The Legend Has A Risen

The Legend Has A Risen
terjebak di dungeon kuno!



"Woiii Lunoxx!!! bangun!!! woiiii..." teriakku kepada lunox yang berusaha membangungkan Lunox dari tidurnya.


"Ekhh...."keluh Lunox sambil membuka perlahan lahan" ada apa sih.." dia pun melihat sekitar nya dan.."HEhhhh!!!!! ini dimana!!!!"kata Lunox dengan Nada keras,tempat seperti dungeon kuno yang belum dijelajah oleh manusia lorong dipenuhi oleh hawa tidak enak dan sangat menyeramkan.Dungeon nya juga sangat bobrok dan kotor sekali


"Entahlah aku juga tidak ini dimana tapi jika dilihat dari kondisi tempat ini kita mungkin berada di Dungeon kuno"Kataku sambil menggambil tas ku yang berada di samping ku.


"Hehh?? dungeon kuno? perasaan sebelum tidur kita masi di kamp deh,lalu dimana tuan putri dan kakak?."


"Kemungkinan kita di teleportasikan ke dungeon ini oleh seseorang dan ditaruh secara acak,tapi bagusnya barang barang kita termasuk tas kita tidak dipisah."kataku yang sedang meroggoh sesuatu didalam tas ku.


"Tunggu sebentar jika seseorang ingin menteleportasikan kita ke tempat ini,apa ada kemungkinan kalau hanya kita yang diteleportasikan?."


"Bisa jadi sih,tapi menurutku dia pasti lebih mengincar tuan putri daripada kita,makanya itu aku lebih yakin kalau kita semua diteleportasikan dan ditaruh secara acak."


"Hah? jelas gk mungkin lah!  untuk menteleportasikan 2 orang saja sudah cukup menghabiskan banyak energi sihir tahu,jika semua pengawal diteleportasikan lalu ditaruh secara acak sebesar apa sihir yang dimiliki orang tersebut."


"Hmmm.... kemungkinan dia sangat kuat lalu kemungkinan dia juga adalah penguasa di dungeon ini."kataku sambil menyodorkan semacam botol minum kepada Lunox.


"hmmm... ternyata kau beli yang kek gini juga ya."Ucap Lunox sambil meminum air tersebut.


"Yahh..sebenernya aku sudah memprediksi akan kejadian seperti ini makanya aku membeli banyak persiapan."


"Hoohh... ada berapa prediksi yang kau buat?."


"1001 prediksi yang kubuat."


"BUSET! banyak amat! itu bener bener prediksi? kapan kau buatnya?."


"Semalaman aku FUll teori untung menghindari hal hal yang tidak dinginkan tahu!."


"Hmm jadi sekarang kita harus ngapain the predictor's purple strands?."


"Yang pertama kita harus mencari keadaan Putri Rose lalu kita cari yang lain kalau keselamatan Putri lebih dalam bahaya lebih baik aku langsung mencari jalan keluar daripada mencari yang lain."


"Hmm walau kau bilang begitu tapi ini adalah dungeon tahu pasti susah carinya."


"Hmm.... kau memang benar...tapi rasanya aku tidak asing dengan dungeon ini.."


"Hmmm rasanya seperti lihat tapi dimana ya..."ucap ku sambil menyentuh tembok tembok dungeon tersebut"hmmm struktur tembok ini mirip dengan  dungeon buatan ku di game OPEN RPG....apa mungkin... akh gk mungkin aku yakin ini cuman kebetulan."Gumam ku.


Lalu saat aku sedang berpikir muncul segerombolan tengkorak dengan persenjataan dan armor lengkap dari arah belakang yang sedang menggejar kami dan siap menyerang kami.


"Cih... waktunya gk tepat buat berpikir."


"HEHHH?? tengkorak kelas elite?."


"Tidak ada waktu buat terkejut lebih baik kita lari daripada melawannya"Kataku sambil menggandeng tas ku lalu memegang tangan Lunox dan berlari"EHhhh tunggu bentar Fell!!! jangan asal lari aku belum siappp."


"BACOT BENGEK!  KAMU MAU JADI UNDEAD JUGA? KALAU MAU BISA AKU LEPAS TANGAN KU SEKARANG DAN AKU TINGGAL KAU!."


"EH? emang kau mau ngapain sampai bilang begituu>.."


"APALAGI KALAU BUKAN MEMPERCEPAT PELARIAN! PEGANG ERAT ERAT TANGGAN KU OK!."


"Ba.. baiklah."


"YOSSHH teknik sihir ke 3 Hayakuhashiru!!!!!"kaki ku langsung dipenuhi oleh sihir api yang berwarna ungu gelap


"Eh haya apa tadi?."


SWOSSHHH!!!! dalam sekejap aku melompat melesat jauh kedepan dan melewati banyak jebakan yang ada.


