The Legend Has A Risen

The Legend Has A Risen
terjebak didungeon kuno?



laluu.. Putri Rose bersama dengan Zet dan 9 pengawal kerajaan sedang berada di ruangan besar yang memiliki banyak lorong,Zet dan yang lain sedang beristirahat sembari menunggu kemunculan kami berdua di ruangan besar itu.


"Putri sekarang kita harus bagaimana apa kita akan trus menunggu disini?"Ucap salah satu prajurit.


"Bersabarlah sedikit lagi,kita tak bisa meninggalkan mereka berdua begitu saja."Kata Putri Rose.


"Tapi putri jika kita disini trus cepat atau lambat kita bakal mati karena serangan musuh yang muncul trus menerus."


"Tenang lah prajurit! permintaan Putri Rose adalah Perintah,bertahan lah sampai Felix dan adikku datang"Kata Zet sambil menenangkan prajurit tersebut.


"SEMUANYA! BERTAHANLAH TERLEBIH DAHULU SAMPAI ADA PERINTAH DARI PUTRI!!"Teriak keras Zet kepada seluruh prajurit yang tersisa.


"Hahh... yang benar saja mending aku cari jalan sendiri daripada tetap diam disini!"ucap salah satu prajurit sambil berjalan menuju salah satu lorong untuk pergi sendirian.


"Woi! jangan pergi sendirian lebih baik kita bersama!!"Teriak Zet sambil berusaha mencegah nya.


"Berisik lebih baik aku pedulikan nyawa ku send.."balas prajurit tersebut sambil membalikkan badan nya,namun pada saat prajurit tersebut menggalihkan pandangan nya dibelakang sudah ada segerombolan tengkorak yang langsung menariknya ke dalam lorong yang dipenuhi kegelapan.


didalam lorong tersbut terdengar jeritan prajurit tersebut yang seperti dicabik cabik oleh para tengkorak tersebut


Setelah jeritan itu berakhir muncullah segerombolan tengkorak bersenjata lengkap,salah satu dari mereka membawa kepala prajurit tersebut


"Kan sudah kubilangin......cih mereka dateng lagi,mau sampai kapan mereka muncul terus menerus"Kata Zet sambil menggeluarkan pedang besarnya.


"SEMUANYA BERSIAP! SEBENTAR LAGI ADA MUSUH YANG INGIN MENYERANG!!."


"Sialan gk ada habis habis nya!!"Keluh para prajurit.


"Putri Rose menjauhlah agar tidak kena serangan para tengkorak."


"Ze..Zet jangan terlalu memaksakan diri."


"Tenang saja putri! nanti jika keadaan memburuk anda lebih baik lari kesalah satu lorong sambil membawa beberapa prajurit! saya akan menahan semampu saya"Ucap Zet dengan tegas.


"SEMUANYA MARI KITA LINDUNGI PUTRI SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN! YANG INGIN KABUR SILAHKAN KABUR!! TAPI YANG INGIN TETAP BERSAMA MARI KITA KALAHKAN SEMUA MUSUH YANG MUNCUL SAMPAI ADA PERINTAH LANJUTAN DARI PUTRI!!!!."


"YYAAAA!!!!!!"sorak para prajurit.


"SERANGG!!!!."Teriak Zet sambil maju menyerbu ke para Tengkorak tersebut dengan diikuti oleh 8 prajurot yang tersisa.


Pertempuran pun tidak bisa dielakkan lagi Zet dan lainnya dikepung dari berbagai sisi oleh para tengkorak


itu membuat mereka terpaksa berkumpul di 1 titik demi melindungi putri Rose,melihat itu semua putri Rose pun tidak bisa tinggal diam saja,dia berusaha membantu dengan sihir penyembuh nya.


**"AURA HEAL!"**Teriak Putri Rose sambil menggankat kedua tangan nya\,setelah dia mengucapkan itu muncullah cahaya dalam berskala besar yang memberikan kehangatan dan penyembuh kepada orang orang disekitarnya.


"Woahhaha tubuhku terasa hangat!!"


"WOahah luka ku pulih!"ucap para prajurit


"Terimakasih tuan putri!!,hahah! dengan begini aku masi bisa lanjut sampai 15 jam!! SEMUANYA BERTAHANLAH!!."Teriak Zet.


"YOOO!!!!!!"Sorak para prajurit


Tapii.... tetap saja walau sudah diberikan penyembuh berulangkali itu tetap membuat mereka terdesak,musuh terus bermunculan dari berbagai lorong,1 persatu dari prajurit pun mati karena dicabik cabik oleh para tengkorak.


Sampai tersisa putri Rose,Stero,2prajurit lagi dan Zet.


"Tuan putri! lebih baik anda pergi sekarang!!."ucap Zet yang trus menyingkirkan tengkorak yang mendekat.


"Ba..bagaimana caranya tuan putri  pergi dari sini semua lorong tertutup."kata Stero sambil terus menyerang tengkoraknya.


"Cih tengkorak ini sangat banyak sekali! sebenernya ada berapa banyak yang berada di dungeon ini!"Saat Zet menggatakan hal tersebut dia ditusuk oleh tombak yang menggarah di pinggangnya,itu membuat nya lengah lalu saat dia lengah para tengkorak langsung menimpa nya.


