
"Eugene, kamu vampir?"
Eugene kecil yang saat itu terpergok sedang mengigit tangan seorang anak perempuan yang pingsan menatap Yula di belakangnya dengan tatapan terkejut.
Bibir Eugene sudah didominasi dengan warna merah darah, tangannya menggenggam tangan anak seusianya yang pingsan dengan nafas lemah. Tertangkap basah saat meminum darah manusia, Eugene tak bisa memikirkan alasan apa yang harus ia berikan pada Yula kala itu.
"T..tuan Yula—aku bisa jelaskan!—"
Segera ia lepaskan tangan anak perempuan yang dia gigit. Mata Eugene menampilkan ketakutan akan reaksi apa yang Yula perlihatkan padanya.
Tepat sebelum Eugene kembali berbicara, Yula mendekatinya. Yula selalu membawa pisau belati, entah untuk apa itu tapi yang pasti Eugene tahu saat ini Yula sedang mengangkat pisau belatinya menuju kearahnya.
Mata Eugene tertutup rapat, tak mau melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia sudah pasrah jika harus dibunuh oleh Yula, tuan muda yang selama ini selalu main dengan dirinya.
Jleb!
Jleb!
Jleb!
Eugene membuka matanya perlahan. Ia mendengar suara belati yang tertancap beberapa kali, tapi anehnya tak merasakan sakit apapun.
Apa belati Yula meleset? Itulah yang dia pikirkan.
Namun, apa yang Eugene lihat berbeda dengan apa yang ia pikirkan. Matanya terbelalak kala melihat Yula yang berjongkok di sebelahnya sambil menyayat anak perempuan itu dengan santai.
Membuat beberapa luka yang mirip dengan cakaran beruang.
"A—apa yang anda lakukan!?"
Suara Eugene bergetar. Tak percaya dengan apa yang dia lihat.
Eugene sengaja tak melukainya di area vital, maka dari itu anak tadi pasti masih bisa hidup lagi. Tapi Yula mengacaukan tindakan Eugene dengan menusuk anak itu sampai mati.
Yula menoleh, menatap Eugene yang kini bergetar ketakutan. Senyuman tipis terpatri di wajah Yula yang memiliki bercak darah, membuat Eugene kecil merinding dibuatnya.
"Aku membereskan benda ini untukmu. Kamu harus membayar ku nanti karena membantu mu menyembunyikan identitas sebagai vampir"
Yula berbicara dengan penuh penekanan. Darah di belati yang ia pegang mendukung aura menyeramkan darinya yang bertubuh kecil. Eugene tanpa sadar mengangguk, menyetujui ucapan Yula yang tak ingin ia jawab.
Senyuman kecil kembali terlihat di wajah Yula. Kali ini senyumannya terlihat normal.
Tatapan Yula beralih, menatap ke arah mayat anak perempuan yang tergeletak di depannya.
"Kita bilang pada orangtuanya dan penduduk desa kalau dia mati diserang beruang. Cepat sobek bajumu, aku juga akan melukai tanganku untuk meyakinkan situasi"
Yula memberikan belati miliknya ke arah Eugene setelah ia melukai tangannya sendiri. Eugene menatap ragu, tampaknya ia takut akan ketahuan oleh penduduk desa.
Bagaimana jika ibunya tahu?
Ibu Eugene adalah manusia biasa. Ia bahkan bukan ibu kandungnya.
Eve, ibu angkat Eugene yang memungutnya tiga tahun lalu adalah wanita dengan tutur kata lembut. Meskipun dia suka berbicara kasar tapi dia memperlakukan Eugene dengan baik, sangat berbeda dengan manusia-manusia yang Eugene temui sebelumnya.
Eve tak tahu identitas asli Eugene. Selama ini dia tak curuga dengan warna mata Eugene karena sosok lelaki yang mencintai Eve juga memiliki netra yang sama. Tentu saja sama. Pria yang mencintai Eve juga memiliki darah vampir seperti Eugene, sayang bagi pria itu ia sudah kembali ke langit lebih dulu karena menyelamatkan Eve dari longsor salju dua tahun lalu.
Selama ini yang mengetahui identitasnya sebagai vampir hanyalah paman itu, dan sekarang Yula juga mengetahuinya.
