The Ending

The Ending
Ep.09



Kami berbincang tentang pertama kali kami bertemu.Dan aku pun mengecek jam,oh aku harus pulang ke rumah.


"Dong Wook.Aku harus pulang ke rumah.


Terima kasih telah meminjamkan pakaian ini."


Kata Yamade.


"Ng.Baiklah.Akan aku antar."


Dong Wook mengantar Yamade pulang ke rumahnya.Dan mengucapkan selamat tinggal.


BRUK


"Aku harus mengganti baju dan mencuci pakaian ini.".


Yamade pun mencuci pakaian Dong Wook.Dan bergumam sambil menjemur.


"Hei...Brine..Kapan kau pulang.Ini baru 1 tahun.Masa sih aku harus menunggumu selama 8 tahun..".


Haahh...aku sangat berharap Brine segera cepat pulang.


Sementara itu,di tempat tinggal Brine.Dia sedang sibuk mengurusi Gallery Seni milik Ayahnya.


"Whoaah..sibuk banget Bro.Rasanya pengen pulang deh."Ujar temannya yang kecapekan.


"Yoi Bro.Santuy,ntar ni tamu tami pulang."


Balas Brine.


Mereka pun mengurusi para tami undangan ke Gallery Seni milik Ayahnya.


--


--


Setelah 2 jam,Brine dan temannya,Danz duduk.


"Hadeuh,capek beud hari ini.Eh bro,bokap lu mana?"Tanya Danz.


"Ng?🤷‍♂️".Brine mengangkat kedua bahu.


Dan tiba tiba,ayahnya pun datang..


Drap drap


"Ah,anakku.."Kata Bapake."Wey,ayah lu dah datang,baru juga di omongin.Panjang umur lu.


"Ada apa Yah?"Tanya Brine."Mmm....sini ikut Ayah,kita pergi ke psikiater.".Kata Ayahnya.


"Ngapain si emangnya?Ga guna banget.Aku kan masih waras.".Protes Brine."Oh iya,Yamade apa kabarnya ya?".Gumam Brine.


"Nah,cepatlah.Nanti aku kurangi tahunan kamu di sini."Kata Ayahnya.


"Hah...sungguh aneh bapakku satu ini."Ujar Brine.


Sebenarnya,Ayahnya Brine mengajak Brine ke Psikiater untuk di hipnotis dan membuat ingatan Bahagia Brine di Jepang 1 tahun yang lalu menghilang.Karena apabila ingatan Brine hilang..maka ia tak tahu siapa Yamade dan lupa kenangan manisnya dengan Yamade.


Kemudian mereka berdua menaiki mobil dengan Pak Supir menuju Psikiater andalannya.


Sesampainya di sana,Brine masuk ke sebuah ruangan yang banyak aroma terapi.Di sana Brine curiga apa sebab ia ke sini.Ia menanyakan hal yang sama kepada Ayahnya.


"Ayah,kenapa aku ke sini sih.Apa aku punya gangguan mental?"Tanya Brine."Oh,nggak apa apa.Kamu hanya butuh kerilexasi karena capek bekerja.Itu saja.".Ayahmya meyakinkan.


Krett


"Wah,Pak Direktur.Apa kabar!"Seseorang berpakaian baju Psikiater menghampiri Ayahnya Brine.


"Wah sahabatku.Begini,sini...".Kata Ayahnya Brine sambil berbisik.


"Ah!Seperti waktu itu ya?Baiklah.Akan aku coba.Mungkin kali ini agak sulig karena dia sudah besar.Tapi,tak apa lah.Ini semua demi kau menjodohkan anakmu dengan Jannete kan?".Tanya Psikiater.


"Hm.Tentu."


--


--


Terapi pun di mulai.Brine di suruh duduk rilex dan berkonsentrasi.Psikiater tentu saja menghipnotis Brine dan membuat Brine melupakan seluruh kejadian Di Jepang.


"Dia hanya melupakan kejadian di Jepang,jadi jangan kahwatir."Ujar Psikiater.


Terapi pun selesai.Brine pun bangun dan berlagak kebingungan."Eh,Ayah..sepertinya aku melupakan sesuatu..".Kata Brine.


"Ah,sepertinya kau butuh tidur.Ayo pulang.".Ajak Ayahnya pulang.


Mereka pun pulang dan Brine masih gak ngerti ada apa yang sebenarnya terjadi.


Dia melihat LINE dan menemukan orang yang bernama Yamade di Handphonenya.


"Tunggu..siapa ini?".


To Be Continued -》