That's What I Feel, My Husband

That's What I Feel, My Husband
Episode 22- Dipenjara



Smith sudah tiba di rumah Lukas dan Maya, tak menunggu lama keduanya menemui dengan perasaan bingung karena pagi sekali papahnya sudah tiba disini.


"Papah.. tumben pagi-pagi udah disini?" sapa Novrida yang sebenarnya itu Lukas.


"Iya.. ada yang mau papah tanyakan sama kalian," jawab Smith serius lalu keduanya menyuruh papahnya untuk duduk.


"Mau tanya apa pah?" tanya Lukas yang sebenarnya Novrida.


"Apa benar tempo hari yang lalu mamah juga Ivanka datang kesini?" tanya Smith serius.


Merasa arah pembicaraan ini menuju ke arah yang lebih serius, Lukas bergegas mengajak Novrida untuk ke kamar sebentar. ia tidak mau nantinya akan menjadi bumerang bagi Lukas karena sudah tidak jujur dengannya, Lukas tidak mau kalau nanti istrinya menjadi benci pada keluarganya.


"Hmm bentar ya pah, kami ke kamar sebentar, ada yang mau kami bahas," pamit Lukas.


"Apa yang mau kalian bahas? papah hanya ingin penjelasan saja Lukas, papah gak mau nantinya salah langkah, ini menyangkut mamah juga adikmu," jawab Smith tak suka berbelit-belit.


"Memang mamah dan Ivanka kenapa pah?" tanya Lukas penasaran.


"Tadi pagi ada polisi yang datang ke rumah dan membawa mamah serta adikmu ke kantor polisi, mereka bilang jika mamah dan Ivanka terbukti sudah menganiaya istrimu sampai babak belur dan menyebabkan luka yang cukup dalam, makanya itu papah langsung kesini ingin mendengar semuanya langsung darimu juga istrimu," ucap Smith serius dan memandang anak dan menantunya bergantian.


"Apa?" pekik Novrida kaget, sejujurnya ia sudah tau semua ini namun berusaha sebisa mungkin menyembunyikannya.


"Siapa yang melaporkan mamah dan Ivanka pah?" tanya Lukas penasaran.


"Kok malah kamu balik nanya, ya jelas kamu pelapornya, gimana sih," tegur Smith membuat Lukas kaget bukan main.


Lalu Lukas melirik ke arah Novrida dan mereka saling lempar pandangan, Lukas memiliki firasat apa jangan-jangan yang melaporkan ini semua adalah Novrida? tapi darimana dia tau?


Berbagai pertanyaan muncul di pikirannya dan detik ini juga Lukas ingin menanyakan pada istrinya namun berusaha ditahan karena masih ada papahnya.


"Lebih baik kita ke kantor polisi saja untuk mengecek mamah dan Ivanka, ayo pah, masalah ini bisa dibahas nanti," ajak Novrida alias Lukas. sebenarnya Lukas pun sangat penasaran, dengan bukti apa istrinya itu bisa melaporkan keluarganya.


***


Tiba di kantor polisi, kedatangan mereka disambut tangisan histeris Ivanka juga Ina, berulang kali Ina dan Ivanka menolak untuk masuk penjara dan meminta polisi untuk menunggu kedatangan suaminya, Ina yakin jika suaminya pasti akan datang kesini membebaskannya.


"Pah... kakak..." rengek Ivanka berlinang air mata.


"Papah ada disini, gimana kelanjutannya?" tanya Smith sambil membelai rambut anaknya agar lebih tenang.


"INI SEMUA GARA-GARA KAMU!!! DASAR WANITA GAK TAU DIUNTUNG!!! BISA-BISANYA YA KAMU MELAPORKAN SAYA JUGA IVANKA KE PENJARA! SUDAH MERASA HEBAT KAMU SEKARANG, HA!!!" bentak Ina ketika melihat kedatangan Novrida.


"Mah.. sudahlah, jangan emosi begitu, kalau memang mamah salah ya akui saja! jangan mencari kambing hitam," tegur Smith sedikit malu dengan petugas kepolisian.


"KALAU CEWEK KAMPUNG ITU BISA TUTUP MULUT SUDAH PASTI SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA PAH!!! MAMAH MUAK SAMA DIA!" pekik Ina.


