Shiroi Yuki

Shiroi Yuki
Super market



" Terimakasih untuk kunjungan anda, saya akan memberikan penangangan yang terbaik untuk kucing anda!" Ucap sang dokter kala Yuki mulai melangkahkan kakinya pergi, Sho yang melihat sang majikan berjalan menjauh ikut turun dari meja dan berjalan menuju ke arah majikannya.


" Jadi anak baik disini, okay Sho!" Ucap Yuki yang mengusap lembut puncak kepala Sho.


'Miww' Sho balas dengan eongan pelan, Yuki yang melihatnya menarik senyum tipis kemudian melanjutkan langkahnya. Sesekali ia menoleh untuk memeriksa apakah Sho mengikutinya atau tidak.


Yuki membawa langkahnya pergi keluar dari sana kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke super market untuk membeli kebutuhan sehari-hari, kaki kecilnya melangkah melewati jalanan Tokyo yang cukup ramai. Ini masih jam makan siang, jadi ada banyak pegawai yang keluar untuk makan.


" Selamat datang!" Ucap sang pelayan kala Yuki masuk melalui pintu depan.


" Are, Snow-chan!" Sapa si penjaga kala mendapati Yuki yang berdiri di depan pintu, gadis itu balas melambaikan tangannya kemudian melangkahkan kaki-nya untuk mengambil keranjang belanjaan dan melanjutkan langkahnya ke rak sayuran.


" Boleh ku bantu?" Tawar salah seorang pelayan kala ia berhenti di depan rak sayuran, Yuki menoleh dan mendapati salah seorang pelayan yang ia kenal dengan akrab.


" Terimakasih bantuannya, Taketora-san!" Jawab Yuki yang menyodorkan keranjang belanjaannya pada si pelayan.


" Jadi, apa yang ingin kau beli?" Tanya Taketora pada gadis kecil di sebelahnya. Yuki melangkahkan kaki-nya untuk mengamati sayuran yang ada di rak tersebut, kakinya terus melangkah hingga otaknya mendapat ide untuk menu yang akan dia buat.


" Aku butuh wortel, kentang, bawang bombai, daun bawang, bayam, terong, dan tomat!" Jelas Yuki yang diangguki oleh Taketora. Yuki mengambil daun bawang dan ketang yang berada di rak bawah, sedangkan sisanya diurus oleh Taketora.


" Apalagi sekarang?" Tanya Taketora setelah mengambil semua belanjaan yang diminta Yuki.


" Bumbu!" Jawab Yuki menunjuk deretan rak penuh bumbu didepannya.


" Baiklah, kalau begitu kita butuh garam! Apalagi sekarang?" Tanya Taketora menatap Yuki yang tengah berfikir.


" Gula, lada, shoyu, mirin, nori, konbu, dan wakame. oh aku juga butuh merica, cuka, dan kecap!" Ucap Yuki yang mulai mengambil beberapa bumbu yang bisa ia jangkau seperti Nori, shoyu, lada dan gula. Taketora mengambil bumbu yang lain.


" Sudah?" Tanya Taketora setelah ia mengambil semua bahan yang disebutkan Yuki.


" Hm...?" Yuki berpikir sejenak.


" Ah, miso! Aku juga butuh bawang putih, bawang merah dan seledri! Juga minyak!" Ucap Yuki yang teringat akan bahan-bahan tersebut, Taketora mengangguk dan memasukkan semua yang Yuki butuhkan ke dalam keranjang.


" Apa kau butuh minyak wijen juga?" Tanya Taketora saat mereka berada di lorong yang berisikan minyak.


" Aku mau minyak sayur dan minyak zaitun saja" Jawab Yuki yang diangguki Taketora, jadi ia mengembalikan minyak wijen-nya dan memasukkan minyak sayur dan minyak zaitun yang diminta oleh Yuki.


" Setelah ini kita beli daging dan ikan" Ucap Yuki yang diangguki Taketora, kini mereka berjalan menuju rak daging.


" Oh ya, tumben sekali kau membeli bahan makanan sebanyak ini?" Tanya Taketora yang terheran, biasanya Yuki hanya membeli sejenis ikan atau beberapa potong daging untuk sashimi. Dan Roti ataupun dessert dan makanan ringan yang bisa ia makan sambil bekerja.


" aku pindah ke kantor hari ini, jadi aku punya cukup waktu untuk memasak makanan" Jelas Yuki yang membuat Taketora terkejut.


" Apa yang kau inginkan, Snow-chan?" Tanya pelayan yang betugas mengurus rak daging dan ikan begitu mendapati Yuki ada disana bersama Taketora.


" Aku mau daging A4 seperempat dan Sepaket Tuna juga Salmon. Oh, bisa aku mendapat seperempat makarel dan ayam Keigo-san" Pinta Nana pada sang pelayan, Keigo.


" Jadi, Suzue-san yang memintamu pindah?" Tanya Taketora yang dibalas dengan anggukan oleh Yuki.


" Bukankah itu keterlaluan?" Tanya Taketora lagi.


