
"A...apa?! bukan kah aku benar?! kau level 1 kan!"teriak Astor.
"Hmm?apa itu jawaban mu lagi?"Ucap ku sambil menatap Astor dan berhenti sejenak.
"ini bukan jawaban! ini Pertanyaan!."
Aku yang mendengar hal tersebut pun jongkok dan melihat ke wajah Astor yang penuh dengan keringat dan pucat,aku terus menatapnya selama beberapa detik setelah itu aku mengambil jari tengah Astor yang terputus dan berdiri setelah itu memakan jari itu tepat didepan Astor.
Astor,Cozbi dan Morgan pun terkejut melihat itu,mereka ternganga melihat ku yang trus mengunyah nya.
"A..apa yang kau lakukan dasar gila! kembalikan jari ku sekarangg!!"teriak Astor yang marah.
"hmm....."Aku yang terus mengunyah sambil berpikir sesuatu "pluih!..."Aku pun mengeluarkan jari itu yang tersisa tulang nya,mulut ku yang dipenuhi darah pun ku biarkan saja.
"rasanya aneh......tapi masih dibilang lumayan sih buat cemilan awal awal"Ucap ku yang terus berpikir sambil memegang dagu ku.
"SIALAAN KAUU!!!!"Teriak Astor sambil memegang pedang merah nya dan menyerang ku,namun langsung kuhindari dan menendang kepala nya dengan P-E-L-A-N.
"Ukhh...sakittt..."jerit Astor yang meringkuk kesakitan sambil memegang wajah ny dengan tangan kirinya.
"Hmmm tadi kau bilang level 1 kan ya....benar sih tapi itu bukan level tubuh asli ku,aku hanya sedang meminjam wadah lemah ku ini..."ucap ku sambil mengepalkan tangan kiri ku berulang kali.
"i...itu,,,bagaimana bisa itu terjadi!!"Teriak Astor yang tidak percaya.
"bisa gih..nih buktinya ada didepan mata mu,asal kau tahu ya ini bukan tubuh asli ku...,lebih baik kau jawab sekarang atau kubunuh kauu~~"Ucap ku sambil mengelilingi Astor lagi.
"a..apa itu artinya dia bukan pemilik asli tubuh itu?"bisik Cozbi kepada Morgan.
"Entahlah aku tidak pernah dengar yang seperti itu,mungkin saja maksudnya dia sedang menyembunyikan identitasnya"bisik Morgan.
"Ka...kalau begitu pasti level 20 kan!"Ucap Astor yang panik.
Aku pun tidak menjawab dan terus bersenandung sambil mengelilinginya lalu....berhenti dan memotong jari telunjuk kanan nya.
"Akkhhhh......"Jerit Astor sambil memegang tangan kanan nya sambil menangis.
"Cepat jawab sebelum aku membunuh muuu"ucap ku sambil jongkok dan tersenyum senang ke arah Astor,lalu aku mengambil jari telunjuk yang lepas dan memakan nya.
"le...level 40?"ucap Astor gemetaran dan perlahan lahan menatap mata ku.
"Hmmm???....SALAAHH!!!!"Ucap ku sambil memotong jempol tangan kanan nya lalu mengambil nya dan memakan nya.
"L..L..level 60?."
"SALAHHH!!! HAAHHAAHHAHA!!!"Ucap ku sambil memotong jari kelingking nya Astor dan tertawa terbahak bahak,begitu seterus nya,jawaban Astor selalu salah dan jari tangan nya dipotong satu per satu dan kumakan.
"Su..sudah... aku sudah tidak memiliki jari lagi! ampuni aku!!"Jerit Astor yang menangis tersedu sedu.
"Hmmm 10 jari kau buang buang dan salah semua jawbaan nya,tapi tenang saja sekarang aku dapat membunuh langsung karena 10 kesempatan mu telah HABISS~~~"Ucap ku sambil tersenyum.
"ka..kau pikir aku ini siapa hah?! jika aliansi Arc tahu tentang ini mereka tidak akan melepaskan mu! mereka akan membunuh mu! aku ini Letnan! jangan main main dengan ku!"Teriak Astor yang marah.
"Hohh...prestasi yang bagus letnan~~,kalau begitu aku tinggal memaksa saksi mata untuk menutup mulut kan?"Ucap ku sambil tersenyum.
