The Little Mafia

The Little Mafia
TLM BAB 36 - Stalker



Berbeda dengan kelahiran Raphael, kehamilan kedua ini Flo akan melakukan proses sesar untuk kelahiran putrinya.


Ya, adik Raphael ternyata perempuan dan dokter kandungan memang sudah menyarankan agar melakukan operasi karena bayinya yang dalam posisi sungsang.


Kini semua menunggu Flo dengan harap-harap cemas di depan ruang operasi.


"Apa bayinya akan cantik sepertiku, Mom?" tanya Gretel pada Tessa.


Tessa mengecup pipi Gretel yang terlihat cubby. "Tentu saja!"


"Sayang sekali tidak ada yang bisa diajak main bola," timpal Ethel seraya memakan snack sedari tadi.


Berbeda dengan Raphael yang justru gelisah, anak laki-laki itu mondar mandir tidak jelas. Dia mengkhawatirkan keadaan Flo.


"Tenanglah!" tegur Keenan.


"Mommy akan baik-baik saja, kan? Ini salahku karena meminta adik," ucap Raphael.


"Tentu baik-baik saja, adikmu sebentar lagi pasti lahir," sahut Keenan mencoba membuat Raphael berhenti gelisah.


Dan benar saja, tak lama Axe yang menemani proses operasi keluar dan meminta Raphael masuk ke ruangan di mana adik perempuan Raphael berada.


Bayi itu sudah bersih dan berada di box bayi kaca. Bayi mungil yang terlihat cantik.


"Apa aku boleh memberinya mama, Dad?" tanya Raphael yang tak jemu memandangi adiknya.


Padahal niatnya waktu itu supaya dia berhasil menjalankan misi tapi ternyata Raphael justru mendapat adik sungguhan.


"Siapa namanya?" tanya Axe.


"Ariel. Namanya cantik bukan?" Raphael terus memandangi adiknya yang tertidur itu.


"Kita tanya pada mommy mu nanti," sahut Axe seraya mengusap rambut putranya kemudian bergantian menatap putrinya.


Axe tidak menyangka jika dia akan mempunyai dua anak.


...***...


9 tahun berlalu


"Ariel..." panggil Flo di dapur. Dia tengah mempersiapkan bekal sekolah untuk putrinya.


Ternyata Flo setuju dengan nama pemberian Raphael. Sekarang bayi itu sudah tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik. Ariel sudah duduk di kelas 4 dan akan naik ke kelas 5 tahun ini.


Sementara Raphael sudah lulus dari sekolah menengah dan tengah mempersiapkan diri untuk kuliah di Harvard University.


Setelah selama ini selalu stalking Lucy akhirnya Raphael berniat menemui gadis itu dan pindah dari kampusnya untuk berkuliah di Amerika.


"I'm coming, Mom!" Ariel waktu itu berlari dari kamarnya dan tanpa sengaja dia menginjak tali sepatunya yang belum terikat dengan benar.


"Aaaaa...." Ariel terhuyung dan badannya limbung, sebentar lagi pasti akan terjatuh.


Namun, hal itu tidak terjadi karena ada tangan kekar yang menangkap tubuh Ariel.


"Kakak..." Ariel tersenyum ketika tahu siapa penyelamatnya.


"Hati-hati dan jangan berlari di dalam rumah!" Raphael memberi peringatan.


Ariel selalu mengingatkan Raphael pada Lucy yang dulu sering terjatuh.


"Iya... iya..." Ariel kemudian menggandeng tangan Raphael untuk menuju meja makan. "Ayo kak, mommy sudah menunggu!"


Raphael mengikuti Ariel dan mereka pun duduk di meja makan di mana sarapan sudah tersaji.


"Ini adalah sarapan terakhir kita sebelum kakak pergi ke Amerika jadi mommy memasak cukup banyak," ungkap Flo.


Dan tak lama Axe ikut bergabung di meja makan itu. Keluarga kecil itu menyantap sarapan bersama.


Sampai ponsel Raphael berbunyi karena mendapat notifikasi. Ternyata notifikasi itu pemberitahuan bahwa akun instagram Lucy telah update foto terbaru.


lucy.boutier


Cambridge, USA



5.578 like


lucy.boutier Have a nice day, Guys😘


"Apa-apaan, baru beberapa detik like sudah ribuan," gerutu Raphael yang selama ini menjadi stalker Lucy.


Dan tak lama komentar mulai bermunculan...


@michael.koers So beautiful, Lucy🥰


@robert.kendley My Girlfriend is always sexy


Masih banyak lagi akun laki-laki yang memuja Lucy dan hal itu selalu membuat Raphael meradang.