The Legend Has A Risen

The Legend Has A Risen
Manusia adalah monster yang sesungguhnya!



"Tu..tunggu! apa kita harus saling membunuh?!!"Teriak Cozbi pada ku.


"Hmm? begitukah? jadi kalian tidak tega membunuh sesama? padahal tinggal penggal kepala nya sudah selesai lohh....atau tusuk jantung nya lebih efektif dan mudah sih....baiklahh jika kalian tidak mau membunuh sesama,maka cukup dorong saja seseorang keluar dari garis merah yang sudah  ku beri,nanti akan kubunuh atau para monster yang membunuh nya bagaimana?"ucap ku dengan senang.


"i..itu sama saja!"teriak Cozbi.


"Lah....udah dikasih hidup malah minta yang lebih...urus diri kalian sendiri,salah kan kalian yang LEMAH itu hahaha"ejek ku sambil memberi jari tengah ke mereka.


"a,,,,atau kalian mau kubunuh sekarang?"Ucap ku dengan nada menyeramkan.


"Percuma saja kita bernegoisasi,Letnan sekarang bagaimaan?"Ucap Morgan sambil menoleh ke arah Astor.


"L..letnan?"Morgan yang melihat Astor mengarahkan pedang ke arah Cozbi dan Morgan sambil tersenyum depresi.


"Mor..gan...,Cozbi kalian dengar kan? dia tidak akan menerima negoisasi apa pun kecuali jumlah kita hanya 3..."ucap Astor yang gemetar ketakutan.


Astor pun melirik ke arah Avena yang berada di belakang Morgan dan Cozbi,Astor mulai tersenyum tidak jelas.


"Be..benarr juga....Lucia terluka gara gara perempuan itu...lebih baik ku bunuh dia sekaranggg!!!"teriak Astor sambil berlari menuju Avena dan menyingkirkan Morgan dan Cozbi yang menghalangi,setelah itu Astor mendorong Avena hingga keluar dari lingkaran yang kugambar dan terjatuh di dekat Abominations yang sedang bersujud ke pada ku.


Karena terdapat bau darah di tangan Avena yang sedang ketakutan,Para Abominations pun melihat dia dengan mulut yang dipenuhi air liur.


"Zenom...Beritahu mereka kalau mereka boleh memakan yang keluar dari lingkaran"ucap ku sambil mengangkat tangan kanan ku.


Setelah mendengar itu para Abominations mulai berdiri dan mendekati Avena yang menangis.


"Ti..tidak..aku masih ingin hidup...tolong aku"Aven pun menoleh ke arah ku yang sedang tersenyum,lalu para Abominations mulai menyergap dan memakan Avena hidup hidup,aku bisa mendengar jeritan minta tolong dan teriakan kesakitan nya yang terus menerus muncul namun mulai memudar sedikit demi sedikit.


"Kheehheheh benar bena ya...manusia adalah mosnter yang sesungguh nya..."Cekikan  Kai  yang licik.


"memang benar manusia itu makhluk yang bersosialisasi namun jika mereka berada di ambang kematian,sifat licik mereka akan keluar,ketamakan,niat membunuh dan yang paling mengerikan adalah disaat mereka kelaparan dan tidak dapat menemukan makanan,dikepala mereka akan muncul niat membunuh dan memakan manusia yang lain namun terkadang mereka ragu ragu melakukan itu jadi lebih baik kita beri dorongan sedikit saja yang membuat insting bertahan hidup mereka aktiff"ucap ku sambil tersenyum senang dan menepuk tangan sekali.


Cozbi dan Morgan yang melihat langsung tindakan Astor,mereka mulai menyalakan insting bertahan hidup mereka,mereka mulai melihat ke arah Zayn yang sedang meringkuk ketakutan dan Lucia yang masih panik karena kehilangan kedua tangan,Cozbi dan Morgan pun saling menatap dan memberi kode.


Cozbi langsung maju menyerang Astor untuk mengalihkan nya lalu Morgan berlari sambil membawa perisai nya ke arah Zayn dan Lucia.


