
"Apa aku mengganggu?"
Yula kembali berucap. Ia berjalan pelan ke samping ranjang tempat Eugene duduk.
Tatapan mereka saling bersibobok, menatap netra masing-masing dengan ekspresi yang sulit di artikan, hanya Eugene sih yang sulit mengatur ekspresinya sedangkan Yula terlihat biasa saja dengan senyuman yang tak luntur dari wajahnya.
Kehadiran Yula membuat atmosfer di ruang rawat itu terasa lebih hening dan dingin.
Yula tersenyum seperti biasa setelah itu dia menyerahkan bunga Lily putih yang ia bawa pada Eugene.
Eugene menatap bunga itu sekilas. Agak aneh melihat Yula membawa bunga Lily untuk menjenguk orang sakti, karena umumnya bunga itu dibawa ke acara berkabung.
Seharusnya dia membawa bunga Krisan ungu sesuai dengan tradisi kerajaan. Tapi siapa peduli? Toh itu sama-sama bunga.
'Apa dia kecewa karena aku tidak mati atau karena aku yang gagal membunuh Luis'
"Maafkan aku karena baru datang sekarang, aku bersyukur kalian berdua selamat dan tidak menderita luka yang terlalu serius,"
Ujar Yula dengan nada khawatir dan hangat. Hansoo dan Suchan menatapnya curiga secara diam-diam sedangkan Luis tersenyum ke arahnya.
"Terima kasih ketua Yula, kamu sangat perhatian ya"
"Sudah tugasku sebagai ketua organisasi untuk memperhatikan kalian berdua, apalagi Eugene adalah teman lamaku"
Yula menekankan kata teman yang dia ucapkan membuat Eugene merinding saat mendengarnya.
Tangan Yula terulur, menyentuh kayu yang menjadi sandaran Eugene tidur. Tatapan matanya menatap luka di perut Eugene dengan tatapan prihatin membuat sang empu terdiam mengamati.
"Oh iya. Apa kalian sudah tahu? Rekan medis yang ikut dengan kalian ditemukan meninggal dunia"
Semua orang yang ada di sana tersentak saat mendengar ucapan Yula. Eugene mengepalkan tangannya, dia merasa tahu tentang siapa yang ada di balik kematian Shi Yun.
'Ini adalah peringatan'
"Apa yang terjadi dengan Shi Yun?"
Yang bertanya adalah Cordelia. Dia tidak akrab dengan Shi Yun, malahan bisa di bilang mereka itu memiliki hubungan yang buruk karena rasa iri Shi Yun yang mendarah daging pada Cordelia.
Tapi mendengar kabar bahwa dia meninggal dunia membuat Cordelia berempati padanya.
"Dia memiliki luka sayatan di tubuhnya, itu karena serangan monster. Kematiannya sudah terkonfirmasi kemarin, jadi hari ini aku akan datang ke rumahnya untuk mengabarkan kabar buruk ini pada keluarganya"Yula menjeda ucapannya sejenak"oh, iya. Dia juga akan mendapatkan kompensasi karena gugur saat bertugas di akademi."
Jelas Yula diakhiri dengan senyuman simpul. Raut wajahnya lesu, seperti merasakan rasa sedih karena salah satu anggota organisasinya meninggal dunia.
Eugene mendengus secara internal. Merasa muak dengan akting Yula yang meyakinkan, dia tahu Yula lah yang bertanggung jawab atas kematian Shi Yun.
Teng. Teng. Teng.
"Bel masuk. Ayo, kita harus kembali ke kelas"
William berucap singkat, ia menatap Luis yang masih duduk di ranjangnya dengan tatapan menyesal. Padahal mereka masih ingin mengobrol banyak, tapi karena bel sudah berbunyi maka mereka harus segera pergi dari sana.
"Terima kasih sudah menjengukku."
William dan Suchan mengangguk kompak. Ada senyuman hangat di wajah mereka, sedangkan Hansoo masih diam sambil menatap Luis yang duduk di depannya.
"Ada apa Han?"
Kata Luis. Anehnya Hansoo tidak langsung mengikuti langkah Suchan dan William yang keluar dari ruangan. Hansoo bergumam, mengucapkan sesuatu yang hanya bisa di dengar oleh Luis.
