
"Luis! Jangan diam saja!"
Lamunan Luis pecah ketika mendengar suara Eugene yang berteriak padanya. Luis kembali fokus, ia mengeluarkan pedangnya kemudian mulai menyerang monster yang muncul tadi.
'Bagaimana bisa Ahool ada di sini!?'
Luis terus menyerang monster itu dengan bantuan Eugene, menyerangnya sendirian dengan kondisi Luis yang sekarang hanya akan membuatnya kalah. Luis tidak sekuat dirinya yang dulu, sekarang bahkan ia belum menguasai seluruh kekuatan api biru miliknya. Karena itu kerja samanya dengan Eugene akan menentukan kemenangan mereka.
Ahool. Itulah nama monster yang menyerang mereka. Ahool memiliki wujud seperti kelelawar besar dengan kepala kera dan mata hitam besar, selain itu ia juga memiliki sayap yang membentang sepanjang lima meter dihiasi kuku cakar yang tajam. Kuku cakar itulah yang berbahaya, kadang mereka juga bisa menggunakan senjata seperti tombak atau kapak karena mereka adalah monster yang berakal.
Tubuh Ahool berbulu abu-abu dan ia memiliki suara yang memekikkan telinga.
*Ahool
salah satu mahkluk mitologi yang ada di Indonesia. Dikatakan Ahool itu hidup di hutan dalam gunung salak Bogor.
Kiiikkkk!!!!!!
Ahool itu memekik saat sayapnya berhasil di tebas oleh Eugene dan Luis. Shi Yun segra menghampiri mereka berdua untuk mengobati luka mereka—tapi, hal tak masuk akal terjadi pada sayap Ahool yang berhasil mereka tebas.
"Itu!?"
Shi Yun berucap dengan nada terkejut, pasalnya ia melihat sayap Ahool yang kembali beregenerasi dengan cepat membentuk sebuah sayap baru.
Luis menatapnya nanar. Dia lupa tentang informasi dari makhluk panggilan.
Makhluk panggilan bangsa iblis bisa beregenerasi selama sosok pemanggil masih baik-baik saja, karena itu akan sulit membunuh Ahool tanpa menemukan sosok pemanggilnya.
Kiiiikkk!!! Kiiikk!!!kiiikk!!!!
Ahool itu kembali memekik membuat Luis, Eugene dan Shi Yun menutup telinga mereka.
Kiiikk!!!!kiikkk!!!kiiikk!!!!
Suara sahut menyahut terdengar dari jauh, rupanya Ahool tadi berteriak untuk memanggil kawanannya yang lain. Membentuk sebuah pasukan berjumlah sepuluh Ahool dan menyerang mereka bertiga secara bersamaan.
"Ini gawat, ayo kita lari!"
Seru Eugene dengan wajahnya yang pucat. Menyerang pun percuma saja jika mereka terus beregenerasi itu hanya akan membuang tenaga mereka.
Tanpa membantah apapun Luis dan Shi Yun berlari mengikuti Eugene menjauh dari sekelompok Ahool yang kini mengejar mereka.
Sambil berlari Luis melirik ke belakang lewat ujung matanya. Ahool itu berjumlah sepuluh ekor, mereka mengejarnya sambil terus berusaha menyerang meskipun tak berhasil karena pelindung yang dibuat oleh Shi Yun terus menerus.
Luis memikirkan strategi.
'Ahool bukan monster biasa, mereka adalah monster panggilan yang berarti ada seseorang yang memanggil dia'
Trang!
Cakar Ahool menyerang Luis dari belakang membuatnya berbenturan dengan pedang milik Luis. Tapi sebelum itu berbenturan dengan pedang, cakar Ahool sukses menyayat punggung Luis membuat baju yang ia pakai sobek seketika.
"Luis!"
Shi Yun berseru. Tangannya terulur, memberikan sihir penyembuhan pada luka di punggung sang pangeran.
Mengatur nafasnya yang berderu, Luis terduduk membiarkan Eugene membereskan pertarungannya tadi. Sepuluh Ahool itu sedang menyerbu Eugene, Luis tak bisa hanya diam saja dia harus melakukan sesuatu pada para Ahool itu.
'Kita harus mencari si pemanggil!'
Mata Luis menatap kesana-kemari mencari sosok pemanggil yang ia duga tak terlalu jauh. Ahool harus dikendalikan oleh sang pemanggil, jika tidak maka mereka akan menyerang dengan tak terkendali.
'Sial! Di mana dia!?'