"Ze..ZETT!!! Tolong akuu!."Teriak putri Rose yang didekati oleh beberapa tengkorak.


"WOI!! DASAR TENGKORAK BUSUK MENYINGKIRLAH DARI TUAN PUTRI!!."Teriak Zet sambil menyingkirkan beberapa tengkorak yang menimpa.


"Ja..jangan mendekatt!!"Teriak putri Rose yang sudah ditangkap oleh para tengkorak ,salah satu tengkorak tersebut pun menggankata pedang nya lalu ingin memenggal kepala putri.


"TUAN PUTRIII!!!!!!!"Teriak histeris nya Zet saat melihat pedang tersebut yang ingin diayunkan.


Saat masih ada banyak asap yang menghalangi pandangan penglihatan tengkorak tersebut,lalu aku muncul dari balik asap tersebut sambil menggatakan"Oi OI TENGKORAK KERING,BAU BUSUK,BODOH,DAN MAIN KEROYOK! lawan selanjutnya kalian adalah AKU!"Kataku dengan bersemangat sambil memasang kuda kuda untuk menyerang dan menciptakan banyak Katana dari bayangan untuk keempat tangan ku.


"URAA!!!" Aku melompat ke depan dan mulai menyerang para tengkorak itu.


"WOi maju sendirian itu bahaya tahu!! biarkan aku ikut juga!"Zet pun mencoba bangkit lalu menggambil pedang dan ingin masuk war juga.


"Udahlah kak sadar diri sendiri lah jelas jelas kamu terluka parah loh"Ucap Lunox yang daritadi duduk di samping mereka.


"HEH? Lunox kapan kau ada disitu?."Kata Stero kebingungan


"LAH? tadi pas Felix jatuh kesini aku langsung diturunin tanpa kalian sadari."


"HUHUHHH ADIKKU TERCINTAAA\~\~\~\~ AKU KIRA KAMU DAH MATIII\~\~\~"kata Zet sambil memelukkanya.


"UKHH... kak lepasss!!!!!"kata Lunox mencoba melepaskan pelukannya.


"Sudahlah Zet lepas aja tuh adikmu sesak tuh."


"BAIK KALAU ITU PERMINTAAN DARI PUTRI!"Zet pun langsung melepaskan pelukan nya.


"Ukhuukk... badan ku terasa mau remuk"Ucap Lunox sambil memeluk dirinya sendiri.


"Yaa..... kita emang selamat sihh... tapi ada 1 orang yang jadi gila tuh"Stero pun menunjukkan jari ke arah ku yang sedang bertarung brutal.


"BUAHAHAHAHAHAHHAHHA LEMAH! LEMAH! LEMAH!!!! MANA TADI KEKUATAN YANG HAMPIR MENGGALAHKAN ZET?!!! HAHH!!! MANAA!!!!!! SINI KALIAN NOGOLLL SEMUAA!!!! BIAR KUANTAR KE AKHIRAT YANG KE DUA KALINYAA!!! BUAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAH"Teriakku sambil terus melompat dan membantai semuanya.


"Di...dia monster yang sesungguhnya!."Ucap serentak dari Stero,Lunox,putri Rose dan Zet.


"BUAHAHAHHAHAHAHAHAHAHA!!!~~."


1 jam kemudiann~~.


"Hahaha hari ini aku membantai banyak tulang! apa aku peringati hari ini sebagai hari tulang?"ucap ku yang sedari tadi membersihkan katana.


"HAH?! hari aneh apa itu dasar helai ungu!"Ucap Lunox dengan nada kesal.


"HAHH?!! SADAR DIRI DONG YANG DARITADI CUMAN NUMPANG SIAPA COBA?."Ucap ku yang berusaha memprovokasinya.


"BIARLAH WLEEEE.."Lunox pun menjulurkan lindah nya padaku.


"Sudah sudah jangan bertengkar untuk sekarang mari kita coba keluar dari dungeon ini."kata Zet


"Daripada repot repot cari jalan keluar mending kita pake sihir teleportasi nya Felix."


"HEHHH!!!! Felix bisa sihir teleportasi?!!!!Ucap Stero dan putri Rose.


"Yaaa.. begitulahh... heheh,cuman jika aku memakai nya aku ingin kalian merahasiakanya ok? termasuk kedua prajurit yang disana!"Ucap ku sambil menunjuk ke arah mereka.


"Bagaimana prajurit? kalian harus berjanji merahasiakan nya ok?."


"SESUAI PERINTAH ANDA TUAN PUTRI!."ucap kedua prajurit tersebut.


"Sip sudah Fel! tidak ada masalah lagi soal informasi!"Ucap putri Rose.


"Yoshh! aku mulai yahh!! kalian semua harus saling pegangan tangan ok"Ucap ku sambil menggambil aba aba untuk memakai sihir teleportasi.


"Kami semua sudah siap!!!"Ucap semuanya sambil bergandengan tangan.


"BAIKLAHH... hmmmm hahhhhhhh....TEKNIK SIHIR TERLARANG KE 0! Terepōt....AKHHHHHH"Sebelum aku menyelesaikannya,aku batuk darah dan menggeluarkan darah dalam jumlah yang banyak,aku pun langsung jatuh pingsan.


"FELL!!!!"Teriak semuanya


mwhehehehe


bersambung


mwhehehe