini terlihat seperti sebuah desain Colosseum modern di mana seluruh player yang akan bertanding di kumpulkan di tengah lapangannya dan akan di teleportasikan ketempat bertandingnya sesuai dengan lokasi yang mereka pilih untuk bertanding.


"Senja... yo Senja!" panggil Utara, tetapi Senja tidak menghiraukannya sama sekali.


"Hmm~ apa kamu khawatir?, tenang saja Senja, aku akan membantumu bersama Meymei, ya kan." Tambah Utara lagi namun kali ini tidak ada kalimat merayu di percakapannya dan ini kelihatan begitu normal di telinga Meyla.


"Eh? Tumben di dalam perkataanmu tak ada kalimat menjijikkan."


"Karena hari ini... kita hanya harus serius jika ingin menang." Karena kalimatnya ini normal jadi Meyla tidak mengatakan apapun dan mengalihkan pandangannya kearah Senja.


"Senja? kok kamu melamun, hello~" Sapa Meyla.


"Aku tidak melihatnya, Aruna...." gumam Senja.


Saat ini Senja hanya memikirkan tentang lawannya itu, demi hari ini ia sudah berlatih dengan sangat keras, ia beberapa kali masuk arena PVP sebelumnya, benar – benar mengatur dan lebih mendalami kemampuan skill playernya. Sekarang adalah kondisi terbaiknya. Ia benar – benar sudah fokus dan dengan keteguhan hatinya ia hanya ingin mendapatkan jawaban dari sebuah pertanyaan.


Ia benar – benar tidak peduli dengan apa yang akan ia dapatkan ketika menang, yang ada dalam pikiran Senja sekarang hanyalah menang dari Aruna dan mendapatkan jawaban yang selama ini ia cari. Inilah yang menjadi api semangatnya saat ini. Ia tidak bisa membiarkan dirinya kalah lagi, karena ia mulai merasa jika ia kalah, maka kali ini jawaban itu akan menjauh darinya.


"Kau tidak perlu mencarinya, bukankah kalian berjanji akan bertemu di final? apa itu bohong?" pernyataannya ini membuat Senja tersadar sambil melihat wajah sahabatnya yang tersenyum melihatnya.


"Aku... tidak tahu harus menyemangati mu seperti apa tapi, kamu akan menang Senja! Aku yakin itu!" dukung Meyla dengan nada semangatnya, dan kini mereka berdua saling tertawa.


Beberapa detik lagi mereka akan siap di pindahkan, kedua sahabat ini pun mulai berpegangan tangan, dan para player satu per satu mulai menghilang dari lapangan menuju tempat arena bertanding, dan inilah saatnya turnamen di mulai.


***


"Bagaimana Utara? kau melihat Meyla?" Tanya Senja, karena waktu mereka untuk bersiap di garis arena sudah akan dimulai dalam waktu  kurang dari 1 menit lagi. Ia sekarang meyakini sahabatnya itu tidak berada di satu arena yang sama dengannya tapi bagaimana, hanya ada satu jawaban dan itu pasti.


"Utara... bagaimana ini... apakah Meyla salah mengambil arena?" dengan khawatirnya, ia yang pada saat ini sudah bersiap di lintasan arena dan di samping kanannya ada Utara yang juga kelihatan bingung.


"Ah~ itu berarti Meymei benar memilih arena yang salah, karena semua pemain...." lirik mata Utara ke arah belakang, dia melihat semua player sudah bersiap menyerang dengan aura membunuh satu sama lain di dalam arena, dan hal ini membuat Utara sadar bahwa mereka harus bersiap juga.


"Senja... Meylak akan baik – baik saja, kau bisa pegang kata – kata ku. Kau kan paling tahu apa yang akan di lakukan Meyla ketika dia tidak punya motivasi?"


"Um!" Senja mengangguk  setuju, lalu melanjutkan ucapannya, "jika pertandingan mulai Meyla pasti akan melakukannya!" Senja dengan yakin paham apa yang akan di pilih oleh sahabatnya itu.


***


Pada saat yang sama, ketika di teleportasikan, Meyla tiba di sebuah arena padang pasir yang sangat luas. Dia kemudian berkeliling dan tidak melihat Senja maupun Utara disana, hal ini membuatnya mulai kehilangan motivasinya. Dia mulai berpikir kenapa aku harus melakukan hal yang membuatku kelelahan tanpa alasan dia ingin langsung pergi dari sana, namun terhenti pada saat di mana seorang player mulai menantangnya, Meyla pun mendapatkan motivasi barunya.


