
[Tidak sopan sekali kau memintaku hadir dalam mimpimu, bocah]
Luis tersentak. Matanya beralih menatap seorang perempuan berambut violet dengan netra dwi warna, di bawah bibirnya terdapat tahi lalat kecil yang membuat wajahnya terlihat tambah cantik. Jangan lupa telinga runcing yang ia miliki membuat Luis teringat pada Six—dia adalah Elf.
"Anda siapa?"
Nada bicara Luis yang sopan membuat perempuan itu tersenyum, dia pikir Luis akan marah-marah atau mengeluarkan ucapan kasar padanya.
[Hum, hum. Aku terkesan karena kamu itu anak yang sopan, sangat berbeda dengan Daaris]
Mendnegar nama Daaris membuat Luis teringat sesuatu. Sosok yang membuatnya kembali ke masa lalu, juga sosok yang ia cari-cari.
Perempuan di depannya adalah dia.
"Mungkinkah, anda adalah sosok suara yang membantu saya?"
Perempuan itu menyeringai. Luis sangat cepat tanggap sehingga ia bisa langsung mengetahui sosok perempuan di depannya. Lagipula, hanya satu entitas yang tahu tentang leluhurnya itu, dan dia adalah sosok yang membantunya kembali ke masa lalu.
[Sangat cepat tanggap dan tahu situasi, kamu memang keturunan Daaris! Namaku Rista, aku adalah Lord Elf yang bersumpah untuk melindungi Daaris 1000 tahun yang lalu]
Sosok itu, Rista. Ia membungkuk, mengangkat sedikit dress putih yang di pakai olehnya. Luis menatap tak percaya, dia masih mencerna apa yang diucapkan oleh Rista tadi.
"Elf bersumpah melindungi manusia? B.. bagaimana bisa!?"
Luis berseru. Ras Elf adalah ras yang paling tidak suka terikat dengan seseorang, apalagi mahkluk fana seperti manusia yang memiliki usia lebuh pendek dari mereka.
Rista tertawa. Merasa lucu saat melihat ekspresi terkejut Luis, mengingatkan dia pada sosok kakek moyangnya dulu.
[Bisa saja. Buktinya aku melakukan itu bukan? Lagipula, teman Elf mu juga melakukan hal yang sama denganku]
"Teman Elf ku?"Beo Luis. Teman Elf yang dia punya hanya Six, namun Luis yakin Six tidak pernah melakukan sumpah setia pada siapapun baik itu dulu maupun sekarang.
[Iya. Yang rambutnya hijau itu lho]Jelas Rista singkat yang membuat Luis kembali terkejut.
Ucap Luis. Bersikeras dengan pemikirannya. Rista membuang nafas panjang, agak malas menjelaskan pada Luis—tapi dia harus melakukan itu.
[Tidak ada sumpah ksatria dalam kamus para elf. Kami itu hanya bisa melakukan dua sumpah, yang pertama adalah sumpah kebenaran dan yang terakhir sumpah melindungi yang berlaku untuk selamanya. Yang dilakukan temanmu di masa lalu itu sumpah melindungi, ia berjanji akan melindungi mu dan seluruh keluarga mu sampai dirinya kembali ke alam]
Jelas Rista panjang lebar. Luis kembali terdiam, ia memikirkan tentang Six yang ternyata sudah melakukan sumpah yang sangat berat.
'Six, jadi itu alasan dia sangat sulit membunuhku dulu?'
Ingatan Luis kembali ke saat sebelum ia memutar waktu. Ketika Luis dikendalikan oleh iblis, orang yang paling lama bertarung dengannya adalah Six. Kekuatannya begitu kuat pada masa itu, sampai-sampai ia bisa menyeimbangi Luis yang sedang dirasuki oleh iblis.
Untuk kedua kalinya Luis melihat Six yang menangis. Ia melawan Luis sambil menangis dan berulang-ulang kali mengucapkan kata maaf, meskipun akhirnya Six terbunuh oleh Luis.
Alasan Six sulit membunuh Luis waktu itu karena tugasnya adalah melindungi, karenanya ia memilih mati di tangan Luis daripada membunuh sahabatnya sendiri.
Luis menunduk. Dalam hatinya ia berjanji untuk selalu percaya pada Six dan sahabatnya.
"Aku--"
[Sttttt!!!!!]
Rista meletakan jari lentiknya di bibir Luis, melarang sang pangeran untuk membuka suara.
[Simpan dulu pertanyaan mu. Aku datang ke mimpimu untuk mengatakan petunjuk tentang buku kuno yang ada di ruang rahasia perpustakaan khusus.]Rista menjeda ucapannya sejenak. Ia menatap Luis yang hanya mengangguk paham, kemudian kembali berbicara.
[Cari buku hitam, tarik buku itu kemudian kau akan menemukan lubang kecil. Masukkan sedikit mana mu di sana, karena kau adalah keturunan Daaris akan mudah untukmu masuk ke sana. Setelah masuk cari buku Dengan sampul akar, kau akan bertemu denganku lagi di sana.]
Setelah selesai mengucapkan itu tubuh Rista mulai memudar. Luis membungkuk hormat pada Rista sebelum ia menghilang sepenuhnya, bantuan dari sang elf itu sangat membantu dirinya.
Rista tersenyum lembut, menatap Luis sebelum tubuhnya benar-benar menghilang.
[Simpan dulu rasa terima kasihmu ini adalah bantuan terakhir yang bisa aku berikan pada keturunan Daaris. Berhati-hatilah,]
[Sampai bertemu lagi di perpustakaan]