
"jadi dia Shadow??"Tanya Root,dia menatap ku penasaran sekaligus heran.
"dia hanya anak biasa yang tidak memiliki energi sihir setetes pun,lagian orang tua bodoh mana yang memberi nama anak nya Shadow yang punya sejarah kelam,terus kudengar dia masuk karena mendapatkan beasiswa karena menarik perhatian seseorang pengajar,aku yakin pengajar itu sangat bodohhh"ucap Olivia yang meremehkan ku.
Mendengar hal itu Kazuha sedikit mengeluarkan air mata nya dan mengangkat tangan kanan nya sambil berkata"aku lah orang bodoh yang kau maksud Hikss..."
Olivia yang mendnegar itu dia langsung terkejut "Aaa...Nona??....."
"Yaa kalau nona sendiri yang memberi nya beasiswa.....kurasa ada alasan sendiri"ucap Olivia yang panik.
"apa aku boleh tahu atribut sihir dia?"Tanya Root sambil terus menatap ku yang berjalan ke arena.
Zet pun sedikit ragu ragu menjawab nya"Dia...kegelepan"
"Tch anak haram,sepertinya dia reinkarnasi dari Shadow knight itu sendiri,apa wajah nya terbakar? aku yakin dewa tidak menyetujui anak itu dan memberi nya kutukan itu"
"kudengar Shadow silent adalah petualang rank C,dia juga dapat julukan "Phantom si kidal"ucap Zet yang merasa senang.
Olivia pun merasa sedikit kebingungan"Phantom si kidal? kenapa memang nya?"
"dia memiliki pasif yang membuat hawa keberadaan nya tidak dapat dirasakan orang lain dan terkadang dia mengejutkan beberapa orang,kudengar dia pernah membuat kakek kakek kena serangan jantung,lalu cara dia memegang pedang nya selalu berada di tangan kiri"jawab Zet
"Tangan kiri? bukan kah itu tangan yang lemah? memakai untuk menulis saja sudah sangat susah dan tangan kiri cenderung lebih lemah dari tangan kanan,ditambah untuk apa dia tetap menyimpan skill "yin yang" yang sangat tidak berguna dan hanya memenuhi slot skill mu"
Kazuha pun menggeleng geleng kan kepala nya sambil berkata"Ck ck ck...Oliviaa berhenti lah untuk menilai orang dari,tetap lah menonton lalu menilai nya.."
"aku yakin dia akan kalah dengan akar lagi,73 murid yang masuk arena dan melawan selalu kalah di akar Dablia yang sangat sulit di prediksi,bahkan pahlawan tombak pun kewalahan,aku yakin pertandingan ini akan selesai kurang dari 1 menit"ucap Root yang suah malas melihat pertandingan.
"lihat saja duluu kau pasti akan terkejutt"Ucap Kazuha yang percaya diri.
...
aku yang sudah berada di arena pun melihat ke sekeliling ku dan hanya melihat tatapan orang yang tajam dan seperti berharap aku kalah dengan memalukan"hmmm sepertinya aku sudah menarik perhatian penonton....mission complete~~"pikir ku sambil tersenyum sendiri.
Dablia mulai menghunuskan pedang nya ke arah ku sambil berkata"apa kau sudah tidak waras? sampai senyum senyum tidak jelas sang api ungu?"
"halah kau mau kalah aja kebanyakan bacot!"ucap ku yang berusaha memprovokasi Dablia.
Dablia pun sedikit marah mendengar hal itu"apa kau tidak mengeluarkan pedang ramping mu itu?"
"pedang ini? sayang sekali tapi pedang ini adalah kartu as ku,ku harap si makhluk pencinta tanaman bisa lebih serius daripada saat melawan pahlawan sampah ituu"
"cih! jika itu mau mu maka jangan salah kan aku jika kau MATI!! akan ku selesaikan ini dalam 5 detik!!!"Dablia pun memerintahkan akar akar nya langsung menyerang ku dengan jumlah yang banyak.
"sudah berakhir..."ucap Root yang menghela napas nya.
Akar akar itu langsung menyerang kaki ku dari berbagai arah namun..."HAHAHAH!!! 5 detik? lucu rek!"aku menggunakan gerakan "Footwork boxing"Yang tidak diprediksi dan sangat sulit ditebak oleh Dablia yang mengandalkan akar akar itu yang terus menyerang dari berbagai sisi namun percuma saja,gerakan ini sangat sulit diprediksi(bagi orang orang ini hehe).
