The Legend Has A Risen

The Legend Has A Risen
secarik masa lalu



"Haahhh....disaat jam olahraga begini si bocah kemaan dah?"Ucap Luna sambil memeriksa sekitar.


"Kata anak anak sekelasnya kalau si Felix itu gk pernah ikut pelajaran olahraga dari awal semester......sebenarnya apa yang dia lakukan sih?,hah....apa dia takut di ejek orang orang karena tubuh nya kurus? kan kemarin aku dah bilang untuk tidak takut karena akan ada kelas campuran antara kelas 1 dan 2..."ucap Luna sambil berjalan perlahan dan menoleh ke sana dan kemari.


"padahal nilai dia bagus lohh kenapa saat praktek dia selalu tidak ikut bahkan saat disuruh baca pidato di depan dia pasti langsung keluar....sebenarnya dia kenapa sih?"Ucap Luna sambil menoleh ke bawah tangga,dia menemukan ku yang sedang bersembunyi dibawah tangga menuju lantai 2 sambil bermain game di Hp ku.


"Sial....."Ucapku sambil bergetar,lalu tanpa basa basi aku langsung memasukkan hp ku ke dalam saku dan keluar dari bawah tangga lalu berusaha lari,namun saat aku ingin lari baju belakangku langsung dipegang dengan sanagat erat yang membuat ku terjatuh.


"Fel...kau pikir kau bisa kabur lagi?..."UCap Luna sambil menatap tajam ke arahku.


"Bukankah sudah kubilang aku tidak ingin ikut pelajaran olahraga yang praktek?"Ucap ku dengan nada malas sambil melihat kearah Luna.


"Bukan itu masalah nya tahu! kalau kau ijin kenapa kau berada di bawah tangga yang kotor ini? kenapa tidak dikelas?."


"nanti kalau aku dikelas aku pasti akan diseret paksa oleh mu,apalagi aku dengar kalau ada kelas campuran antara kelas 1 dan 2 itu membuatku untuk bersembunyi.."


"Yaa...memang benar sih...ekhem maksudku kenapa kau ijin tapi malah main game dibawah tangga dan saat pelajaran?kalau kau ijin kau kan bisa melihat atau duduk ditepi lapangan?toh lumayan buat mu diabsen juga."


"Nanti aku kena bola nyasar tahu~~ ditambah lagi tidak ada peraturan yang menggatakan kalau saat izin kau tidak boleh buka hp lalu saat izin kita terbebas dari seluruh pelajaran kan.."


"Ya...memang benar sihh.....tapi kenapa kau rela tidak masuk jam olahraga demi game sampah yang kau mainkan itu? segitunya kah kau kecanduan game?nanti bagaimana dengan masa depan mu?."


"betul...,aku rela bolos dijam olahraga demi bermain game kenapa memangnya?ditambah kita juga harus memanfaatkan waktu dengan baik juga kan? daripada aku nganggur di kelas seperti patung."


"Bukankah kau lebih baik melihat teman teman yang sedang ikut pelajaran? daripada bermain game terus menerus? tiap hari kau selalu di depan layar hp trusss gk baik tahu!."


"Teman teman? mereka itu bukan teman temanku mereka hanya anak anak yang kebetulan masuk di kelas yang samaa...toh aku juga gk butuh mereka,mereka juga gk butuh aku jadi bukankah imbang? aku tidak mengusik mereka,mereka tidak mengusik ku."


"Kau gk ada niatan kenalan sama orang orang apa?bersosialisasi dikit lahh begitu begitu mereka adalah manusia yang berada didepan matamu! bukan seperti manusia yang berada di layar hpmu! bukankah lebih baik menerima mereka yang ingin berkenalan dengan mu? apa kau tidak bosan dengna kehidupan mu yang malas,rebahan terus,kurus kering? kau sudah memiliki reputasi yang buruk saat kau masuk pertamakali tahu! apa kau ingin memperburuk keadaan dan menambah rumor aneh tentang dirimu?."