Luis membantu Eugene menyerang Ahool setelah ia menerima perawatan dari Shi Yun. Dia tak kunjung menemukan sosok pemanggil di dalam hutan itu meskipun sudah memfokuskan pandangan ke seluruh hutan.
Eugene sudah memiliki luka di tangannya membuat ia kesulitan menggunakan pedangnya.
'Kenapa ketua Yula hanya menugaskan kami bertiga saja!??'
Ucap batin Eugene. Dia mempertanyakan kenapa ketuanya hanya menugaskan dia dan dua junior tanpa senior lain yang menemani.
Sebesar itukah kepercayaan Yula pada Eugene yang hanya peringkat terkuat kedua? Bahkan Eugene tak yakin dengan pemikirannya.
'Omong kosong! Dia hanya ingin menyingkirkan aku dan menguji pangeran itu!'
"Kak Eugene? Bagaimana keadaan di sana?"
Luis bertanya tanpa berbalik. Ia terus menebas Ahool dengan pedangnya yang kini diselimuti oleh api biru.
"Tidak bagus"
Srak!
Eugene menebas sayap Ahool itu lagi sebelum melanjutkan ucapannya.
"Bagaimana dengan si penyembuh itu?"
Tangan Luis mengeluarkan api biru, ia membakar Ahool yang mendekatinya membuat Ahool itu sedikit menjauh darinya.
Api memang menjadi salah satu kelemahan Ahool, tapi itu hanya sementara. Tubuh Ahool akan segera terbiasa dengan api Luis jika ia terus menyerang dengan pola yang sama, karena itu mereka harus segera menemukan orang yang memanggil Ahool.
Api yang dapat membunuh Ahool tanpa menemukan sang pemanggil hanyalah api pemurnian, tapi Luis belum bisa mencapai tahap itu.
"Shi Yun lari duluan. Aku menyuruhnya untuk memanggil bantuan—"
"Menunduk!"
Tepat setelah Luis berbicara. Sebuah tombak tajam terlempar ke arahnya—Luis menunduk, sesuai dengan perintah Eugene.
"Hampir saja"
Luis berucap lemas. Hampir saja kepalanya hilang karena tombak itu, beruntung Eugene memperingatinya tepat waktu.
"Mereka semakin banyak,"
Dengan nafas tersengal Eugene berusaha mengangkat pedangnya. Kekuatan tubuhnya sudah diambang batas, dia kelelahan karena terus melawan Ahool dengan ukuran besar dan banyak.
Luis menatap Eugene yang hampir tumbang. Dia tak ingin membiarkan kakak kelasnya itu berakhir di sini.
"Kak Eugene"
"Apa?"
"Aku akan membakar mereka semua sekaligus, tapi setelah itu kamu harus membawaku kabur dan bersembunyi"
"Ha?"
Eugene berekspresi tak paham dengan ucapan Luis, namun Luis tak memiliki waktu untuk menjelaskan ucapannya secara rinci saat ini.
Luis tersenyum. Netra Blue Sapphire miliknya tertutup, ia segera memfokuskan dirinya untuk melakukan ledakan besar yang bisa membunuh para Ahool itu sekaligus dengan api miliknya.
Mereka tak akan mati seluruhnya, tapi dengan melakukan itu Luis bisa memberikan waktu pada Eugene untuk lari atau bersembunyi sambil menunggu bantuan tiba.
Percikan api biru mulai keluar di sekeliling Luis membuat Eugene menatapnya tak percaya.
"Tunggu! Hei berhenti!—"
Eugene tak sempat menghentikan Luis. Tepat setelah Eugene berbicara begitu, Luis mulai membuka matanya dan mengayunkan tangannya kedepan.
"Mati!"
Blarrr!!!!!!!
Kiiiikkk!!!kiiikkk!!!
Ledakan api biru terjadi membuat semua Ahool dan pohon-pohon yang ada di sana terbakar menjadi abu. Eugene menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat, kemudian antensi nya beralih menatap Luis yang terjatuh pingsan di sebelahnya.
Mereka berdua tak terkena api biru karena Luis sempat membuat penghalang hanya untuk mereka berdua.
"Hoi! Luis!!"
"Luis!!!— bangun—!!"
Pandangan Luis mulai kabur. Ia berusaha untuk tetap bernafas meskipun harus menahan rasa panas yang membakar tubuhnya karena ledakan itu.
Suara Eugene yang panik mulai menjauh, kini Luis hanya melihat kegelapan yang sunyi.
'Ah iya, aku pingsan lagi'
Entah berapa lama ia akan pingsan sekarang. Luis hanya berharap Shi Yun segera datang dengan bala bantuan dan Eugene bisa membawanya ke tempat yang aman.