Zelgum dan Keliath yang terkejut melihat gerakan ku"i..ituuu!! Footwork Boxing!"ucap mereka serontak.
Dablia yang terheran heran karena serangan nya tidak ada yang mengenai ku sedikit pun"Ge...gerakan apa itu! aku tidak bisa memprediksi nya!"pikir Dablia.
Aku menatap Dablia sambil tersenyum lebar dan memberi nya salam jari tengah.
Dablia yang melihat itu pun tidak bisa menahan emosi nya lagi dan mulai mendekati ku lalu menyerang ku dengan kecepatan penuh,aku langsung menangkis nya dengan katana ku lalu mundur beberapa langkah.
"apa kau Kidal? tanya Dablia.
"kau kan sudah melihat nya? kenapa aku harus menjelaskan nya lagi?"
"Jadi rumor itu benar,seorang petualang dengan wajah api berwarna ungu,memiliki aroma yang wangi dan ada beberapa orang yang bilang dia memiliki aroma yang sangat busuk,hawa keberadaan nya sangat lah tipis dan menggunakan pedang ramping berwarna ungu kehitaman dan struktur sarung nya yang aneh ditambah dia menggunakan pedang itu dengan tangan kiri nya..."
"Hohh? apa aku cukup terkenal? padahal aku baru menjadi petualang beberapa minggu yang lalu loh..."
Dablia langsung menyerang ku tanpa basa basi,aku menghindar menggunakan Genjutsu yang sudah kusiapkan dan berada di belakang nya Dablia.
"apa? padahal aku yakin sudah mengenai nya!,apa kau menggunakan skill teleportasi?"
"Cik cik cikkk..ini bukan teleportasi tapi Genjutsu~~"
Aku mulai mengaktifkan Shadow blanket,Root dan Olivia yang melihat hal itu mereka terkejut sambil mengusap kedua mata mereka yang masih tidak percaya melihat itu.
"a..apa itu mana aura?,bagaimana mungkin dia bisa menggunakan mana aura di senjata!"ucap Root yang masih tidak percaya.
Olivia pun melirik ke arah Kazuha "jadi ini yang dimaksud menarik?,sepertinya aku mulai paham"pikir Olivia.
"aku tidak peduli kau menggunakan skill apa pun itu! yang penting kau kalah!!"Dablia mulai menyerang ku lagi dengan menebas ku.
namun aku tangkis itu,lalu kami saling ber tatapan selama beberapa detik saat aku menangkis nya,dengan sangat cepat Dablia menyerang ku terus menerus dan aku terus menangkis nya..
pertarungan itu membuat orang orang bertanya bertanya dan semakin heran karena tidak ada murid yang pernah menandingi kecepatan Dablia dalam menebas atau menyerang.
"URA URA URA URA URA!!!!"Teriak ku yang terus menerus menyerang sambil menangkis begitu juga dengan Dablia.
Zelgum pun tercengang melihat hal itu"gi..gila...bagaimana orang itu bisa menandingi kecepatan yang diluar akal itu?,dia...sangat kuat!"pikir Zelgum yang terdiam melihat itu.
TING! TANG TING TANG!! suara kedua pedang yang sedang diadu sambil mengeluarkan suara yang berisik sampai sampai murid murid yang diluar arena mendengar hal itu dan buru buru masuk ke arena 5 untuk menonton karena penasaran.
banyak batu batu yang mulai berterbangan karena efek pertarungan kami yang terus beradu pedang,lalu kami sama sama menebas dengan sangat keras dan saat kedua pedang terbentur tangan kami sampai sedikit terpental dan bergemetar.
Dablia pun lanjut berlari mendekati ku,aku mundur dan berlari ke sisi arena sambil dikejar oleh Dablia dari belakang yang terus menerus menyerang ku dengan akar akar itu,itu membuat pelindung dibatas arena mulai bergetar.
semakin lama Dablia semakin mendekati ku dari belakang,aku sedikit menoleh ke belakang dan Dablia mulai menebas dengan keras,namun itu meleset karena aku melompat ke udara.Dablia yang melihat itu pun ikut melompat ke arah ku dan berusaha memegang kaki kiri ku.
Aku berbalik ke arah Dablia dan melempar 3 batang kayu ke udara,batang kayu itu yang berbentuk sekecil biji,Dablia yang melihat ada celah langsung menebas dengan Green slash namun aku langsung memindahkan diriku dengan salah satu batang yang langsung berubah menjadi bentuk normal.
