
"Bergabung dengan OASIS?"
Seolah tidak percaya dengan pendengarannya, Luis mengucapkan kembali apa yang Yula katakan yang dibalas dengan anggukan singkat dari sang senior.
"Betul. Apa kamu keberatan? Organisasi kami sangat membutuhkan dirimu. Lagipula, kamu belum masuk organisasi manapun kan?"
"Itu, benar."
Yula tersenyum setelah mendengar jawaban singkat Luis.
"Karena itulah aku memintamu untuk bergabung. Kekuatan mu dibutuhkan oleh kami, selain itu kamu juga bisa mendapatkan beberapa keuntungan karena bergabung dengan OASIS" Yula menjeda ucapannya sejenak, dia memperhatikan Luis yang sejak tadi hanya diam dan menyimak saja.
"Dengan bergabung sebagai anggota OASIS kamu bisa masuk ke dalam perpustakaan khusu lantai atas yang hanya boleh dimasuki oleh petinggi akademi saja, kamu sedang mencari sesuatu kan?"
Mata Luis membola setelah ia mendengar tentang keuntungan yang Yula ucapkan. Tapi, dari mana Yula tahu Luis sedang mencari sesuatu?
"Aku melihatmu keluar masuk dari perpustakaan dengan wajah yang kesal, ku pikir kamu kesulitan mencari informasi yang tidak ada di sana. Karena itulah aku tahu,"
Ah, ingatkan Luis untuk mengatur ekspresi wajahnya saat dia kesal nanti. Terkadang Luis bisa menjadi sangat ekspresif sampai-sampai orang lain mudah menebak perasaan apa yang sedang dia rasakan.
Saat itu Luis sedang mencari informasi tentang Daaris. Sosok yang disebut-sebut sebagai leluhur Luis oleh si suara yang membantunya kembali ke masa lalu. Luis ingin tahu tentang leluhurnya itu, tapi meskipun dia mencari di seluruh perpustakaan akademi ia tidak menemukan sedikitpun tentangnya.
Luis juga sudah mencoba mengirim surat kepada pengasuhnya Anna untuk mencari tahu. Namun balasan dari Anna tidak memberikan hasil apapun, bahkan Anna bilang leluhur Luis tidak ada yang memiliki nama Daaris. Luis bisa saja menunggu sampai ia pulang ke istana dan mencarinya sendiri, tapi dia tidak mau membuang waktu disaat masa depan bisa berubah begitu saja karena ia yang memutar waktu kembali.
Luis yakin pasti ada efek kupu-kupu yang terjadi karena ia memutar balik waktu, buktinya sekarang ia malah dipanggil oleh ketua OASIS padahal di kasa depan yang Luis tahu ia tidak akan di panggil oleh ketua OASIS sebelum tahun pertamanya selesai.
Karena itulah ia berusaha mencari informasi tentang leluhurnya itu, meskipun sedikit dan tawaran dari Yula bisa sangat membantu dirinya.
'Tapi aku gak mau masuk ke organisasi itu,'
Karena pernah jadi ketua, Luis juga tahu tentang kebusukan organisasi itu. Hal-hal buruk yang mereka lakukan dan insiden yang akan terjadi karena ulah mereka, Luis tahu semuanya.
Meski begitu ia harus bergabung dengan OASIS saat ini.
"Baik, aku akan menjadi anggota OASIS"
'Haa.... Sudah satu bulan aku mencari, tapi informasi tentang seseorang bernama Daaris ataupun sosok yang bisa memutar balik waktu tidak ada di manapun'
Luis mengeluh secara internal setelah ia keluar dari perpustakaan khusu yang ada di lantai atas perpustakaan umum. Selama satu bulan ini dia sudah resmi menjadi anggota OASIS di divisi cadangan yang membantu anggota utama dengan kemampuan pedangnya.
Divisi utama memiliki banyak tugas, karena itu mereka membutuhkan seseorang untuk menjadi asisten atau hanya sekedar membantu dan Luis adalah salah satu orang yang membantu mereka.
Luis membuka pintu asrama, belum ada siapapun di kamar karena ketiga sahabatnya sedang menjalankan tugas di organisasi mereka masing-masing.
Kakinya berjalan pelan ke arah kasur kemudian menjatuhkan tubuhnya di sana.
Brugh!
"Aku lelah,"
Luis berbicara singkat. Hari ini adalah jadwal batuk darahnya yang terjadi satu Minggu sekali. Sebelum terlelap dalam mimpi, ia sedikit batuk kemudian tidur tanpa mempedulikan darah yang ada di mulutnya.
'Tuan suara yang membantuku, tolong hadir saja di mimpiku dan berikan aku petunjuk. Aku tidak tahu harus mencari informasi tentang kalian di mana lagi,'
[Tidak sopan sekali kau memintaku hadir dalam mimpimu, bocah]