The Little Mafia

The Little Mafia
Bonchap - Pemula



Setelah berhasil mengungkapkan perasaan dan berakhir pacaran dengan Raphael, Lucy senang bukan main.


Lucy kemudian mencoba melihat kolom komentar di postingan terakhirnya di Instagram. Banyak komentar-komentar kecewa di sana apalagi pengagum gadis itu.


Yang tambah membuat Lucy tertawa karena Raphael yang membalas semua komentar di sana.


She is mine


Dari sini teman-teman Lucy mulai membicarakan gadis itu di belakang. Mereka yang merasa iri saling perang sindiran.


"Apa semua sindiran ini untuk my Lucy?" gumam Raphael geram. Dia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Lucy.


Raphael tersenyum smirk dan mencoba menghubungi Kenzo untuk meminta bantuan. Pemuda itu meminta Kenzo untuk melenyapkan semua akun kecoa dan teman-teman Lucy yang toxic.


Keesokan harinya, Raphael bangun pagi-pagi dan bersiap ke kampus. Dia harus menjemput Lucy untuk menunjukkan kalau dia pacar yang berguna.


"Jadi kau tidak perlu supir dan bodyguard lagi?" tanya Samuel pada putrinya.


Lucy mengangguk seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Aku dan Raphael jadi sepasang kekasih sekarang!"


Rasanya Samuel tidak pernah melihat Lucy yang salah tingkah seperti itu. Dia tidak akan melarang jika hal itu membuat Lucy senang.


"Jaga dirimu, Lucy," ucap Samuel kemudian.


"Raphael pasti menjagaku," balas Lucy percaya diri.


Tak lama bunyi klakson mobil terdengar, Lucy bergegas keluar karena dia yakin itu pasti Raphael yang menjemputnya.


Dan memang benar Raphael sudah sampai, pemuda itu membukakan pintu mobil untuk kekasihnya.


"Thanks," ucap Lucy malu-malu.


Raphael menutup pintu kemudian masuk dari pintu lain untuk segera menjalankan mobil.


"Apa kau sudah makan Raphael?" tanya Lucy yang membawa kotak makan berisi sandwich.


"Belum, apa kita mampir untuk sarapan dulu?" tanya Raphael balik. Matanya fokus ke jalanan tapi sesekali melirik ke arah Lucy.


"Tidak perlu biar aku yang menyuapimu sandwich." Lucy pun membuka kotak yang dia bawa dan mengeluarkan sandwich kemudian menyuapi Raphael yang menyetir mobil.


"Bagaimana rasanya?" Lucy justru bertanya balik.


"Rasanya lumayan, aku menyukainya," jawab Raphael jujur.


Lucy tersipu malu karena dia sendiri yang membuat sandwich itu. "Sepertinya kemampuan masakku bertambah," ucapnya.


"Oh jadi ini buatanmu? Suapi lagi kalau begitu!" pinta Raphael.


Dengan senang hati Lucy menyuapi Raphael sampai dua potong sandwich yang dibawanya habis.


"Minumlah susu ini!" Lucy memberikan satu kotak susu. "Berarti mulai sekarang aku akan membuat daftar menu setiap hari!"


"Pagi hari aku akan membawa sarapan seperti ini, siang hari selesai kuliah kita bisa makan siang berdua dan malam harinya, aku akan memasak untuk makan malam!"


Lucy memikirkan perut kekasihnya. "Jadi, Raphael jangan takut kelaparan!"


Ya ampun, Lucy semakin menggemaskan di mata Raphael. Pemuda itu merasa menang banyak.


Sesampai di kampus, mereka menjadi pusat perhatian karena mereka berjalan dengan bergandengan tangan.


"Aku akan mengantarmu ke kelas," ucap Raphael dengan santai.


Sementara Lucy sendiri hanya pasrah, dia hanya bisa tertunduk malu.


"Apa kau malu berpacaran denganku?" tegur Raphael.


"Tentu saja tidak!" tegas Lucy.


"Kalau begitu, jangan tertunduk begitu," ucap Raphael yang melihat Lucy selalu tidak percaya diri.


Lucy pun mengangkat tangan mereka yang bergandengan ke atas. "Ya, satu dunia harus tahu kalau kita berpacaran sekarang!"


"Ini berlebihan, Lucy!"


"Terus yang benar bagaimana? Aku kan masih pemula!"