
" Kalau sudah selesai cepat masuk!" ketus Kinro saat mendapati Yuki yang masih berdiri diluar, Yuki nampak mengangguk kemudian membuka pintu dan mendudukkan tubuhnya di sisi kemudi. Kinro hanya melirik malas, kemudian melanjutkan laju kendaraan roda 4 itu menuju ke kantor.
Setelah perjalanan singkat Kinro menghentikan mobilnya didepan gedung yang menjadi tujuan mereka, Yuki segera melepas sabuk pengamannya kemudian melangkahkan kakinya keluar dan mengambil belanjaannya. Tak lupa ia membungkuk dan mengucap terimakasih pada Kinro yang sudah mengantarnya.
" Terimakasih sudah mengantarkan kembali Kinro-san" Ucap Yuki yang dibalas deheman singkat oleh Kinro, Pria itu segera memasukkan perseneling dan berniat melajukan kembali mobilnya sebelum Yuki menghentikan aksinya.
" Ah, tunggu sebentar Kinro-san!" Ucapnya mengambil salah satu kantung kresek yang dia bawa kemudian memberikannya pada Kinro.
" Apa ini?" Tanya Kinro menatap bingung Yuki yang masik menyodorkan kantung tersebut.
" Makan malam untukmu, Kinro-san belum makan malam bukan?" Ucapnya dengan nada datar, Kinro menatap tak percaya pada Yuki. Bocah yang begitu dingin dan enggan disentuh itu memberikan perhatian padanya, entah mengapa ada sesuatu dalam hatinya yang bergejolak. Sudut bibirnya berontak ingin terangkat, tetapi ego tak sudi membiarkan hal iitu terjadi.
" Hm." Balas Kinro menerima pemberian Yuki kemudian meletaknnya pada kursi kosong disampingnya, lalu menginjak pedal gas dan kembali melajukan mobilnya ke tempat pesta. Sepanjang jalannya hanya hening dan suara music yang terdengar oleh telinga Kinro, angannya masih mengingat kejadian beberapa menit yang lalu, dan kali ini sudut bibirnya benar-benar terangkat sempurna tanpa ia sadari.
.
.
.
yuki melangkahkan kakinya memasuki gedung tinggi yang ada dihadapannya, kakinya terus bejalan dengan perlahan tanpa ada niatan mempercepat langkah. sesekali ia akan membungkuk memberi salam pada para perjaga yang bertugas, atau para pegawai yang tengah lembur.
KRIEETT
Suara derit pintu yang terbuka memenuhi indra pendengaran, Yuki menekan tombol lampu disamping pintu sebelum berjalan masuk kemudian menutup kembali pintu tersebut. melangahkan kakinya menuju ruangan disamping meja kerjanya, meletakkan kantung berisi makan malam ke meja kemudian berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.