The Legend Has A Risen

The Legend Has A Risen
penyesalan



"Yaa hanya informasi ini lah kudapat,maafkan aku jika tidak sesuai ekspetasi kaliann......."aku pun melihat kearah para petinggi aliansi Arc,mereka semua terbaring lemas di meja bundar bahkan para pahlawan,pangeran Yard,penjaga,Zet dan putri Rose mereka semua terkapar karena menerima banyak sekali informasi yang kuberikan dalam waktu yang cepat,kecuali Kazuha dia dari tadi sangat semangat menulis informasi yang kuberikan tadi sambil memasang ekspresi senang dan menggeluarkan air liur,lalu raja Zelbub? dia hanya menggelengkan nggelengkan kepalanya sambil memengang kepalanya dengan tangan kirinya.


"Uakhhh!!!! informasi nya lebih banyak dari ekspetasi kuuu!!!!! bagaimana caramu agar mendapatkan semua informasi ini? buku seperti apa?"ucap nya sambil memasang mata berbinar dan menatap kepadaku.


"Egh...itu rahasia hehehe sebagai informan seperti ku tidak bisa menggumbar bagaimana cara aku mendapatkan nya,sejujur nya ini sudah termasuk harga tinggi karena aku memberi informasi lengkap tentang ghoul."


"Hmmm kau benar sih kalau cuman 'Itu' tidak akan bisa membanyar informasi ini...baiklah ini terima ini!"Dia pun melempar sebuah kantong yang berisi koin emas kepada ku.


"Disitu terisi 100 koin emas kuharap dengan ini hutang kita sudah selesai."


"Hahaha...seperti yang diharapkan dari bangsawan tingkat tinggi,baiklah kalau begitu kami pamit terlebih dahulu,ayo Zenom kita pergi seka...."Aku menoleh ke arah Zenom tapi dia juga terkapar lemas tidak berdaya.


"WOII ZENOM! KENAPA LU IKUTAN PINGSAN JUGAA!! BANGUN CEPAT BANGUN SEKARANG!!!"Ucap ku sambil memukul mukul kepalanya dengan katanaku yang masih disarungnya.


"Ughh...sakit tahu tuan mudaa...."


"JAngan alesan! ayo kita pergi dari sini! aku sudah muak dengan tempat ini!"Ucap ku sambil berjalan menuju ke pintu keluar.


"Tu tunggu sebentar tuan mudaa!! tunggu akuu!!"Zenom pun berdiri dan mulai menggejarku.


Setelah kami keluar dari ruangan rapat Kazuha pun melihat kami dari kejauhan sambil berkata di dalam hati "hmmmm...jadi seperti itu sifat Shadow knight dan Leviathan sekarang? entah mereka sedang menyembunyikan sifat asli mereka atau...Shadow knight sedang hilang ingatan? dilihat dari ekspresi Leviathan dia sepertinya tidak disadar kalau didepan nya adalah Shadow knight yang agung.....tapi apa tidak masalah jika Shadow knight menunjukkan aura kekuatan sihirnya secara terus menerus didepan orang lain? nanti orang orang menggira dia adalah iblis.......menarik! mari kita lihat apa yang akan terjadi dimasa depan nanti"Gumam Kazuha didalam hatinya.


"Kazuha... apa kau menyadari nya? kekuatan sihir yang meluap luap itu?"Ucap Raja Zelbub.


"Yaa aku menyadari nya tapi kurasa pahlawan pelindung juga menyadarinya,yakan Angelia?(hmmm dilihat dari ekspresi raja Zelbub...sepertinya dia tidak tahu kalau yang didepanya adalah 2 makhluk legenda yang memiliki tingkat bencana sebesar kiamat,akan gawat kalau dia mengetahui identitas asli mereka,entah akan dimusnahkan atau di jadikan mesin pembunuh untuk menggancam kerajaan lain)."


"Akhh benarr guru Kazuha...aku menyadari nya kekuatan menggerikan dari 2 manusia seperti mereka,apa bu guru yakin kalau si api ungu itu manusia?  kekuatan sihirnya meluap luap sampai membuatkan kesulitan bernapas,aku juga tidak bisa mengetahui isi pikiran mereka berdua dengan eye of god milik ku,mereka seperti dilindungi semacam sihir yang sangat kuat sampai sampai eye of god milik ku tidak bisa melihatnya"Ucap Angelia yang berusaha duduk normal lagi setelah menerima banyak informasi.


"Ta..tapii apa kalian tidak merasa kalau bawahan dari api ungu itu mirip sekali dengan ketua osis?"ucap Raizal yang memunculkan kepala nya ke meja,dia terkapar dilantai bersama dengn Keliath.


"jadi maksudmu perempuan biru tua itu adalah Luna yang menjadi ketua osis di sekolah kita?"ucap Ari.


"Hmmm yang dikatakan Raizal itu benar kemungkinan itu Luna,gk mungkin juga disini ada kimono kan"ucap Zelgum.


"Lalu kenapa dia menjadi bawahan sesorang? tadi juga kulihat dia budak dari manusia api ungu itu."


"Aku tahu Angelia! kemungkinan Luna dikirm kesini lalu terpisah jauh dengan kita,apesnya dia bertemu dengan pria api ungu itu,lalu pria api ungu itu menangkapnya karena tahu dia berasal dari dunia lain dan dijadikan budak! itulah menggapa dia memasang wajah menyedihkan saat aku memengang kedua tangany! aku yakin itu kode kalau dia meminta kita untuk membantu nya leps dari kekangan si api ungu!"Ucap Keliath hyang langsung berdiri.


