The Legend Has A Risen

The Legend Has A Risen
yang terpilih?



1 bulan sebelum Felix dipanggil ke kematian dan dipindahkan......


"Selamat datang wahai para pahlawan di Realm of freedom"Ucap perempuan berbaju putih bersih .


Zelgum,Ari,Angelia,Keliath mereka dipanggil ke Realm of freedom alam dimana berlantai awan putih,tempat itu seperti berada di atas langit,angin berhebus sepoi sepoi dari berbagai arah.


"INI dimana!!!! perasaan tadi aku dirumah lalu sedang bermain game dahh!!"Ucap Keliath.


"Apa ini mimpi?"Ucap Zelgum sambil menggepalkan tanganya berulang kali.


"AKHH!!! aku tadi lagi di dungeon lawan boss loh!!! akhhh nanti karakter ku matii!! kahhh!!"Ucap Ari sampi menarik rambut nya dengan kedua tangannya.


"Aku ada pr sekolah....."Ucap Angelia lesu...


"Tenang lah para pahlawan,kalian sekarang berada di Realm of freedom tempat penuh kebebasan."


"Dari tadi kau menyuruh kami untuk tenang TAPI BAGAIMANA AKU BISA TENANGG!! karakter ku nanti matii~~"Ucap Ari menarik pipinya kebawah dengan kedua tangannya.


"oi kau bisakah kau menggembalikkan kami sekarang?"Ucap Keliath.


"Tidak bisa."


"KENAPAAA!!!!!AKHHHH!!!!"Ucap Keliath yang mulai stress..


"Sebenar nya apa mau mu memanggil kami kesini? tidak mungkin ini mimpi,ini terlalu nyata!"Ucap Zelgum.


"kalian adalah orang orang terpilih yang akan menyelamatkan dunia Evander yang diambang kehancuran."


"HAHH!! kau gila ya?! kita ini masih kelas 1 SMA tahuu mana bisa kami menyelamatkan duniaa!!"Ucap Ari sambil menunjuk ke arah perempuan itu.


"Itu benar itu terlalu berlebihan,kenapa tidak pilih orang lain saja?"Ucap Angelia.


"Pemilihan random jadi aku tidak bisa menentukan mau memilih yang mana,ditambah kalian sepertinya sudah saling mengenal jadi aku yakin akan mudah."


"Kau menyuruh kami bertarung?sepertinya kamu tidak tahu cara membujuk seseorang ya..apa hadiah yang akan kami dapatkan?"Ucap Zelgum.


"Hmm kalian penasaran.....hadiah nya adalah Segalanya."


"Segalanya? kau tidak berbohong kan?"Ucap Keliath.


"Aku ini dewi tidak mungkin aku berbohong,kalian bisa meminta 1 permintaan apapun itu pasti kusanggupi."


"Menarik! kalau begitu kami ikut "ucap Keliaht dan Zelgum percaya diri.


"Ha...baiklah jika hadiah nya seperti itu tidak ada alasan bagi ku untuk menolak"Ucap Ari lesu.


"Aku ikut kalian saja,soalnya akan aneh kalau kalian saja yang ikut."Ucap Angelia sambil tersenyum.


"Nah jadi dewi kita harus bagaimana?"Ucap Zelgum.


"Nanti akan kukirim kalian ke sana lalu akan ada orang yang menunggu kalian,kalian bisa meminta peralatan atau ilmu disana,lalu di dunia itu kalian bisa memakai sihir,sihirnya sendiri bisa kalian sesuaikan disini sesuka hati kalian."


"WOahhh!!! sihirr!!! bau bau fantasi!!! ughhh aku jadi semangatt!!!!"Ucap Ari sambil menggankat tangan kirinya ke atas.


"Bagaimana cara kami menyesuaikan sihir nya?"Ucap Keliath.


"Kalian hanya perlu memejamkan mata kalian dan membayangkan sihir apa yang kalian inginkan lalu skill macam apa yang kalian inginkan,secara otomatis kalian bisa melihat atribut,stats atau skil yang kalian sudah buka di status window."


"Huaahhahah keren! seperti didalam game!!"Ucap Keliath yang membuka status windownya.


"Bagaiamana cara membuka nya!"ucap Ari yang langsung nempel di punggu Keliath.


"Ughhh kau seperti biasa sangat menggangu sekalii."


"Berisikk~~~"


"Padahal gampang loh kau tinggal menggucapkan status window nanti keluar."


"HM? status window?"Ucap Arri,lalu muncul kotak berwarna biru yang berisi informasi tentang mereka.


"Keren... apa semua orang di dunia itu mempunyai kotak seperti ini?"ucap Zelgum kepada perempuan itu.


"Tidak hanya kalian lah yang memiliki skill itu,tidak ada orang yang bisa menggunakannya atau melihat status kalian."


"Apa aku bisa menambahkan skill ku sesuka hati?"Ucap Angelia kepada perempuan itu.


"Hmmm...jika kita diberi kemudahan dan kebebasan seperti itu...apa aku boleh tahu musuh yang akan kami lawan?"Ucap Zelgum.


"Musuh yang kalian akan lawan adalah raja iblis,menurut ramalan Shadow knight akan kembali ke dunia Evander melalui wadah iblis yang akan menjadi calon raja iblis berikutnya."


