
"Shadoww....apa kau yakin kalau ini tempat nya?."
"AAA......kenapa tempat ini menjadi bobrok dan rusak seperti ini!!!!!"UCap ku sambil berteriak memandang keatas dan memangang kepala ku dengan kedua tangan ku.
"Tempat ini sangat buruk,bahkan bisa dibilang ini lebih buruk dari rumah orang miskin"Ucap Zenom sambil berlutut dan menggencek keadaan lantai yang berada di luar Blacksmith.
Tiba tiba ada seseorang yang menendang pintu dari dalam sambil berteriak"DASAR ANAK MUDA!! KALAU KALIAN TIDAK MAU BELI LEBIH BAIK KALIAN PERGI DARI SINI SAJA DASAR BODOH!!!"Ucap pria yang memakai sarung tangan,ikat kepala berwarna putih,berpakaian acak acakan dan dia membawa palu di tangan kanannya.
"HAH?? tadi kau bilang bodoh ke siapa? ke tuan ku atau ke diriku?"Ucap Zenom sambil menggepalkan tangannya dan bersiap untuk meninju.
"HAH!! jadi kalian ini seorang bangsawan! kan sudah kubilang kalau aku tidak akan memberikan tempat ini ke kalian!,kalian mau menggancam ku dengan pria berapi ungu jelek ini?! dia kagak ada serem serem nya tahu!."
"KAU YANG TIDAK TAHU WAJAH TUAN MUDA LEBIH BAIK DIAM SAJA DASAR PENEMPA!."
"HAH?!! dia tuan mu?! jelek sekalii!! itu wajah nya kena kutukan kan ya hahahahah!."
"CIhHhhh TUAN MUDA IZINKAN SAYA UNTUK MEMATAHKAN LEHER ORANG INI!! SAYA PASTIKAN TULANG EKOR NYA HANCUR BERKEPING KEPING!(Menurut mitos yang berada di game OPEN RPG jika tulang ekor manusia tidak hancur maka akan ada kesempatan untuk berenkarnasi).
"Sabar Zenomm....hahh oi pak tua apa kau kenal Yasuo? aku ingin bertemu dengan nya."
"Yasuo?maksud mu nenek moyang kami? suda jelas dia sudah menjadi tulang,aku terkejut anak muda seperti mu tahu sejarah seperti itu."
"Ahhh...aku lupa kalau waktu disini sudah berjalan 500 tahun...sudah jelas tuh orang mati ha ha ha.....padahal aku adalah langganan terbaik dia waktu katana ku rusakkk!!"Ucap ku dalam hati.
"Sebenarnya kami ingin membuat katana disini apa itu bisa dilakukan?"Ucap ku sambil menggambil sekantong koin dari ruang tak terbatas.
"Ahhh..katan-tunggu sebentar! tadi kau bilang katana? bukankah itu jenis pedang yang digunakan oleh sang agung!!"Ucap orang itu sambil mendekati ku.
"Yaa...kurang lebih begitu sihh...apa kau bisa membuatnya."
"Te..tentu saja! suatu kehormatan bisa membuat senjata yang pernah dipakai sang agung!,tapi aku tidak tahu cara membuatnya disaat kami mencoba membuat itu selalu gagal! bahkan pendahulu kami sudah sering membuatnya tapi mereka selalu gagal!."
"Aku punya blue print nya apa kau mau melihat??"Ucap ku sambil memengang blueprint yang digulung.
Orang itu pun terdiam sebentar,kami saling menatap untuk sementara waktu.
"TIDAK MUNGKIN! KAU PASTI BERBOHONG!! TIDAK ADA YANG BISA MENGGAMBAR BLUEPRINT DARI KATANA SANG AGUNG!."
"Kau tidak percaya? mau lihat dulu kah"Ucap ku sambil membuka gulungan itu dan menunjukkan ke orang itu.
"Gi gilaa ini benar benar mirip dengan katana sang agungg!! bagaimana kau bisa membuat blue print ini"Ucap orang itu sambil berushaa memengang kertas blueprint nya.
"Kau tidak boleh memengang ini sebelum menyetujuinya"Ucap ku sambil menggulung kertas itu lagi.
"Ba baiklah aku menyetujui bahkan tanpa kau membanyarnya,tapi aku tidak punya bahan yang cocok untuk membuatnya."