"A..apa?"Astor terdiam saat mendengar itu.
"NAH....kebetulan para saksi mata ada dibelakang ku"aku pun menoleh ke belakang dan menatap ke arah Cozbi dan Morgan sambil berkata "YANG BERLUTUT DIDEPAN KU AKAN KUAMPUNI NYAWA NYA,DAN KALIAN TIDAK BOLEH MEMBERITAHU HAL INI OK???"ucap ku dengan nada marah.
"Ba..baiklahhh!!!"Cozbi dan Morgan pun terpaksa berlutut,lalu Lucia pun berjalan mendekati ku lalu berlutut sambil berkata"Tuan ku...izinkan aku berbicara dengan Astor sebentar saja.."
"heheheheh baiklah...." aku pun memberi jalan kepada Lucia dan tersenyum.
Lucia berdiri dan berjalan mendekati Astor yang terduduk lemas lalu berlumuran darah dan menatap ke arah Lucia dengan senang.
"Lu..lucia! sudah kuduga kau akan menyelamatkan aku!,cepat sembuhkan aku sekarang,bukankah kita adalah calon tunangan? kau sendiri yang bilang setelah kembali dari dungeon ini kita akan bertunangan kan?"ucap Astor dengan nada gembira.
"kamu..siapa?"ucap Lucia dengan yang menatap Astor dengan ekspresi jijik ke arah Astor.
Astor terkejut mendengar hal itu dia tidak bisa berkata kata,mata dia yang bergetar tidak memercayai apa yang baru saja dia dengar"A..apa? k..kau pasti bercanda kan...?"ucap Astor yang panik.
"Tuan ku.....aku sudah muak melihat wajah dia kuharap tuan memotong wajah jelek nya dan membakar nya ke dalam api sebanyak 7 kali.."Lucia pun membalikkan badan nya dan berjalan perlahan meninggalkan Astor.
"A..apa maksud dari semua ini hah??!!"Teriak Astor yang masih tidak mempercayai situasi ini.
Lucia pun berhenti sebentar dan menoleh ke arah Astor yang berada dibelakang nya"Dasar bodoh.....kau pikir aku mau sama wajah jelek mu itu? aku melakukan ini hanya untuk mendapatkan uang dari mu...hhehehehehe"Ucap Lucia sambil tersenyum ke arah Astor dan meninggalkan nya sambil tertawa.
"BUAHHAHHAHAHAHAHAHA!!!!! bodoh banget !! dia terlalu di butakan oleh cinta sementara buahahahahah!"ucap Kai yang turun dari tumpukan mayat itu bersama dengan Zenom dan Myst.
Aku pun jongkok dan mendekati wajah Astor yang sedang menangis"kasiannnnn dikhianat oleh kekasih itu memang menyakitkan padahal dia ingin uang bukan wajah mu hahahaa!!"aku pun menusuk tubuh Astor mengunakan katana ku.
lalu aku mendekati telinga Astor dan membisikkan "level asli ku adalah 2000 hehehehe"sambil menyeringai ke arah Astor yang sekarat.
aku memegang pundak kanan Lucia sambil berkata"maafkan aku karena tidak menyelamatkan nya."
"Hah....tuan sejujurnya aku cukup bersyukur karena dia mati,dia sangat mengganggu ditambah dia juga menjadi pewaris tahta selanjutnya,aku kesini dan menyewa pembunuh bayaran buat bunuh adik ku juga sih"Ucap Lucia sambil tersenyum dan mengacungkan jempol kanan nya.
"o..orang gilaa....."pikir ku sambil memasang wajah masam.
"kalau Astor sendiri bagaimana?,padahal jika kau meminta ku untuk menyelamatkan Astor aku bisa saja membiarkan nya hidup."
"Tuanku sedari awal juga aku cuman memanfaatkan dia,aku yang terkejut karena tuan dapat membaca pikiran ku"Ucap Lucia Kagum.
"heh....padahal aku ngasal loh...."pikir ku kebingungan.
"Tapi tuan kan bilang kalau yang boleh hidup hanya 3 kan,kalau aku meminta Astor hidup apa tuan akan membunuh Morgan atau Cozbi."