"Shadow...knight? apa itu karakter yang ada di game  yang kita mainkan?,kalau iya berarti kita akan masuk dunia game?"Ucap Zelgum.


"Seperti yang diharapkan dari pahlawan Zelgum,selalu cepat tanggap yaa..kurasa didunia kalian,kalian menyebutnya dengan dunia game tapi disini adalah Dunia Evender yang sudah berjalan sekitar 500 tahun dari yang  sedang kalian mainkan."


"Eh...500 tahun? jadi kita akan memasuki dunia game yang kita mainkan dan sudah berjalan 500 tahun yang lalu?."


"hmm begitulah,apa kalian sudah siap?orang orang sudah menunggu kalian di dunia Evender,tenang saja bahasa yang akan digunakan kalian akan memahaminya."


"Hmmm aku tidak terlalu mengerti tapii...GASS!!! dah gk sabar aku!! aku sudha menentukan 2 skill special dari karakter yang keren miliku!!."Ucap Keliath.


"Yoshh! walau kita sama sama geblek tapi di tim kita ada 2 orang pintar! jadi kita bisa tenang!!"Ucap Ari yang masih menempel di Keliath.


"Hah....dasar mereka berdua.....selalu saja tidak punya sikap sopan sedikit pun"Ucap Zelgum sambil menghela napas.


"Hahah...tapi seru juga kok walau sifat mereka aneh setidak nya kita bisa terhibur"Ucap Angelia sambil tersenyum.


"Baiklah jika kalian sudah siap akan kukirimkan sekarang,semoga kalian beruntung."UCap perempuan itu sambil mengirimkan mereka ke dunia Evender.


di dunia Evender  beberapa menit yang lalu sebelum mereka dikirimkan.


"HAHH....merepotkan! kenapa aku harus ikut segala sih! padahal cuman mau manggil pahlawan"Ucap Lunox yang sedang berjalan menuju ke ritual pemanggilan bersama perempuan berambut hitam berpakaian seperti paskibra(kalau gk tahu cari aja digoogle SAT!) dia sedikit lebih tinggi dari Lunox.


"Haha! sudah kuduga kau akan berkata seperti itu!"Ucapnya.


"Hah...ketua apa kau tidak malas juga? kau harus  menggurus prajurit,melatih dan segala macam merepotkan lainnya."


"Sudah kubilang jangna memanggilku ketua,kita ini masih saudara jadi panggil aku Olivia saja."


"Hah...baiklah baiklahh dasar maniak perang,kau sudha berumur 25 tahun loh apa kau yakin menyerahkan pewaris tahta kerajaan belgia ke adikmu?."


"Tentu saja aku yakin! kalau aku jadi ratu itu merepotkan!  harus urus pajak dan segala macam lalu waktu bertarung ku berkurang derastis jadi lebih baik kuserahkan pada Yard."


"dasar maniak petarung pelempar tanggung jawab,ngomong ngomong kau kapan nikah coba? kau cantik loh sayang kalau gk cepat cepat menikah keburu tua dan keriputan."


"bukan kah aku sudah bilang! kalau aku akan menikah pada siapapun yang bisa menggalahkan ku!."


"bagaimana cara orang orang menang 1 lawan 1 melawan kau coba,kau punya resistasi terhadap racun apapun lalu stamina kau juga banyak buanget,lalu waktu itu ada oran yang memakai sihir tidur itu malah tidak berpengaruh padamu."


"KHAhAHAH! hanya orang yang mempunyai stamina tinggi yang bisa mengggalahkan ku saat  pertarungan 1 lawan 1 atau saat di ranjang!."


"Ugh....ternyata kau mesum juga ya..."


"Bukankah itu sudah wjaar saat kita sudah menikah?."


"Huekk....aku jadi semakin ogah menikah..."


"Sama! kalau bisa aku tetap tidak terkalahkan sampai umur 50 tahun! ahahah!,sumpah gw benci banget sama bangsawan setan yang ngasih surat lamaran terus menerus."


"Ya...sepertinya aku tidak heran lagi melihat sikap aneh snag penggila perang,kuharap pasangan mu juga penggila perang~~."


"Itu sudah masuk tipe ku koK! hahahahah!,kau sendiri menanyai ku seperti itu tapi kau masih tidak mau menikah juga."


"Hah..tidak akan ada laki laki yang menarik perhatian ku!,rata rata seluruh laki laki yang melamar ku cuman ingin menjadi anggota keluarga Sentinel saja!."


"Aku gk yakin deh~~ pasti suatu saat kau akan malu terhadap dirimu yang menetapkan moto mu yang aneh itu."


"Ngaca dong Ngaca dong yang ngasih aku contoh aku begitu kan kau."


"Hahhahaha salah mu meniru penggila perang ini!"ucap Olivia sambil memukul pundak  Lunox berulang kali.


"Hah....jadi ini tempat ritualnya?"Ucap Ucap Lunox yang berdiri tepat di lantai menuju kebawah yang terbuat dari batu dan ada beberapa huruf huruf kuno.


"yoshh ayo masukk! yang lain sudah menunggu!"Ucap Olivia sambil menarik Lunox.


bersambung~~


wmhehe