
TWICE EPISODE 28-GENGSI BERTERIMA KASIH!
Hari demi hari telah dilewati Ivanka dengan penuh perjuangan, tidak mudah baginya bisa kembali seperti sedia kala apalagi terkadang luka akibat pukulan kemarin masih terasa dan sangat nyeri, berkali-kali pula Ivanka harus menahan rasa sakit itu.
Melihat putri kesayangannya sudah pulih, Smith mengajak anaknya untuk sekedar mengobrol ringan agar suasana diruangan tidak membosankan. Rasa kenyamanan dan kedamaian yang tercipta ini membuat Smith kembali mengenang masa lalu dimana ia selalu menyempatkan waktu untuk sekedar bermain dengan anak-anaknya bahkan tak jarang mereka juga pergi liburan entah didalam maupun diluar negeri, namun sekarang? Sekedar bertegur sapa pun rasanya menjadi hal asing bagi mereka, waktu memang cepat sekali berlalu.
"Maafkan papah ya nak, papah terlalu sibuk bekerja sampai lalai memperhatikan kamu juga keluarga," ucap Smith merasa bersalah.
"Papah ngomong apa sih, mulai deh," protes Ivanka kesal.
"Apa yang kalian alami itu sebagai bentuk teguran keras bagi papah karena terlalu sibuk mengejar dunia tanpa memperhatikan keluarga," ucap Smith.
"Pah.. Udah ya jangan bahas kayak gitu terus, Ivanka jadi males nih," protes Ivanka dan Smith menghormati itu, mungkin bagi Ivanka sekarang ini ia tak mau bersedih hati karena jika Ivanka sudah dinyatakan sembuh pastinya ia akan kembali lagi ke tahanan.
Novrida juga Lukas datang menjenguk Ivanka sambil membawa parcel buah yang cukup besar, melihat Ivanka sudah bisa bergerak leluasa membuat Novrida tersenyum senang dan tak lupa mengucap syukur. "Akhirnya kamu kembali sehat Ivanka, jujur saja aku senang melihatnya, itu berarti mamah dan papahmu sudah tidak khawatir lagi akan kondisimu,"
Melihat kedatangan kakak juga istrinya membuat Ivanka seketika kesal juga emosi, karena tingkah kakaknya itu membuat Ivanka harus mengorbankan masa depan dan menjalani kehidupan di jeruji besi.
"Mau apa kalian kemari? Menertawakan aku?" tanya Ivanka ketus.
"Ivanka.. Bersikaplah yang sopan, mereka saudaramu," tegur Smith.
"Mereka tidak pantas diperlakukan seperti itu pah, kakak mana yang tega memenjarakan adik dan mamahnya sendiri demi membela cewek kampung yang baru dikenalnya!" sindir Ivanka.
"Ivanka…" tegur Smith geram.
"Papah juga mau membela mereka?" tanya Ivanka.
"Stop Ivanka, jangan terus menerus menyalahkan orang atas apa yang sudah kamu perbuat, ingat! Kalau kakak tidak melaporkanmu mana ada kalian berkata jujur pada kakak atas luka yang ada dikepala istri kakak," sindir Lukas.
"Asal kakak tahu ya jika luka yang ada dikepalanya itu karena ulah dia sendiri, tanyakan tuh sama orangnya," jawab Ivanka melirik Novrida sinis.
"Mau penyebabnya karena keteledoran atau disengaja intinya sama saja, semua berawal dari mamah yang menjambak rambut Novrida begitu kuatnya setelah itu mamah hempaskan secara kasar, mamah pikir Novrida barang apa," protes Lukas.
"Ya itu kan urusan mamah kenapa malah Ivanka juga yang kena imbasnya," ucap Ivanka geram.
"Karena kamu turut andil melindungi juga menyembunyikan kebenaran yang ada, kamu berlindung dibawah ketiak mamah juga papah, tapi lihat sekarang? Apakah mereka melindungimu? Jangan semua masalah kamu anggap bisa selesai dengan nama besar papah, yang ada kamu membuat papah malu, maluu," ucap Lukas memberi peringatan.
"Halah! Lagian ya buat apa memberitahu yang sebenarnya, yang penting istri kakak kan masih hidup," jawab Ivanka dengan entengnya dan tentu saja membuat Lukas sangat murka apalagi dengan Smith, tak habis pikir jika anak yang dulu ia tau anak yang penurut, diam dan pandai kini berubah menjadi pemarah juga pendendam. Berulang kali Smith mencoba menenangkan hati dan pikirannya agar tidak terkena serangan jantung.
"IVANKA!!! JAGA UCAPANMU! KAMU ITU SALAH TAPI MASIH SAJA MENCARI PEMBELAAN! BISA-BISANYA YA KAMU BILANG SEPERTI ITU," bentak Lukas.
"Slow.. Ngapain pakai emosi segala, faktanya begitu kan," jawab Ivanka santai.