"Sialan! jadi dia mengetahui kalau Luna meminta bantuan ke kita! makanya itu dia menendang Keliath dan menggaku sebagai tunangan nya!,aku yakin Luna sudah sering diperkosa setiap malam nya oleh bejat ungu itu!"Ucap Raizal sambil menunjukkan ekspresi kesal.


"Cih! kalau tadi aku sadar dengan keanehan itu aku pasti akan menyihirnya dengan kutukan api!,aku yakin informasi yang dia berikan itu adalah penggalih perhatian! jadi kita terkapar lemas karena mantra lumpuh nya!"Ucap Ari.


"Cih sedari awal sihir kegelapan tidak dapat dipercaya! dipertemuan selanjutnya ak bersumpah akan membebaskan  Luna dari bejat ungu itu!"Ucap Zelgum sambil memengang tombak.


"Ukhhh! telinga ku gatal! siapa sih yang lagi gibahin aku!"ucap ku sambil menggruk telinga kiri ku yang gatal.


Zenom sedari tadi hanya memperhatikan ku sambil menggikuti ku disamping lalu dia berkata"Tuan muda apa tuan muda tidak keberatan jika memakai cincin ini?"Ucapnya sambil menyerahkan 1 buah cincin kepadaku,cincin itu seperti cincin tunangan yang terbuat dari perak campuran dari emas.


"hmm? cincin tunangan? apa kau khawatir kalau ada pria bejat yang mendektai mu lagi? sekaligus takut kalau aku didekati oleh perempuan lain?."


"60% karena itu tapi 40% untuk menyembunyikan kekuatan sihir tuan muda yang meluap luap."


"hah? meluap luap?."


"Kekuatan sihir anda bisa dibilang sangat banyak sampai bisa dibilang tidak mungkin ada manusia yang memiliki kekuatan sihir sebesar itu makanya itu takut tuan muda dikira iblis lebih baik anda memakai ini untuk menyembunyikan kekuatan anda"Ucap Zenom.


"Asikk sekarang kita sudah resmi jadi tunangan tuan muda!!"ucap Zenom sambil menunjukkan tangan kanan nya,dijari manis nya ada cincin yang sama dengan ku.


"heh? begitukah? kalau begitu jangan formal kepada ku bisa tidak? kan kita tunangan nanti orang orang merasa aneh kalau kau masih memanggilku tuan muda"ucap ku sambil tersenyum kepada Zenom.


"AKHHH!!! berdamage bangett!!! sialll hidung ku mimisan lagi"Ucap Zenom sambil memengang hidung.


"hahahah kau ini ada ada saja ini ambilah kain ini,kan sayang kalau kimono mu terkena darah"ucap ku sambil memberi kain kepada Zenom.


"Ah baiklah akan kuusahakan agar kimono ini tidak terkena darah,hari ini kita bakal kemana tuan mu-tidak maksud ku Shadow atau sayang?"Ucap Zenom sambil tersenyum.


"kalau ditempat umum panggil aku Shadow atau shadow silent tapi kalau lagi pribadi begini kau bisa memanggilku Felix ok?."


"Baiklah Felix!."


"Hmmm kalau dipikir pikir lagi kau ini perfect banget ya tinggi mu hampir setara dengan ku,wajah mu cantik banget,ukuran nya jugaa......lumayan besar...."Ucap ku sambil melihat ke arah aset Zenom (Tahu sendirilah apa maksud nya owkwokwokw).


"Be begitukah Felix? apa ini kurang besar bagimu?"ucap Zenom dengan wajah ngeblus.


"Gk sih segitu dah termasuk tipe ku."


"AKHHHH!!!!!! aku masuk tipe nyaa!!! ini hari keberuntungan ku yang kugunakan 1 abad sekalii!!!!"ucap nya sambil memeluk diriku dan mengusap wajah nya ke baju ku.


"emm.....itu gk ada mimisan nya kan"Ucap ku sambil pasrah.


"baru keluar sekarang.."


"DASAR BODOH!!! lepaskan sekarang lepasss!!!."


"gk mau gk mau!! pokonya gk mau."


"hahhh...kau ini sifat nya mirip dengan seseorang yang kukenal bahkan wajah mu sampai seluruh anggota badan mu sangat mirip dengan nya."


"Hah? emang nya ada?."


"Ada dong!."


"Kasih tahu siapa orangnyaa!!"ucap Zenom sambil melihat ke arah ku.


"Rahasiaaa~~~."


"Uhhhhh Felix pelit!!"Ucap Zenom sambil memukul ku dengan tangan kanan nya.


"HAHAHAHA kalian malah makin mirip!!."Ucap ku sambil tertawa terbahak bahak dan berlari meninggalkan Zenom


"uhhhh awas yah kalau sudah kutangkap! kau harus menyebutkan nama orang itu"Ucap Zenom sambil menggejarku.


Anehh...aku tidak tahu kalau bakal seseru ini menanggapi orang,kenapa waktu itu aku tidak menanggapi mereka yaa...aku jadi menyesal dengan sifat ku terhadap mereka,kalau saja ada kesempatan kedua untuk menggulangi nya pasti sudah kuulangi sifat ku kuharap aku dapat bertemu dengan mereka lagi! sekali lagi!.


bersambung


mwhehe