"ya tidak lah..bagaimana pun permintaan bawahan harus ku penuhi agar aku bisa menjadi pemimpin yang baik nanti!"ucap ku sambil tersenyum bahagia ke Lucia.
Lucia yang melihat itu dia hanya mengalihkan pandangan nya kebawah sambil senyum tersipu....
"Tuan!!! kami sudah membawa boss ni!!!"ucap Kai yang menyeret boss Abominatons.
"yosshhhh mari kita bunuh diaa!!"ucap ku sambil mendekati monster itu dan tersenyum jahat,sedangkan para abominations yang lain hanya menutup mata mereka.
..................
Didunia para iblis,dikerajaan blossom para Eight minerals pun mengadakan rapat mereka.
Shelin pun memulai rapat nya terlebih dahulu dengan berkata"bagaimana? apa kalian sudah menemukan nya?."
"Ughh.......dungeon ku dimasuki oleh para petualangan kelas A tapi mereka cukup lemah,dan tidak ada tanda tanda yang diramalkan"ucap Diablo yang kesal.
"Dungeon labirin ku hanya dipenuhi oleh orang orang yang gila terhadap hartaa,alhasil mereka semua kelaparan"ucap Minotaur sambil menghela napas.
Sleepwell seperti biasa dia selalu tertidur di saat saat rapat,yang berarti tidak ada info dari Sleepwell.
"aku sih fokus mempertahankan benteng kerajaan blossom"ucap Polyphemus.
"Aku sendiri sih didatangi para petualangan yang randoom"ucap Behemoth sedang memakan kepala manusia.
"aku fokus melatih pasukan kuda ku agar tidak lemah lagi"Ucap Spirits.
"kalau kamu sendiri bagaimana Lich?"ucap Vellin menoleh ke arah Lich yang duduk sambil menundukkan kepala nya kebawah.
"kukukuku...aku menemukan nya.....tidak seperti kalian..."Ucap Lich sambil tertawa kecil.
"tu..tunggu sebentar!! bagaimana bisa raja iblis yang hebat tertarik dengan tulang yang bahkan tidak memiliki ********!!!"teriak Diablo sambil berdiri.
"Woi sadar diri dong! kau kan yang gk punya ******** toh!"Ucap Lich sambil berdiri dan menunjuk ke arah Diablo.
"Shelin! menurutmu mana yang tidak punya ********! aku atau Si tulang!!"Teriak Diablo sambil melihat ke arah Shelin.
"Nona Shelin pasti mendukung pelayan setia nya kan? karena aku sendirilah yang diutus menjadi pelayan setianya oleh Hydra!!"ucap Lich sambil melihat ke arah Shelin juga.
"Tidak..sadarlah...kalian berdua ini tidak punya ******** atau alat kelamin tahu!"ucap Shelin dengan muka masam.
"AKHHHHH kenapa!!! kenapa DEWA BAJINGAN ITU MENGHILANGKAN ALAT KELAMIN KUU!!!! habis ini aku mau protess!!!"Teriak Diablo sambil menangis.
"Kenapa! kenapa tuan Shadow memberiku badan tulang!! kenapa!!!!"ucap Lich sambil merangkak.
"woi..fokus rapat...."ucap semua anggota Eight minerals.
Lich pun menceritakan apa yang terjadi pada dungeon......
"Jadi kau bertemu dengan seseorang yang dipilih oleh Sourubureikā?begitu?"ucap Shelin dengna nada serius.
"bukan hanya itu baju beserta syal yang dibuat oleh Leviathan ada di anak itu bahkan dia sangat mirip dengan pakaian tuan muda,lalu dia bisa memakai Sourubureikā itu sendiri yang dimana tuan muda hanya bisa membuka nya selama 5 detik tapi dia bisa membuka nya lebih lama"Ucap Lich.
"Lalu bagaimana dengan mukanya?."
"Sayang sekali aku tidak bisa melihat wajah nya,wajah dia ditutupi oleh api berwarna ungu"Ucap LIch sambil menggeleng geleng kan kepalanya.
"Shelin...jika itu benar berarti..."Diablo yang tidak melanjutkan perkataan.
"kau benar Diablo,tuan muda masih hidup atau bisa dibilang adiku masih hidupp...."
bersambung
wmehhehee