Ekspresi apa yang akan Eve berikan pada Eugene saat ia tahu putra yang dia rawat adalah vampir? Bahkan sekarang dia membunuh seorang anak perempuan tak bersalah dan merekayasa kematiannya.
"Eun!!"
Panggilan akrab dan lembut terucap kala seorang wanita berusia 25 tahun berlari untuk memeluk erat tubuh Eugene yang compang-camping dan memiliki bercak darah. Habis diserang beruang hutan ceritanya.
"Bagaimana bisa kamu masuk ke hutan itu!? Ibu sudah bilang jangan ke sana sendirian, ibu khawatir kau tahu!!"
Tangan Eve bergetar. Dia takut kehilangan orang yang ia cintai lagi sedangkan Eugene menangis di pelukannya.
["Jika kau ingin aku menutup mata tentang identitas mu maka kau harus membayar ku nanti, untuk sekarang hiduplah dengan normal. Tapi, saat aku membutuhkanmu kau harus melakukan apa yang aku minta. Itu yang harus kamu lakukan kalau tidak mau melihat ibumu menatap penuh benci karena tahu kau adalah vampir"]
Eugene menanam dalam-dalam ucapan Yula yang ada benarnya. Mulai hari itu rahasia terbesar Eugene dipegang oleh Yula. Terbongkar atau tidaknya rahasia itu tergantung dengan apa yang Yula minta nanti.
Eugene memeluk ibunya erat-erat, menyesap aroma menenangkan milik sang ibu sambil menangis.
Anak perempuan itu dikabarkan mati diserang beruang oleh Yula. Semuanya percaya dengan ucapan itu karena Yula lah yang mengatakannya.
"Yang berbicara itu tuan muda Yula, jadi dia pasti tak berbohong"
Menyandang status sebagai anak dari tuan tanah membuat Yula memiliki kepercayaan yang absolute. Apapun yang menurutnya salah adalah salah dan apa yang menurutnya benar berarti benar. Semua warga sudah tahu itu, jadi mereka langsung percaya kala Yula berbicara tentang kematian salah satu putri warganya mati diserang beruang hutan.
Tak ada kecurigaan, atau mungkin mereka tak ingin menaruh curiga.
Mencurigai putra tuan tanah hanya akan membuat mereka dalam masalah.
Dan para warga tak mau terjerat dalam masalah. Karena itu mereka hanya menerima bulat-bulat ucapan Yula, tanpa bantahan atau pertanyaan.
"Pangeran itu, dia menghambat tujuanku"
Menurut Eugene Yula adalah orang yang sulit ditebak.
Saat ini dia sedang berdiri di belakang Yula yang menatap jendela kantor organisasi OASIS. Pandangannya terlihat lurus seolah menatap jauh kedepan, entah apa yang dia pikirkan dengan otak 'psikopat' miliknya.
Eugene sadar teman satu kampungnya ini tidak beres, apalagi ia terlihat ingin merencanakan sesuatu dengan adik kelas yang akhir-akhir ini sering mendekatinya.
Menghela nafas pendek Eugene memberanikan diri untuk bertanya. Diam saja di sana tak akan memberikan ia jawaban, setidaknya Yula akan memberitahukan pada dia apa yang harus Eugene lakukan—sama seperti saat-saat lalu.
"Apa yang ingin anda lakukan?"
Pertanyaan singkat berhasil ia lontarkan. Yula membalikkan tubuhnya, menatap Eugene dengan netra matanya yang berubah menjadi tajam. Padahal Eugene ingat betul waktu kecil dulu Yula tak memiliki penampilan macam ini.
Tatapannya juga berbeda. Meskipun hawa yang menekan itu masih melekat ditubuhnya tapi Eugene yakin ada yang berbeda dengan Yula.
Sejak beberapa tahun yang lalu penampilannya berubah, seperti dia adalah orang lain.
'Tapi aku dia masih terasa seperti Yula yang dulu'
Bukannya sombong. Tapi sebagai setengah vampir Eugene juga bisa melihat aura tubuh seseorang dan aura tubuh milik Yula masih sama seperti sepuluh tahun yang lalu.
Artinya dia bukan orang yang berbeda.
"Aku ingin kau membunuhnya"
Tersentak kala pikiran masih melayang, Eugene menatap Yula dengan tatapan tak percaya.
"Tapi aku—"
"Kau harus membayar hutangmu kan?"
Terdiam. Ucapan Yula sukses membuat Eugene membeku ditempat.
