
Tertangkapnya Ina dan Ivanka dan menjadi tersangka kini sudah terendus media juga para pemegang saham. Banyak dari pemegang saham yang menanyakan kebenaran kabar burung itu, mereka sungguh tidak menyangka jika keluarga Smith yang terkenal harmonis justru memiliki anak dan istri yang bersifat preman, entah siapa yang menyebarkan berita tertangkapnya Ina dan Ivanka sampai sekarang pun Smith masih menyelidikinya.
Hampir setiap hari ponsel mahalnya di penuhi panggilan masuk yang tujuannya hanya untuk menanyakan kabar itu dan berulang kali juga Smith mereject panggilan sampai akhirnya ponselnya dimatikan demi menjaga ketenangan dan kewarasan dirinya, melihat secara langsung anak dan istrinya menjadi tersangka dan memakai pakaian tahanan saja sudah membuat Smith sedih bukan main apalagi ini, belum usai rasa sedih dan pedih dihatinya, ada berita yang menerbitkan tertangkap anak dan istrinya.
"Tuhan.. Mengapa engkau memberi ujian sangat berat sekali? Apa salahku sampai anak dan istriku yang menanggungnya? Selama ini aku sudah berusaha berbuat baik dan selalu menanamkan rasa saling menghargai, namun dibalik itu semua, ada anak dan istriku yang sifatnya berbanding terbalik, mereka terlihat baik hanya didepan mataku saja, aku pikir istriku tidak menyukai menantunya hanya sebatas itu saja dan tidak akan mungkin melakukan hal yang lebih, namun sayang.. ternyata mereka dengan brutal melakukan penyiksaan kepada menantunya sendiri bahkan didalam tempat tinggal menantunya, apa mungkin selama ini aku terlalu memanjakan mereka sampai akhirnya mereka berbuat semaunya? Atau mungkin selama ini aku terlalu abai dan kurang memperhatikan mereka sampai akhirnya mereka melampiaskan semua ini pada istrinya Lukas? Apa yang harus aku lakukan, Tuhan? Apa yang harus aku jawab ketika para pemegang saham menanyakan kebenaran ini??" batin Smith sambil memijat keningnya.
Ia merasa sangat pusing bahkan hari demi hari ia lalui dengan tak bersemangat, rasanya ia sia-sia bekerja keras hingga tak kenal waktu agar anak dan istrinya serta keturunannya kelak tidak hidup susah, namun apa yang ia tuai? Anak dan istrinya malah menoreh luka yang cukup dalam.
Memang apa yang dilakukan oleh Ina dan Ivanka tidak bisa dianggap remeh karena ini sudah merupakan tindakan kriminal. Tindakan yang seharusnya dilakukan oleh orang pinggiran yang tak berpendidikan dan bermoral, mengapa harus terjadi pada anak dan istrinya??
Sambil memegang foto keluarga yang terlihat bahagia karena semuanya saling melempar senyum dengan lepas, namun dibalik itu semua ada kepalsuan yang ditutup rapat oleh istrinya, perangainya sungguh buruk, berpuluh-puluh tahun menikah mengapa ia baru mengetahuinya sekarang? Jika Novrida berasal dari keluarga sederhana memang apa salahnya? Toh mereka tidak pernah meminta jika dinikahi oleh salah satu anaknya, semua ini terjadi secara mendadak.
"Sedang apa kalian disana? Apakah kalian bisa menerima kehidupan yang sesungguhnya? Kehidupan yang tidak ada embel-embel keluarga Smith? Disana apapun yang kalian lakukan langsung mendapatkan konsekuensinya dan tidak akan siapapun yang membantu, apakah kalian nantinya sanggup menjalani ini semua sampai 5 tahun lamanya? Ingin sekali aku segera membebaskan kalian, itu sebenarnya perkara yang mudah namun kalian kalau terus menerus dibela nantinya malah melunjak dan akan mengulangi kesalahan lagi dan lagi, nantinya kalian akan beranggapan jika aku akan segera menolong, hidup tidak selamanya indah.. Jadi mulailah belajar dari sekarang bagaimana hidup tanpa ada pengaruh dariku, karena kita tidak akan tau siapa yang akan pergi duluan dipanggil yang maha kuasa," batin Smith menyeka air matanya.