" Ya, aku tidak bisa melakukan apapun. Jadi, aku harus menerima apa adanya" Jawab Yuki santai seakan ia tidak keberatan, dan nyatanya ia tidak keberatan sama sekali. Walau pekerjaannya bertambah, setidaknya tidak ada pelayan yang memerintahnya dengan seenaknya atau menghukumnya hanya karena kesalahan kecil.


" Lagipula aku tidak bisa kabur!" Tambahnya yang membuat Taketora dan Keigo terdiam.


" Jadi, Snow-chan pindah ke kantor mulai hari ini?" Tanya Keigo yang menarik kesimpulan dari pembicaraan singkat itu.


" Ya, mungkin aku akan lebih sering berkunjung" Jawab Yuki yang mengulum senyum kecil.


" Haha, itu bagus! Datanglah sesering mungkin untuk bermain!" Seru Keigo pada Yuki, pria itu sangat suka melihat bagaimana gadis kecil itu bermain-main dengan para pegawai yang lain. Yuki balas dengan anggukan dan sebuah senyum kecil yang tulus.


" Lalu, apalagi sekarang?" Tanya Taketora yang selesai membantu Keigo memasukkan daging dan ikan ke dalam keranjang.


" Aku mau puding dan beberapa mie instan!" Seru Yuki yang melambai pada keigo dan mulai berjalan ke rak selanjutnya. Taketora hanya mengikuti kemanapun si kecil berjalan, bahkan ia tak sadar kalau keranjang belanjaan mereka sudah penuh dengan bahan makanan.


" Sebaiknya aku mengambil satu kerajang lagi?" Ucap Taketora yang mendapati keranjang ditangannya sudah penuh, Yuki melirik sekilas keranjang itu kemudian mengangguk setuju.


Taketora pergi mengambil keranjang sedangkan Yuki melanjutkan langkahnya ke rak yang dia tuju, Yuki mengambil beberapa cemilan seperti puding, cake, makanan ringan, dan beberapa permen. Ia membawa semuanya ke dalam pelukan kecilnya hingga Taketora kembali dan membawa keranjang baru.


" Hm, hanya ini?" Tanya Taketora begitu Yuki memindahkan semua cemilan yang tadi ia bawa di pelukannya kedalam keranjang.


" Aku belum mengambil persediaan susu dan kopi" Jawab Yuki yang mulai berjalan menuju ke lemari pendingin yang berisikan beragam minuman yang akan segera ia pindahkan ke dalam keranjang belanjaannya.


" Sdusu segar seperti biasa?" Tanya taketora yang dibalas dengan anggukan, Yuki menunjuk beberapa botol yogurt strawberyy yang ada di sebelah kotak susu.


" Aku mau itu" Ucapnya menunjuk botol yogurt strawberyy itu, Taketora mengangguk dan memasukkan beberapa botol kedalam kerajang kemudian menutup pintu dan membuka lemari pendingin di sebelahnya yang berisikan puding coffee kesukaan Yuki. Tak lupa ia memasukkan beberapa potong cake dan buah"an segar kedalam keranjang.


" Apa ada lagi?" tanya Taketora yang melihat keranjangnya sudah penuh untuk kedua kalinya, Yuki membalas dengan gelengan.


" Baiklah, kalaau begitu ayo ke kasir" Ucap Taketora yang membawa keranjang itu mneuju kasir, Yuki mengikuti sang pegawai dari belakang sembari melayangkan pandangannya ke penjuru supermarket. Taketora terus berjalan sedangkan Yuki menghentikan langkahnya di rak berisikan bento, ia mengambil 2 box kemudian berjalan menuju kasir.


Setibanya di kasir, Yuki tak lagi mengantri. Gadis itu duduk di salah satu tempat duduk yang ada kemudian membuka kotak bento yang ia ambil. Tak lupa Yuki melambai pada Taketora guna memberitahu posisi gadis itu dan menunjuk pada 2 kotak bento yang tengah ia santap.


Taketora yang melihat itu hanya mengangguk kemudian meminta rekannya untuk kembali menghitung total belanjaan gadis kecil yang kini tengah menyantap makanannya dengan khidmat. Setelah semuanya belanjaan dihitung taketora mengambil sekotak susu kemudian ia berikan pada Yuki yang menyantap makannya, Yuki tersenyum kecil kemudian mengucap terimakasih setelah menelan makanannya.


" Thanks, Taketora-san!" Ucapnya yang kemudian meorogoh saku dan mengambil blackcard miliknya, Taketora dengan senang hati menerima benda itu kemudian membawanya ke kasir untuk melakukan pembayaran.


" Ini dikirim ke Suzue Corp-kan?" Tanya rekan Taketora kala ia hampir menggesek kartu berawarna hitam itu. Taketora mengangguk kemudian membiarkan rekannya mengurus transaksi.


" Apa Snow-chan menikmati makannya?" Tanya wanita yang menjadi rekan kerja Taketora, Taketora balas dengan anggukan sembair menunjuk Yuki yang tengah menyantap makanannya dengan sangat lahap. Sepertinya gadis itu tengah kelaparan saat ini.


" Haha, dia sangat manis saat makan"