"————"
"Kalau begitu aku pergi dulu. Jangan terlalu lama tinggal di ruang kesehatan, kau akan ketinggalan banyak pelajaran nanti"
Hansoo berlalu pergi. Menyusul Suchan dan William yang sudah berjalan terlebih dahulu, meninggalkan keempat orang di dalam ruang kesehatan.
Cordelia masih harus ada di sana. Setidaknya, sampai rekannya datang nanti dua jam lagi.
"Aku berharap kalian cepat sembuh. Dan, Eugene"
Yula menjeda ucapannya sejenak. Matanya menyipit saat dia tersenyum pada Eugene. Senyuman yang sama seperti saat sepuluh tahun lalu.
"Aku menantikan laporan kejadian ini nanti, kau paham?"
Eugene mengangguk. Dia tidak berusaha untuk menatap mata Yula. Entah kenapa, tatapan dari mata obsidian nya itu membuat Eugene merinding.
Yula meninggalkan mereka di ruang kesehatan. Dia juga memiliki kelas lain saat ini, jadi dia tidak bisa berlama-lama berada di sana. Yah, Eugene bersyukur sih Yula pergi.
Seolah kehilangan kekuatannya, seluruh tubuh Eugene langsung merosot ke kasur, ia bisa bernafas lega setelah Yula pergi dari sana seperti sebuah badai baru saja berlalu.
"Siapa yang vampir di sini? Mengapa dia memiliki aura yang menakutkan seperti vampir daripada aku yang vampir sungguhan? Haaa...aku pengecut."
Eugene berucap lirih sambil menutup kedua matanya dengan tangan. Cordelia sedang keluar ruangan beberapa menit yang lalu, karena itu Eugene bisa agak santai menyinggung topik tentang vampir.
Ditengah keheningan ruangan itu, Luis berbicara.
"Hey, kak Eugene"
"Apa?"
"Ketua Yula bisa mencuci otak?"
Eugene mengernyit. Ia segera bangun dari tidurnya, menatap sang pangeran dengan tatapan heran.
"Mengapa kau berpikir begitu?"
Bukannya memberikan jawaban Eugene malah balik bertanya.
"Han bilang tingkah Six jadi aneh saat dia selesai bertemu dengan ketua Yula, tak lama setelah itu Six ditugaskan organisasinya sebuah misi beberapa hari."Luis menjeda ucapannya sejenak. Ia menatap Eugene yang duduk di kasur sebelahnya.
"Organisasi selain OASIS tidak akan memberikan misi dengan waktu yang lama pada murid baru, kami bahkan belum melewati libur musim dingin. Jadi, mengapa Six diberikan misi?"
Eugene tertegun. Dia baru menyadari kejanggalan dari ucapan Luis tadi. Selain organisasi OASIS, tidak ada yang bisa memberikan misi pada murid sebelum semester pertama selesai. Kesimpulannya apa yang Luis curigai bisa saja benar, tapi sayangnya Eugene masih belum yakin tentang kemampuan mencuci otak itu.
"Aku tidak tahu. Yula itu orangnya sulit ditebak. Dan, bukannya kemampuan mencuci otak itu hanya dimiliki oleh vampir? Aku saja yang seorang vampir tidak bisa melakukan itu"
Kata Eugene dengan wajahnya yang mulai agak panik. Jika yang dikatakan Luis benar, maka kemampuan Yula itu sangat berbahaya.
Daripada membalas ucapan Eugene, Luis memilih untuk diam dan berpikir.
Yang dikatakan Eugene benar. Kemampuan mencuci otak dimiliki oleh vampir. Selain itu, hanya vampir tingkat atas saja yang bisa menguasainya.
'Ketua Yula bukan vampir, jadi bagaimana dia melakukannya?'
Meskipun ucapan Hansoo tentang keadaan Six itu singkat tapi Luis yakin penyebab tingkah aneh Six itu cuci otak. Bukan, lebih tepatnya Luis tidak bisa memikirkan hal lain selain itu, atau mungkin ia tak mau mencurigai kemungkinan yang lain.
Setelah berpikir agak lama Luis menemukan secuil informasi di pikirannya, lalu ia bergumam.
"Darah"
"Apa?"
"Darah kak Eugene. Dia selalu mengambil sampel darah mu kan? Selama dua tahun lebih, dengan kemampuan otaknya itu dia pasti sudah menemukan sesuatu selain membuat monster mutan"