Ketika Smith sedang merenungi nasib, ada salah satu pembantunya yang memberitahu kabar buruk tentang Ivanka.
"Permisi pak, ada telepon dari kepolisian," ucap pembantunya dengan hati-hati.
"Kepolisian? Ada apa ya bi, mana teleponnya?" tanya Smith penasaran.
"Kurang tahu pak, ini," jawab pembantu menyerahkan telepon wireless itu.
"Baik.. Makasih, kamu boleh melanjutkan tugasmu bi," ucap Smith lalu pembantu segera pergi mengerjakan tugas rumah.
"Halo.. selamat siang, ada kabar apa pak?" tanya Smith mengawali obrolan.
"Selamat siang, apa benar ini dengan keluarga Smith? Kami dari kepolisian ingin memberitahukan bahwa saudari Ivanka Smith mengalami kekerasan dengan sesama tahanan dan sekarang berada dirumah sakit kepolisian," ucap petugas.
"APA?? IVANKA MASUK RUMAH SAKIT? BAIK.. SAYA SEGERA KESANA, TERIMA KASIH INFORMASINYA PAK, SELAMAT SIANG," pekik Smith sungguh kaget.
"Apa yang sebenarnya terjadi denganmu, Ivanka? Baru saja papah memikirkanmu mengapa sekarang justru kabar buruk yang terjadi?" gumam Smith bergegas pergi ke rumah sakit.
Tiba dirumah sakit kepolisian, Smith langsung menanyakan dimana kamar inap anaknya dan sayangnya Ivanka belum ada diruangan inap melainkan masih berada di UGD.
Hati orang tua mana yang tak sakit dan sedih ketika melihat keadaan anaknya terbaring lemah dengan wajah penuh lebam bahkan kondisi Ivanka yang baru beberapa hari di tahanan pun terlihat kurus dengan rambut berantakan. Ia seperti tidak mengenali anaknya sendiri yang dulu sangat pandai merawat tubuh bahkan rambutnya pun sangat rapi dan selalu wangi.
"Pah.. Ivanka pah.. huhuhu," isak tangis Ina membuat hati Smith semakin pilu.
"Apa yang sudah terjadi dengannya dan kenapa bisa anak kita bertengkar dengan sesama napi?" tanya Smith.
"Ini bukan sepenuhnya salah Ivanka pah, napi sialan itu yang mulai duluan, mamah dan Ivanka sedang duduk, lalu napi itu jahil dengan menendang kursi ke depan sehingga kami terjungkal, Ivanka tidak terima dan akhirnya mereka berantem, mamah gak nyangka jika napi itu main tangan pah, Ivanka dipukuli secara brutal sehingga tidak bisa melawan, papah kan tau sendiri anak kita mana ada keahlian bela diri, mamah mencoba merelai malah mamah juga kena, nih," ucap Ina sambil menunjuk luka lebam di pipinya.
"Astaga.. Inilah yang papah khawatirkan, pasti kalian tidak bisa menahan amarah jika ada disana," ucap Smith mengusap wajahnya kasar.
"Mamah sudah banyak diam disana pah tapi mereka saja yang terus mengusik," protes Ina.
"Sudahlah.. Percuma debat denganmu, egomu terlalu tinggi mah bahkan untuk mengakui kesalahan pun sangat pantang bagimu," sindir Smith meninggalkan istrinya dan kembali menemui Ivanka yang masih belum sadar juga.
"Pah.. Papah.." teriak Ina memanggil suaminya namun sayang sekali, suaminya enggan menoleh.
Melihat putri kesayangannya terbaring lemah dan tak kunjung menunjukkan tanda-tanda akan siuman membuat dada Smith semakin pilu, lalu ia kembali berpikir apakah keputusannya membiarkan istri dan anaknya masuk bui itu sudah benar?
Sebenarnya Smith hanya ingin istri dan anaknya menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak lagi menindas menantunya apapun kondisinya itu.
"Bangunlah sayang, jangan menghukum seperti ini, papah mohon," pinta Smith sambil menggenggam tangan Ivanka.