Melihat itu Astor pun jadi tidak fokus bertarung dengan Cozbi dan berteriak"WOI Morgan apa yang kau lakukan hah!!"Teriak Ator yang menoleh ke arah Morgan yang berlari menuju Zayn dan Lucia.


karena tidak fokus Cozbi pun menendang perut Astor dengan keras yang membuat nya terbaring kesakitan.


Morgan mendorong Zayn dan Lucia menuju keluar dari lingkaran,setelah keluar para Abominations mulai melihat mereka.


"Ti..tidak...."Ucap Zayn yang semakin ketakutan,kepala dia langsung terkena tombak dan mulai dikerumuni Abominations,Lucia yang melihat adik nya dimakan hidup hidup didepan nya mulai semakin ketakutan  dan bergetar dia langsung menoleh ke arah ku dengan tatapan seperti orang 'itu' dengan air mata yang terus menetes di matanya.


Aku pun menatap Lucia selama beberapa detik dan mulai menyadari tatapan Lucia yang mirip sekali dengan ibu ku sebelum bunuh diri,tatapan yang penuh keputus asaan dan ketakutan.


"Sial....tatapan itu..mirip sekali dengan ibu ku....jika dilihat lagi...wajah nya mirip dengan ibu ku.."pikir ku sambil memegang dahi ku dengan tangan kiri ku,aku mulai bimbang antara menyelamatkan nya atau membiarkan nya menjadi mayat yang dimakan para monster.


saat Lucia mulai didekati para Abominations secara perlahan aku menghela napas sambil berkata"Sial....dasar perasaan merepotkan!"aku mulai berdiri dan melempar katana dan menancap  ke depan Lucia yang dudk dan pasrah,para Abominations melihat itu terdiam beberapa detik dan tetap menerobos,aku mulai melompat dari atas bukit dan mendarat persis di atas katana ku,setelah mendarat aku berkata"bukankah sudah kuberi tanda untuk tidak mendekat hah??!!!"Sambil menatap para Abomaniatons sambil mengepalkan tangan kanan ku,lalu muncul 2 tombak hitam dari bawah ke atas yang langsung membunuh kedua Abominations sebagai tanda.


Kai,Myst dan Zenom yang melihat apa yang kulakukan hanya diam dan tidak ikut campur.


Aku pun turun dari katana dan mendekati Lucia yang masih memejamkan kedua matanya.


"Woi...sudah lah buka mata mu sekarang kau tidak akan mati..."ucap ku sambil jongkok didepan Lucia,Lucia pun membuka matanya perlahan lahan dan menatap ku,dia sedikit terkejut karena  sudah bisa melihat wajah ku yang tidak ditutupi api ungu.


"kenapa kau terdiam begitu coba?lebih baik kau cepat membuka mulut mu!"ucap ku sambil mengeluarkan ramuan penyembuh di ruangan tak terbatas lalu tangan kiri ku memegang dagu Lucia dan menarik dagu Lucia ke bawah secara perlahan lalu memberi minum ramuan itu.


Kedua tangan Lucia mulai kembali normal,Lucia yang melihat itu mulai mencoba menggerakkan jari jari nya kembali.


"Tangan mu mungkin kembali seperti semula tapi tidak dengan darah mu,kau sudah kehilangan banyak darah jadi jangan terlalu banyak bergerak,itu demi hidup mu juga."


"A..anu terimakasih karena sudah menyelamatkan ku.."


"Hah? seperti nya kau salah paham,aku melakukan ini AGAR AKU BISA MEMBUNUH SECARA LANGSUNG DENGAN ANGGOTA DAN DARAH MU YANG SUDAH LENGKAP TAHU!"Ucap ku sambil mengambil katanaku.


"tu..tunggu sebentar,biarkan aku hidup...aku akan menjadi bawahanmu..tidak jadi budak mu bagaimana?"ucap Lucia Sambil memohon kepada ku dengan wajah itu lagi.


".....hmmm hah.....baiklah...kalau begitu kau harus memberi tahu skill mu yang cukup berguna!"Ucap ku sambil menghela napas.


"umm...skill ya..."ucap Lucia  ragu ragu.


"Cepat atau kupenggal kepala mu."


"Ba..baiklah..kalau begitu bagaimana dengan skill yin yang?."


