System: Parallel World

System: Parallel World
Chapter 28: Mendaftar menjadi petualang



Di akhir pelatihan mereka, Riyan roboh di lantai dengan rasa sakit di hampir setiap bagian tubuhnya.


'Kak Kamila bahkan lebih kejam daripada Kroni saat latihan ...' ia mengeluhkannya dalam hati.


"Bagaimana rasanya melawan penyihir?" Kroni mencolek-colek tubuh Riyan dengan pedang kayu.


"Rasanya seperti aku melawan seseorang yang menggunakan pistol. Dan bagaimana kau bisa menggunakan sihir tanpa henti, kak Kamila? Apakah kau memiliki Mana yang tak terbatas atau semacamnya?" ucap Riyan dengan nafas terengah-engah.


"Tidak ada yang namanya Unlimited Mana. Aku hanya mengunakan sekitar setengah dari Mana-ku."


"Setengah?! Meski sudah melakukan spam sihir selama beberapa jam?!" ucap Riyan tidak percaya.


"Aku baru saja menggunakan mantra sihir tingkat rendah, Itu alasannya."


"T-tingkat rendah? Haha, ya ... aku juga rendahan. Oh, tolong berikan stamina dan energy potion!"


Beberapa saat kemudian, Riyan meneguk stamina dan energy potion yang diberikan kepadanya. Ia akhirnya bisa bergerak lagi.


"Karena kau akan berlatih bersama Saintess selama tujuh hari berikutnya, aku rasa kau tidak perlu kembali ke Guild Petualang. Aku juga tinggal di sini lebih lama dari rencana, jadi aku akan segera pergi." ucap Kroni.


"Hah? Kau sudah mau pergi? Aku masih ingin belajar denganmu." ucap Riyan.


"Jangan khawatir, tidak seperti kita tak akan pernah bertemu lagi. Aku akan kembali dalam sebulan, dan ketika waktu itu tiba, aku ingin melihat peningkatanmu."


"Disepakati. Sebulan dari sekarang."


Kroni tiba-tiba menyerahkan sebuah buku. "Teknik Formless Sword Dance tertulis di sini, sehingga kau bisa mempelajari sisanya bahkan tanpa diriku. Jika kau memerlukan beberapa demonstrasi visual, kau bisa melihat mereka di Internet. Ada banyak orang yang memamerkan teknik ini di luar sana."


"Serius? Aku pikir ini adalah semacam teknik rahasia yang sedikit orang bisa melakukannya!" Riyan menghela napas.


"Hahaha! Kau terlalu berharap! Jika kau ingin belajar beberapa teknik pedang rahasia, bergabunglah dengan keluarga bangsawan atau semacamnya! Aku hanya seorang petualang. Tidak mungkin aku tahu sesuatu seperti itu.


Bisa dikatakan, Formless Sword Dance masih merupakan salah satu teknik pedang paling kuat di luar sana, jadi kau seharusnya tidak meremehkannya hanya karena itu bukan teknik rahasia." ucap Kroni.


Kroni meninggalkan guild petualang tak lama setelahnya.


"Tidakkah seharusnya kita kembali ke akademi juga?" tanya Riyan pada Kamila.


"Tidak, masih ada sesuatu yang ingin aku lakukan di sini." Kamila menggelengkan kepalanya.


"Apa?" Riyan memiringkan kepalanya dengan bingung..


"Kamu akan mendaftar sebagai petualang sehingga kamu bisa meninggalkan kota dan melawan monster."


"Apakah kau benar-benar menyuruhku untuk melawan monster?" ucap Riyan dengan mata melebar tak percaya.


"Belum, tapi minggu depan. Jika kamu akan tinggal di dunia ini, kamu harus mendapatkan uang, dan sebagai siswa akademi, kamu hanya diizinkan bekerja sebagai petualang." terang Kamila.


"Dan yang terpenting, ini cara tercepat bagimu untuk tumbuh lebih kuat."


Riyan bertanya dengan ragu-ragu, "Kau akan berada di luar sana bersamaku saat aku melawan monster, 'kan?"


"Tentu ... setidaknya sampai aku yakin bahwa kamu cukup kuat untuk melindungi dirimu sendiri." Kamila tersenyum tipis melihat wajah Riyan yang nampak lega.


Beberapa saat kemudian, mereka naik ke lantai atas, guild petualang.


"Dia ada di sini untuk mendaftar sebagai petualang." Kamila berkata kepada pegawai di belakang meja.


"Saya mengerti, tolong isi formulir ini." Pegawai tersebut menyerahkan selembar kertas.


[Nama: Reon]


[Umur: 18]


[Tanggal lahir: 06 April]


[Golongan darah: O +]


"Apa yang harus aku tulis untuk alamat dan nomor kontakku." Riyan bertanya pada Kamila yang berada di sebelahnya..


Kamila tak merespon. Ia malah merebut pulpen yang dipegang Riyan dan menuliskannya.


'Ini adalah alamat dari tempat tinggal kak Kamila dari duniaku ... ' pikir Riyan saat melihat alamat yang dituliskan oleh Kamila.


Kamila juga menambahkan nomornya sendiri.


Setelah mengisi beberapa informasi dasar, Riyan menandatanganinya dan menyerahkannya kembali kepada pegawai itu.


"Semuanya terlihat bagus. Apakah Anda memiliki sponsor?" Pegawai itu tiba-tiba bertanya pada Riyan.


"Apa?" Riyan mengangkat alisnya dengan bingung.


"Oh, begitu ..." gumam Riyan mangut-mangut.


