The Little Mafia

The Little Mafia
Bonchap - Selalu Ayang



Raphael dan Lucy tampak baik-baik saja tapi tidak dengan teman-teman Lucy yang akun instagramnya tiba-tiba hilang. Mereka jadi menyalahkan Lucy karena itu.


Karena setelah mereka menyindir gadis itu tiba-tiba akun mereka hilang.


Lucy yang tidak tahu apa-apa jadi terkena imbas.


Pada saat itu Lucy bersiap-siap untuk melakukan praktik tapi langkahnya dihadang oleh teman-temannya.


"Ada apa ini? Aku sudah terlambat," ucap Lucy yang takut ketinggalan praktik dari dosen mata kuliahnya.


Tapi, teman-temannya justru sengaja mengurung Lucy di toilet kampus dan merusak pintunya yang membuat gadis itu tidak bisa keluar.


"Mentang-mentang kau dari keluarga kaya, kau bisa berbuat sesuka hatimu!" sindir teman-temannya.


"Apa salahku, kenapa kalian melakukan ini!" Lucy menggedor-gedor pintu toilet itu.


Ponselnya tertinggal di kelas jadi dia tidak bisa meminta bantuan selain berteriak. Sialnya tidak ada yang mendengar.


Ternyata Lucy tetap mengalami perundungan seperti itu.


"Raphael..." panggil Lucy sambil menangis tapi buru-buru dia menghapus air matanya karena dia tidak boleh cengeng.


Raphael sendiri tengah berada di kelasnya, dia tidak tahu kalau Lucy saat ini terkurung di salah satu toilet. Dia tengah berkonsentrasi dengan mata kuliahnya sendiri.


Sampai beberapa jam berlalu, dia bisa bernafas lega karena sudah selesai. Raphael mulai memikirkan membawa makan di mana kekasihnya hari ini.


"Restoran Jepang seperti enak, Lucy pasti tahu tempatnya," gumam Raphael.


Dia ingin menghubungi Lucy tapi keduluan mendapat panggilan dari Ariel. Pasti adik perempuannya itu tengah merindukannya.


"Kak..." panggil Ariel saat Raphael menerima panggilan darinya.


"Ada apa?" tanya Raphael.


"Ish, kenapa bertanya seperti itu," protes Ariel.


"Karena kau pasti ada maunya," ucap Raphael seraya tertawa.


"Aku hanya mau kakak pulang," ungkap Ariel yang kesepian. Rumah sangat sepi semenjak Raphael pergi.


"Belum ada sebulan, kau memintaku pulang. Oh iya, aku punya kekasih sekarang," ucap Raphael mulai pamer.


"Pasti Lucy kan," tebak Ariel.


"Panggil Lucy itu kakak juga,"


Karena Ariel meneleponnya, Raphael jadi telat menjemput Lucy ke kelasnya. Menurut jadwal seharusnya Lucy sudah selesai praktik. Tapi, saat Raphael menghampiri kelas Lucy yang berada di bangunan yang cukup jauh dari fakultasnya, Lucy tidak ada.


Hanya ada tas Lucy di salah satu meja.


"Lucy..." Raphael jadi panik sendiri. Dia mencoba mencari kekasihnya berada. Dia bahkan meminta bantuan security.


Keadaan kampus mulai sepi jadi pencarian semakin sulit.


"Sepertinya di toilet belum," ucap Raphael seraya berlari menuju toilet wanita yang biasa digunakan Lucy.


Toilet itu dekat dengan kantin dan Raphael segera mencarinya di sana.


Beberapa kali Raphael memanggil tapi Lucy tidak ditemukan.


"Apa Lucy diculik lagi?" gumam Raphael.


Tidak ada yang boleh menculik Lucy selain dirinya.


Samar-samar Lucy mendengar suara Raphael, dia sebelumnya memang ketiduran dan pada saat itu dengan suaranya yang masih berat, Lucy mencoba memanggil kekasihnya.


"Raphael... Raphael... aku di sini!"


"Aku di sini!"


Lucy menggedor-gedor pintu dan beruntung Raphael mendengarnya.


Dengan cepat Raphael mencoba mendobrak pintu di mana Lucy berada.


"Menjauhlah dari pintu Lucy!" Raphael menendang pintu itu dengan keras.


BRAK!


Akhirnya pintu pun terbuka yang membuat Lucy langsung menghambur ke pelukan Raphael, pemuda itu memang selalu menjadi pahlawannya.


_


Mampir juga di ceritaku yang lain ya bestie...


Judul : Selir Kesayangan King Mafia



Cek di profilku🤗