
" Fuyumi-nee?" Gumamnya tak percaya mendapati Fuyumi berada di pesta itu, Yuki yang terkejut segera membawa tubuhnya ke tepi, menyandarkan tubuh kecilnya pada dinding sembari memandang gadis yang ia anggap sebagai Fuyumi
" Sial, dia benar-benar Fuyumi nee-san!" Rutuknya kala ia mendapati gadis itu benar-benar sang kakak yang tengah berbincang dengan teman-temannya, Yuki memijat keningnya lelah. Ia tak mengerti kenapa dan bagaimana bisa gadis itu berada di pesta ini, seharusnya sang ayah tak membawa Fuyumi kemari.
" Tunggu dulu..." Ucapnya kala mendapati sebuah alasan yang masuk akal dikepalanya.
" Ini, pesta Bank Mitsuko." Ucap Yuki membuat otaknya berputar. Pemilik pesta ini adalah Mitsuko Asahi, dan ia memiliki 2 anak laki-laki yang berada di bangku SMA. Mitsuko Sora dan Mitsuko Daichi, lalu seorang anak perempuan yang sebaya dengannya. Mitsuko Ayumi, putri bungsu kesayangan keluarga Mitsuko sekaligus teman dekat sang kakak.
" Aku harus memberitahu Ayahanda" Ucap Yuki yang merogoh ponsel kemudian menelfon sang ayah. Sementara itu disisi lain, sang ayah yang mendapati panggilan dari Yuki tentu merasa bingung, sang ayah kesal dan berharap semoga Yuki tidak membuat masalah yang merepotkan.
....
*APA!?* Tanya sang ayah yang kesal bukan main kala Yuki mengganggu waktunya.
* Maaf Ayahanda\, tapi saya menemukan Fuyumi-nee ada disini* Ucap Yuki lirih\, sang ayah yang mendengarnya tentu saja begitu terkejut dengan hal itu.
* Dimana?* Tanya sang ayah begitu saja\, ia tak ingin rahasianya terbongkar begitu saja. Sudah bagus 4 tahun ini Yuki memainkan perannya sebagai Fuyumi dengan baik. Jadi Seiji tak ingin mengambil resiko.
" Fuyumi-nee sedang menyantap dessert bersama teman-temannya, saya berada tidak jauh dari tempat Fuyumi-nee* Jawab Yuki seadanya.
* Awasi Fuyumi\, aku segera kesana!* Ucap Seiji yg mematikan ponselnya.
....
" Maaf atas ketidak sopanan saya, tapi Fuyumi sepertinya mendapat masalah. Jadi saya harus memeriksanya" Ucap Seiji yang berniat pamit.
" Oh astaga, saya harap Suzue-chan baik-baik saja" Ucap Haruto Eiji yang saat ini tengah berbincang dengan Seiji.
" Sekali lagi saya permisi" Ucap Seiji yang langsung beranjak pergi dan melangkahkan kakinya menuju tempat Fuyumi berada.
Setibanya di sana Seiji langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari Yuki, setelah menemukannya ia mendapati Yuki yang tengah menunjuk ke arah depan. Seiji yang mengikuti arah yang ditunjuk Yuki pun mendapati Fuyumi yang tengah bersantai sembari bercanda ria bersama teman-temannya, kekesalan dan amarahpun muncul membuatnya memberikan kode pada Yuki untuk keluar. Setelah memastikan Yuki keluar, Seiji segera melangkahkan kakinya dan mendekat ke arah Fuyumi berada.
" Apa kau menikmati pestanya, Fuyumi?" Ucap Seiji dengan lembut dan sebuah senyum manis yang terukir diwajahnya, sayangnya tak ada seorangpun yang mengetahui bahwa iblis tengah bersembunyi dibalik senyum itu.
" Ah, Papa?" Ujar Fuyumi bingung mendapati sang ayah ada dihadapannya.
" Hm, jadi, bagaimana kamu bisa ada disini?" Tanya Seiji menuntut jawaban dari putrinya.
" Ah, Ayumi mengundangku ke pesta kemarin. Jadi aku ada disini" Jawab Fuyumi dengan begitu polosnya.
" Hahh, kalau begitu kenapa tidak memberitahu Papa kalau kau datang?" Tanya Seiji lagi, Fuyumi malah mempoutkan bibirnya kesal.
" Habis Papa sangat sibuk, jadi ku pikir papa tidak akan mau mengantarku" Ucap Fuyumi yg masih mengerucutkan bibirnya.
" Hahh..., Papa minta maaf untuk itu. Bisa ikut Papa sebentar?" Pinta Seiji yang mendapat anggukan mantap dari Fuyumi.
" Aku pergi sebentar ya, aku akan segera kembali!" Ucpa Fuyumi pada teman-temannya.
.
.
.
Seiji membawa Fuyumi pergi keluar, lebih tepatnya ke tempat parkir dimana Kinro menunggu mereka. Sepanjang perjalanan Fuyumi hanya menatap bingung kenapa sang ayah membawanya ke area parkir, apakah sang ayah akan memulangkannya karena sudah pergi ke pesta tanpa izin?
" Kita akan kemana, Papa?" Tanya Fuyumi menatap bingung pada Seiji, Seiji yang mendengar pertanyaan itu hanya diam dan terus membawa Fuyumi hingga ia berhenti tepat di depan mobil mereka.
" Waaahhh, Yu-chan cantik banget!!!" Ucap Fuyumi kala mendapati sang adik yang tampak begitu menawan dan mempersona. Ditambah gaun indah yang membuat Fuyumi merasa sedikit iri pada sang adik.