Dablia membuat akar sebagai pijakan nya lalu menyerang ku lagi dengan Green slash sebanyak 2 kali namun tetap saja aku tidak dapat dikenai sedikit pun,saat tebasan ke tiga aku menghilang dari pandangan nya,Dablia mulai panik dan menoleh ke belakang,disitu ada aku yang langsung menebas nya namun ditangkis oleh Dablia tapi Dablia terdorong kebelakang dan mendarat.
aku pun ikut melompat dan mendarat juga,tanpa basa basi saat aku baru saja mendarat langsung diserang oleh Dablia namun berhasil menghindari nya dengan melangkah ke kanandan aku mulai kecapean karena? yap benarrr tubuh ini sangat lemahh.
Dablia yang masih memiliki stamina yang banyak terus menerus menyerang ku dengan membabi buta,aku terus menghindari serangan itu walau ada sedikit yang tergores dan nafas ku mulai ter engah engah.
aku terus menerus menghindari serangan Dablia sambil berpikir dan mencoba tenang"sial! kalau begini terus aku bisa pingsan karena kehabisan stamina dan mana!,aku tidak bisa terus menerus mengaktifkan skill mana endurance,ditambah kutukan sialan itu membuat ku menghabiskan mana 2 kali lipat!"
aku mulai menoleh ke arah Zenom,disana aku melihat Zenom sedang menyemangati ku walau suara nya tidak terdengar namun aku bisa melihat gerakan mulut yang bergerak mengatakan"Fe...lix...Semangat!!!"
aku terdiam sambil menundukkan kepala ku,Dablia yang melihat itu pun langsung mencoba menyerang ku,saat aku menoleh kedepan dan menatap ke arah mata Dablia..."PERLUASAN BAYANGAN!!!!!"tiba tiba Dablia terpental cukup jauh karena suatu hembusan yang keras,langit langit mulai menggelap seperti malam,pandangan semua orang tertutupi karena gelap.
"i..ini...jangan jangan skill ultimate?"pikir Root yang dari tadi menonton tanpa mengedipkan mata.
"aa..apa yang terjadi?!"murid murid mulai ricuh dan panik termasuk Zelgum dan Keliath yang kebingungan karena sangat gelap.
"a..aku tidak bisa menggunakan sihir api ku!!"ucap salah satu murid yang mencoba menyalakan api dengan sihir nya,Zenom hanya duduk manis sambil tersenyum bahagia,bau mayat busuk yang menyengat mulai memenuhi arena membuat para murid semakin panik.
"sialll apa yang terjadi"Dablia bangkit karena dia tadi tersungkur sebentar dan melihat kesekitar nya,dia hanya melihat kegelapan yang tidak ada batas nya.
tiba tiba di depan Dablia,dia melihat api ungu yang tiba tiba muncul dan menyala di tengah tengah kegelapan,api itu mulai mendekati nya,Dablia pun mulai bersiap dan memasang kuda kuda ya sebagai waspada.
Saat jarak api itu mulai sedikit dekat dengan nya,dia melihat aku yang sedang memanggul katana ku di pundak,lalu aku menurunkan nya kebawah.
Dablia yang melihat itu mulai mencoba mengerahkan akar akar nya namun itu percuma dia tidak bisa memakai sihir nya"a..apa? aku tidak bisa memakai sihir? apa yang terjadi??".
Aku mulai memasang kuda kuda untuk menyerang,melihat itu Dablia mencoba membenarkan postur tubuh nya namunn SWOSSHH!!!,aku sudah berada di belakang nya dan menebas,Dablia pun terduduk lemas,mata dan tubuhnya mulai bergemetar dia menoleh ke arah ku yang berada dibelakang nya,namun dia melihat aku sudah menodong kan katana ku didepan wajahnya.
aku pun tersenyum dengan ekspresi jahat sambil berkata"BAGAIMANA PECUNDANG?!"
Dablia yang melihat itu dia hanya mengangkat kedua tangan nya yang masih bergemetar sebagai tanda kalau dia menyerah,aku pun menghilangkan Shadow expansion ku,langit mulai cerah kembali bau busuk itu mulai menghilang dan orang orang kembali bisa melihat dengan keadaan mereka yang acak acak kan,aku meninggalkan arena sambil berjalan santai,Dablia yang masih gemetar hanya terus memandangi ku.
Root,Olivia dan Zet tercengang tidak percaya melihat Dablia sebagai murid terkuat pun dikalahkab
"itu adalah aku,jika dilihat oleh orang lain!,Autohor malas gambar api nya jadi yaudah lah mau gimana lagii heheh"
"ADIOZZ SEMUAA HAHAHA"
........................