The Little Mafia

The Little Mafia
TLM BAB 35 - Paman Bangkee



"Raphaelo Blancet!"


Nama Raphael dipanggil untuk pembagian raport, anak laki-laki itu maju dan menerima hasil nilainya.


"Selamat Raphael, kau naik ke kelas 6 dan akan mempunyai adik," ucap wali kelas Raphael.


"Terima kasih, Miss," jawab Raphael.


Seperti yang diharapkan sebelumnya Flo juga tengah hamil dan tinggal menunggu hari kelahiran saja.


Tanpa terasa waktu cepat berlalu, sudah hampir setahun semenjak kepergian Lucy dan sekarang sudah kenaikan kelas.


Raphael melihat nilai raport nya dan melihat nilainya banyak yang bernilai B. Bagi Raphael itu sudah lebih dari cukup mengingat nilai sebelumnya banyak yang C bahkan D.


Pada saat itu, teman-teman Raphael mengajak anak laki-laki itu untuk merayakan kenaikan kelas mereka tapi Raphael menolak.


"Aku harus cepat pulang, sepupuku akan datang hari ini," ucap Raphael memberi alasan.


Ya, Ethel dan Gretel datang berkunjung karena mereka ingin melihat Flo yang akan melahirkan anak kedua.


Raphael menunggu kedatangan Tony yang menjemputnya tapi tanpa di duga justru Kenzo yang datang ke sekolahnya hari itu.


"Kenapa paman bisa ada di sini?" tanya Raphael keheranan.


"Memberimu hadiah kenaikan kelas, kau pasti menyukainya," jawab Kenzo.


Lelaki itu memberikan sebuah map yang di dalamnya ada beberapa berkas.


"Aku berhasil membobol data rumah sakit di mana Lucy di rawat," jelas Kenzo.


"Benarkah?" Raphael tampak berbinar. Dia menerima berkas itu dan membaca rekam medik Lucy.


"Obat itu berjalan lambat, beruntung Lucy mengonsumsinya beru satu tahun kalau lebih dari lima tahun mungkin anak itu akan lumpuh permanen," ucap Kenzo.


"Tapi sekarang dia baik-baik saja, 'kan?" tanya Raphael supaya lebih pasti.


"Sesuai laporan, Lucy menjalani terapi untuk membuang racun-racun dalam tubuhnya," jelas Kenzo lagi.


"Syukurlah!" Raphael bisa tenang sekarang. Setidaknya Lucy baik-baik saja.


...***...


"Paman tidak mampir dulu?" tanya Raphael ketika sudah sampai rumahnya.


"Terima kasih, Paman. Apa aku boleh sesekali berkunjung ke markasmu?" tanya Raphael sebelum turun dari mobil.


"Markasku terbuka lebar untukmu," jawab Kenzo.


Mendengar itu, Raphael senang bukan main walaupun Kenzo seorang mafia tapi lelaki itu baik padanya.


Saat Raphael turun dari mobil dan masuk ke rumahnya ternyata sepupunya sudah datang.


"Ethel... Gretel..." panggil Raphael pada sepupu kembar berbeda jenis kelamin itu.


Ethel dan Gretel berlari ke arah Raphael, si kembar yang berusia lima tahun itu memeluk Raphael untuk melepas rindu.


"Wah, kalian bertambah tinggi, apa kalian sudah lancar berbicara?" tanya Raphael.


Ethel dan Gretel mengangguk bersama kemudian mereka berbicara secara bersamaan pula.


"Aku keren!"


"Aku keren!"


"Aku keren!"


Keenan yang mendengar itu langsung mengacungkan jari jempolnya. "Anak-anakku memang keren!"


"Paman Kee pasti yang mengajari mantra itu," gerutu Raphael.


"Tentu saja, itu akan meningkatkan rasa percaya dirimu berkali-kali lipat," jelas Keenan.


"Aku rasa kau butuh mantra itu untuk minta maaf pada Lucy," timpal Flo di sana.


"Siapa Lucy?" tanya Tessa penasaran.


"Anak perempuan yang menyukai Raphael tapi ditolak oleh anak itu. Setahun yang lalu dia diculik oleh ibu tirinya setelah itu dia pindah ke Amerika," jelas Flo yang tidak tahu kronologi sebenarnya.


Karena memang berita yang beredar adalah Arabelle yang menjadi otak penculikan didukung bukti-bukti yang ada.


"Wah, kasihan sekali anak itu kalau hal itu terjadi pada Gretel, aku tidak akan mengampuni orang yang berani menolak putriku. Putriku yang keren harus mendapatkan cintanya bagaimana pun caranya," ucap Keenan yang jadi kesal pada Raphael.


_


Miss you Bangkee😘