
["Karena dia adalah anggota keluarga kerajaan maka dia pasti akan membunuhmu begitu ia menemukan bukti bahwa kau itu vampir,"]
Eugene tahu keluarga kerajaan Rowan membenci para mahkluk dari kegelapan seperti Vampir atau iblis.
Luis adalah anggota keluarga kerajaan, sekaligus putra mahkota yang akan memimpin kerajaan di masa depan. Jika ia tahu Eugene adalah vampir, sudah pasti ia akan dibunuh oleh sang pangeran.
'Aku akan membunuhnya sebelum ia membunuhku'
Terjebak dalam goa sebenarnya termasuk kedalam skenario yang direncanakan oleh Eugene atas perintah dari Yula. Ahool yang menyerang mereka adalah monster panggilan Eugene, karena itu sekeras apapun Luis mencari sosok pemanggil ia tak akan pernah menemukannya karena tidak sadar kalau Eugene lah yang melakukan itu.
Eugene ingin segera membunuh Luis, tapi ia masih memiliki pertanyaan tentang sang pangeran.
'Mengapa dia bertingkah seolah-olah ia tahu Ahool adalah mahkluk panggilan yang tak bisa dibunuh kecuali jika ia membunuh sang pemanggil?'
Meskipun tak kelihatan tapi sejak awal Eugene terus memperhatikan tingkah Luis.
Saat Luis bertarung melawan Ahool ia tenang seperti sudah tahu kelemahan yang dimiliki oleh Ahool. Itu jelas aneh, Eugene tahu Ahool baru pertama kali muncul saat ini tapi Luis terlihat seperti sudah pernah melawan monster itu sampai-sampai ia tahu kelemahannya yang terletak pada si pemanggil.
'Dia juga tahu monster itu adalah monster panggilan'
Yula memang mengatakan pada Eugene kalau Luis tertarik dengan bangsa iblis dan lainnya, tapi jika ia sampai tahu Ahool dan kelemahannya yang tak tertulis di buku itu jelas mencurigakan.
'Umurnya bahkan belum menyentuh setengah dari umurku, jadi kenapa dia bisa tahu itu?'
Eugene penasaran, sangat penasaran.
Karena itu sebelum membunuh Luis di sini ia akan bertanya dulu padanya.
"Hei Luis,"
Luis bergumam singkat sebagai jawaban. Masih asyik berkutat dengan gelangnya yang tak kunjung selesai.
"Aku ingin bertanya padamu, apa boleh?"
"Tentu saja, apa itu?"
Eugene mendekati Luis perlahan. Lengan kanannya ia sembunyikan di belakang, sambil mengeluarkan belati yang ia buat dengan aura miliknya bersiap untuk membunuh Luis jika sang pangeran selesai menjawab pertanyaan.
Mata Eugene memicing, membentuk sebuah celah khas vampir. Ia semakin mendekati Luis, namun sebelum dia berbicara Luis menyelanya.
"Kamu mau membunuhku kak Eugene?"
Deg.
Eugene terdiam ditempatnya. Matanya yang memicing kembali menjadi normal saat ia bertatapan dengan netra blue sapphire milik Luis.
Luis menatapnya serius, tak ada lagi jejak raut wajah yang bersahabat dari sang pangeran saat ini.
"Kenapa?"
'Jadi mengapa aku takut pada dia?'
Eugene tak paham dengan perasaan takut yang ia miliki saat bertatapan dengan netra blue sapphire milik sang pangeran. Ia kembali menstabilkan ekspresinya, tersenyum simpul sambil terkekeh—menyembunyikan rasa takut yang ia miliki.
"Apa maksudmu Luis? Itu tak lucu lho,"
Eugene berucap dengan setenang mungkin tapi Luis tak bisa dibohongi. Luis merasakan aura membunuh yang Eugene miliki beberapa menit lalu dengan jelas, karena itu ia tahu Eugene berniat untuk membunuhnya.
Luis menghela nafas panjang. Dia tak mau membuka kartu yang dia miliki saat ini, tapi apa boleh buat. Keadaannya berubah kearah yang tak Luis inginkan maka ia harus menggunakan rencana lain.
"Jangan bohong. Aku tahu kau menyembunyikan belati itu di belakang punggung mu, benar kan kak Eugene?"
Senyuman di wajah Eugene luntur, ia menatap Luis tajam kemudian menyeringai kearahnya.
"Heh, ternyata julukan generasi monster itu bukan main-main. Kau bahkan bisa tahu hal yang akan aku lakukan padamu sekarang,"
Eugene berucap dengan kagum sedangkan Luis masih menatapnya datar. Tangan kanan Eugene terangkat ke atas, memperlihatkan belati yang hendak ia gunakan untuk mengakhiri hidup sang pangeran.
"Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang pangeran?"
Nadanya terdengar sangat meremehkan. Eugene tak bisa mengubah niat awal untuk membunuh Luis, lebih tepatnya ia tak bisa melakukan itu.
Yula mengancamnya dengan hal yang tak bisa Eugene lawan, karena itu yang bisa dia lakukan hanyalah menuruti perintah dari Yula.
"Jadi benar, kak Eugene adalah vampir"
Suara kelelawar terdengar dari sana, seolah siap menyerbu Luis kala ia selesai berbicara. Suasana sepi dan gelap mendukung situasi, dimana Eugene yang ingin segera membunuh Luis yang tahu rahasianya.
"Kau tahu ya?"
Eugene berucap singkat. Matanya tertutup oleh poni rambut keperakan miliknya.
Luis mengedikkan bahu. Ia sudah tahu itu sejak bangun dari pingsannya. Insting Luis itu kuat, bahkan setelah ia mengulang waktu kemampuan itu masih sama.
Mana mungkin Luis tak menyadari kekuatan vampir yang ada pada tubuh Eugene tadi, ia juga tahu para kelelawar yang ada di dalam goa itu adalah 'mata' milik Eugene.
"Aku tahu,"
"Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?"
Luis bergumam singkat, tak langsung menjawab pertanyaan Eugene dan malah melakukan pose berpikir. Padahal sudah tahu jawabannya, tapi sepertinya otak Luis memiliki rencana lain saat ini.
Senyuman simpul terlihat di wajah Luis. Ia menyipitkan matanya kemudian menatap Eugene yang masih memiliki aura membunuh.
"Mau bertarung denganku dulu?"