"Bersiaplah! MATILAH KAU HODEEE!!" teriak seorang player class knight yang menghina Meyla sambil mencoba menyerangnya dan tentu saja dia langsung merasa marah dan tertusuk.


"UGH!! ho ho ho~ kurasa sekarang aku mengerti betapa gatalnya telingaku mendengar ucapan itu, ya kan Senja?!"


Meyla yang mulai berubah ekspresi menjadi orang lain dengan aura pembunuh di sekitarnya. Padahal sebelumnya, setelah pertandingan ini mulai dia ingin langsung mengundurkan diri namun dia membatalkan niatnya untuk sementara dan mulai membuat sebuah pertarungan liar besar di sana.


Para player maupun orang – orang yang menonton pun melihat Meyla seperti seseorang yang mengerikan. Yup dia sekarang mendapatkan sebuah julukan lucu karena membunuh hampir semua player dalam AOE-nya secara bersamaan dengan tarian pemakan jiwanya.


Jika class dancer memiliki skill untuk menyembuhkan, maka ketika dia membalikkan efek itu maka hasilnya bukan menyembuhkan, tetapi jiwa itu sendiri yang akan terhisap kedalam tariannya. Sekali skill ini di aktifkan, maka player yang berada dalam ruang lingkup areanya tidak akan bisa bergerak juga akan kehilangan semua efek buff-nya, dan HP atau point darah dari akan terkuras sangat cepat, meski tariannya berakhir efeknya masih akan tetap ada sampai darah player itu benar-benar habis.


"Itu... tarian gila... SweetSoul of hell." ungkap player yang melihat tarian menakutkan Meyla.


"Aku tidak menyangka bisa melihat seorang dancer mendapatkan kill sebanyak itu, kau setidaknya harus membunuh 30 orang lebih secara bersamaan dalam areamu untuk bisa mendapatkan julukan itu." komen player lainnya.


Meski skill itu sangat hebat namun efeknya akan membuat mana dari si pengguna cepat habis dalam sekali penggunaan saja, bukan skill yang dapat di gunakan untuk waktu yang lama. Yah bagi Meyla itu sudah cukup baginya membunuh player yang membuatnya jengkel itu, setidaknya skill itu membuat dirinya terlihat seperti crazydancer, karena efeknya juga melibatkan orang – orang yang tak bersalah di sekitarnya yang sedang bertarung juga ikut terperangkap.


"Bagaimana?!, tolong sebelum kau menghina seorang player bergender perempuan, ada baiknya kau tetap memanggil dengan nama mereka OK~" ucap Meyla dengan kata – kata menekannya, yang saat berdiri di antara banyaknya player yang sudah berjatuhan di arena.


Kini dia langsung mengajukan tangan untuk mengundurkan diri dengan bangganya. Dengan begitu berakhirlah games Meyla bersama dengan kebanggaan dan julukan barunya. Diapun kembali ke dalam kursi penonton dan ikut menonton pertandingan Senja dan Utara.


Tapi sebelum itu, Meyla di kagetkan dengan kondisi dua pertandingan di sebelahnya. Di arena gurun adalah tempat Meyla, dan dua pertandingan disebelahnya tengah kota dan arena taman bermain, dua orang sudah keluar sebagai pemenang dan tentu saja itu membuat semua orang yang menonton pertandingan itu tercengang.


Mereka berdua tidak membutuhkan waktu yang lama hanya 20 menit untuk mengalahkan 99 player dan mengalahkan monster. Kedua pemain itu benar – benar luar biasa. Mereka bertarung dengan sangat hebat dan kini mereka akan bertemu satu sama lain. Salah satu pemain itu tidak lain adalah orang yang ingin sekali di kalahkan Senja.


"Senja... cepatlah... kamu harus bertahan..." gumam Meyla dengan sedikit nada keraguan di ucapannya. Kini Meyla benar – benar yakin Aruna sangat serius dengan pertarungannya.


***


Sudah 20 menit berlalu, kini hanya tersisa setengah lagi dari para player yang bertanding di arena. Karena arena tempat Senja tidak memiliki batasan waktu, berbeda dengan 3 arena lain yang dituntut untuk menyelesaikan pertandingan dalam waktu 40 menit dan melawan monster juga pemain, disini mereka hanya harus mencapai garis finish sebagai pemain yang tercepat seperti arena balap tanpa ada monster yang menghadang.


