The Little Mafia

The Little Mafia
TLM BAB 39 - Minta Solusi



Lucy sekuat tenaga menahan air matanya tapi akhirnya tumpah juga. Gadis itu menangis, bagaimana tidak, Raphael tiba-tiba datang seperti itu setelah bertahun-tahun mereka berpisah.


Yang paling menakjubkan jika Raphael langsung mengenalinya.


"Bagaimana bisa aku baik-baik saja jika selama ini aku merindukanmu," ucap Lucy dengan isak tangisnya.


Raphael tergelak, dia ingin mengerjai Lucy sebentar saja.


"Bukankah terakhir kali, kau tidak mau bersamaku?" tanya Raphael begitu menohok.


"Aku menyesal setelah tahu semuanya," jawab Lucy.


"Semuanya seperti apa?" tanya Raphael supaya lebih jelas.


Raphael mengusap air mata Lucy, ternyata gadis itu masih saja cengeng. Sumpah demi apapun, jantung Raphael saat ini berdebar apalagi ketika Lucy membalas tatapan matanya.


Perkataan Axe di bandara pun langsung terngiang di kepalanya. Apa benar dia jatuh cinta pada Lucy?


Tapi, sialnya sepertinya memang benar. Karena Raphael ingin mencium bibir Lucy sekarang.


"Apa kau mempunyai kekasih? Di instagram mu banyak kecoa," ungkap Raphael.


"Kau melihat instagram ku?" tanya Lucy.


"Kau pikir dari mana aku tahu semuanya, aku seperti penguntit jarak jauh dan aku merasa terganggu dengan para kecoa itu," ucap Raphael seraya meraih dagu Lucy. "Tapi itu tidak penting, aku pasti akan merebutmu dari para kecoa itu!"


Lucy tersenyum mendengarnya karena Raphael menunjukkan kecemburuan padanya.


"Jangan tersenyum, Lucy," ucap Raphael seraya mengusap bibir Lucy menggunakan ibu jarinya. "Aku jadi tambah ingin menciummu!"


"Apa banyak gadis yang sudah kau cium sebelumnya?" tanya Lucy yang berpikir selama ini Raphael menjadi pemuda playboy.


"Banyak dari mana? Aku belum pernah mempunyai kekasih, jadi ini pertama kalinya," ungkap Raphael.


Lucy jadi salah tingkah mendengarnya antara senang dan malu. "Aku juga belum pernah!"


"Benarkah?" Raphael jadi melupakan semuanya padahal pembahasan awal mereka tadi mengenai kondisi Lucy tapi sekarang justru kepembahasan ciuman.


Raphael pun memajukan wajahnya, dia ingin mencium Lucy sekarang juga. Dan Lucy memejamkan matanya karena siap menerima serangan Raphael.


Belum juga bibir mereka beradu, tiba-tiba pintu apartemen Raphael digedor yang membuat keduanya jadi melihat ke arah pintu.


"Itu pasti bodyguard yang mengikutiku, aku harus pulang Raphael atau kau akan mendapat masalah," ucap Lucy panik.


Dengan terpaksa, Raphael melepas Lucy yang membuat gadis itu berlari ke arah pintu. Sebelum membuka pintu, Lucy menoleh ke belakang sejenak.


Setelah itu, Lucy membuka pintu dan benar saja gedoran pintu adalah ulah bodyguard nya.


"Apa Nona baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja, aku tadi hanya bertemu teman lama. Ayo pulang, besok aku ada mata kuliah pagi!"


"Tapi, Nona..."


"Ayo pulang!"


Suara-suara itu terdengar oleh Raphael sampai suara itu akhirnya menghilang. Kemudian Raphael menjatuhkan dirinya di sofa.


"Akhhh..." pemuda itu berteriak merutuki kebodohannya. "Aku kan hanya ingin minta maaf tapi kenapa jadi begini?"


"Lucy selalu membuatku jadi penasaran!"


Raphael menaruh bantal di wajahnya karena mengingat apa yang akan dia lakukan pada Lucy.


Lebih baik dia bertanya pada yang lebih berpengalaman yaitu pada pamannya yang keren. Siapa lagi kalau bukan Keenan.


Raphael mencoba menghubungi Keenan dan beruntung panggilannya langsung dijawab.


"Paman Kee...." panggil Raphael.


"Apa?" Keenan pada saat itu baru terbangun dari tidurnya.


"Sepertinya aku jatuh cinta," ungkap Raphael to the point. Dia ingin meminta solusi dengan cepat.


Keenan kaget mendengarnya. "Apa tubuhmu mulai rusak?" tanyanya karena takut jika Raphael mengalami gejala komplikasi jatuh cinta seperti dirinya.


_


Cuma lu aja yang jatuh cintanya aneh, Bangkee😭


Ini mau tak tamatin tapi kok ucul ya, othor jadi galau🙈


Mampir juga di karya temen othor ya


Judul : Pemilik Hati Tuan Muda Arogan


Napen : Rini Sya