"Rumor aneh? apa aku harus peduli tentang itu? selama aku bisa hidup aman damai tanpa ngangguan tapi banyak hosip aneh tentang diriku....bukankah itu lebih baik?"Luna yang mendengar perkataan ku dia hanya terdiam tak berkata kata.


aku yang mendengar itu hanya menatap kosong ke arah Luna lalu menundukkan kepala ku sambil berkata"Memang nya kau siapa? kau bukan lah ibu ku,saudaraku,kakakku atau seseorang yang bersama ku sejak kecil,atau seseorang yang merawatku dan memberi makan pada ku setiap hari,bukankan? kau hanya seseorang yang tidak ada artinya bagiku,kau selalu mencampuri urusan dan berkata seenaknya seolah kau tahu semua,selalu bilang itu lah bilang inilah seolah olah kau ibuku,kau hanyalah orang asing yang memaksa masuk ke hatiku dan memberi nasehat tidak berguna mu setiap hari,sejujurnya aku sudah muak dengan dirimu yang sok benar,tadi kau bilang apa sok gk peduli sama orang lain?,lalu kau? orang asing yang memaksa masuk hati seseorang padahal kau bukan apa apa tapi malah mengobrak abrik hati seseorang yang kenal saja tidak,nasehatmu itu tidak berguna kau tidak lebih dari orang asing yang pura pura mengenalku."


"ta..tapi aku begini demi kebaikan kamu juga tahu!."


"Kebaikan? buat apa coba? didunia ini yang kuat lah yang bertahan,yang punya kekuasaan yang bertahan,asalkan kau punya uang kau bisa melakukan apapun yang kau mau!,tadi kau bilang apa?bercemin pada diriku sendiri? hah sayang nya aku sudah 1000 kali bercemin padaku sendiri,kau pikir aku tidak melakukan olahraga karena aku malas?,kau tidak mengetahui kalau aku mempunyai penyakit."


"Pe..penyakit?."


"Jika aku bisa memilih tubuh yang bagus saat dilahirkan pasti sudah kupilih itu,tidak peduli kalau aku terlahir dari keluarga kurang mampu asalkan aku dapat tubuh bagus aku tidak akan protes,tubuh ku ini sangat lemah bahkan saat aku berlari sebenta-ukhukkk....hahh....keluar lagi darahnya....kau lihat? bahkan saat aku berbicara penyakit ku kambuh,aku tidak bisa mencegah hal in,aku selalu berushaa yang terbaik agar bisa sembuh,aku sudah rela bergadang 3 minggu cuman demi mencari obat dari penyakit ini,penyakit ini sangat menyiksa walapun aku punya banyak uang tapi itu tidak bisa menyembuhkan ku,kau tadi bilang apa? bersosialasi? bagaiamn? bagaimana caranya? jika aku tertawa sedikit saja aku bisa batuk darah,apa mereka akan memandang ku kasihan? tidak kan itu hanya menjauhkan dirimu ke dalam kesengsaraan yang sebenarnya,jika mereka tahu aku lemah aku pasti sudah dihajar habis habisan,makanya itu aku bermain game saja,tempat diamana skill adlaah segalanya selama kau punya skill bermain yang bagus maak kau akan dihormati dan dipuji banyak orang walau kau tidak meunjukkan kelemahan mu."


"............."Luna pun hanya terdiam tidak berkatakata dia mulai memikirkan kata kataku.


"Aku sudah berusaha semampu ku untuk berubah,tapi sepertinya aku tidak bisa melawan takdir..lebih baik aku pasrah saja dan menerimanya."


"Tunggu sebentar apa yang kau maksud dengan menrimanya?."


"Karena....kurang dari 1 tahun lagi aku sudah meninggal.....ahh...aku lupa kalau aku tidak boleh menggatakan ini....lupakan saja perkataan ku tadi itu cuman bohongan"Ucapku sambil berusaha lari,namun Luna tetap memengang ku dan semakin kuat memengang ku.


"Tadi...kau bilang apa?kau.....akan meninggal kurang dari 1 tahun lagi?"Ucapnya sambil menangis tidak percaya.


".....ya....begitulah......dokter menggatakan kalau aku akan meninggal kurang dari 1 tahun lagi..."


.............


bersambung


hehehe:^


eheheheh