" Hentikan itu!" Ucap Seiji lelah, ia menyandarkan tubuhnya pada kap mobil sembari memandang putrinya lelah.
" Apa yang kau lakukan disini, Fuyumi?" Tanya sang ayah menatap Fuyumi tajam.
" Kan tadi aku sudah bilang, Ayumi mengundangku Papa!" Gerutu Fuyumi yang kesal karena sang ayah menanyakan pertanyaan yang sama 2 kali.
" Hahh, lalu kenapa kau tidak memberi tahu Papa?" Tanya Seiji lagi, Fuyumi nampak menciut sekarang.
" Ha-habis jika aku memberitahu Papa pasti tidak akan mengijinkanku." Jawab Fuyumi membuat Seiji makin menghela nafas.
" Kalau kau begitu ingin pergi Papa pasti akan mengijinkannya, hanya saja kau harus memberitahu lebih dulu agar tidak ada kejadian seperti ini!" Ucap Seiji memandang dingin pada Yuki dan Fuyumi.
" Apa kau menyapa seseorang, Fuyumi?" Tanya Seiji lagi, Fuyumi balas dengan gelengan.
" Hahhh, baguslah kalau begitu! Kinro antar Fuyumi pulang" Ujar Seiji yang hendak berjalan pergi kembali ke ruang pesta.
" TIDAK!" Ujar Fuyumi menolak, Kinro dan Yuki saling melirik karena tak percaya. Ya, mereka tak percaya Fuyumi berani meninggikan nada suaranya dihadapan sang ayah.
" Apa?" Ucap Seiji menoleh pada putri sulungnya, Fuyumi menatap nyalang pada sang ayah.
" AKU TIDAK MAU PULANG!" Teriak Fuyumi membuat Seiji mengepalkan tangannya.
" Kenapa?" Tanya Seiji yang masih mencoba memaklumi sikap sang anak.
" Habis aku masih ingin bermain dengan Ayumi dan yang lain!" Ujar Fuyumi membuat Seiji memijat pelipisnya.
" Hahhh..., kalau begitu kau harus mengantikan tugas Snow. Apa kau keberatan Fuyumi?" Tanya Seiji menatap putri sulungnya, Fuyumi yang mendapat balasan seperti itu sebenarnya hendak protes tapi pada akhirnya mengangguk karena ia masih ingin menikmati pesta dengan teman-temannya.
" Hahhh, Snow berikan gaunmu pada kakakmu! Dan buat ringkasan topik yang akan dibicrakan malam ini" Titah Seiji pada Yuki, Yuki balas dengan anggukan kemudian membawa sang kakak pergi ke toilet yang tidak jauh dari tempat parkir mereka.
Yuki melepaskan gaunnya dalam bilik kamar mandi yang berbeda dan memberikaannya dari celah bagian bawah pada sang kakak, bagaimanapun rahasia soal luka ditubuhnya tak boleh diketahui oleh dunia. Tak lupa Yuki mengeluarkan peralatan make-up yang selalu ada di dashboard mobil, Yuki dengan telaten dan berhati-hati membubuhkan make-up pada wajah sang kakak, berusaha sebisa mungkin untuk menyamakan riasan yang ia kenakan pada wajah sang kakak.
" Kau benar-benar hebat, Yu-chan!" Ucap Fuyumi memuji kemampuan Yuki saat mendandaninya, Yuki menarik senyum kecil kemudian mengucap terimakasih.
" Arigatou, tapi ini bukan apa-apa" Ujar Yuki yang mencoba menata rambut Fuyumi, Fuyumi mengerut kesal.
" Nee, Yu-chan!" Panggil Fuyumi yang dibalas Yuki dengan deheman singkat.
" Kenapa kau mau melakukan ini?" Tanya Fuyumi membuat Yuki menghentikan kegiatannya, beribu jawaban dan makian kini menggema dalam otaknya. Tanpa sadar bibirnya terbuka, akan tetapi tak ada satupun kata yang keluar dari belah bibirnya.
" Yu-chan?" Panggil Fuyumi sekali lagi, Yuki menggelengkan kepalanya sejenak.
" Fuyumi-nee pasti akan segera mengetahui jawabannya nanti" Jawab Yuki yang meletakkan jepit rambut yang sebelumnya berada di atas kepalanya dan memindahkannya ke atas kepala sang kakak.
" Hahh? Apa maksudmu?" Tanya Fuyumi menatap Yuki penuh kebingungan.
" Sudah selesai" Ucap Yuki yang merapikan peralatan make up-nya, Fuyumi memandang wajahnya di cermin. Benar-benar cantik dan menawan, terutama karena wig berwarna perak senada dengan rambut milik Yuki, juga softlens berwarna merah yang mirip dengan iris sang adik.
" Sudah kuduga, Yu-chan benar-benar cantik" Ucap Fuyumi lagi, kali ini Yuki malah menatap bingung pada Fuyumi.
" Habis aku benar-benar terlihat seperti Yu-chan sekarang!" Tambah Fuyumi membuat Yuki tambah bingung, jadi Yuki memutuskan untuk menghiraukan sang kakak.
" Ayo pergi, kita sudah terlalu lama" Ujar Yuki yang melangkah pergi, Fuyumi yang melihat itu segera mengejar Yuki dan menggandeng tangan sang adik,
" Heeee, jangan pergi sendiri Yu-chan! Bagaimana kalau kau tersesat?" Ucap Fuyumi yang tak terima saat Yuki berjalan pergi meninggalkannya.
" Aku tidak akan tersesat, jalannya mudah dihafal" Jawab Yuki seadanya.