The Legend Has A Risen

The Legend Has A Risen
awal kekacauan yang menyiksa



"Shadows are my territory,tidak kusangka aku bisa memakai nya sekarang...aku sudah berusaha keras untuk membuka kembali skill ku yang unik ini dari awal  masuk dungeon,skill ini adalah sangat berguna dan juga memilki peran penting dalam rencana ini,sialan....kenapa saat baru terkirim ke dunia ini kenapa gk buru buru mempelajarinya sih..."Pikir ku yang sedang berada di dalam bayangan.


"Tuanku...sepertinya mereka sudah cukup jauh apa sudah saat nya kita bergerak?"Ucap Kai.


"Belum saatnya...karena masih ada beberapa monster yang tertinggal,kalau kita keluar sekarang bau kita akan langsung tercium oleh mereka."


"Untuk sementara waktu kalian lebih baik memakai ini terutama kau Myst"Ucap ku sambil memberikan 3 botol berwarna hijau muda.


"Ini apa Fel?"Ucap Zenom kebingungan.


"Ini adalah ramuan yang berfungsi sebagai menyembunyikan bau badan mu,monster ini sangat sensitif terhadap suara maupun bau badan,yaa...walau mata mereka hanya bisa melihat inframerah si...tapi itu bisa disebunyikan oleh Zenom,oh ya ramuan ini bersifat wajib untuk Myst karena kau punya sedikit bau darah.."


"HMM? aku? apa aku sebau itu?"Ucap Myst sambil mengendus badannya.


"Maa...kami yakin kau cukup bau..."Ucap Zenom,aku dan Kai sambil menjauh dari Myst.


"Lain kali kau harus mandi terlebih dahulu~~ bau mu campur aduk,dari bau laut,bau ikan dan bau darah."


"Akjh....maafkan saya tuan...saya lupa mandii..."Ucap Myst sambil sedikit menyesal,dan meminum ramuan tersebut.


"Felix....sepertinya mereka sudah pergi..."Ucap Zenom sambil meminum ramuanya.


"Baiklah ayo kita keluar dari bayangan"Ucap ku sambil keluar dari bayangan bersamaan dengan Zenom,Myst dan Kai.


"Myst kau seharusnya bisa melihat dalam kegelapan kan?."


"Ya...begitulah..."


"Kau yang memimpin jalan,kalau kita nyalakan obor atau penerangan itu membuat posisi kita diketahui."


"Baiklah jika itu kemauan tuan,lebih baik kita berpegangan tangan agar tidak nyasar."


Kami pun berpegangan tangan lalu berbaris dengan Myst yang memimpin jalan.


diwaktu yang sama kelompok yang dipimpim Astor.......


"Ughh.....bauu...kenapa ada banyak lendir disini?"Ucap Knox sambil menutup hidungnya.


"Kau benar....semakin lama kristal yang membantu kita melihat semakin menghilang...lendir ini juga semakin banyak"Ucap Arlo.


"Hmm...kita sudah menelusri goa ini selama 1 jam tapi belum menemukan apa apa...."UCap Morgan.


"Jangan lengah! musuh bisa saja muncul darimana pun!"UCap Astor.


"Hmm...? i..itu?? bukankah itu Dulcie?"Ucap Cozbi yang menunjuk ke arah pertigaan,disana ada mayat Dulcie yang digantung dan ditancap 3 tombak.


Astor pun berlari tergesa gesa ke arah Dulcie"Woi! Dulcie! apa kau masih sadar?apa yang terjadi pada mu?,Lucia cepat periksa Dulcie!"Ucap Astor yang memengang tangan Dulcie.


"Morgan! akan tubuh Dulcie dari tombak tombak ini!."


"Baiklah Letnan"ucap Morgan sambil melepaskan Dulcie yang tertancap 3 tombak,Lucia pun mendekat ke mayat Dulcie yang terbaring di tanah,dia mulai memeriksa denyut nadi Dulcie.


"Le..letna! Dulcie sudah mati! jika dilihat dari lukanya,monster yang membunuhnya menggambil jantung Dulcie."


"Ck....Bajingan mana yan berani membunuhnyaa...."ucap Astor sambil melihat kebelakang,dibelekang Astor ada Knox yang sedang memeriksa sekitar..


"Sial......sejak tadi kita sudah diikuti...."ucap Astor sambil berdiri,namun saat dia berdiri di cbang yang berada di samping nya muncul lemparan tombak yang sedang menuju ke arahnya.