Benar, inilah alasan Yula membawa Eugene yang miskin ikut ke akademi dengannya tiga tahun yang lalu.
Eugene masih memiliki hutang pada Yula dan dia belum membayarnya. Jika ia tak membayar hutangnya maka Yula akan memberitahukan kepada ibu Eugene bahwa putranya adalah vampir.
Dan Eugene tak ingin itu terjadi—jangan sampai itu terjadi.
Tapi dia tak mau membunuh. Apalagi membunuh pangeran mahkota yang akan menjadi raja di masa depan nanti.
Bisa-bisa nanti keluarganya terkena hukuman. Kalau begitu sang ibu juga pasti kena imbasnya.
Yula yang menyadari kegelisahan Eugene mendekatinya pelan. Ia menyentuh kedua bahu Eugene, menekankan tenaganya supaya Eugene bersitatap dengannya.
"Pangeran itu juga akan membunuhmu. Sebagai anggota keluarga kerajaan dia akan membasmi apapun yang bersangkutan dengan iblis dan kegelapan, termasuk vampir yang terkenal menjadi awal munculnya iblis"
"Tapi dia tak tahu aku—"
"Dia tahu"
Eugene membelalakkan matanya terkejut mendengar ucapan Yula.
"Apa?"
"Dia tahu kau vampir"
"Apa anda yang—"
"Aku tak memberitahukan padanya,"
Sekali lagi Eugene terkejut. Dia pikir Yula yang membocorkan rahasianya pada Luis karena itu ia meminta sang pangeran untuk bergabung dengan organisasi.
Tapi ternyata Luis bukan mengetahuinya lewat Yula.
"Kalau begitu mengapa?"
Yula mengedikkan bahunya tak acuh. Ia melepaskan cengkraman tangannya pada bahu Eugene, kemudian melangkah mundur selangkah.
Ditatap lah ia wajah Eugene yang kelewat panik, seolah menikmati emosi yang Eugene miliki sekarang.
"Dia tahu kau itu vampir. Karena dia adalah anggota keluarga kerajaan maka dia pasti akan membunuhmu begitu ia menemukan bukti bahwa kau itu vampir,"
Yula berbalik, berjalan ke arah meja kerjanya di ruang organisasi yang berada di depan kaca besar. Yula menatap Eugene, membiarkan dirinya membelakangi cahaya senja yang berwarna jingga kemerahan membuat tatapan tajamnya semakin mengintimidasi.
"Bunuh dia kalau kau tak berhasil maka aku akan memberitahukan rahasia yang kau sembunyikan pada ibumu. Tidak hanya itu, kau tahu kan aku bisa melakukan hal yang lebih parah?"
Mengangguk singkat Eugene menerima permintaan itu. Dia akan membunuh Luis demi keamanan rahasianya yang dipegang oleh Yula dan keselamatan ibu tercintanya.
Yula tersenyum puas. Seringai kecil muncul di wajahnya.
"Kita lakukan seperti dulu."
Yula mendekati Eugene. Ia menepuk pundak kanan Eugene sambil berbisik padanya.
"Saat pangeran itu mati aku akan merekayasa kematiannya sehingga kau dan ibumu tak dihukum."
Yula menjeda ucapannya sejenak. Ia berjalan pelan, mendekati pintu keluar dan meninggalkan Eugene yang masih diam di tempatnya.
Ia berbalik, menatap Eugene sejenak kemudian melanjutkan ucapannya.
"Sama seperti saat kau membunuh anak perempuan yang kau minum darahnya sepuluh tahun yang lalu, aku pun akan membantumu kali ini. Ada alasan mengapa aku memintamu untuk menjadi yang terkuat kedua setelah aku, Eugene"
Tepat setelah Yula mengatakan itu ia pergi. Menutup pintu organisasi rapat-rapat meninggalkan Eugene dengan pikirannya yang kalut.
Ia tak ingin membunuh lagi, tapi dia lebih tak ingin rahasianya terbongkar. Jika membunuh Luis bisa membuat rahasia dan kehangatan dari ibunya tetap aman, maka Eugene akan melakukan itu.
Tak ada yang lebih berharga baginya daripada ibu manusianya yang tersayang. Ia akan melakukan apapun untuk melindungi cahayanya itu, meskipun harus membunuh putra mahkota Eugene akan melakukannya.