"yin yang? menarik..tapi kenapa penyembuh seperti mu mempunyai nya?"Ucap ku curiga.


"i..tu untuk semacam perlindungan diri,tapi kurasa itu tidak berguna..bagaimana kalau kuberi pada mu?tanpa kau harus mempelajarinya?"ucap Lucia sedikit panik.


"kalau begitu cepatlah"Ucap ku sambil mengarahkan telapak tangan kanan ku kedepan wajah Lucia.


"ba..baiklah!"Lucia pun memegang telapak tangan ku dan mulai memakai  Skill transfer,skill tranfser sendiri adalah skill yang diberikan secara gratis diawal awal,bayi pun langsung mempunyai skill ini,skill ini dapat memindahkan skill mu ke orang yang kau inginkan dengan cara saling menggenggam tangan dan sudah di sepakati oleh kedua pihak,skill yang ditransfer tidak bisa dipelajari lagi,tapi sebagai ganti nya kau dapat 1 slot kosong untuk skill barumu,skill transfer berguna bagi orang orang yang ingin mengganti skill nya dengan skill lain.


"nah dengan begini sudah selesai kan?"Ucap ku yang dari tadi melihat tangan ku yang sedang menggenggam tangan Lucia,aku pun melirik ke arah Lucia yang sedang melamun sambil menatap ku.


"Woi....mau sampai kapan kau terus menggenggam tangan kuu"Ucap ku sambil melambai lambaikan tangan kiri ku di depan Lucia.


"ah ya..sudah!"ucap Lucia yang terkejut dan mulai melepaskan tangan ku.


"Yosh...kalau begitu aku akan mengurus satu masalah lagi~~"ucap ku sambil berdiri dan berjalan menuju ke arah lingkaran,aku berhenti sejenak dan mulai menoleh ke arah Lucia sambil berkata"Sekarang kau adalah bawahan ku,kau harus memberi ku informasi penting,dan juga.......jika kau perlu sesuatu datang lah kepada ku aku pasti akan membantu ku,lalu....kau harus berjanji untuk tidak menggunakan tatapan itu lagi......em...kau...cukup cantik,kau mengingatkan ku kepada orang yang kuanggap penting,mulai sekarang kau harus menjaga wajah mu itu ok?"Ucap ku sambil berjalan lagi.


Lucia yang mendengar itu pun terdiam sebentar"o..orang  yang dianggap penting katanya?...ugh...."ucap Lucia sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya karena tersipu malu.lalu mulai mengintip ku lagi lewat sela sela jari"Dia....sangat keren...."pikir Lucia.


aku pun mulai memasuki lingkaran dan mendekati Astor yang masih terbaring.


"kalau begitu sekarang kau sudah waktunya untuk matii..."Ucap ku sambil mengeluarkan katana ku dari sarungnya.


"Tu...tunggu bukankah aku tidak keluar dari garis?"ucap Astor yang mulai panik dan ketakutan.


"benar yang dia katakan! letnan tidak melanggar aturan yang dijanjikan? bukankah dia bisa selamat?"ucap Cozbi sambil memegang tangan kiri ku.


"Hah?!! tapi bukan kah sudah kubilang kalau jumlah nya harus 3? sekarang masih 4 loh..."Ucap ku sambil menatap ke arah Cozbi.


"Tapi bukan kah Lucia sudah keluar dari lingkaran? kenapa anda membiarkan nya hidup dan memilih Astor ? bukankah itu menentang kesepakatan?"ucap Morgan kepada ku.


"HAH??!!! kau pikir kau siapa? persetan dengan kesepakatan! jika aku tidak ingin membunuh nya maka tidak akan kubunuh walau dia keluar dari garis!,disini yang berkuasa aku! kalian yang lemah tidak berhak menantang ku!"Ucap ku sambil menatap tajam ke arah Morgan.


"Ta..tapi..."


"apa kau ingin menggantikan nya dengan nyawa mu?."


"ti..tidak...maafkan aku"Ucap Morgan sambil menundukan kepala nya kebawah.


"Hah..baiklah akan kubiarkan hidup... jika dia berhasil menjawab 1 pertanyaan dari ku dengan benar dan tepat!"ucap ku sambil mendekati  Astor dan menatap nya.