Saat tombak itu hampir mendekati Astor,Morgan pun reflek melindungi Astor dengan perisainya.


"Sial...tombak darimana itu?"UCap Knox yang sedikit panik.


"Siall! musuh ada di belakang juga? 'glacier blowing'" ucap Arlo sambil menggarahkan pedang es ke belakang lalu dari pedang es Arlo muncul hembusan es yang cukup kuat ke arah belakang,disana terdengar ada beberapa makhluk yang terkena dampak nya dan membeku.


"Avena! berikan sihir api agar kita bisa melihat!"Teriak Astor.


"Ba baiklah 'wahai dewa api yang agung sinarilah jalan kegelapan yang tak berujung dengan cahaya hangat mu Fire brust!'"keluar api dari tongkat Aven yang langsung menjalar kearah tempat dimana Arlo memberikan hembusan es,disana terlihat monster humannoid berkepala anglerfish(kalau gk tahu bisa cari di google mweh) mereka memilki 2 kaki dan bisa merubah kaki mereka menjadi sirip,badan mereka kekar,untuk ilustrasi ada dibawah



(Yap kurang lebih begini,mereka kaki mereka bisa jadi sirip,gw ambil di pin biar makin jelas.....pikir pikir sendiri kalau tuh makhluk dikasi kaki gimana).


"A..apa makhluk dungeon level 5 seseram itu?"Ucap Arlo.


"Jumlah mereka sangat banyakk"Ucap Astor sedikit panik.


"Letnan disebelah sini juga ada !"Teriak Morgan.


"Letnan disebelah sini juga ada!!"Teriak Cozbi yang berada di cabang kiri.


"Ba..bagaimana ini? kita dikepung!"Ucap Zayn panik.


"Siall....kita sudah kehilangan 2 anggota pentingg....kita juga dikepungg dari kanan,kiri dan belakang...satu satunya jalan adlaah berjalan luruss! tapi kita tidak tahu apa yang berada disana! firasat ku buruk."Pikir Astor.


"Letnan! sihir es ku tidak bisa terus menahannya! mereka mulai lepas dari sihir esnya! apa yang harus kita lakukan?!"Ucap Arlo yang terus menerus merapalkan mantra hembusan es.


"Kita lari kedepan! cepat cepat!! Avena rapalkan the fire spread ke sekitar cabang kanan,kiri dan belakang agar bisa memberi waktu!."


"baik Letnan!'wahai dewa api yang agung lindungi kami dengan api mu yang panas!'Fire Spreads!"muncul api yang menghalangi jalan cabang kiri,kanan dan belakang.


"Cepat cepat,kita tidak waktu untuk bersantai cepatt!,Morgan kau pimpin jalan sambil memakai perisai untuk jaga jaga jika ada serangan dari depan!."


"Baik Letnan!"Morgan pun berlari pergi duluan sambil disusul Astor,Cozbi,Avena,Zayn,Lucia dan Arlo dibelakang.


Arlo pun memberi glacier barricade untuk menghambat para monster,namun tiba tiba terjadi gempang ringan lalu tembok yang berada di kanan Arlo pun hancur karena ada monster yang lebih besar dari yang lainnya yang muncul dan langsung menerkam Arlo.


"Arlo!!"Teriak Avena.


"Kita tidak ada waktu untuk menyelamatkannya! kita harus pergi cepat!"Ucap Cozbi menarik tangan.


"Khekkk!!!!!!"Teriak para monster itu yang berada dibelakang mereka,disitu kami bisa mendnegar jeritan Arlo yang meminta tolong karena dimakan hidup hidup,sebagian dari kami hanya menahan air mata dan menutup telinga.........


"Hmm? teriakan?"Ucap Myst.


"HOh...seperti nya penyiksaan sudah dimulai yaa..."Ucap ku sambil tersenyum.


"Kheheeheh seperti yang diharapkan dari tuanku~~ sesuai dengan rencana~~"UCap Kai sambil tertawa dengan volume 10%.


"Berarti kita tinggal ke ruang boss ya sekarang?"Ucap Zenom


"hmm begitulah~~ tapi ini sedikit lebih cepat,mereka sudah bisa menangkap salah satu dari anggota tim~ seperti yang diharapkan dari Nightmare of the mermaids underwater creatures, lords of abominations,sang abominations memang yang terbaik dari seluruh monster kroco (Nama makhluk nya Abominatios)"Ucap ku sambil menyeringai


mwhehe


mwhehe


bersambung


wmehhe