Arena ini berbentuk seperti lintasan panjang yang melingkar lurus dengan bergelombang, karena tidak ada pembatas jalan jadi mereka yang keluar dari lintasan akan langsung kalah dan pada setiap jalan, pemain harus melewati rintangan dan menghindari jebakannya.


"Mereka sungguh tangguh, jika begini terus aku harus bergerak lebih cepat!" Senja dengan sigap memperhatikan rintangan yang ada di sekitarnya sementara itu di belakangnya sudah ada pemain lain yang bersiap menyerangnya.


"HYAAATT," Player itu berteriak sambil menyerang dengan pedangnya kearah Senja, namun Senja sudah menyadarinya dan melompat berputar kearah belakang karena yang didepan mereka adalah sebuah jurang panjang maka player harus memikirkan jalan untuk menyeberangi jurang itu menggunakan skill mereka. Jika hanya dengan melompat lurus saja kedepan tanpa memanfaat skill apapun kau tidak akan mencapai tepi seberang.


Senja sudah menyadari hal ini dan ketika melompat Senja menembak palyer yang ada dibelakangnya tadi dan juga semua pemain lain yang ingin melompat pun berhenti di tepi karna menghindari tembakan Senja. Ia tidak membiarkan pemain lain untuk bisa menyusulnya.


Setelah selesai perlahan skill Senja pun terisi penuh dan kali ini ia menggunakan skill Slinger Cannon untuk ia tembakan dari arah sisi miring bawah jurang, hal ini membuat dorongan besar kebelakang, ia pun terlempar dan mendarat dengan aman di seberang.


Sementara Utara memanfaatkan skill ilusinnya yaitu trik sulap dengan topinya, Utara lalu mengeluarkan sebuah kain panjang lurus yang bergerigi, terlihat seperti tangga yang berdiri di udara dan dia berjalan menggunakan tangga ilusi buatannya itu sampai dirasa cukup dekat dia pun langsung melompat ke seberang.


Seperti cheat tapi itulah salah satu efek ilusi dari trik sulap yang membuatnya dapat mengecoh player lain, ketika player lain mencoba untuk menaiki tangga buatan Utara, maka tangga itu menjadi hilang, benar – benar sebuah penipuan.


Karena rintangan yang sulit tadi membuat banyak player gagal, Senja akhirnya berhadapan dengan seseorang yang berada di depan rintangan terakhir dan untuk lintasan terakhir ini Senja harus bisa mengalahkannya.


Adanya sebuah peraturan untuk bisa melewati rintangan terakhir semua pemain harus dikalahkan dan hanya bisa satu orang yang melewati gerbang gapura yang melayang itu. Senja pun bertarung dengan player itu, mereka adalah pengguna class yang sama, gunslinger dan Senja mulai sedikit kerepotan disini namun ia terus bertahan dan balik menyerang player itu.


"Ah skill milikku sudah penuh." Player itu lalu mengarahkan Slinger Cannon ke arah Senja, meski keadaan sedang terdesak, Senja tidak berpikir untuk menyerah. Ia tidak akan mundur hanya karena skill serangan sangat kuat dan merupakan kartu trup andalannya juga, namun Senja mengetahui sebuah kelemahan skill ini. Lalu dengan semua kemampuannya yang tersisa Senja kemudian maju kedepan, pada saat player itu menembak Senja terus saja maju ke depan dan sekarang ia hampir terkena serangan itu, dan membuat player yang menyerangnya tertawa.


"Hahahah... aku lah yang menang!, bye BOCAH!" ungkap player yang tubuhnya sendiri itu seperti seorang anak kecil. Dia merasa sombong seperti sudah memenangkan pertarungan ini, namun Senja masih belum kalah, ia tidak mau menyerah semudah itu, sesaat setelah skill itu di tembakan Senja yang berhadapan langsung dengan skill ini menembak keluar jalur kearah samping tubuhnya agar ia dapat memperoleh sedikit dorongan untuk menghindar. meski nyaris, ia berhasil melewati efek tembakan musuh.


Hal itu membuatnya dapat mengelak serangan dan berlari terus kearah pemain itu, dan sekarang Senja sudah berada didepan player itu, dengan skill Slinger Cannon nya yang sudah terisi dari kombonya, Senja lalu mengatakan permohonan maaf singkat padanya.