"Ka..kalau begitu apa pertanyaan nya! pasti akan kujawab!"Ucap Astor yang ketakutan saat melihat katana ku.


"tenang saja pertanyaan nya simple..."


"sebutkan sekarang aku level berapa?"Ucap ku sambil tersenyum ke arah Astor.


"h..hahahah kukira pertanyaan sulit ternyata muda sekali,tentu saja kau level 1!!!!"ucap Astor dengan percaya diri.


"Hmmm????"aku pun mulai melirik salah satu jari Astor.


"benar kan?!!"ucap Astor dengan percaya diri.


Aku pun bersenandung dan mulai mengitari Astor sambil sedikit menari,aku terus mengitari dan mengitari nya,suara senandung ku semakin lama semakin keras,Cozbi Astor dan Morgan mulai menghela napas lega namun..saat aku berada di tangan kanan nya Astor aku langsung memotong salah satu jari di tangan kanan nya.


"Akhhh!!!!,apa apaan ini!!"Teriak Astor sambil memegang tangan kananya.


"apa apaan? ya sudah jelas jawaban mu salah~~"Ucap ku sambil tersenyum senang dan menjilat katana ku yang ada darah Astor.


"Kehehhehehe tuan sudah masuk mode blood freak!! kehehehehehhe"ucap Kai sambil cekikan licik.


"blood freak?"ucap Zenom keheranan.


"Sebenarnya tuan sudah memasuki mode blood freak sejak Avena dibunuh cuman dia berusaha menahan semampu nya,hah...sepertinya udah gk tahan itu tuan.."ucap Myst sambil menghela nafas.


"tunggu dulu apa itu blood freak?,aku belum pernah dengar!"ucap Zenom kebingungan.


"kau tidak tahu? blood freak adalah mode gila nya tuan,dia akan bertingkah seperti hewan buas yang sangat kelaparan namun tidak langsung membunuh nya tapi menyiksa nya terlebih dahulu,namun walau dia sudah menjadi gila,tuan tetap bisa memakai skill nya dengan baik atau akurasi menembak yang baik,lalu berbeda dengan mode gila yang lain seperti breseker atau crazy yang menyerang asal asalan  blood freak bisa mengendalikan tubuh dengan rapih dan halus sesuai dengan pengalaman yang dimiliki tuan(kalau di game itu namanya auto pilot cuman dideteksi lewat ketakutan musuh),namun mode ini tetap akan menyerang mu jika kau ketakutan maka bersiap lah mati juga..."ucap Myst sambil memandang rendah Zenom.


"Ugh,,,tatapan mu menyebalkan! tenang saja aku akan menonton pertunjukan nya tuan!'ucap Zenom sambil duduk dan cemberut.


"Yaa....sejauh ini hanya kami berdua dan Death raven lah yang bisa membuat tuan sadar dari mode gila nya sihhh"ucap Kai sambil memejamkan kedua matanya dan menghela napas.


"Bagaimana cara nya kalian membuat tuan sadar?"ucap Zenom kebingungan.


"Tentu saja melawannya huhuhhuuh....."ucap Kai sambil menangis.


"kau benarr Kai...waktu itu kita benar benar kesulitan melawan tuan yang bergerak sefleksibel mungkin bahkan kami bertiga sampai pernah mati 70 kali demi menghentikan mode itu"ucap Myst yang mennagi juga karena memikirkan masa kelam nya.


"sepertinya waktu itu kalian bertiga benar benar tersiksa ya..."ucap Zenom.


"tentu saja uhuhuhu,selama tuan memasuki mode itu dia kebal terhadap jenis efek debuff apa punnn bahkan ramuan yang dibuat death raven yang dapat melumpuhkan lawan tidak bekerja huhuhuh"ucap Kai


"Benar...apa lagi kalau tuan memasuki pertarungan yang sangat besar dan banyak darah,semakin banyak darah atau ketakutan yang dilihat mata tuan akan semakin cerah dan semakin liar,tuh liat dia baru mulai menyiksa Astor dan keluar air liur nya..."ucap Myst sambil menunjuk ke arah ku..


"Kowaiii"ucap Kai dan Myst dengan nada pasrah..


bersambung


mwhehehe