Shiroi Yuki

Shiroi Yuki
Shopping



" Ayo belanja, Sho..." Ucapnya pada si kucing yang kini ia bawa kembali ke ruangan.


.


.


.


" Hahhh...." Helaan nafas lelah terdengar begitu Yuki tiba di ruang kerjanya.


" Lain kali jangan berkeliaran seperti tadi, Sho..!" Peringat Yuki, dia benar-benar tidak bisa memikirkan hal buruk yang mungkin terjadi jika dia meninggalkan kucingnya sendirian.


' Miww' Jawab kucing itu mengeong pelan.


" Haha, kalau begitu ayo pergi membeli beberapa makanan dan pelatan lain untukmu!" Ucap Yuki yang mengambil salah satu black card miliknya dari brangkas. Sho langsung berjalan mengikuti kemana sang majikan pergi.


Yuki segera melangkahkan kakinya pergi menuju ke lift yang menjadi sarana untuk turun dari ruangannya menuju ke basement.


DING


Lift berhenti dan pintu mulai terbuka, Yuki membawa Sho ke bahunya dan membiarkan si kucing menyamankan dirinya di sana. Setelahnya melangkahkan kakinya keluar, melewati loby dimana para pekerja berlalu-lalang hendak makan siang, atau mereka yang hendak naik ke ruang rapat, dan beberapa staf kebersihan yang membersihkan tanaman-tanaman yang menghiasi sudut-sudut ruangan.


" Oh, Snow-chan mau makan siang?" Tanya salah seorang pekeja yang sepertinya juga hendak keluar untuk makan siang bersama rekan-rekannya yang lain.


" Selamat siang semuanya.." Sapa Yuki pada para kariawan.


" Siang, Snow-chan! Mau ikut kami ?" Tanya pekerja lain yang di balas dengan gelengan pelan.


" Terimakasih tawarannya Bibi Sara, tapi saya ada keperluan lain" Ucapnya menata kalimat sebaik mungkin agar tidak menyinggung lawan bicaranya.


" Oh, bukan masalah besar Snow-chan!" Balas Sara yang mengerti betapa sibuknya gadis kecil itu.


" Kalau begitu saya permisi dulu..." Ucapnya yang beranjak pergi melanjutkan perjalanannya.


Yuki melanjutkan perjalanannya menuju ke salah satu butik ternama di Tokyo, gadis itu masih setia melangkahkan kaki-nya menyusuri jalanan Tokyo walau sesekali kaki kecilnya terasa lelah dan kepalanya yang terasa pusing. Tapi hal seperti ini sudah biasa bagi Yuki, jadi gadis itu mengacuhkan rasa sakit dan lelahnya hanya agar dirinya bisa menikmati waktu seperti orang-orang pada umumnya.


.


.


.


" Akhirnya, ayo...Sho." Ucapnya begitu tiba di salah satu sudut mall terbesar di Tokyo, melangkahkan kakinya masuk ke dalam toko.


" Selamat datang!" Ujar penjaga toko yang berada tidak jauh dari pintu masuk.


" Oh, Suzue-san!" Sapa penjaga toko itu segera berjalan mendekat pada Yuki yang baru saja masuk.


" Selamat siang. Bisa aku lihat koleksi terbaru kalian, bibi?" Tanya Yuki to the point, wanita itu mengangguk kemudian mengarahkan Yuuki ke sudut ruangan yang memamerkan koleksi terbaru mereka.


" Suzue-san, kau datang!?" Ujar penjaga yang berjaga di bagian dalam, Yuki balas dengan anggukan dan senyum simpul.


" Bisa bantu aku memilih gaun yang cocok untuk pesta malam ini ?" Pinta Yuuki yang mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu dan membiarkan para pelayan mengambil barang-barang yang mungkin akan cocok dengannya.


" Baiklah, tolong tunggu sebentar, Suzue-san!" Ucap para penjaga yang mulai sibuk mengambilkan berbagai barang yang mungkin akan cocok dipakai oleh Yuuki. Sedang Yuki menurunkan Sho dari bahu-nya, kucing kecilnya benar-benar bertengger dengan nyaman hingga bahunya terasa pegal.


" Hm, apa mereka punya baju yang cocok untukmu Sho?" Ucap Yuki bertanya-tanya.


" Ini beberapa koleksi terbaru kami, Suzue-san!" Ucap Bibi penjaga yang menunjukkan 3 gaun polos yang nampak begitu elegant, Yuki tersenyum kecil. Para pelayan disini sudah sangat mengerti dengan seleranya, jadi ia bisa memilih salah satu dari set yang dibawakan dengan santai.


" Hm, aku suka yang itu!" Ucap Yuuki menunjuk sebuah gaun paling kiri dengan warna putih bersih, mirip dengan warna rambutnya. Ada beberapa aksen sentuhan emas yang melekat pada sudut-sudut gaun itu, menambahkan kesan mewah namun tetap sederhana karena ukurannya yang kecil, ada beberapa permata yang dipasang di bagian pinggang sebagai hiasannya.