"Tahukah kamu, Slinger Cannon memang sangat kuat, namun serangan ini hanya bisa menyerang lurus jika lawan berhasil menghindar sedikit saja maka ini akan jadi percuma." ujar Senja Sebelum ia menembak dan mengalahkan player itu.


"Maaf aku tidak bisa kalah sekarang, karena seseorang menungguku," dengan nada serius dan kali ini ia melihat beberapa player lain yang pada akhirnya juga sampai disana, ia pun bersiap untuk menyerang lagi, namun sebelum Senja menyerang semua pemain itu, Utara mengejutkannya dengan memunculkan sebuah topi besar dibawahnya.


"EHH?! untuk apa ini Utara?" teriak Senja dengan kebingungan. Ini bukanlah saatnya untuk bercanda pikir Senja.


"Jangan pusing Senja, untuk penonton manis sepertimu ilusi ini cocok denganmu!" jawab Utara sambil menepuk beberapa kali pada topinya yang besar dan membuat topi itu bergerak seperti ingin mengeluarkan sesuatu, dan dari bawah Senja keluarlah sebuah merpati besar dan membawanya terbang kearah gerbang finish yang melayang di udara. yah gerbang gapura.


"U-Utara?! i-ini tinggi sekali!" teriak Senja sambil protes diatas skill Utara sambil di bawa terbang oleh merpati besar itu.


"Hmm... sampaikan salamku padanya." teriak Utara dari bawah sambil melambaikan tangannya pada Senja dengan senang. Lalu Utara memulai pertarungannya. Karena semua pemain sudah masuk kedalam AOE Utara, dia lalu memulai pertunjukkan sulapnya namun itu bukanlah sebuah pertunjukkan sulap untuk menghibur penonton, melainkan sebuah pertunjukkan yang menyerang penontonnya, dan pertunjukkan utamanya adalah topi besar Utara, dia mulai mengetuk – ngetuk topi besarnya, topi itu lalu bergerak dan mengeluarkan sesuatu dari bawahnya dan itu sebuah bom yang sangat besar dan banyak.


"Dan untuk penonton yang tidak dinginkan seperti kalian... lenyaplah dari pertunjukanku ha-ha-ha," sindir Utara dengan menggerakkan bom – bom itu kearah player lain dan membuat sebuah ledakan besar disana, meski demikian player lain yang masih bisa bergerak, mencoba menyerang balik kearah Utara.


Walaupun aneh, serangan area Utara sangat kuat dan dapat mengalahkan mereka semua dalam beberapa kali serangan, namun dia tidak bisa menghindari serangan dengan mudah dan Utara pun ikut tewas di dalam pertempuran, ini lah kelemahan dari seorang class illust, mereka terlalu lambat dalam bergerak di areanya sendiri. Senja yang menyaksikan pengorbanan temannya hanya bisa terharu dan untuk sekali lagi ia menguatkan tekatnya menuju garis finish agar pengorbanan temannya tak menjadi sia – sia. Dengan ini Senja berhasil menjadi juara dalam Arena 1, dan ia pun berhasil masuk kedalam perempatan final, melawan juara dalam Arena 2.


"YAEAHHH! GOOD JOB SENJAAA!" sorak Meyla dengan semangatnya dari kursi penonton, bukan hanya Meyla namun penonton lain juga terkagum melihat usaha dan kemampuan Senja untuk sampai kesana. Mereka tidak menyangka seorang player perempuan bisa memenangkan turnamen sampai sejauh ini, dan mereka pun menantikan akan jadi seperti apa pertarungan Senja berikutnya.


"Ow-wow-ow... Meymei... kau tidak lihat pengorbananku?" protes Utara yang sedikit menyindir Meyla karena tidak memuji pengorbanannya menyelamatkan Senja.


"... merci," ungkap Meyla dengan wajah yang sedikit tersenyum.


Namun moodnya berubah lagi ketika dia melihat ekspresi Utara merinding. Hal itu di karenakan dia tidak menyangka bahwa seseorang yang mulutnya belepotan seperti Meyla bisa berterima kasih pada orang apalagi pada dirinya.


Kamus gamer singkat:


AOE/Area of effect; sebuah wilayah yang termasuk kedalam ruang lingkup serangan.