"FELLLL NGOTAK DIKITTT LAHHH>!!!!!!!"Jerit Lunox yang daritadi memengang erat tangan ku.


Saat kami berhasil mendarat aku terpaksa lanjut lari sambil terus memengang erat tangan Lunox.


"Woii Fel gk bisa istirahat bentar apa? kaki ku sakit ni lohh!"Teriak Lunox.


"BACOT! KAU GK LIHAT TUH DIBELAKANG YANG NGEJAR SEGITU BANYAK!."


aku pun melempar  Lunox kedepan dengan lumayan tinggi dan menggendong nya didepan agar lari ku tidak terhambat.


"Jangan asal main lempar tahu!! nanti jatuh gimana,memangnya berapa banyak sih yang kejar kita?....... BUSET!!! BANYAK AMAT!"Kata Lunox setelah melihat belakang.


Kami dikejar oleh beberapa gerombolan tengkorak bersenjata lengkap dan dibelakang nya ada batu yang ukuran nya besar sekali sampai bisa memenuhi lorong,sekali kita terjatuh aku yakin kita bakal jadi tempe goreng!,


"Ehhh..Fell... entah ini perasaan ku saja atau kau juga bisa melihat nya,aku merasa segerombolan tengkorak itu juga sedang panik deh karena dikejar oleh batu segitu gedenya."


"HAH? benar kah?"Kataku sambil melihat kebelakang untuk memastikan apa yang dikatakan oleh Lunox...


"Ehhh.... seperti nya kau benar..aku bisa melihat keringat dingin mereka dan wajah panik mereka."


"Sekarang kita harus gimana Fel? cepat atau lambat stamina mu akan habis kan?."


"Hmmmm..."


aku pun melihat ke kanan dan melihat celah sedang yang berada di 4 meter dari depan ku  sepertinya celah itu menuju ke lorong lain  tinggi celah nya setengah dari tinggi ku tapi lebar nya sudah lebih dari cukup agar aku dan Lunox masuk kesana.


"Lunox ini akan sedikit sakit aku harap kau menahannya ok?."


"Eh tunggu dulu ap yang kau maksud."ucap Lunox dengan nada kebingungan.


Tanpa banyak omong aku pun langsung meluncur ke arah celah it"AKHHHHH SAKITT!!!!" jerit Lunox,karena saat meluncur tanpa ku sadari kaki Lunox yang patah malah terbentur lagi di celah itu,itu membuatnya terkena doubel damage!.Tapi walau begitu kami berhasil menghindari batu besar dan beberapa tengkorak yang mengejar kami.


"HAHAHAH siapa sangka kalau bakal berhasil kukira aku bakal nyangkut tadi hahahaha"Ucap ku dengan nada puas,aku yang sedang berbaring di lantai karena tanpa kusadari Lunox masih memelukku dengan erat itu membuat ku tidak bisa duduk karena berat.


"Emm Lunox... bisakah kau menyingkir dari ku? aku sudah cape ni lo nahan berat badan mu."


Lunox yang tadi berbaring di perut ku,dia mulai bangun dan duduk di perutku sambil berkata"GK mau! gegara kamu kaki kiri ku malah makin parah!."


"Ya maap daripada mati mending sakit toh."


"IHhhhh.. Felix bodoh!."Kata Lunox dengan nada kesal sambil memukul mukul dada ku.


"Cihh! dasar keras kepala! minggir gk atau aku dorong kamu!."


"Iya iya!."Kata Lunox sambil menyingkir dari ku


"Felix kamu kasar banget sama perempuan! harusnya kan kau lembut sedikit pada perempuan."


"MAAF MAAF NIH YAA AKU INI ORANG NYA GK SELEMBUT ITU!."Ucap ku dengan nada kasar.


"Amanat turun temurun dari keluarga ku sering bilang pada keturunan laki laki bahwa "Jika kau terus kasar pada perempuan nanti kau gk dapat pasangan seumur hidup loo" begitu katanya."


"HAH!." ucap ku dengan nada kaget sambil bangun dari berbaring.


"Woi Lunox! apa pendiri keluarga sentinel adalah perempuan bernama Sentinel Soulford?."


"Ba.. bagaimana kau bisa tahu pendiri keluarga kami?! itu adalah rahasia tingkat nasional loh!"Ucap Lunox sambil menggeluarkan yang tercipta dari cahaya dan menggarahkan nya kepada ku.


"hmmm jadi teori ku benar ya... aku di kirim ke dunia game....... tapi siapa sangka kalau ini di masa depan game OPEN RPG,berarti... dungeon ini.... adalah dungeon milik Lich pengawal setia ku di game OPEN RPG!"Gumam ku


Bersambungg


mwehhehe