"Ivanka.. Papah sungguh kecewa padamu, kamu bukanlah Ivanka yang papah kenal lagi, mana Ivanka yang lembut, penyayang? Siapa yang sudah merebut itu semua?" tegur Smith sungguh kecewa sambil memegang dadanya.
"Pah.. Jangan semua salahkan Ivanka dong!!! Ivanka juga gak mau mengalami ini semua, ini murni kecelakaan pah! Polisinya saja yang asal main tangkap!" protes Ivanka muak.
"Cih.. Sok suci dan maha benar!" sindir Ivanka jijik.
"Ivanka," ucap Smith geram.
Merasa situasi menjadi canggung, membuat mereka saling diam dengan pikirannya masing-masing, Ivanka tidak bisa diam terus disini tapi dia juga tidak ingin kembali masuk penjara, ia ingin bebas, namun sulit baginya untuk bebas karena diluar banyak sekali polisi. Sedangkan Novrida juga Lukas, mereka saling memikirkan bagaimana bisa Ivanka berbicara sebegitu kasar dan tidak sopannya apalagi ia mengatakan dengan sadar, ditambah mereka harus akting menjalankan peran sebaik mungkin agar tidak curiga. Bukan hanya Ivanka saja yang lelah namun Novrida dan Lukas juga, mereka juga ingin kembali ke tubuh masing-masing.
Sedangkan Smith, yang ada di pikirannya hanyalah rasa penyesalan yang teramat dalam, ia sudah membiarkan anak perempuannya dewasa tanpa pendampingan yang ekstra, jika sudah begini sangat susah untuk ditata. Memang selama ini Ivanka menunjukkan sikap yang sangat baik didepan publik, namun jika faktanya justru seperti ini, orang tua mana yang tidak akan sedih?
Lukas memiliki pemikiran, jika dibiarkan terus menerus maka Ivanka akan tetap memandang rendah istrinya. Jadi Lukas mengirim pesan pada istrinya agar berbicara dengan jujur jika selama ini yang merawat dan menjaga Ivanka adalah dia. Lukas hanya ingin Ivanka menyesali perkataannya barusan dan meminta maaf, setelah itu jadilah manusia yang lebih baik.
"Tolong katakan dengan jujur pada Ivanka mengenai kamu yang selalu menjaga dan merawatnya, aku yakin setelah ini Ivanka akan malu dan meminta maaf," isi chat Lukas.
"Ah untuk apa? Lagian tubuh kita tertukar, mana mungkin aku berbicara dengan benar dan membuat adikmu yakin? Aku tidak pandai merangkai kata," balas Novrida.
"Aku hanya ingin adikku terbuka mata hatinya jika orang yang tiba-tiba ia benci tanpa sebab ternyata orang yang berhati baik dan tidak menaruh dendam," balas Lukas.
"Tak perlu, ada Tuhan yang Maha tau segalanya," balas Novrida membuat Lukas semakin kagum.
"Biarkan aku yang berbicara pada adikku," balas Lukas.
"Haha serius? Kamu sadar gak kalau kamu yang mengatakan sesungguhnya malah dikira Ivanka kamu hanya haus pujian, memang benar yang mengatakan itu kamu tapi kan kamu masih ada ditubuhku, justru membuat Ivanka nantinya jadi benci padaku," jawab Novrida dan Lukas baru menyadari itu semua.
"Pokoknya kamu harus katakan semuanya sekarang juga atau aku gak akan mencari cara supaya tubuh kita bisa kembali," ancam Lukas.
"Eh jangan dong, capek tau pura-pura jadi bos, baiklah aku katakan," balas Novrida pasrah.
Novrida bingung harus memulai awalnya darimana dengan situasi yang sangat canggung seperti ini. Apakah sopan jika dirinya yang memulai pembicaraan meskipun posisinya ia berada di tubuh Lukas? Ah coba saja deh, demi kembali ke tubuh aslinya.
"Maaf sebelumnya, ada yang ingin disampaikan namun ini berkaitan dengan Ivanka, sepertinya papah tau ini," ucap Lukas alias Novrida mengawali.
"Apalagi kak?" tanya Ivanka ketus.
"Selama kamu dinyatakan koma apakah kamu sadar jika ada seseorang yang selalu menjaga dan merawatmu tanpa pamrih bahkan letih??" tanya Lukas.
"Suster lah.. Itu sudah menjadi tugas dia," jawab Ivanka enteng.
"Memang benar, suster merawat dan memastikan keadaanmu baik-baik saja, namun asal kamu tau Ivanka, ada peran besar seseorang yang bisa membuatmu sadar seperti sekarang ini," ucap Lukas.
"Siapa sih? Mamah? Papah??* tanya Ivanka penasaran namun juga malas.
"Bukan… mamah tidak bisa setiap hari menjengukmu begitu juga dengan papah, asal kamu tau, selama ini yang merawat dan menjagamu dengan sepenuh hati ialah istri kakak, Novrida, dia selalu mengajak kamu berbicara," jawab Lukas membuat Ivanka tak percaya.
"Jangan ngawur kak! Mana mungkin dia!" bantah Ivanka tak percaya.