Ia kemudian melihat Kamila, "Apakah kau ingin——"


"Tidak." Kamila menolak sebelum Riyan bisa menyelesaikan kalimatnya.


Dan Kamila melanjutkan, "Sponsor bukanlah sesuatu yang bisa kamu putuskan seenaknya. Mereka harus dapat dipercaya dan memiliki kemampuan untuk membantumu tumbuh sebagai petualang.".


"Kedengarannya persis seperti dirimu, kak Kamila." ucap Riyan dengan tenang, ia tersenyum tipis. "Aku mempercayaimu, dan kau sudah sangat membantuku."


Namun, Kamila masih menggelengkan kepalanya, "Aku belum pernah mensponsori siapapun sebelumnya, dan aku tidak berencana untuk menjadi sponsor. Kamu harus menemukan orang lain. Kamu mungkin juga memiliki banyak tawaran di masa depan."


"Tapi kau satu-satunya alasan aku menjadi seorang petualang ... aku tidak akan meminta apapun darimu, dan kau bahkan bisa memiliki semua prestasiku. Tolong, akan ingin membalas untuk semua bantuanmu." mohon Riyan dengan wajah sedikit melas. Ia tulus pada Kamila.


Alis Kamila berkedut setelah melihat ekspresi Riyan.


Riyan asli juga akan menggunakan ekspresi ini saat ia benar-benar menginginkan bantuannya.


Kamila mengusap matanya dan mendengkus malas, "Baiklah, aku akan menjadi sponsormu sekarang. Kamu lebih baik tidak melakukan apapun yang akan merusak reputasiku." ucap Kamila sedikit memalingkan muka dari Riyan.


"Aku berjanji."


"Maka saya akan menempatkan Saintess sebagai sponsor Reon ..." kata pegawai tersebut.


Begitu semua dokumen selesai, pegawai itu melanjutkan, "Apakah Anda ingin mengikuti ujian sekarang?"


"Aku perlu mengikuti ujian untuk menjadi petualang?" tanya Riyan.


"Tentu saja. Kita perlu memastikan bahwa Anda memenuhi syarat untuk melawan monster sebelum kami mengizinkan Anda berada di luar kota, atau kami hanya mengirimkan Anda ke kematian."


"Dia akan mengikuti ujian minggu depan." ucap Kamila.


"Saya mengerti, maka saya hanya akan memasukkannya ke dalam database untuk saat ini."


Riyan mengikuti Kamila untuk kembali ke Akademi tak lama kemudian.


"'Riyan asli juga seorang petualang, 'kan? Peringkat apa dia?" Riyan bertanya saat di dalam mobil.


"Dia adalah petualang Rank C."


"Hah? Hanya C? Aku pikir dia akan menjadi petualang S-Rank sepertimu, mengingat seberapa kuat dia." ucap Riyan mengerutkan kening dengan heran.


"Kamu memerlukan lebih dari sekadar kekuatan untuk meningkatkan peringkat petualangmu. Kamu perlu melakukan misi guild dan hal-hal lainnya untuk meningkatkan reputasi.


Dan dalam hal kekuatan, Riyan asli mungkin bisa mengalahkan sebagian besar petualang rank A yang baru dipromosikan, namun ada banyak petualang rank A yang lebih kuat dari dirinya, seperti Kroni, jadi Riyan asli antara rank B dan rank A." jelas Kamila.


"Namun, kamu harus ingat bahwa Riyan asli berusia 18 tahun. Memiliki kekuatan seperti itu di usianya sangat langka dan prestasi yang mengesankan."


"Aku tau."


Begitu mereka kembali ke akademi, Kamila berkata, "Aku akan menemuimu besok di pusat pelatihan, seperti jam biasa."


"Baiklah. Selamat malam." ucap Riyan sebelum mereka berpisah.


Setelah kembali ke kamarnya, Lila segera berbicara pada Riyan.


"Apa yang kamu lakukan di luar hari ini? Lebih banyak latihan? Bahkan, aku masih ingin mendengarnya!" kata Lila yang tak sabaran.


"Yeah, tapi bukannya melawan Kroni, aku harus melawan kak Kamila hari ini. Mereka mengatakan bahwa aku membutuhkan pengalaman melawan penyihir."


"Itu masuk akal, terutama karena lawanmu, Thaya adalah penyihir,"


"Aku juga akan segera memburu monster di luar kota minggu depan." Riyan menghela nafas berat.


"Oh? Jadi, kamu akan menjadi seorang petualang?"


"Ya, apakah ujiannya sangat sulit?"


"Aku tidak tahu, aku tidak pernah mengikuti ujiannya. Namun, seharusnya tidak sulit. Kebanyakan siswa di akademi ini lolos sebagai petualang, jadi kamu harusnya baik-baik saja."


"Kamu harus memiliki kepercayaan diri. Meskipun aku tidak tahu seberapa kuat dirimu. Tapi, aku dapat mengatakan bahwa kamu jauh lebih kuat dari sebelumnya. Kamu akan menyadari kekuatan sejatimu saat kamu melawan siswa lain ... mungkin?" ucap Lila menghibur Riyan


"Hanya ada dua minggu tersisa sebelum pertarunganku dengan Thaya, ya? Waktu pasti berlalu dengan cepat saat berfokus pada sesuatu."


Riyan tertidur tak lama kemudian.


Keesokan harinya, Riyan bertemu dengan Kamila di pusat pelatihan untuk latihannya, dan mereka akan melanjutkannya selama minggu ini.