The Little Mafia

The Little Mafia
TLM BAB 40 - Pembasmi Kecoa



Raphael menutup panggilannya, sepertinya meminta solusi pada Keenan tidak tepat karena Keenan justru memberi pertanyaan-pertanyaan aneh seputar jatuh cinta.


"Lebih baik dengan caraku sendiri saja," gumam Raphael percaya diri karena Lucy memang memberi sinyal-sinyal padanya.


Raphael pun mempersiapkan keperluannya untuk memulai kuliahnya keesokan hari. Lelaki itu membongkar barang bawaannya dan mulai menyusun baju serta buku-bukunya. Dia tidak sabar bertemu dengan Lucy lagi.


Sebelum tidur, Raphael memberanikan diri untuk mengirim pesan pada akun instagram Lucy.


Raphael : Besok kita harus bertemu!


Beberapa menit kemudian ada pesan balasan.


Lucy : Aku menunggu di kantin kampus selesai mata kuliah


Raphael : Aku ingin menculikmu tapi belum tahu banyak tempat di Cambridge


Lucy : Itu mudah, kau bisa menculikku di apartemenmu lagi


Raphael : Kau mau melanjutkan yang tadi? Dasar gadis mesum!


...***...


Keesokan paginya, Lucy senyum-senyum sendiri seraya melihat ponselnya. Dia membaca ulang chat bersama Raphael tadi malam.


Lucy tidak membalas pesan yang terakhir karena malu. Gadis itu menatap dirinya di depan cermin, dia merasa kembali menjadi Lucy berumur sepuluh tahun yang menggilai Raphael.


"Aku harus mengungkapkan perasaanku kali ini," gumam Lucy.


Gadis itu pun keluar dari kamarnya untuk bergabung bersama Samuel di meja makan.


"Tadi malam ke mana saja?" tanya Samuel saat melihat Lucy turun dari kamarnya dan ikut duduk di meja makan.


"Daddy pasti tidak akan menyangka, Raphael datang dan pindah kuliah di Harvard," ungkap Lucy dengan kesenangan.


Samuel melihat wajah putrinya itu, Lucy selalu tertawa dan bahagia jika membahas masalah Raphael. Berbeda dengan Lucy yang bercerita mengenai teman-teman barunya, senyum Lucy terlihat palsu.


Lucy tidak menjawab karena malu, tidak perlu dijawab pun Samuel pasti tahu jawabannya.


"Aku berangkat dulu, Dad," ucap Lucy setelah selesai sarapan. Dia mengecup pipi sang daddy sebelum berangkat kuliah.


Samuel merasa lega, Lucy cepat bangkit dan tidak mengalami trauma atas penculikan yang dialaminya dulu. Lucy justru bersemangat saat menjalani terapi, gadis itu ingin sehat dan bisa melakukan semua kegiatan tanpa perlu takut seperti dulu saat bersama Arabelle.


Lucy selalu berkata, dia bukan gadis lemah. Dan Raphael lah yang memberi sugesti itu pada Lucy.


Sesampai di kampus, Lucy disambut oleh teman-temannya tadi malam. Seperti biasa mereka akan bersikap baik pada Lucy padahal di belakang gadis itu mereka membicarakan keburukan Lucy.


"Hai Lucy, bajumu bagus sekali hari ini," tegur salah satunya.


"Pasti saat kau upload di instagram akan mendapat like ratusan ribu," timpal yang lainnya.


Mereka sebenarnya juga iri pada Lucy yang mempunyai pengikut banyak. Tak jarang mereka memaksa Lucy untuk upload foto bersama dan minta Lucy tag nama mereka masing-masing supaya pengikut mereka bertambah.


"Sepertinya mulai sekarang aku akan berhenti main instagram," ungkap Lucy.


"Hah? Kenapa?"


"Karena di instagramku banyak kecoa!"


"Kecoa?"


Lucy tidak mau menjelaskan apa maksudnya, dia memilih berlalu ke kelasnya. Dia tidak sabar mata kuliahnya cepat selesai supaya dia bisa cepat bertemu Raphael.


Sementara Raphael sendiri datang ke kampus menggunakan mobil porsche yang memang disiapkan Axe untuknya. Sebagai pengusaha ayam, dia tidak mau anaknya diremehkan.


Raphael menjadi pusat perhatian di kampus saat turun dari mobil dengan kaca mata hitamnya.


"Lucy, I'm coming," batin si pembasmi kecoa itu.