" Ini koleksi limited kami, hanya ada 1 di Jepang! ' The Luna's', berkah sang dewi bulan..." Tambah yang lain menjelaskan dan membawa gaun itu pada Yuuki.


" Hm, tolong bongkar permatanya dan untuk hiasan kepalanya, tolong ganti mutiara ini dengan batu obsidian atau mutiara hitam!" Pinta Yuuki yang mendapati jepit mawar putih dengan beberapa rantai mutiara yang menjadi penghias.


" Eh, tapi..." Sang penjaga toko sudah biasa dengan permintaan Yuki yang merubah desain asli dan membongkar beberapa hiasan, tapi gaun yang ini berbeda. Kesan yang diberikan oleh setiap hiasannya memiliki makna, dan membuat tampilan gaun ini jadi begitu sempurna.


" Gaunnya akan terlihat jelek dengan kulit putih dan rambut perakku jika hanya dibiarkan seperti itu, jadi tolong tambahkan warna hitam pada gaunnya. dan ubah gaunnya jadi seperti ini" Ucap Yuki memberikan sketsa yang baru saja ia gambar beberapa saat lalu.


" Baiklah, seperti biasa anda tidak selalu membuat kami terpukau!" Ujar si penjaga toko melihat sketsa yang Yuuki berikan, benar-benar selayaknya desain dari desainer ternama.


" Haha, oh ya bibi! Bisa tolong buatkan aku beberapa setel jas dan jaket?" Pinta Yuuki memberikan 2 lembar kertas lain dengan model yang sudah ia desain sendiri.


" Baik, kapan kami harus menyelesaikannya?" Tanya si penjaga pada pelanggan VVIP mereka itu.


" Hm, tolong selesaikan gaunnya sore ini. Dan untuk jas dan jaketnya, tolong kirimkan 10 hari lagi!" Ucap Yuuki santai, sang penjaga toko menghela nafas karena permintaan Yuuki yang mengharuskan mereka bekerja keras untuk menyelesaikan gaunnya saat ini juga.


" Baik, apa ada hal lain lagi Suzue-san?" Tanya si penjaga toko yang mendapat balasan gelengan dari Yuuki.


" Hm, ini kucing peliharaanmu?" Tanya si penjaga mendapati kucing kecil yang sejak tadi duduk diam disebelah kaki Yuki.


" Ya, maaf aku membawanya masuk begitu saja" Ucap Yuuki membawa Kucing itu ke pangkuannya, si penjaga menggeleng pelan.


" Bukan masalah, hewan peliharaan diizinkan disini. " Ujar si penjaga lagi, Yuki mengangguk paham.


" Kalau begitu, bagaimana kalau ke kasir sekarang?" Tanya Si penjaga yang dibalas anggukan lagi oleh Yuki. Yuki berjalan ke kasir dan membayar semua bill-nya kemudian melanjutkan perjalanannya. Tujuan kedua mereka adalah toko hewan peliharaan, Yuki bersyukur menemukan satu di arah pulang mereka.


KRINGG


Bel pintu berbunyi menjadi tandanadanya pelanggan yang masuk.


" Selamat datang!" Ujar si penjaga toko yang baru membereskan beberapa barang.


" Ah, aku ingin membeli perlatan untuk merawat kucing!" Ucapnya pada si penjaga agar membantunya memilih peralatan yang tepat.


" Baik, tolong tunggu sebentar!" Ucap penjaga toko yang pergi mengambil barang-barang yang Yuki minta. Yuki mengedarkan padangannya tangannya tak berhenti mengelus kepala Sho yang ada di pelukannya.


" Hm, sebaiknya aku membawamu ke vet untuk mendapat vaksin!" Ucap Yuki mendapati poster edukasi untuk melakukan vaksisnasi di salah satu sudut ruangan.


" Rrwaarrrr" Erang Sho seakan mengerti kata-kata Yuki.


" Haha, kita akan tetap ke vet walau kau menolak!" Ujar Yuki yang terkekeh mendapati penolakan dari Sho.


" Maaf membuatmu menunggu lama, ini semua yang kau minta!" Ucap penjaga toko membawa semua barang yang diinginkan oleh Yuki ke meja kasir.


" Ah, terimakasih" Ucap Yuki pada si penjaga toko.


" Bukan masalah, ini bagian dari pekerjaanku!" Ucap si penjaga toko sembari mulai menghitung belanjaan Yuuki.


" Apa kau baru mengadopsinya?" Tanya si penjaga toko mendapati Sho yang begitu nyaman di pelukan Yuki.


" Oh, aku memungut Sho beberapa hari lalu di sekolah!" Jelasnya singkat.


" Sho, ku kira dia betina...." Ujar si penjaga sedikit terheran.


" Haha, Sho kucing jantan!" Ucpa Yuki menyodorkan Sho pada si penjaga toko agar dia bisa melihatnya lebih jelas.


" Wah, kau benar!"