The Little Mafia

The Little Mafia
TLM BAB 33 - Mission Complete



Raphael terkejut karena Lucy yang berkata seperti itu. Apa anak perempuan itu sudah tahu semuanya?


"Lucy, kita bicara nanti, ayo cepat bangun!" Raphael terus membujuk Lucy tapi anak perempuan itu tetap tidak mau menerima uluran tangan Raphael.


Lucy berusaha berdiri sendiri dengan air mata berderai. "Aku mau pulang, aku mau bertemu daddy!"


Hati Raphael ikut sakit melihat Lucy yang seperti itu. Anak perempuan yang biasanya selalu memujanya kini tidak ada lagi.


"Lucy..." Raphael memanggil gadis kecil itu sekali lagi.


Tapi, Lucy terus berusaha berjalan dengan tertatih bahkan tubuhnya hampir jatuh lagi.


"Paman... Paman..." panggil Lucy pada Kenzo. Dia yakin laki-laki dewasa itu tidak jahat mengingat Kenzo yang membantunya terlepas dari Lius. "Apa Paman bisa mengantarku pulang?"


"Aku takut, aku ingin bertemu daddy!"


Kenzo merasa iba dengan Lucy tapi dia harus menjalankan semua rencana. Kenzo pun mendekati Lucy dan berjongkok supaya tingginya sejajar dengan anak perempuan itu.


"Kau harus di sini dulu sementara, bantuan akan segera datang dan aku minta tolong padamu, jangan sampai menyinggungku dan Raphael. Apa kau mengerti?" Kenzo mencoba memberi peringatan pada Lucy.


Pada saat itu Lucy tidak mengerti sampai Gilbert yang datang dan berhasil menangkap Arabelle.


"Lepas... Lepaskan aku!" teriak Arabelle di sana.


Arabelle digiring untuk bergabung dengan Lius dan lainnya.


"Siapa kalian, hah!?" Arabelle terus berteriak seraya melotot tajam pada Kenzo dan Gilbert bergantian.


Tapi, Arabelle dibuat terkejut karena seorang anak laki-laki yang dia kenal juga ada di sana.


"Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Arabelle pada Raphael.


Raphael berdecih, dia melipat kedua tangannya di dada sambil memandangi wajah Arabelle.


Lucy terkesiap mendengar itu. "Obat hewan? Jadi..."


Terdengar gelak tawa Arabelle di tempat itu, dia menertawakan rahasianya yang terbongkar oleh anak kecil.


"Ini bukan urusanmu!" Arabelle menatap sinis pada Raphael.


"Kau benar memang awalnya bukan urusanku tapi mulai sekarang jika ada yang menyakiti Lucy, orang itu harus berhadapan denganku!" ucap Raphael tegas.


"Raphael..." batin Lucy. Dia tidak percaya jika Raphael akan mengatakan itu. Tapi, kenapa Raphael berniat menculiknya?


Sementara Arabelle semakin tertawa terbahak-bahak karena pernyataan Raphael itu.


"Anak ingusan sepertimu tahu apa, heh!?" cibir Arabelle.


Raphael tersenyum smirk. "Kau akan tahu setelah ini!"


Bersamaan dengan itu, terdengar sirene polisi. Waktunya Raphael dan Kenzo bersembunyi.


Sebelum pergi, Raphael dan Lucy sempat bertatapan sampai akhirnya Raphael berlari karena harus kabur dan melarikan diri.


Sekarang adalah tugas Tony dan Robin.


Karena sesuai rencana, Tony datang membawa Samuel dan Robin datang membawa polisi.


"Lucy...." Samuel berlari ketika melihat putrinya dan langsung memeluknya. Di dalam perjalanan Tony menjelaskan apa yang terjadi pada Lucy selama ini.


"Daddy...." Lucy menangis dipelukan sang ayah. Dia menumpahkan semua perasaan sesaknya yang sudah memenuhi rongga dadanya.


Arabelle yang melihat Samuel ada di sana menjadi kalang kabut apalagi tangannya langsung diborgol oleh polisi.


"Sam... Tolong aku!" pinta Arabelle.