"Mah.. malu dilihat polisi, bisa semakin buruk citra keluarga kita," bisik Smith.


"Kepalang tanggung pah!" bantah Ina.


Merasa situasi semakin kacau, akhirnya kepolisian meluruskan semuanya agar situasi segera kondusif dan juga proses hukum berjalan lancar.


"Sebelumnya maaf jika kami menganggu urusan rumah tangga kalian, tapi kami ingin meluruskan jika yang melaporkan kejadian ini adalah anak anda sendiri, Lukas Smith," ucap petugas membuat Ina juga Ivanka tersentak kaget.


"Ka..Kakak?? bener kakak yang melaporkan kami?" tanya Ivanka tak percaya.


"Maaf.. kakak hanya menegakkan keadilan, sampai detik ini pun Novrida enggan jujur pada kakak perihal luka yang ada di kepalanya makanya itu kakak mengecek CCTV dan terkuak lah semuanya," ucap Lukas bersalah namun kalau keluarganya didiamkan terus menerus malah yang ada mamah juga Ivanka akan semakin menindas Novrida.


"Kamu.. kamu tega sama kami, padahal kami ini keluargamu sendiri, Lukas," ucap Ina sedih.


"Maaf mah.. aku gak bisa membiarkan semua ini terus menerus, sudah cukup istriku merasakan sedih dan sakitnya akibat perbuatan kalian," ucap Lukas.


"Benar kata Lukas, kalian memang sudah keterlaluan! perbuatan kalian ini susah untuk dimaafkan, jadi silahkan kalian nikmati hidup dibalik jeruji besi, papah tidak akan membantu apapun, ini semua pantas kalian dapatkan, semoga setelah kejadian ini kalian bisa berubah menjadi lebih baik," ucap Smith dengan tegas dan menatap istri serta Ivanka bergantian.


"Pah..." rengek Ina menangis histeris begitu juga dengan Ivanka.


"INI SEMUA BERKAT MAMAH!!! ANDAI MAMAH TIDAK EMOSIONAL SAMA DIA, MANA MUNGKIN KITA BERADA DISINI!! KULIAHKU GIMANA NANTINYA," hardik Ivanka.


"Kenapa jadi mamah yang disalahkan? kamu juga ada andil didalamnya, Ivanka," protes Ina.


"TETAP SAJA!!! YANG MEMBUAT IVANKA JADI SEPERTI INI KARENA MAMAH!!! KARENA EGO DAN AMBISI MAMAH YANG TIDAK MERESTUI PERNIKAHAN KAKAK JUGA CEWEK KAMPUNG ITU," bentak Ivanka sambil menangis.


"Sudah.. kalian jangan saling menyalahkan, baik Ivanka maupun mamah, semuanya salah, jadi terima konsekuensinya," ucap Smith lalu pergi dari kantor polisi.


Baik Novrida maupun Lukas juga ikut kembali ke rumah, karena masih ada hal yang harus mereka bahas. kenapa tiba-tiba istrinya melaporkan mamah juga adiknya tanpa sepengetahuan darinya, apakah sekarang istrinya itu sudah mulai membenci keluarganya? segudang pertanyaan memenuhi pikirannya hingga didalam mobil pun mereka tidak ada obrolan sama sekali, hening.


Tiba di apartemen, Lukas langsung menanyakan apa yang sudah menumpuk di pikirannya.


"Kita perlu bicara," ucap Lukas serius.


"Aku sudah tau arah pembicaraanmu, pasti kamu mau menanyakan kenapa melaporkan mamah juga adikmu kan? dan darimana buktinya? jujur saja.. sebenarnya aku curiga padamu, mana mungkin kamu seceroboh itu sampai melukai dirimu sendiri, lalu berulang kali aku tanya padamu, apa jawabannya? kamu selalu mengelak kan? makanya aku berusaha untuk mencari tau semuanya sendiri, dari CCTV sampai tanya petugas sini, setelah semua terkumpul dan dirasa cukup, baru aku melaporkan ke polisi, memang aku sengaja tidak memberitahumu karena aku tau jika nantinya kamu tidak akan setuju, benar kan?? bukan berarti aku membenci mamah juga Ivanka, tidak.. aku hanya gerah saja karena mereka selalu memperlakukanmu dengan buruk, aku lama-lama tidak terima makanya aku melaporkan secara sepihak," ucap Novrida.