"Tenang saja masalah itu akan kami urus,Zenom keluarkan itu"Ucap ku sambil melihat ke arah Zenom.
"Baiklah jika itu keinginan mu Shadow akan ku keluarkan sekarang juga"Ucap Zenom sambil menggambil sesuatu dari ruangan tak terbatas dan melemparkan kantong itu ke arah pria itu.
"ini kan sisik Leviathan yang berkualitas tinggi! 1keping sisik saja sudah berharga 100 koin emas! dan kalian memiliki sebanyak ini?bagaimana kalian mendaptakan ini?."
"Bagaimana? tentu saja menggambil nya langsung dari makhluk itu."
"A..apakah kalian adalah orang ynag dirumorkan itu?! orang yang memukul mundur Leviathan BAJINGAN ITU?!."
Zenom yang mendengar itu pun langsung menggepalkan tangan kananya sambil menunjukkan ekspresi marah"BAJINGAN KATANYA?!!!."
"Tapi Shadoww..."
aku pun langsung menaruh tangan kiri ku ke kepala Zenom dan mengelusnya sambil berkata"Cup cup cupp sabar yaaa anaak sabar disayang tuhaannn"Ucap ku sambil berkeringat dingin.
"Ba.baiklahh tapi sebagai gantinya kau harus memeluk ku setiap pagi!"Ucap Zenom sambil ngeblush.
"Baiklah jika itu permintaan mu!"Ucap ku sambil tersenyum.
"Ja..jadi tuan kapan anda memulai nya?"Ucap pria itu.
"Oh apa anda bisa memulai nya sekarang?."
"Tentu sjaa mari ikuti aku"Ucap pria itu sambil memasuki ruangan.
"GIlaa...burik bangett"Ucap Zenom yang sudah masuk ke dalam.
"Setahuku blacksmith ini tidak seperti ini?apa yang terjadi dengan Sword template"Ucap ku sambil memperhatikan ruangan.
"Se..sebenarnya kami bangkrut gegara berusaha keras untuk meniru senjata sang agungg!! kami menghabiskan seluruh kekayaan kami untuk berteori dan menggumpulkan bahan berkualitas tinggi."
"kalian bangkrut dengan cara yang konyol...."Ucap Zenom dan aku.
"Berisik! mau bagaimana pun ini wasiat dari nenek moyang kami."
"hahhhh...sayang sekali jadi bangkrut padahal tempat ini sangat bagus lohh saat aku masi bermain OPEN RPG dan membuatkan pedang untuk Jack,siapa sangka Sword template milik nenek tua itu menjadi bangkrut sekarang"Ucap ku didalam hati.
"nah ini diaa tempat menempa kita"Ucap pria itu sambil menunjukkan tungku besar yang berkarat.
"HAh? ini? bukankah ini sangat jelek? ini sudah diturunkan berapa tahun? kamu gk ada keinginan untuk membuangnya?"Ucap Zenom.
"Hahhh Zenomm jangan memandang rendah tungku ini,walau sudah berkarat tungku ini sangat berharga,lalu tungku inilah yang diberika langsung oleh sang agung,tungku ini dapat membuat pedang apapun dalam sekejap mata."
"Akhh begitukah? maafkan atas ketidak tahuan sayaaa"Ucap Zenom sambil menundukkan badan nya.
"HEbat sekali kau nak kau bisa tahu sedetail itu kalau begitu boleh kah aku meminta blueprint itu dan bahan bahan nya?."
"Ini aku sudah muak berlama lama disini jadi cepatlah."
"Baiklah!"Pria itu pun melemparkan blueprint dan bahan itu ke dalam tungku besar.
"PEdang in untuk siapa?"ucap PRia itu.
"Ah itu untuk tunangan ku yang sedari tadi disini"Ucap ku sambil menunjuk kearah Zenom.
"Heh?? kalian sudah tunangan toh..kalau begitu rambut biru tua berikan energi sihir mu ke tungku ini.
"ahh baiklah"Zenom pun menggarahkan tangan kanannya ke tungku itu dan menyalurkan energi sihirnya.
Tungku itupun bergoyang goyang sambil menggeluarkan cahaya biru tua yang menyinari 1 ruangan,lalu tungku itupun meledak,yang membuat pandangan kami tertupi oleh asap lalu saat asap itu mulai menghilang didalam tungku itu terdapat katana.
mwhehe
bersambung
wmehhehe