Shiroi Yuki

Shiroi Yuki
Maaf Saya Terlambat



" Apa anda tidak menyukainya, Shizo-san?" Ucap Yuki melempar senyum polos, menghadapi ular berbisa dari BSICS benar-benar perkara yang tidak mudah. Manager dari perusahaan sepatu itu benar-benaar lawan bicara yang merepotkan, bahkan Yuki selalu membuang-buang waktunya hanya agar ia bisa lepas dari pria aneh itu.


" Hahaha, kau lucu sekali Suzue-san!" Ucap Shizo Ryouhei sembari terkekeh pelan, Yuki memutar bola matanya malas.


" Siapapun pasti akan menyukai pesta yang begitu mewah seperti ini, benar bukan?!" Sambung Shizo Ryouhei yang menatap lamat pada Yuki, Yuki balas dengan deheman singkat.


" Ya, dan terimakasih untuk sapaannya. Saya permisi!" Ucap Yuki yang berniat untuk pergi menjauh dari pria menyebalkan itu.


" Heee, memangnya kenapa kau terburu-buru sekali?" Tanya Shizo yang mengikuti Yuki dibelakangnya.


" Saya harus segera bertemu dengan tamu penting, jadi saya sedang terburu-buru Shizo-san" Ucap Yuki yang kesal, sungguh gadis kecil itu benar-benar kesal dengan pria itu. Walau begitu Yuki tetap berusaha sabar dan menetralkan nada bicaranya.


" Hm, siapa yang beruntung bertemu dengan peri yang begitu cantik malam ini?" Tanya Shizo sembari memuji penampilan Yuki. Memang benar apa yang ia katakan, Yuki begitu mempesona dan menawan sehingga tidak ada seorangpun yang bisa mengalihkan pandangannya dari gadis kecil itu.


" Itu bukan urusan anda Shizo-san!" Ucap Yuki yang semakin mempercepat langkanya.


" Hehh.." Entah kenapa Shizo Ryouhei mengukir smirknya, sedang Yuki terus mempercepat lagkahnya menjauh dari pria mengerikan itu.


Yuki segera mempercepat langkahnya hingga iris ruby-nya menemukan sosok yang ia cari sedari tadi, Suzue Seiji atau ayahandanya yang nampak tengah berbincang dengan beberapa colleganya. Yuki segera berjalan mendekat pada sang ayah kemudian menghentikan langkahnya kala ia sudah cukup dekat dengan sang ayah.


" Selamat malam semua, maaf atas keterlambatan saya" Ucap Yuki sembari membungkuk sopan, semua balas memberi sapaan pada gadis kecil itu.


" Apa yang membuatmu terlambat begitu lama, Fuyumi?" Tanya sang ayah yang nampak tenang, tapi Yuki bisa melihat betapa marahnya sang ayah dari sorot mata yang diberikan oleh pria itu padanya. Nama Fuyumi digunakan pasalnya Yuki memang berperan untuk menggantikan sang kakak, jadi Yuki sudah terbiasa walau rasanya sakit dalam sudut hatinya.


" Maaf saya terlambat karena ada beberapa tamu yang mengajak saya berbicang, jadi saya terlambat menemui ayahanda" Ucap Yuki sekali lagi, sang ayah menghela nafas lelah sedangkan tamu yg lain terkekeh mendengarnya.


" Suzue-chan benar-benar menjadi pusat perhatian di pesta!" Ucap salah seorang wanita dewasa yang mengenakan gaun terbuka berwarna hitam, dia seorang aktris yang baru-baru ini naik daun. Nana Ayaka, itu nama panggung yang dikenakan oleh wanita itu. Usianya sektar 28 tahun, lahir di Fukuoka, sisanya Yuki tidak mengetahui apapun selain karirnya yang naik akibat menjilat CEO dari perusahaannya.


" Itu benar! Suzue-chan selalu menajadi pusat perhatian di pesta" Sambung seorang pria paruh baya yang berada di sebelah Nana Ayaka, Haruto Eiji adalah CEO dari agensi Nana Ayaka dan merupakan rekan kerja yang sangat penting bagi perusahaan mereka kali ini.


" Itu tidak benar Haruto-san, oraang-orang hanya menanyakan kabar dan perkembangan proyek kami seperti biasa" Jawab Yuki yang membuat Haruto Eiji terdiam.


" Baguslah kalau begitu, aku akan berbincang dengan Haruto-san, jadi pergilah bersenang-senang" Ucap Seiji yang berjalan pergi bersama Haruto Eiji, Yuki balas dengan membungkuk hormat.


