
Di sisi lain, Robin terbangun dini hari karena kehausan. Di kamar yang dia tempati tidak ada air jadi terpaksa lelaki itu keluar kamar untuk mengambil air di dapur.
Sebelum itu, dia ingin melihat keadaan Raphael di kamar bocah itu.
Robin membuka pintu kamar Raphael dan terkejut karena tidak mendapati Raphael di kamar itu.
"Raphael... Raphaelo..." panggil Robin seraya mencari Raphael di setiap sudut ruangan kamar. Tapi, hasilnya nihil karena anak laki-laki itu benar-benar tidak ada.
"Kemana perginya?" Robin mencoba menghubungi ponsel Raphael dan ponselnya juga tidak aktif.
Robin bergegas mencari Raphael, dia menghubungi Tony tapi panggilannya tidak dijawab.
"Aku harus memeriksa cctv!" Robin masuk ke ruang kerja Axe dan mencoba memeriksa cctv beberapa jam sebelumnya.
Terlihat Raphael keluar dijemput oleh Tony.
"Mereka mau kemana?" batin Ronan.
Dia harus melacak mobil yang dipakai oleh Tony. Kemudian Robin menghubungi Gilbert untuk meminta bantuan.
"Kau harus membantuku melacak plat mobil sekarang juga!" seru Robin saat panggilannya tersambung.
Bukannya menanggapi, Gilbert justru memberikan ponselnya pada Raphael karena dia yakin jika Robin pasti mencari anak laki-laki itu.
"Paman," panggil Raphael.
Robin semakin tidak mengerti apa yang diperbuat anak itu, bagaimana Raphael bisa bersama Gilbert.
"Jelaskan semua padaku!" geram Robin yang merasa dipermainkan dan dibohongi.
"Aku tidak bisa menjelaskan sekarang tapi kalau paman ingin tahu, datanglah bersama polisi!" Raphael langsung mematikan panggilan sepihak.
Dan sedetik kemudian Robin mendapat pesan lokasi di mana Raphael sekarang.
Sementara Raphael sendiri tengah berusaha mengejar mobil yang membawa Lucy bersama Kenzo.
"Gilbert sudah bergerak," ucap Kenzo yang mendapat laporan dari anak buahnya. Gilbert ditugaskan untuk mengejar mobil Arabelle, mereka tidak akan membiarkan perempuan itu kabur.
Karena rencana utama adalah mengadu domba Arabelle dan Lius.
Raphael dan Kenzo akan membuat mereka seperti yang merencanakan penculikan Lucy apalagi Arabelle bisa dikenakan pasal berlapis karena kasus obat Lucy, kasus itu bisa dikategorikan pembunuhan berencana.
"Dasar otak mafia," komentar Kenzo seraya mengusap kepala Raphael.
Padahal semua ide penculikan Lucy adalah rencana Raphael. Tapi, dengan liciknya bocah itu akan mengembalikan keadaan untuk Arabelle dan Lius.
Dengan begitu, Raphael akan bebas dari tuduhan apalagi ada bukti-bukti pendukung seperti obat Lucy dan video rekaman saat Arabelle memberi uang pada Lius.
"Tapi, kau harus memberiku uang ganti daddy yang telah aku curi, Paman," tuntut Raphael yang masih saja memikirkan uang Axe yang dicurinya.
Di keluarganya dia tidak pernah diajari mencuri sama sekali jadi Raphael merasa bersalah apalagi kalau sang mommy sampai tahu apa yang telah dia lakukan.
Niat awalnya ingin menggandakan uang dan memiliki kekuasaan atas organisasi mafia tapi sekarang Raphael justru terjebak dalam permainannya sendiri setelah tahu rahasia Lucy yang malang.
"Aku pasti memberimu uang jika kau berjanji akan belajar dengan baik di sekolah, jangan memanfaatkan temanmu lagi. Lucy begitu tulus padamu tapi kau..." Kenzo hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Apa Lucy akan memaafkanku?" tanya Raphael penuh harap.
"Kita lihat selanjutnya, apa yang akan terjadi," jawab Kenzo.
Bersamaan dengan itu, mobil van yang membawa mereka sudah sampai di lokasi di mana Lius berada.
"Ayo cepat, semoga Lucy masih baik-baik saja!" Kenzo mengajak Raphael supaya cepat turun dari mobil.