The Ending

The Ending
Episode 15 [Organisasi OASIS]



"Kak Eugene?"


Luis berucap singkat menyebutkan nama senior yang sulit ia jadikan teman, iya, dia adalah senior yang menjadi lawan tanding pedang Luis beberapa hari yang lalu.


Lelaki berambut perak dengan manik ruby itu, Eugene Laverty menatap Luis singkat sebelum memalingkan wajahnya seolah enggan menatap rupa sang pangeran. Melihat ekspresi wajah Eugene yang tampaknya masih 'tidak suka' dengan kehadiran Luis membuat sang pangeran harus mencoret alasan Eugene datang menemuinya untuk berteman.


"Ketua Yula memintamu untuk datang ke ruangan OASIS, hanya kau yang diundang jadi datang sendirian ke sana. Aku pergi dulu,"


Pesan singkat itu berakhir kemudian Eugene pergi meninggalkan Luis di depan asramanya yang menatap dengan tatapan bertanya. Sungguh? Itu saja yang ingin dia katakan saat pagi buta begini? Luis bahkan belum sempat menjawab ucapan Eugene tapi dia malah pergi meninggalkannya! Luis hanya bisa mendengus singkat sambil kembali masuk ke asramanya.


Di kasur dua tingkat itu terlihat William dan Hansoo yang masih terlelap dalam mimpi, entah apa yang mereka mimpikan sampai-sampai Hansoo mengigau mengucapkan 'daging panggang' terus-menerus yang membuat Luis menggelengkan kepalanya.


Six sudah bangun sejak tadi. Bahkan saat Luis terbangun karena ketukan pintu, Six sudah tidak ada di sebelahnya.


Posisi tidur Luis ada di kasur atas sama seperti Six, jadi ia bisa melihat sang elf yang tertidur dengan jelas.



(Ada dua kasur yang seperti itu di asrama. Luis tidur di atas, dan di bawah kasur Luis ada Hansoo dan William tidur di bawah kasur Six)


Luis berpikir, mungkin saja Six sedang mencari udara segar atau ia sedang berlatih sendirian di hutan dekat akademi.


Yang manapun itu Luis tidak khawatir. Dia percaya Six akan baik-baik saja, bahkan jika ia ditodong oleh para preman dia akan baik-baik saja.


'Yang harus aku pikirkan sekarang adalah undangan ini,'


Luis kembali tertidur di kasurnya. Dia  menatap langit-langit kamar sambil memikirkan ucapan Eugene beberapa menit yang lalu.


OASIS. Luis tentu tahu apa organisasi itu.


Kepanjangan dari OrgAnisasi SISwa. Organisasi yang berisi murid-murid paling berbakat dan berpengaruh, itulah isi organisasi OASIS dan Yula adalah nama ketua yang memimpin organisasi saat ini.


Luis tidak tahu alasan apa ketua organisasi OASIS memintanya untuk bertemu, tapi saat ini ada hal yang membuat Luis pikirkan.


"Kenapa tangan kak Eugene terluka?"


Tangan Eugene memiliki banyak luka lebam dan memar yang menganggu pikiran Luis. Padahal Luis yakin saat bertanding dengannya Eugene tidak mendapatkan banyak luka seperti itu, jadi darimana dia mendapatkan banyak luka?


'aku harus bertanya padanya nanti'



Meskipun Luis memberikan hadiah dari gadis itu ke teman-temannya, tapi Luis yakin dia menjadi populer sekarang.


Berdiri di depan pintu berwarna coklat tua, ia mengetuk pintu berharap seseorang di dalam langsung membukanya.


Menunggu beberapa menit, seseorang dari dalam membuka pintu menampilkan wajah lembut nan tampan bermahkota abu-abu dan manik hijau. Ia tersenyum saat melihat Luis yang berdiri menatapnya.


"Oh? Kau pasti Luis kan? Masuklah, ketua menunggumu di dalam"


Luis mengangguk paham lalu melangkah masuk ke dalam setelah mendapatkan persetujuan. Ia melihat sekeliling ruangan yang asing baginya.


Ruangan itu terlihat sangat sederhana untuk organisasi tertinggi di akademi. Dekorasinya tidak terlalu banyak, bahkan hiasan dinding pun hanya ada tiga.


Meja panjang tertera di tengah-tengah ruangan. Seorang lelaki tinggi berwajah garang terlihat sedang duduk sambil membaca buku, jujur saja Luis agak terkejut saat dia melihat lelaki itu.


Lelaki berwajah garang menatap Luis.  Tubuh Luis tersentak saat ia melihat warna matanya.


'Itu merah!?'


Luis membatu, ia mengucek matanya memastikan penglihatannya baik-baik saja atau tidak lalu kembali menatap mata si lelaki itu.


Anehnya saat Luis menatapnya lagi warna matanya berubah menjadi hitam. Luis bingung, apa dia tadi salah lihat? Baru kali ini dia meragukan penglihatannya sendiri.


Lelaki berwajah garang itu tersenyum kearah Luis, senyuman ramah yang damai dan hangat berbeda dengan perawakannya yang terlihat seperti mengajak bertarung.


"Terima kasih sudah mau datang. Aku Yula Cyrano, aku adalah ketua organisasi OASIS"


Lelaki itu, Yula, ia mengulurkan tangannya ke arah Luis yang langsung di sambut oleh sang pangeran. Luis tersenyum simpul kemudian mengangguk singkat.


"Terima kasih sudah mengundang ku ke sini. Jadi, apa yang kamu perlukan dariku ketua Yula?"


"Bergabunglah dengan OASIS murid Luis. Kami membutuhjan kekuatanmu di sini,"


(catatan author)


Kenapa saya pake kata OASIS daripada OSIS? Karena ini fantasi jadi kalau pake kata OSIS kayaknya jadi agak gimana gitu, makannya saya ganti aja pake kata OASIS.