" hahhh, bukankan itu menyebalkan?" Tanya Nana Ayaka yang berdiri di samping Yuki.


Ya, apalagi harus berbincang dengan pria tua mesum seperti itu benar-benar menyebalkan! - Ingin sekali Yuki menjawab seperti itu, sayangnya ia hanya bisa mengucapkannya dalam hati.


" Hehh, sebenarnya untuk apa sih kau bekerja segitu keras?" Tanya Nana Ayaka yang tidak mengerti, sedangkan Yuki menatap bingung pada yang lebih tua.


" Hahhh..., bukankah kau sudah memiliki segalanya!?" Ucap Nana Ayaka yang mengerti dengan tatapan Yuki.


" Uang, kekuasaan, semua sudah kau miliki. Dan lagi, kau merupakan pewaris tunggal dari Suzue Corp. Jadi, untuk apa kau membuang waktumu hanya untuk bekerja keras seperti ini? Bukankah kau harus menikmatinya?" Sambung Nana ayaka yang entah kenapa melampiaskan isi hatinya, jujur ia sangat iri dengan gadis kecil yang ada disebelahnya.


" Nana-san memang benar, seharusnya saya menikmati waktu saya dengan menghabiskan uang yang ayahanda hasilkan!" Ucap Yuki yang membuat Nana Ayaka memandangnya tak percaya.


" Eh, ka-kau benar" Ucap Nana ayaka yang tekejut dengan respon Yuki.


" Tapi sayangnya hal itu tidak bisa saya lakukan sekarang, karena Suzue Corp belum benar-benar melebarkan sayapnya. Jadi saya harus membantu ayahanda untuk menguasai pasar, sehingga akan ada banyak waktu tersisa yang bisa saya gunakan untuk bersenang-senang" Ucap Yuki dengan sebuah tatapan penuh keyakinan, sayangnya dalam hatinya penuh akan keraguan.


Ragu apakah ia akan benar-beanr bahagia?


Apakah dirinya akan benar-benar bebas?


Apakah ada waktu baginya untuk bersenang-senang ?


" Kau benar-benar anak yang aneh" Ucap Nana ayaka yang dibalas dengan kekehan tawa dari Yuki.


" Hahaha, anda benar Nana-san!" Ucap Yuki yang menyetujuinya, dia benar-benar aneh. Dalam benaknya terpikir ribuan kesempatan baginya melakukan bunuh diri ataupun lari dari cengkraman sang ayah, tapi sayangnya ia tak pernah mengambil kesempatan itu. Dia ini benar-benar bodoh atau apa?


" Hahhh, senang berbincang dengan anda Nana Ayaka-san. Saya harap anda menikmati pestanya.." Ucap Yuki yang beranjak pamit dari sana.


" Hm..." Balas Nana Ayaka dengan sebuah deheman singkat, ia melihat gadis kecil itu yang berjalan menjauh hingga Yuki berhenti dan menoleh.


" Oh ya, berhati-hatilah." Ucap Yuki menekankan kalimatnya, setelahnya kembali berjalan menjauh.


Yuki kembali melangkahkan kakinya, mengedarkan pandangannya pada setiap target yang harus ia ikat dan gunakan demi kepentinga perusahaan. Dan target pertamanya telah ia temukan, Hayashida Akihito, CEO sekaligus Co-Founder dari Sumio Construction Co.


Suzue Corp akan bekerja sama dengan Sumio Co dalam proyek pembangunan taman hiburan yang akan dilaksanakan di Saitama beberapa bulan lagi, karena itu Yuki harus bersikap baik dan menyanjung rekan kerja mereka.


Yuki melangahkan kakinya mendekati Hayashida Akihito, Pria barusia 32 tahun itu bisa ia lihat dengan jelas tengah berbincang bersama beberapa tamu lain yang Yuki ketahui. Yuki terus melangkahkan kakinya hingga tubuhnya tiba-tiba berhenti kala mendapati seorang gadis kecil berambut hitam yang kini tengah berbincang bersama anak-anak sebaya-nya sembari memakan dessert yang lezat.


" Fuyumi-nee?" Gumamnya tak percaya mendapati Fuyumi berada di pesta itu, Yuki yang terkejut segera membawa tubuhnya ke tepi, menyandarkan tubuh kecilnya pada dinding sembari memandang gadis yang ia anggap sebagai Fuyumi